cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Reflektika
ISSN : 23376821     EISSN : 25804006     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Reflektika is a peer-reviewed journal which is highly dedicated as public space to deeply explore and widely socialize various creative and brilliance academic ideas, concepts, and research findings from the researchers, academicians, and practitioners who are concerning to develop and promote the religious thoughts, and philosophies. Nevertheless, the ideas which are promoting by this journal not just limited to the concept per se, but also expected to the contextualization into the daily religious life, such as, inter-religious dialogue, Islamic movement, living Qur'an, living Hadith, and other issues which are socially, culturally, and politically correlate to the Islamic and Muslim community development.
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
MENAKAR NASIB AYAH RASULULLAH SAW.(Studi Terhadap Pendapat Yusuf al-Qaradlw dalam Kitabnya Kayf Natamal Maa al-sunnah Tentang Validitas dan Makna Hadis Shahih Muslim Sesungguhnya Ayahku dan Ayahmu di Neraka) Moh. Jufriyadi Sholeh
Reflektika Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.305 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v10i2.139

Abstract

Kitab Shahh Muslim merupakan salah satu kitab hadis yang dinilai para ulama dari banyak kalangan sebagai salah satu kitab yang memiliki otentisitas dan validitas tidak diragukan lagi. Akan tetapi dalam perjalanannya, ada sebagian ulama yang meragukan, bahkan menolak sebagian hadis yang ada di Shahh Muslim tersebut. Di antara hadis yang mendapat gugatan atau penolakan yaitu hadis yang dinarasikan oleh Anas ra.: bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, dimanakah )tempat( ayahku (yang telah meninggal sekarang berada( ?. Beliau menjawab : Di neraka. Ketika orang tersebut hendak beranjak, maka beliau memanggilnya lalu berkata : Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka. Ysuf al- Qaradlw merupakan salah seorang dari sederetan ulama yang ikut meragukan validitas hadis ini dalam kitabnya Kayf Natamal Maa al-Sunnah. Di dalam kitab ini, al-Qaradlw meragukan validitas hadis Shahh Muslim tersebut dengan pertanyaan, apa dosa yang telah diperbuat oleh Abdullah bin Abd al- Muthallib sehingga harus masuk neraka, sedangkan ia termasuk ahli fatrah, yaitu orang-orang yang selamat (dari siksa neraka)?. Dengan alasan tersebut, al-Qaradlw akhirnya lebih mengambil sikap tawaqquf. Ia tidak berani menerima hadis tersebut dan juga tidak berani menolaknya. Padahal hadis tersebut merupakan hadis sahih, baik sanad maupun matan-nya. Sedangkan ypaman Nabi. Penggunaan kata ayahku dalam hadis tersebut dengan makna paman merupakan ungkapan majaz. Makna majaz ini diambil setelah tidak mungkin memberikan makna hakiki, karena ayah kandung Rasul meninggal di masa fatrah yang tidak ada seorang utusan pun yang datang kepadanya, ia tidak mungkin masuk neraka.ang dimaksud ayah Rasul yang divonis masuk neraka adalah Ab Thlib,
MANAJEMEN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Aisyah Tidjani
Reflektika Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.461 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v13i1.74

Abstract

The advancement of science and technology has a serious impact on human life. The negative effects of globalization and the environmental crisis must be faced by Muslims. Islamic education must be able to build a strong Muslim generation through quality and qualified Islamic education which capable of “mastering”-not “mastered by”- knowledge and technology. This paper seeks to analyze the causes of the low quality of Muslim resources and the advancement of science and technology. This study focuses on the management of Islamic educational institutions to face the challenges of globalization. Therefore, Islamic education needs to reformulate in order to find a solution to the problems that have been faced by society. As the result, it must go through many things: firstly, the reconstruction of a contextual-critical Islamic education paradigm. Secondly, the reorientation of the goals and curriculum of Islamic education. Thirdly, the reorientation of Islamic human resource management and development. And fourthly, the democratization of Islamic education and the creation of alternative Islamic educational institutions.
HAKIKAT KEPRIBADIAN MUSLIM, SERI PEMAHAMAN JIWA TERHADAP KONSEP INSAN KAMIL Rusdiana Navlia Khulaisie
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.224 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.36

Abstract

Pada dasarnya kepribadian bukan terjadi secara serta merta akan tetapi terbentuk melalui proses kehidupan yang panjang, adapun sasarang yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak mulia. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Sebab Nabi Muhammad S.A.W mengemukakan bahwa “orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya”. Al-Qur’ān dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah saw yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan, satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan peribadi muslim.Peribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur’ān dan sunnah adalah pribadi yang shaleh, peribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt. Beberapa hal penting lainnya juga dibahas dalam penulisan ini, terkait dengan optimalisasi penerapan konsep insan kamil dalam kehidupan sehari-hari.
PEREMPUAN DAN DAKWAH KONTEMPORER Uswatun Hasanah
Reflektika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.037 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v11i2.27

