cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan
ISSN : 24608815     EISSN : 25491652     DOI : -
Core Subject : Social,
Al Ard Jurnal Teknik Lingkungan publish articles on environmental engineering from various perspectives, covering both literary and fieldwork studies.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2015): September" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Limbah Kertas Koran sebagai Bahan Pengganti Agregat Kasar dalam Campuran Papercrete Serta Aplikasinya untuk Elemen Struktur Ringan dan Non Struktur Ramah Lingkungan Arqowi Pribadi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.594 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.28

Abstract

Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik skala rumah tangga, industri maupun pertambangan. Kertas memiliki kandungan kimia dan alami yang bagus sehingga limbah kertas bisa didaur ulang menjadi berbagai macam bentuk. Kertas koran bekas diolah dahulu menjadi bubur kertas agar pengadukan campurannya lebih mudah. Papercrete adalah suatu material bangunan terbuat dari campuran kertas yang didaur ulang, semen portland, pasir dan air. Pengujian absorpsi dan permeabilitas pada papercrete menggunakan metode eksperimental di laboratorium setelah benda uji berumur 28 hari. Variasi campuran menggunakan perbandingan berat semen, kertas, pasir (SKP) 1:1:1; SKP 1:2:1; SKP 1:3:1; SKP 1:1:2; SKP 1:2:2; SKP 1:3:2 dengan perbandingan faktor air semen (FAS) adalah 1. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 7,5cm dan tinggi 27,5cm sebanyak 18 buah untuk uji absorpsi dan 18 buah untuk uji permeabilitas dengan tiga buah benda uji tiap variasi campurannya. Hasil pengujian absorpsi menunjukkan benda uji SKP 112 memiliki nilai absorpsi terkecil yaitu 35,64%, sedangkan benda uji SKP 131 memiliki nilai absorpsi terbesar yaitu 85,73% dengan lama perendaman 10,5 menit. Pada pengujian permeabilitas benda uji SKP 111 memiliki nilai koefisien permeabilitas terkecil yaitu 2,13505x10 -7 m/dt, sedangkan benda uji SKP 132 memiliki nilai koefisien permeabilitas terbesar yaitu 5,17191x10 -6 m/dt selama 1 menit. Kondisi ini menunjukkan bahwa nilai absorpsi dan nilai koefisien permeabilitas pada papercrete akan semakin besar bersamaan dengan penambahan prosentase bubur kertas ke dalam campuran. Pemanfaatan limbah kertas koran untuk pembuatan papercrete ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan sampah kertas dan memberi keuntungan perawatan kondisi lingkungan dan sumber daya alam melalui produk material papercrete yang ramah lingkungan pada elemen struktur ringan dan non struktur seperti pembuatan dinding partisi, pengganti paving block dan rabat beton lantai.Kata kunci: pemanfaatan limbah, kertas koran, absorpsi, permeabilitas, papercrete dan aplikasinya
Studi Literatur tentang Pencemaran Udara Akibat Aktivitas Kendaraan Bermotor di Jalan Kota Surabaya Yusrianti Yusrianti
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.011 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.29

Abstract

Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia. Permasalahan transportasi di kota ini hampir sama dengan di DKI Jakarta, Bandung dan Medan. Kota Surabaya, sebagai sebuah kota metropolitan, mempunyai volume lalu lintas yang sangat tinggi. Volume lalu lintas yang tinggi akan menimbulkan konsekuensi terhadap peningkatan polusi udara akibat gas buang dari kendaraan bermotor (Abubakar, 2006). Sejalan dengan itu pertumbuhan pada sektor transportasi, yang diproyeksikan sekitar 6% sampai 8% per tahun, pada kenyataannya tahun 1999 pertumbuhan jumlah kendaraan di kota besar hampir mencapai 15% per tahun. Dengan menggunakan proyeksi 6-8% maka penggunaan bahan bakar di Indonesia diperkirakan sebesar 2,1 kali konsumsi tahun 1990 pada tahun 1998, sebesar 4,6 kali pada tahun 2008 dan 9,0 kali pada tahun 2018 (World Bank, 1993 cit KLH, 1997).Berbagai studi yang dilaksanakan menunjukkan bahwa transportasi merupakan sumber utama pencemaran udara. Pencemaran udara dan sektor transportasi rata – rata berkisar 70% dari total pencemaran udara. Di dalam laporan WHO (1992) dinyatakan paling tidak 90% dari CO di udara perkotaan berasal dari emisi kendaraan bermotor. Menggunakan bahan bakar alternatif merupakan salah satu bentuk upaya perbaikan kualitas udara di Kota Surabaya.Bahan bakar alternatif, selain BBM, yang dapat digunakan diantaranya : CNG (compressed natural gas), LPG (Liquid Petroleum Gas) dan bensin super TT sudah mulai digunakan di Indonesia walaupun masih dalam skala terbatas. Untuk masyarakat yang mempunyai kendaraan bermotor agar memeriksakan kendaraannya jangan sampai kadar emisi gas buang melebihi ambang batas, terutama dengan pemeliharaan kendaraan yang baik dan benar.Kata kunci: pencemaran udara, kendaraan bermotor, transportasi, emisi
Pengaruh Aktifitas Kendaraan Bermotor Terhadap Kebisingan di Kawasan Pertokoan Coyudan Surakarta Dyah Ratri Nurmaningsih; Kusmiyati Kusmiyati; Agus Riyanto
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.883 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.30

