cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
bhaktipersada@pnb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Published by Politeknik Negeri Bali
ISSN : 24774022     EISSN : 25805606     DOI : http://dx.doi.org/10.31940/bp
Core Subject : Education,
Focus and Scope: - The result of applied research of sciences, technology, and arts - The result of social services to the society
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
TOURISM TRANING CENTRE POLITEKNIK NEGERI BALI (TTC-PNB) Ni Nyoman Triyuni; Made Ruki; Cokorde Istri Sri Widari
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2017): Nopember 2017
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.62 KB)

Abstract

Tujuan TTC-PNB adalah untuk: (1) mengomersialkan dan menyebarkan hasil penelitian dan / atau karya dosen sebagai sumber pendanaan untuk pengembangan kelembagaan; (2) memanfaatkan waktu luang dosen, memaksimalkan pemanfaatan laboratorium dan ruang kelas yang memiliki idle capacity; (3) membantu siswa yang ingin menerima pelatihan di bidang lain selain kompetensi yang diberikan pada ceramah; (4) dan membantu masyarakat umum yang tidak ingin kuliah terlalu lama. Metode pelaksanaannya mulai dari persiapan, penyusunan kurikulum, SOP dan Modul Pelatihan sebanyak 30 buah. Kegiatan ini mengahasilkan 23 jenis pelatihan di bidang pariwisata yang berupa short course 3 dan 6 bulan, basic level (1 tahun). Pelatihan ini didukung dengan  32 ruang kelas dengan kapasitas 28 orang per kelas, PEACE Tours and Travel Laboratory, Laboratorium Hotel 22 kamar, laboratorium bar, laboratorium restoran, laboratorium dapur, Laundry Lab., Laboratorium MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), Laboratorium Bahasa,  ruang kantor, dan admnistrasi.
PENGEMBANGAN WISATA TREKKING GUNUNG AGUNG DI DESA SELAT KARANGASEM I Putu Budiarta; I Wayan Jendra; I G P Fajar Pranadi
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.888 KB)

Abstract

Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dalam pengelolaan trekking Gunung Agung. Program ini dilakukan melalui: pelatihan manajemen usaha, pembuatan standard operational prosedure (SOP) perizinan mendaki, dan SOP pendakian Gunung Agung; pelatihan produk tambahan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) setempat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat; serta pelatihan pemasaran secara online melalui website “balimountagung.com”. Kabupaten Karangasem terletak di ujung timur Pulau Bali. Wilayahnya sebagian besar kering dan termasuk kabupaten termiskin di Bali. Wilayah kering tersebut sebagian besar berada di daerah Gunung Agung. Akan tetapi, wilayah sekitar Gunung Agung memiliki pesona yang luar biasa. Di samping sebagai kiblat spiritualitas umat Hindu, juga sebagai objek wisata. Kepopuleran Gunung Agung sebagai objek wisata trekking sudah terkenal sejak dahulu. Hal ini disebabkan karena Gunung Agung adalah gunung yang tertinggi di Bali dan tergolong masih aktif. Namun, sayang sekali tidak bisa ditemukan data yang akurat tentang jumlah pendakian sampai saat ini yang dilakukan wisatawan petualang pada kelompok usaha wisata trekking di Desa Selat, termasuk juga pada aparat pemerintahan tingkat desa dan kecamatan. Hal tersebut menjadi alasan utama program pengabdian ini. Desa Selat termasuk wilayah Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Dari hasil wawancara dengan pelaku usaha wisata di desa tersebut tanggal 20 April 2013 dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya objek wisata Gunung Agung memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan petualang. Pangsa pasar wisata trekking Gunung Agung yang tercatat sampai saat ini adalah Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Tantangan dan keindahan jalur trekking Gunung Agung sudah dikenal di kalangan wisatawan petualang mancanegara. Pengelolaan usaha trekking ini masih lemah dan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa tersebut. Hal ini terjadi karena masyarakat kurang mampu menangkap peluang yang ada.
PROGRAM IbM DAPAT MENGUBAH PANDANGAN MASYARAKAT SELAT KARANGASEM TERHADAP UBI UNGU I Ketut Sutama; I Wayan Pugra; I Wayan Basi Arjana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.383 KB)