Abstract

World Muslimah Beauty terselenggara sebagai media dakwah selain sebagai respon terhadap terselenggaranya Miss Universe ataupun kontes kecantikan lainnya. World Muslimah Beauty juga terselenggara sebagai wadah bagi remaja muslimah untuk mengapresiasi potensi yang dimiliki, kontes kecantikan ini tidak hanya menonjolkan sisi kecantikan dan keelokan tubuh wanita, namun memadukan tiga kecerdasan yang dimikili oleh setiap orang. Perempuan muslimah tidak perlu membuka kerudung untuk mengikuti kontes kecantikan, dan seorang muslimah tidak perlu menunda memakai hijab agar bisa mengikuti kontes kecantikan. World Muslimah Beauty sebagai filter atas budaya-budaya asing yang bertolak belakang dengan Negara kita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, data-data dikumpulkan melalui hasil observasi lapangan, pengumpulan dokumentasi dan wawancara.
MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS PESANTREN (Studi Kasus di Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah Al-Amien Prenduan) Moh. Rofie
Reflektika Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.352 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v12i2.104

Abstract

Curriculum management serves important role in educational institution. The institution will be lacking in direction without good management of its curriculum. One of prominent Islamic educational institution is TMI Al-Amien Prenduan. It has unique curriculum structure and management. This research is aimed to describe Pesantren based management of Islamic education curriculum in Senior High School of TMI Al Amien Prenduan. The research uses qualitative method and finds three main points. First, the planning process involves top executive in the school and also pesantren. This is aimed to maintain that programs being held in school are in line with the programs being held in boarding school, outside class activity. Second, the plan is well-implemented as what already being planned before. Some improvements take place, adapted to fit Islamic education curriculum. Third, evaluation is carried out in two different components, curriculum structure and student learning competence.Curriculum management serves important role in educational institution. The institution will be lacking in direction without good management of its curriculum. One of prominent Islamic educational institution is TMI Al-Amien Prenduan. It has unique curriculum structure and management. This research is aimed to describe Pesantren based management of Islamic education curriculum in Senior High School of TMI Al Amien Prenduan. The research uses qualitative method and finds three main points. First, the planning process involves top executive in the school and also pesantren. This is aimed to maintain that programs being held in school are in line with the programs being held in boarding school, outside class activity. Second, the plan is well-implemented as what already being planned before. Some improvements take place, adapted to fit Islamic education curriculum. Third, evaluation is carried out in two different components, curriculum structure and student learning competence.
JEJAK METODOLOGIS ANTI-SUFI; ANALISIS KRITIS PEMIKIRAN SUFISME IBNU TAYMIYAH Abdul Munim Kholil
Reflektika Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.095 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v13i1.70

Abstract

Sufism is an intergral part of Islamic belief and practicejust as the other religions have the mysticism. Sufism preference is human nature, sodenying it means ignoring human nature. It is natural as human being is a combination of undivided spirit and body.The presence of sufism among Muslims is not a peculiar issue. It is a part of Islam itself. However, that some Islamic scholars, which is natural, heavily criticized abused practice of Sufism makes sufis restless and disquiet. Critics are indeed necessary for inspiration and evaluation, but that the critics remove the Sufism from Islam is really unfair. The critics perceive sufism as an infiltrated entity into Islam and the disciples as heretics.This paper is aimed to critically analyze Ibn Taymiyah's thought of Sufism by examining the literature related to the track record of Ibn Taymiyah's thought about with Sufism and the methodology it offers. The result shows that there are three main points of Ibn Taymiyah commentary. Those aretariqah (devotional orders) institution, the knowledge resources and the doctrine of duality of inward-outward and sharia-haqiqah. Ibn Taymiyah commented on these using the analysis method of hadith experts (literalist-scripts) by self-sufficient reading the Sufis works and conducting structuralist studies of the Sufi texts.
Cerapan Gerhana Matahari Total (GMT) di Palembang, Indonesia dan Simulasi Menggunakan Perisian Stellarium: Satu Pengalaman Ros Maimunah Haji Yahya Zikri
Reflektika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4198.259 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v11i2.32

