cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
ISSN : 25034146     EISSN : 25034154     DOI : -
The JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) is a national journal, published three times a year in April, August, and December, containing research articles on Chemistry and Chemistry education.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
APLIKASI LIGNOSELULOSA SULFONAT AMPAS TEBU UNTUK ADSORPSI ZAT WARNA TEKSTIL KATIONIK BASIC VIOLET 10 Suryadi Budi Utomo
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.056 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.10096

Abstract

Telah dilakukan penelitian aplikasi lignoselulosa sulfonat ampas tebu untuk adsorpsi zat warna tekstil kationik basic violet 10. Lignoselulosa sulfonat disintesis dari limbah ampas tebu melalui proses ekstraksi dan sulfonasi menggunakan larutan induk yang terbuat dari 168 g Na2SO3 dan 1 g NaHCO3. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Prosedur kerja yang dilakukan adalah dengan membuat adsorben alami, bebas ekstrak, dan lignoselulosa sulfonat kemudian mengidentifikasi gugus fungsi dengan metode spektrofotometri menggunakan spektrometer infra merah. Uji adsorpsi dilakukan pada berbagai variasi waktu interaksi 5, 10, 20, 40, 80, dan 160 menit pada pH 6,0. Untuk analisa kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 542,75 nm.Kandungan komponen ekstraktif total (total extractive content) dari ampas tebu yang diteliti adalah 15,2 %. Adsorben lignoselulosa sulfonat memiliki daya adsorpsi paling tinggi terhadap zat warna tekstil kationik basic violet 10 yaitu sebesar 87,42 %, sedangkan adsorben alami 66,3% dan adsorben bebas ekstrak 82,64%. Waktu optimum adsorpsi oleh adsorben alami adalah 40 menit, sedangkan untuk adsorben bebas ekstrak dan lignoselulosa sulfonat adalah 80 menit.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA SMA KELAS XI MATERI ASAM BASA UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Nanang Rahman; Sri Atun
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.02 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.10098

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengembangkan perangkat pembelajaran kimia SMA kelas XI materi asam basa untuk meningkatkan hasil belajar dan pembentukan karakter peserta didik, (2) mengetahui kualitas dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan, dan(3) mengetahui perbedaan hasil belajar dan pembentukan karakter antara peserta didik yang diajarkan menggunakan perangkat hasil pengembangan dengan yang menggunakan perangkat pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model 4-D yang memiliki tahapan Define, Design, Develop dan Disseminate. Namun, tahapan Disseminate tidak dilaksanakan. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang meliputi: silabus, rencanapelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan peserta didik, dan instrumen penilaian. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli, pendidik, dan teman sejawat, menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara umum memiliki kategori “sangat baik”. Pembelajaran dengan menggunakan perangkat yang dikembangkan peneliti dapat membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kreatif, komunikatif dan teliti. Penggunaan perangkat pembelajaran hasil pengembangan juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.Berdasarkan hasil uji-t, maka terdapat perbedaan hasil belajar dan pembentukan karakter peserta didik yang diajarkan dengan perangkat hasil pengembangan dengan yang menggunakan perangkat pembelajaran konvensional.
ISOLASI, AMPLIFIKASI DAN SEKUENSING FRAGMEN 1,9 KILOBASA GEN HEAT SHOCK PROTEIN 70 SALMONELLA ENTERICA SEROVAR TYPHI Muktiningsih Muktiningsih; Fera Kurniadewi; Imanuelle Orchidea R P
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.155 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.10100

Abstract

Salmonella enterica serovar Typhi merupakan penyebab demam tifoid atau penyakit tifus pada manusia. Mekanisme molekuler patogenesitas Salmonella merupakan sistem yang kompleks dan diatur oleh sejumlah gen dan faktor-faktor virulen. Salah satu gen tersebut adalah dnaK yang mengatur sintesis Heat Shock Protein 70 (HSP70). Penelitian ini bertujuanuntuk memperoleh gen HSP70 yang berukuran 1,9 kilobasa dari bakteri Salmonella enterica serovar Typhi. Gen tersebut dapat digunakan untuk pengembangan vaksin tifus maupun diteliti lebih lanjut untuk mengungkap fungsi lainnya. Gen HSP70 berhasil diamplifikasi dari genom S. Typhi dengan reaksi polimerisasi DNA (PCR) menggunakan pasangan primer spesifik HSP70. Hasil elektroforesis menunjukkan bahwa produk amplifikasi tersebut berukuran 1900 pasang basa.Produk PCR dimurnikan sebelum urutan nukleotidanya ditentukan melalui sekuensing. Analisis hasil sekuensing menunjukkan produk PCR tersebut memiliki homologi sebesar 99% dengan dnaK (gen HSP70) S.enterica serovar Typhi strain CT18 yang terdapat pada gene database NCBI.
PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN GAYA BELAJAR Soebiyanto Soebiyanto; Mohammad Masykuri; ashadi ashadi
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1398.24 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.10116