Abstract

IbM kelompok pengerajin kue ubi ungu di Desa Selat Karangasem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengerajin mengolah ubi ungu menjadi berbagai jenis kue. Banyak kendala masih dihadapi kelompok menyangkut diversifikasi dan pemasaran produk. Program IbM ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi tersebut. Ubi ungu, diyakini lebih baikdibandingkan komoditas sejenisnya. Ia memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi, yang berasal dari pigmen warna ungunya. Ubi ungu mengandung serat pangan alami yang tinggi, prebiotik, kadar Glycemic Indeks rendah dan oligosakarida. Selain itu, ubi ungu juga mengandung lisin, Cu, Mg, K, Zn rata-rata 20%. Penerapan IbM dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan pengolahan ubi ungu menjadi tepung sehingga memungkinkan diolah menjadi beraneka kue atau penganan yang berkualitas dan berdaya saing. Pelatihan menyangkut pengemasan dan pemasaran hasil produksi diberikan setelah kue atau penganan yang dihasilkan memenuhi standar produksi. Pengetahuan internet dan bisnis online diberikan agar kelompok mampu memasarkan hasil produksi melalui internet. Pengetahuan dan keterampilan manajemen usaha dan keuangan usaha kecil dan menengah diberikan dan dilatihkan selama pelaksanaan program. Pendampingan dan pembinaan secara berkala tetap diberikan sampai kelompok mampu mencapai target yang ditetapkan saat awal pelaksanaan program IbM.
KERAJINAN LIMBAH DRUM BEKAS DAN PERANCANGAN ULANG TATALETAK FASILITAS PRODUKSI I Made Rajendra; I Ketut Suherman; Ni Kadek Dessy Hariyanti
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.342 KB)

Abstract

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) ”Mira Ferro Perkasa” yang beralamat di Banjar Penusuan, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali dan ”Budiana Art” yang beralamat di Banjar Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Kedua UKM ini bergerak dalam usaha kerajinan berbahan limbah drum bekas penampung pelumas dan suku cadang kendaraan yang rusak. Produk kerajinan yang dihasilkan berupa model berbagai jenis satwa, meja, kursi, bingkai cermin, tempat lampu, dan barang seni lainnya. Adapun hasil luaran kegiatan adalah penataan layout bengkel kerja dengan aliran proses produksi yang efisien, penataan stasiun kerja yang ergonomis dan nyaman, penyediaan perkakas atau alat kerja yang lebih modern, sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja. Contohnya adalah proses pemotongan pelat untuk model bulu landak yang sebelumnya butuh waktu 5 menit namun sekarang bisa dilakukan dalam 1 menit. Tataletak fasilitas memiliki total jarak perpindahan material yang lebih dekat dibandingkan tata letak faslitas sebelumnya, urutan mesin dan peralatan pada tata letak fasilitas yang baru memiliki tipe aliran zig-zag. Pola aliran zig-zag dapat mengatasi keterbatasan luas area serta bentuk dan ukuran bangunan UKM yang ada. Perbaikan tataletak fasilitas kerja diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pengrajin/pekerja karena pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman sehingga beban kerja menjadi lebih ringan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BERUPA MESIN PENCACAH PAKAN TERNAK KAMBING DI DESA SEPANG KABUPATEN BULELENG I Putu Darmawa; I Made Sudana; I Wayan Aryana
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.893 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program Ipteks Bagi Masyarakat bertujuan mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh mitra kelompok peternak kambing Sumber Rejeki dan Tunas Mekar, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pakan ternak kambing dan produksi susu kambing. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah belum memiliki mesin pencacah pakan ternak, sehingga pada saat musim kemarau sangat sulit mendapatkan pakan ternak, Penerapan teknologi tepat guna pada proses pengolahan pakan ternak berupa ranting lantoro, gamal, dan berupa daun. Sebelum program dilaksanakan peternak kambing dapat memotong pakan ternak sebanyak 40-50 kg/hari. Setelah program dilaksanakan dengan penerapan mesin pemotong ranting untuk pakan ternak ada peningkatan hasil pakan ternak sebesar 60-90 kg/hari dengan hasil cacahan 1-3cm, untuk menjaga kebutuhan pakan ternak dimusim kemarau dilakukan Fermentasi pakan dengan menggunakan drum plastik kapasitas 25 kg. Hasil pelaksanaan program IbM pada Kelompok mitra yaitu 1.Memiliki mesin pencacah pakan ternak. 2. Mempunyai sarana pengoloahan pakan ternak dengan sistem Fermentasi. Dengan adanya sarana tersebut, anggota mitra merasa terbantu dalam mengatasi pengolahan pakan ternak yang mereka hadapi oleh kelompok Ternak Sumber Rejeki dan Ternak Tunas Mekar,”menjadi lebih bersemangat dalam mengembangkan usahanya
PENYIAPAN INSTALASI DAN PENGELOLAAN AIR BERSIH DI DESA LABAKSUREN, KABUPATEN TABANAN I Made Aryana; I Nyoman Anom Purwawinaya; I Made Marsa Arsana; I Gusti Agung Oka Sudiadnyani
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2017): Nopember 2017
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.506 KB)