Abstract

Semakin pesatnya aktivitas transportasi khususnya kendaraan bermotor berdampak meningkatnya intensitas polusi suara berupa kebisingan bagi lingkungan disekitar jalan tersebut. Kawasan pertokoan Coyudan Surakarta diambil sebagai objek penelitian karena kawasan tersebut terletak pada kawasan bisnis kota Surakarta atau CBD (Central Bussiness Distric) dan juga kawasan akses lalu lintas perkotaan Surakarta yang cukup padat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey (dengan menggunakan alat) dan metode analisa pendekatan (dengan menggunakan rumus empiris). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa besar nilai tingkat kebisingan telah melampaui baku mutu yang diijinkan, yaitu 70 dB(A) untuk kawasan perdagangan dan jasa. Penanganan/ alternatif solusi dari penelitian ini dilakukan sesuai keadaan karakteristik lokasi yang diteliti : penanaman pohon-pohon kecil di pinggir ruas jalan dengan menggunakan media pot, hal ini disebabkan oleh pada daerah ini sudah tertutup paving. Pohon-pohon yang dapat dimanfaatkan antara lain: palem botol, lidah mertua, bambu-bambuan, kemuning, dll, dan juga penggunaan bahan penyerap suara (seperti permadani) pada dinding dan lantai.Kata kunci: lalu lintas, CBD dan kebisingan
Analisis Ukuran Agregat Kasar pada Sifat Mekanis Beton Abdul Hakim
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.627 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.31

Abstract

Beton yang baik adalah beton yang mempunyai sifat-sifat yang baik, yaitu beton memiliki kuat tekan yang baik, mudah dalam pengerjaannya, berdurabilitas dan ekonomis yaitu penggunaan material yang tepat dan ukuran yang sesuai. Dari sifat-sifat beton di atas salah satu yang mempengaruhi adalah ukuran agregat kasar. Maksud ukuran agregat kasar di sini tidak hanya pada besar diameter agregat tetapi juga gradasi dari agregat tesebut, oleh karena itu penelitian ini untuk menguji dari pengaruh tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen di Laboratorium dengan pembuatan benda uji silinder beton. Target kuat tekan beton pada umur 28 (dua puluh delapan) hari adalah 20 MPa dan 40 MPa. Selain itu diuji pada besaran mekanis lainnya seperti Kekuatan tarik, modulus kelenturan dan modulus elastisitas sehingga berdasarkan hasil pengujian beton yang dilakukan di Laboratorium ini akan diperoleh hubungan diameter agregat terhadap sifat-sifat beton. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa beton dengan menggunakan campuran agregat ukuran diameter 40 mm memeliki kuat tekan yang lebih besar hingga 5 % dari kuat tekan beton dengan diameter agregat 20mm, demikian pula pada besaran mekanik lainnya yang menunjukkan bahwa beton dengan agregat diameter maksimum 40 mm lebih besar daripada beton dengan ukuran agregat maksimum 20 mm.Kata Kunci: ukuran agregat, sifat-sifat beton, biaya
Status Kualitas Air Das Cisanggarung, Jawa Barat Rr Diah Nugraheni Setyowati
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.142 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.32