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Student Teams Achievement Division (STAD) dan Team Games Tournament (TGT), kemampuan awal, gaya belajar dan interaksinya terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi adalah mahasiswa D-3 dan D-4 jurusan analis kesehatan tahun akademik 2012/2013 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta. Sampel diperoleh melalui random sampling. Eksperimen dilakukan pada mahasiswa D-3 jurusan Analis Kesehatan menggunakan model STAD, mahasiswa D-4 jurusan Analis Kesehatan menggunakan model TGT, dan campuran kelas D-3 dan D-4 jurusan Analis Kesehatan sebagai kelas uji coba dengan identifikasi dan penyimpanan bahan kimia. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, (1) ada pengaruh yang signifikan penggunaan model STAD dan TGT terhadap nilai kognitif (sig.=0,000),tetapi tidak pada nilai afektif (sg.=0,103), (2) ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan awal dengan nilai belajar mahasiswa, (3) ada pengaruh yang signifikan antara gaya belajar terhadap nilai belajar kognitif (sig.=0,017), tetapi tidak pada nilai afektif mahasiswa (sig.=0,795), (4) ada interaksi yang signifikan antara penggunaan model STAD dan TGT dengan kemampuan awal terhadap nilai belajar mahasiswa, (5) ada interaksi yang signifikan antara penggunaan model STAD dan TGT dengan kemampuan awal terhadap nilai belajar mahasiswa, (6) ada interaksi yang signifikan antara kemampuan awal dengan gaya belajar terhadap nilai belajar kognitif (sig.=0,000) tetapi tidak pada nilai afektif mahasiswa (0,057), (7) ada interaksi yang signifikan antara penggunaan model STAD dan TGT dengan kemampuan awal dan gaya belajar terhadap nilai belajar mahasiswa.
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI POKOK LARUTAN PENYANGGA Prasetyowati, Eka Novvy; Suyatno, Suyatno
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.411 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.10122

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa, serta mendeskripsikan hubungan antara keterampilan berpikir kritis dengan penguasaan konsep siswa. Penelitian ini merupakan gabungan dari penelitian pra-eksperimen jenis one group pre test-post test design dan penelitian korelasional, yang diawali dengan pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model Dick & Carey. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Gresik dengan sampel siswa kelas XI IPA-3. Data tentang penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis secara deskriptif, sedangkan hubungan antara keterampilan berpikir kritis dan penguasaan konsep dianalisis dengan teknik korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) Pembelajaran kimia pada materi pokok larutan penyangga dengan model inkuiri dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa (2) Ada hubungan yang kuat dan signifikan antara keterampilan berpikir kritis dengan penguasaan konsep siswa.
INFLUENCE OF TIME AND CONCENTRATION ON TEXTURAL PROPERTIES OF MESOPOROUS CARBONS OF GELATIN PREPARED BY HARD-TEMPLATING PROCESS Maria Ulfa; Wega Trisunaryanti; Iip Izul Falah; Indriana Kartini
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.10126

Abstract

 Mesoporous carbons with different textural properties were prepared with gelatin by hard templating process. The effect silica removal condition (time and acid concentration) on the nanocomposite properties was studied during synthesis process. 1, 6, and 24 h silica removal times and 10%, 20%, 30% and 40% HF concentraton were chosen. Textural properties and microstructure of the nanocomposites were characterized by X-ray diffraction (XRD), Transmission Electron Microscopy (TEM), Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (EDAX), and N2 adsorption– desorption. Results showed that removal silica time process led to mesoporous nucleation and growth on the surface of mesoporous carbon. At decreasing of removal silica time and HF concentration the surface area and total pore volume increased from 410 to 760 m2/g and 0.14–0.99 cm3/g with almost same of the average pore diameter considerably at 4.1 nm. Furthermore, it was observed more homogeneous pore distribution with decreasing the silica removal time dan HF consentration. In conclusion, the silica removal time and acid concentration play an important role on textural properties of mesoporous carbon which could have a major effect on adsorption properties of sulfuric compound in the fuel.
ANALISIS PROKSIMAT DAN SIFAT ORGANOLEPTIK “ONCOM MERAH ALTERNATIF” DAN “ONCOM HITAM ALTERNATIF” Sri Mulyani; Restu Widyana Wisma
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 1, No 1 (2016): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.793 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v1i1.39428