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan salah satu wujud implementasi dari “Tri Dharma” Perguruan Tinggi. Konsep pengabdian ini adalah membantu masyarakat atau sekelompok masyarakat yang membentuk suatu organisasi baik itu di bidang: pertanian, peternakan, perdagangan, maupun perniagaan jasa.   Bantuan ini bisa berupa: suatu alat peraga, alat teknologi tepat guna, dan pelatihan singkat. Diharapkan nantinya kelompok masyarakat ini mampu meningkatkan tujuan suatu organisasi baik dari sisi pelayanan, produksi, maupun keahlian/keterampilan. Desa Labaksuren, Bengkel Sari, terletak di Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Penduduk Desa Labaksuren sebanyak 108 KK memiliki mata pencaharian sebagai berikut: 35 % bekerja di sektor formal dan 65 % adalah petani. Kondisi geografis Desa Labaksuren adalah berbukit-bukit dan dikelilingi oleh 2 sungai, yaitu Tukad Bambangan dan Tukad Payan. Sungai yang menjadi sumber pengairan sawah ini sifatnya tadah hujan. Pada saat musim kemarau debit air sungai akan menurun drastis dan di musim hujan air melimpah. Sarana air bersih yang ada di Desa Labaksuren dikelola oleh 2 kelompok yaitu : Kelompok “Toya Amerta” di Dusun Labaksuren 1 dan Kelompok “Banyu Urip” di Dusun Labaksuren 2. Pengelolaan secara swadaya belum tertata dengan baik, sehingga belum mampu memberikan pelayanan yang memadai. Metode dalam melaksanakan pengabdian terhadap dua kelompok pengelola air bersih adalah : FGD (Focus Discussion Group),  Partisipatory Research Action (PRA), Metode Pelatihan, dan Pendampingan. Implementasi dari tiga (3) metode tersebut adalah melakukan koordinasi berupa sosialisasi mengenai pemanfaatan air sungai sebagai air baku dengan menyesuaikan peraturan adat sebagai dasar dari kegiatan tersebut. Sosialisai ini merupakan hal yang sangat penting sebab tujuan lainnya adalah menyamakan persepsi mengenai visi dan misi dari kelompok ”Toya Amerta” dan ”Banyu Urip” dalam mengelola air bersih yang nantinya akan dikomersialkan. Salah satu penguatan mengenai usaha tersebut adalah menilai dari aspek kualitas. Uji air sampel dilakukan di dua tempat, yaitu: intake (hulu) dan outlet pada saringan alami. Hasil pengujian tersebut sangat baik,  terdapat peningkatan kualitas dari air sungai menjadi air baku setelah mengalami saringan alami. Parameter yang diuji adalah: parameter fisik (kekeruhan, temperatur, TSS) parameter kimia (amoniak NH3, BOD dan DO) Sarana dan prasarana juga sudah dipersiapkan dalam skema pengabdian saat ini di Desa Labaksuren. Perbaikan jaringan instalasi pipa dengan menambahkan aksesoris yaitu pelepas tekan, controlling box, meteran air, sampungan (tee), elbow 450. Di samping itu, juga menambah bak reservoir dan bak saringan alami (Trickling Filter) dengan memanfaatkan media pasir dan ijuk sebagai media tumbuh bakteri. Manajemen yang baik diharapkan nantinya dapat menopang keberlanjutan dari organisasi pengelolaan air bersih. Muara dari pengelolaan ini nantinya dapat berwujud fisik yaitu “Koperasi” diharapkan nantinya pada jangka menengah dalam mewujudkan visi dari kelompok tersebut sudah dapat dibentuk organisasi yang berbadan hukum dengan bentuk koperasi
KERAJINAN BERBAHAN LIMBAH KAYU (DRIFTWOOD) DAN EVALUASI TATA LETAK FASILITAS KERJA I Gede Nyoman Suta Waisnawa; I Made Sudana; Ida Bagus Swaputra
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.793 KB)