Abstract

Kualitas air merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting dan sebagai indikator sehatnya suatu daerah aliran sungai. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan meningkatnya kegiatan masyarakat dan industri mengakibatkan perubahan fungsi lingkungan. Hal ini berdampak negatif terhadap kelestarian sumberdaya air yang diindikasikan dengan semakin meningkatnya daya rusak air. Degradasi yang terjadi di daerah aliran sungai berdampak pada perubahan aktifitas tata guna lahan dan ekosistem yang termasuk di dalamnya. Pemanfaatan fungsi sungai yang tercemar setara dengan kondisi kelangkaan air. Tingkat penurunan kualitas air akan mempengaruhi kelestarian sumberdaya air yang tersedia untuk penggunaan yang bermanfaat, dan pada gilirannya akan membatasitata guna lahan produktif. DAS (daerah aliran sungai) Cisanggarung termasuk dalam wilayah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, kabupaten yang termasuk dalam DAS Cisanggarung yaitu Kabupaten Cirebon dan Kuningan berada di Provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten Brebes berada di Provinsi Jawa Tengah. Curah hujan yang terjadi di DAS Cisanggarung rata-rata sebesar 2.032 mm. Potensi aliran rata-rata mencapai kapasitas sebesar 2,0 milyar meter kubik per tahun. Vegetasi yang ada sebagian besar berupa hutan, lahan pertanian, lahan perkebunan, lahan belukar dan lahan permukiman. Penelitian dilaksanakan di 6 Stasiun Pemantauan Kualitas Air Daerah Aliran Sungai Cisanggarung, yang secara administrasi masuk ke dalam wilayah kabupaten kuningan dan kabupaten Cirebon dengan tujuan untuk mengidentifikasi kualitas air sungai di DAS Cisanggarung, kemudian dapat diketahui status kualitas air di DAS Cisanggarung tersebut. Berdasarkan peruntukan air dan baku mutu air, maka diperoleh hasil bahwa Sungai Cisanggarung termasuk golongan B, C, D yaitu air yang memenuhi syarat untuk peruntukan golongan B (air baku air minum), golongan C (air untuk keperluan perikanan dan peternakan), golongan D (air yang digunakan untuk pertanian dan dapat digunakan untuk usaha perkotaan, industri dan pembangkit listrik tenaga air. Dari hasil dari analisa diperoleh faktor pembatas, adalah BOD, COD, kekeruhan, nitrat, ortho phospat, ammonium, amoniak, dan fecal coliform adalah melebihi baku mutu B, C, D sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 58 Tahun 1998 tentang Peruntukan Air Dan Baku Mutu Air. Dan dari penelitian telah didapatkan hasil bahwa kadar BOD, COD, kekeruhan, amoniak, ammonium, nitrat, ortho phospat, dan kadar fecal coliform, telah melebihi baku mutu B, C, D yang diperbolehkan. Hal ini disebabkan karena pada daerah aliran sungai Cisanggarung banyak sekali kegiatan pertanian, perkebunan dan limbah rumah tangga dari pemukiman sehingga kualitas air sungai menjadi tidak baik.Kata kunci: kualitas air, sumberdaya air, daerah aliran sungai
Studi Literatur Teknologi Fitoremediasi untuk Pemulihan Ekosistem Laut Terkontaminasi Logam Berat Widya Nilandita
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2015): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.994 KB) | DOI: 10.29080/alard.v1i1.33

Abstract

Ekosistem laut disinyalir banyak terkontaminasi bahan pencemar baik organik maupun in organik. Pencemaran inorganik berupa logam berat berasal dari berbagai aktivitas seperti industri, kapal dan pelabuhan, tumpahan minyak, pengolahan limbah maupun kegiatan pertambangan. Letak geografis ekosistem estuari sangat berpeluang menjadi tempat penumpukan limbah yang berasal dari kegiatan sepanjang pantai dan kegiatan sebelah hulu. Keseimbangan ekologi lingkungan perairan pantai akan tetap terjaga apabila keberadan mangrove dipertahankan karena mangrove dapat berfungsi sebagai biofilter, agen pengikat dan perangkap polusi. Teknologi-teknologi konvensional ini dianggap tidak ekonomis dan berdampak negative bagi ekosistem perairan. Studi literatur ini membahas tentang penggunaan mangrove dan cara menghitung potensi tumbuhan mangrove untuk fitoremediasi ekosistem laut yang terkontaminasi logam berat. Mangrove mempunyai kemampuan dalammenyerap logam berat, sehingga bisa digunakan untuk proses fitoremediasi pada ekosistem laut terutama ekosistem astuari.Kata kunci: Kontaminasi logam berat, Ekosistem Laut, Fitoremediasi, Mangrove

Page 1 of 1 | Total Record : 6