Abstract

Oncom is a typical food of the people of West Java. So far there are two types of oncom known, namely red oncom and black oncom. Red oncom is generally made from tofu cake (soybean that has been taken protein in making tofu) with mold Neurospora sitophila. While black oncom is generally made from peanut cake which is sometimes mixed with tapioca flour with Rhizopus oligosporus tempeh mold. This research was conducted to utilize a mixture of tofu waste (ampas), tapioca waste (onggok) and peanut oil waste (bungkil) which is widely distributed in West Java to be processed into a type of oncom food so that it can be utilized. Because the raw material and composition used in this study are different from red oncom and black oncom in general, they are called "alternatif red oncom" and "alternatif black oncom". This study aims to analyze the proximate specifically the protein and fat content, as well as the organoleptic properties of "alternatif red oncom" and "alternatif black oncom". This study was conducted with experiments in the laboratory and the data were analyzed using descriptive statistical methods. The research was begun by making oncom from raw materials mixture of the tofu waste (ampas), onggok, and bungkil, then fermented with N. sitophila microbes for "alternatif red oncom" and R. oligosporus for "alternatif black oncom". After the oncoms were formed, the protein content was tested using the Kjeldahl method and fat content using the Soxhlet method. Organoleptic test of oncom products before and after being processed into food is carried out by the Hedonic test. The results showed that the protein content of "alternatif red oncom" (2.78 ± 0.05 %) is higher than "alternatif black oncom" (1.88 ± 0.05 %), and the fat content in "alternatif red oncom" (2.31 ± 0.05 %) is higher than "alternatif black oncom" (1.90 ± 0.05 %). The organoleptic test results showed that in terms of color, aroma, and texture "alternatif black oncom" tends to be preferred by panelists than "alternatif red oncom". 
Implementation of Item Response Theory for Analysis of Test Items Quality and Students’ Ability in Chemistry Rizki Nor Amelia; Kriswantoro Kriswantoro
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 2, No 1 (2017): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.384 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v2i1.8512

Abstract

This first aim of this study is to describe the quality of chemistry test item made by teacher. The test was developed for 11th grade students’ science class in the first semester on academic year 2015/2016. The second aim of this study is to describe the characteristic of measurement’s result for students’ ability in chemistry. This is descriptive research design with the 101 student’s responses patterns from multiple choice test device with 5 answer alternatives. The responses patterns were collected by documentation technique and analyzed quantitatively using Item Response Theory software such as BILOG MG V3.0 with 1-PL, 2-PL, and 3-PL models. The differences of students’ ability in chemistry in model 1-PL, 2-PL, dan 3-PL were analyzed using One-Way Anova Repeated Measure. The result showed that the mean of item difficulties level (b), item differentiate (a), and pseudo-guessing (c) are good. The measurement tools arranged by teacher were suitable for students who have the ability from -1.0 to +1.7. The maximum score of item information function is 68.83 (SEM =0.121) with ability in 0.2 logit. The highest ability’s estimation score was showed by Model 2-PL. The mean of students’ ability for 11th grade students is -0.0185 logit and consider as moderate category. 
Gasoline Production from Coconut Oil Using The Ni-MCM-41 and Co/Ni-MCM-41 Catalyst Lailatul Badriyah; Iip Izul Falah
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 2, No 1 (2017): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.221 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v2i1.8516

Abstract

Gasoline have been produced from coconut oil using MCM-41, NiMCM-41, and Co/NiMCM-41 catalyst. The acidity of catalyst was analysed by Fourier Transformation Infra-Red Spectroscopy (FTIR). The yields of cracking product were analysed by Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS). The catalyst of Co/NiMCM-41 has the highest acidity than MCM-41 and NiMCM-41. It is caused by the effect of adding d orbital from Co and Ni. This cracking process is batch system, and the catalyst pellets were made at the temperature of 400 ºC. The highest gasoline product was obtained using the Co/NiMCM-41 catalyst with 89.53 % w/w yield. The major liquid product from the cracking process using MCM-41, NiMCM-41, dan Co/NiMCM-41 catalysts were estimated as 1-octena, octane, nonane; 1-octene, 1-nonene, nonane; 1-octene, octane, nonane, respectively. 
Making Charcoal Briquettes from Corncobs Organic Waste Using Variation of Type and Percentage of Adhesives Lilih Sulistyaningkarti; Budi Utami
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 2, No 1 (2017): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.471 KB) | DOI: 10.20961/jkpk.v2i1.8518

Abstract

This study aimed to (1) make charcoal briquettes from corncobs organic waste; (2) determine the right type of adhesive to make a corncobs charcoal briquette to produce good quality briquettes; (3) determine the appropriate percentage of adhesive to produce corncobs briquettes to produce good quality briquettes; and (4) know the best characteristics of corncobs charcoal briquettes which include moisture content, volatile content, ash content, carbon content and caloric value. The sample used was corncob obtained from a corn farmer in Pasekan Village, Wonogiri regency. This research used experimental method in laboratory with several stages, namely: (1) preparation of materials; (2) carbonization; (3) crushing and sifting of charcoal (4) mixing charcoal with adhesive and water; (5) briquetting; (6) briquette drying; And (7) analysis of briquette quality. This adhesive types used in this research were tapioca flour and wheat flour and the percentage of adhesive material were 5%, 10% and 15% from total weight of charcoal powder. The result of the research were: (1) charcoal briquettes as alternative energy source can be made from biomass waste (corncobs organic waste); (2) charcoal briquettes from organic corncobs wastes using tapioca flour adhesives have better quality than using wheat flour adhesives; (3) the both charcoal briquettes using 5% of tapioca flour adhesive and 5% wheat flour adhesives have better quality than 10% and 15% in terms of moisture content, volatile content, ash content, carbon content and calorific value; and (4) the best characteristics obtained are for the charcoal briquettes using 5% of tapioca flour adhesive, which have water content of 3,665%; volatile matter amounting of 11.005%; ash content of 4.825%; fixed carbon content of 80.515%; and high heat value of 5661,071%.

Page 1 of 18 | Total Record : 174