Abstract

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE) di Ari Deco” yang beralamat di Kecamatan Abian Semal dan ”Kubu Shop” yang beralamat di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Produk kerajinan (Driftwood) yang menghasilkan produk berupa patung binatang, meja, kursi, bingkai cermin, tempat lampu, dan barang seni. Adapun hasil luaran kegiatan adalah perencanaan tata letak fasilitas kerja sangat penting karena peletakan fasilitas seperti mesin-mesin dan peralatan kerja serta stasiun kerja bersifat permanen. Tata letak yang baik akan memberikan luaran yang lebih besar dengan ongkos yang sama atau lebih sedikit, man hours yang lebih kecil, dan atau mengurangi jam kerja mesin. Stasiun kerja yang tertata dan peningkatan sarana dan fasilitas produksi berupa perkakas kerja yang dibutuhkan dalam menproduksi kerajinan. Stasiun kerja yang tertata dengan peningkatan jumlah fasilitas produksi mampu meningkatkan produkstivitas mitra. Proses pemotongan dan pembentukan dapat dilakukan dengan lebih cepat. Sebelumnya menggunakan 2 unit nails gun dengan 4 unit produk per hari, dan saat ini sudah mampu menggunakan 4 unit nail guns secara bersamaan, sehingga proses perakitan dapat mengerjakan 6-8 unit produk per hari. Jumlah order produk di tahun ke-1 per September 2016 adalah 388 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp 168.304.000,00. Berdasarkan data penjualan tahun 2015 sebesar 203 unit maka telah terjadi peningkatan pesanan produk sebesar 52%, dengan peningkatan omzet sebesar 59%. Perbaikan tata letak fasilitas kerja diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pengrajin/pekerja karena pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman sehingga beban kerja menjadi lebih ringan.
PERBAIKAN PERAPEN PERAJIN GAMELAN DESA TIHINGAN KLUNGKUNG BALI DAPAT MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PERAJIN I Ketut Gede Juli Suarbawa; I Ketut Bangse
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.425 KB)