Abstract

Stellarium merupakan perisian simulasi astronomi yang menunjukkan posisi dan pergerakan objek samawi seperti bintang, bulan, planet dan sebagainya. Perisian ini boleh digunakan sebagai simulasi sebelum, sewaktu dan selepas aktiviti cerapan sebenar dijalankdengan cara lawatan terus ke Palembang, Indonesia untuk mengetahui dan merasai sendiri pengalaman gerhana matahari total yang berlaku. Hasil kajian mendapati perisian Stellarium amat sesuai dan berguna sebagai simulasi kepada cerapan gerhana matahari kerana melaluinya kita dapat membuat persediaan awal dan rapi sebelum gerhana matahari sebenar berlakuan. Kajian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan perisian Stellarium dalam membantu aktiviti cerapan astronomi, terutama untuk tujuan penentuan ibadah umat Islam seperti solat sunat gerhana matahari. Di samping itu, kajian ini juga bertujuan untuk mengenal pasti tahap kejituan dan kesesuaian simulasi ini bagi kegunaan aktiviti cerapan astrofiqh. Bagi mencapai objektif kajian ini, pengumpulan data, temubual dan pemerhatian telah dilakukan. Kajian perpustakaan juga dijalankan untuk mendapatkan maklumat mengenai fenomena gerhana matahari serta informasi berkaitan perisian ini. Pemerhatian dan temubual telah dibuat
GERAKAN TERORISME DALAM BINGKAI TEORI SOSIAL Achmad Faesol
Reflektika Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.755 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v10i2.140

Abstract

Gelombang dukungan masyarakat atas eksistensi gerakan terorisme seperti Islamic State of Irak and Syria (ISIS) dari hari ke hari semakin meningkat. Kendatipun pemerintah beserta pihak-pihak terkait telah melakukan berbagai upaya deradikalisasi, namun benih-benih calon mujtahid baru selalu saja muncul bertebaran dimana-mana.Bagaimana fenomena ini bisa tumbuh, berkembang dan menyebar? Tulisan ini mencoba memberikan alternatif sudut pandang teoritis dari aspek ssosiologis.
TRADISI TAFSIR AL-QUR’AN DI ANDALUSIA: Telaah Historis atas Tokoh, Karya dan KarakteristikTRADISI TAFSIR AL-QUR’AN DI ANDALUSIA: Telaah Historis atas Tokoh, Karya dan Karakteristik Ghozi Mubarok
Reflektika Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.41 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v12i2.117

Abstract

Andalusia sempat menjadi wilayah kekuasaan umat Islam selama kurang lebih 8 abad. Dalam rentang masa itu, Andalusia berhasil membentuk tradisi intelektual dan akademik yang cemerlang, termasuk di bidang tafsir al-Qur’an. Artikel ini berupaya memotret tradisi tafsir al-Qur’an yang berkembang di Andalusia melalui penelusuran terhadap tiga persoalan, yaitu profil para mufasir Andalusia, identifikasi tokoh-tokoh kunci, dan karakteristik-karakteristik khas dari tradisi tafsir tersebut. Sebagai penelitian tekstual dengan pendekatan historis, sumber data utama artikel ini adalah laporan penelitian terdahulu tentang tradisi tafsir Andalusia dan literatur-literatur biografis, terutama Mu‘jam al-Mufassirīn, karya ‘Ādil Nuwayhiḍ. Artikel ini kemudian menghasilkan tiga poin kesimpulan. Pertama, profil para mufasir Andalusia memperlihatkan tingkat kematangan dan kecemerlangan tradisi tafsir di Andalusia hingga tingkat di mana tradisi tersebut berkontribusi dan berinteraksi secara dialektis dengan tradisi-tradisi tafsir di belahan dunia muslim lainnya. Kedua, Andalusia juga melahirkan tokoh-tokoh penting dalam sejarah tafsir al-Qur’an yang kerap dibandingkan dengan rekan-rekan mereka sesama mufasir dari belahan dunia muslim lainnya serta dianggap sebagai representasi-representasi paling cemerlang dari beragam genre yang berkembang dalam sejarah tafsir al-Qur’an. Ketiga, tradisi tafsir Andalusia berkembang secara relatif independen sehingga ditemukan beberapa karakteristik yang menandai orisinalitas tradisi tafsir tersebut dibandingkan dengan tradisi-tradisi tafsir lain di tempat yang berbeda.
KONSEP HATI MENURUT AL-GHAZALI Muhammad Hilmi Jalil
Reflektika Vol 11, No 1 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.981 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v11i1.37

Abstract

Kajian ini memfokuskan konsep hati menurut al-Ghazali yang terdapat dalam karya masyhurnya Ihya’ Ulumuddin. Dengan menggunakan pendekatan analisis kandungan, penulis menemukan bahwa dalam karya tersebut, al-Ghazali menjelaskan bahawa konsep dan fungsi hati tidaklah sama seperti yang difahami oleh orang awam yang menganggap hati hanyalah sebagai alat yang mengumpulkan segala jenis perasaan. Konsep hati menurut beliau adalah lebih berbentuk kerohanian yang mana hati adalah unsur yang bersifat ketuhanan (rabbaniyyah), bertujuan kepada ilmu dan berbolak-balik sifatnya. Oleh itu, kertas ini bertujuan untuk membincangkan -konsep hati menurut al-Ghazali