Abstract

Proses produksi pembuatan gamelan ini masih tradisional dengan menggunakan prapen (tempat kerja) dengan nyala api terbuka baik untuk proses peleburan maupun proses pembakaran bahan untuk pembentukan gamelan (nguwad)untuk proses peleburan dan pembentukan sehingga meningkatkan beban kerja perajin akibat paparan panas radiasi dan debu. Kondisi lingkungan kerja perajin yang belum nyaman dimana rerata suhu basah di tempat kerja mencapai 27,85 ± 0,12 oC dan rerata suhu kering mencapai 31,09 ± 0,97 oC, sehingga sebagian besar perajin merasakan beban yang cukup berat dalam proses kerja, terutama pada proses peleburan dan proses nguwad (pembentukan gamelan). Proses kerja peleburan dan proses nguwad beban kerja perajin cukup berat disertai paparan panas radiasi, adanya debu yang potensial menggangu kesehatan kerja dan lingkungan, hal ini menyebabkan produktivitas perajin menjadi rendah. Selain itu proses kerja yang cukup berat menyebabkan perajin tidak mampu bekerja sepanjang hari dan sering setelah berturut-turut kerja selama 3 hari mereka libur selama 1 hari. Tentu kondisi ini menyebabkan berkurangnya penghasilan perajin. Ongkos yang diterima perajin adalah dengan sistem borongan dalam satu kelompok perajin yang terdiri dari 3 sampai 4 orang per group. Meningkatnya kelelahan perajin ini dikarenakan adanya lingkungan kerja yang panas akibat paparan panas dari tungku yang terbuka, dan adanya sikap kerja berdiri dan membungkuk saat penuangan logam cair ke dalam cetakan serta jika duduk sering dengan sikap duduk tidak alamiah. Untuk itu perlu dilakukan penerapan iptek bagi masyarakat melalui perancangan sistem pembuangan asap dan debu melalui pendekatan ergonomi dengan rancangan pre and post test desaign group. Setelah penggunaan sistem pembuangan asap dan debu, diperoleh bahwa terjadi penurunan kadar debu di tempat kerja dari rata-rata 49,51 µg/m3 menurun menjadi 25,90 µg/m3. Demikian juga rerata denyut nadi tukang perapen mencapai 115,31 ± 2,56 denyut/menit, setelah perbaikan menurun menjadi rerata 111,81 ± 3,52 denyut/menit. Rerata denyut nadi tukang jepit mencapai 114,71 ± 3,24 denyut/menit menurun menjadi 110,41 ± 4,96 denyut/menit dan rerata denyut nadi tukang nguwad mencapai 125,71± 3,21 denyut/menit (katagori beban kerja berat) menurun menjadi rerata 123,01 ± 2,05 denyut/menit (katagori beban kerja sedang). akibat suhu lingkungan yang tinggi, suhu tubuh akan meningkat sehingga meningkatkan denyut nadi. Keluhan Kelelahan menurun dari skor 52,79 menurun menjadi 38,51 dan skor keluhan otot skeletal juga menurun dari 58,44 menjadi 38,74. Sehingga produktivitas meningkat dari rata-rata 0,89 menjadi 1,04.
PEMBERDAYAAN DESA WISATA PINGE MELALUI PRODUK UNGGULAN PARIWISATA POLITEKNIK NEGERI BALI I Putu Astawa
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 2 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.454 KB)

Abstract

Kegiatan IbM di Desa Wisata Pinge bertujuan untuk meningkatkan eksistensi potensi objek wista melalui sinergi Desa Adat Pinge, Pengelola Wisata Asri Pinge, dan Pusat Unggulan Teknologi Politeknik Negeri Bali (PUT PNB) di bidang pariwisata . Kegiatan ini mengedepankan simbiose mutualisme yang berakhir pada peningkatan ekonomi desa dan kemampuan akademik bagi anak didik yang menjalankan praktik langsung di Desa Pinge. Terdapat 16 rumah tempat tinggal penduduk yang dapat dimanfaatkan untuk menginap bagi para wisatawan yang berkeinginan mempelajari budaya, seni, dan alam secara langsung berinterakasi dengan masyarakat. Di desa Pinge telah terbentuk kelompok sadar wisata yang berperan dalam mempromosikan potensi wisata desa. Di samping itu, juga terdapat Bendesa Adat selaku pemimpin desa adat yang memiliki peranan dalam mengajegkan budaya dan adat melalui konsep Tri Hita Karana. Kedua kelompok ini belum berjalan secara optimal dalam mengemban misi sosial dan ekonomi sehingga timbul keluhan wisatawan atas pelayanan yang kurang optimal berupa salah paham antarkelompok pengelola dengan desa adat. Kondisi ini memberikan dampak menurunnya minat wisatawan berkunjung ke Desa Pinge. Untuk mengatasi masalah tersebut kami menawarkan satu program kegiatan yang berisikan prosedur pelayanan yang harus dipahami oleh berbagai pihak yang menjalankan program tersebut. Disepakati salah satu produk di Pusat Unggulan Teknologi Pariwisata adalah CULTIC (Culture and Tourism International Camps). Bentuk produk unggulan ini berupa sebuah paket yang berisikan pengetahuan, budaya, dan pengenalan lingkungan yang disesuaikan dengan kondisi alam desa yang dijadikan camps. Waktu pelaksanaanya adalah tiga hari dan dua malam dan selama waktu tersebut peserta camps diberikan pengetahuan produk wisata di desa, budaya yang ada di desa, dan alam desa.Sebagai langkah awal pembuatan SOP CULTIC Desa Pinge. Program ini dibuat untuk memudahkan parawisatawan dalam mengikuti paket CULTIC dan juga memudahkan bagi panitia pelasana dalam menjalankan setiap aktivitas yang dicantumkan dalam paket. Kondisi ini akan mengurangi kesalahan dalam melayani para peserta CULTIC. Selanjutnya pembuatan media promosi yang digunakan melalui media elektronik dan media cetak. Media elektronik meliputi: Instagram, Facebook, dan Twitter, sedangkan media cetak meliputi: pamflet, flyer, baliho,dan spanduk. Hasilnya, para peminat kegiatan ini berjumlah 85 orang yang berasal dari Malaysia, Thailand, Papua Nugini, Hongaria, Polandia, Perancis, Jepang dan dari Indonesia. Melalui kegiatan ini peningkatan ekonomi dan promosi dapat berjalan dengan baik
PENGOLAHAN JAJAN BEGINA DAN ULI DENGAN MENGGUNAKAN MESIN VACUUM FRYER BAGI PEMBUAT JAJAN BEGINA & ULI Luh Putu Ike Midiani; Adi Winarta; I Gusti Agung Oka Sudiadnyani
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.622 KB)

Abstract

Pengeringan jajan begina dan uli bertujuan untuk mengurangi kadar airnya. Proses pengeringan ini sering mengalami hambatan karena masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan cara menjemur dibawah sinar matahari. Kurangnya intensitas panas matahari menyebabkan pengeringan jajan begina dan uli tidak optimal. Akibatnya jajan begina dan uli yang dihasilkan akan berkurang baik dari segi jumlah maupun kualitas. Untuk itulah perlu diperbaiki aspek teknik produksi dan manajemen produksi sebagai salah satu solusi dalam menekan biaya proses dan meningkatkan kualitas sehingga produk jajan begina dan uli ini mampu bersaing dan memenuhi permintaan pasar yang ada. Perbaikan teknik produksi dilakukan dengan penggunaan teknologi tepat guna sesuai dengan sumber daya pembuat jajan begina dan uli. Dengan mesin vacuum fryer ini jajan begina/uli tidak perlu lagi dijemur, karena dengan mesin vacuum fyer proses pengeringan digantikan dengan proses penggorengan dan pemvakuman atau pengurangan kadar uap airnya. Sehingga hal ini mempersingkat proses pembuatan jajan begina/uli. Selanjutnya pembuat jajan begina dan uli diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang manajemen keuangan, pemasaran produk dan strategi pemasaran. Manajemen keuangan diberikan kepada pembuat jajan begina dengan melatih penggunaan program excel untuk seluruh administrasi keuangan dan strategi pemasaran diberikan dengan membuat label produk dan brosur produk jajan begina dan uli sehingga produk jajan begina dan uli memiliki nilai tambah bagi pengembangan usaha pembuatan jajan begina dan uli. Penggunaan mesin vacuum fyer mampu mempersingkat waktu proses produksi jajan begina dan uli, kualitas dan kuantitas jajan begina dan uli pun tidak terpengaruh oleh cuaca. Perbaikan metode pemasaran dilakukan dengan pembuatan kemasan, pelabelan produk dan pembuatan brosur untuk mengembangkan wilayah pemasaran. Dari segi manajemen keuangan dilakukan penataan administrasi keuangan dengan menggunakan program excel.