cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan
ISSN : 24608815     EISSN : 25491652     DOI : -
Core Subject : Social,
Al Ard Jurnal Teknik Lingkungan publish articles on environmental engineering from various perspectives, covering both literary and fieldwork studies.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2016): September" : 5 Documents clear
Perencanaan Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Langitan Kecamatan Widang Tuban Shinfi Wazna Auvaria
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.377 KB) | DOI: 10.29080/alard.v2i1.126

Abstract

Pondok Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan islam yang sering identik dengan kurangnya manajemen lingkungan di dalamnya, terutama pengelolaan sampahnya. Pondok Pesantren Langitan dengan jumlah 3000 santri dengan wilayah seluas 7 hektar, menghasilkan sampah tidak kurang dari 400 kg/hari. Pengelolaan sampah masih dilakukan secara tradisional yaitu dikumpulkan, dikeringkan, dan dibakar. Belum adanya pemilahan pada sistem pewadahan dan pengumpulan, serta belum adanya kegiatan pengolahan sampah terpadu di tempat penampungan sampah sementara.Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan sampah sederhana yang paling mungkin dilaksanakan di pondok pesantren. Pengelolaan sampah berkelanjutan yang dibutuhkan meliputi pewadahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah untuk menangani timbulan sampah. Perencanaan sistem pewadahan, pengumpulan, dan pengolahan dilakukan berdasarkan hasil analisis komposisi dan volume sampah dipondok pesantren dengan teori perempatan, yang disesuaikan dengan persyaratan pada SK SNI T-13-1990-F dan aspek ekonomis. Berat timbulan sampah total 496,66 kg/hari dengan komposisi sampah yang didapatkan terdiri dari sampah organik 49,64% dan sampah anorganik 50,36%. Jumlah keseluruhan wadah sampah yang dibutuhkan dalam perencanaan ini adalah 44 pasang wadah sampah, yang terdiri dari 44 wadah anorganik (kuning) dan 44 wadah organik (biru) dengan pengumpulan sampah 1 trip/hari. Kegiatan pengolahan sampah direncanakan dengan komposting dan sortasi sampah yang dapat didaur ulang. Rencana anggaran biaya dalam perencanaan pengelolaan sampah ini sebesar Rp.16.699.172,00.
Manajemen Proyek dalam Pembangunan Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan (Studi Pembangunan Masjid Kampus II FIP Universitas Negeri Malang) Kusnul Prianto
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.074 KB) | DOI: 10.29080/alard.v2i1.127

Abstract

Proses manajemen proyek konstruksi dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan dapat menjadikan kontrol untuk mewujudkan proses perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Perencanaan merupakan salah satu bagian dari manajemen konstruksi untuk menghasilkan produk rancangan yang berkelanjutan. Proses perencanaan itu sendiri memiliki bagian-bagian tersendiri yang membutuhkan beberapa tenaga ahli untuk merumuskan desain, proses yang terjadi dalam rangkaian kegiatan tersebut tentunya melibatkan banyak pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan (PBBL) memiliki turunan yaitu dokumen konstruksi Indonesia 2030. Dalam dokumen konstruksi tersebut menyatakan bahwa Indonesia harus berorientasi untuk tidak menyumbangkan kerusakan lingkungan namun harus menjadi pelopor perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan. Pembangunan Masjid kampus II Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang berusaha menerapkan konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Perencanaan masjid tersebut berusaha untuk sehemat mungkin dalam memakai material yang dapat merusak lingkungan begitu juga pada masa pelaksanaannya. Penggunaan material didalam proses pembangunan masjid kampus II Fakultas Ilmu Pendidikan telah memenuhi kaidah material yang berwawasan lingkungan, mulai dari penggunaan material untuk pekerjaan pengecoran, rangka atap, kusen dan daun pintu, material finishing, infrastruktur penunjang dan pekerjaan sanitasi. Manajemen proyek konstruksi didalam proses perencanaan yang berwawasan lingkungan (berkelanjutan) sangat penting diterapkan terutama untuk menganalisa secara ekonomis terhadap material yang akan digunakan secara jangka panjang terhadap keberlangsungan lingkungan di sekitarnya.
Analisis Routing Reservoir dalam Pengembangan Sumber Daya Air Kawasan Karst Rr Diah Nugraheni Setyowati; Rahmad Junaidi
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.022 KB) | DOI: 10.29080/alard.v2i1.128

Abstract

Pengembangan sumberdaya air adalah upaya peningkatan kemanfaatan fungsi sumber daya air tanpa merusak keseimbangan lingkungan. Pengembangan Sumber Daya Air didalam Hukum Tata Lingkungan tercakup pada azas ke 13 yaitu azas penyelenggaraan kepentingan umum (principle of public service). Adapun Pengembangan Sumber Daya Air didalam Ilmu Lingkungan tercakup pada azas ke tiga atau Hukum Termodinamika ke tiga ialah menyangkut sumber alam, meliputi materi, ruang, waktu, dan keanekaragaman (Tresna, 2000). Kawasan karst memiliki karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh larutnya batuan yang tinggi di dalam air, jika dibandingkan dengan daerah lain. Pada kawasan ini dapat diketahui yaitu relief pada bentang alam ini berada pada kawasan yang berbatuan yang mudah larut, juga dapat diketahui dengan adanya aliran sungai yang secara tiba tiba masuk tanah meninggalkan lembah kering dan muncul sebagai mata air yang besar. Pada kawasan ini pola pengaliran tidak sempurna, kadang tampak, kadang hilang, yang disebut sebagai sungai bawah tanah. Kawasan karst terbentuk dari tanah karst yang didominasi oleh batu gamping. Menurut Bowles (1989), klasifikasi batu gamping termasuk batuan sedimentasi kimiawi terdiri dari kalsit (CaCO3), yang mempunyai sifat cepat bereaksi dengan cairan asam (hydroclorida). Tanah karst termasuk kategori tanah yang tidak mendukung keberadaan air permukaan, karena tanah tersebut tersusun dari batuan karbonat terutama CaCO3 dan dolomit CaMg (CO3)2. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan memberikan gambaran sistematis terhadap obyek penelitian. Sistem pendistribusian air direncanakan dalam sistem jaringan dengan cara gravitasi. Sistem gravitasi bertujuan akan memperlancar pendistribusian air ke konsumen dengan dampak biaya operasional relatif ringan. Metode perhitungan yang digunakan dengan analisis routing reservoir. Dari hasil analisis, untuk dapat melayani semua konsumen +75.000 orang maka RB-2 memerlukan debit inflow minimum 86 l/dt. Bila debit minimum ke RB-2 65 l/dt baru dapat melayani 65% dari kebutuhan air total. Sedangkan untuk debit inflow minimum 82 l/dt baru dapat melayani 91 % kebutuhan air total.
Al-Qur’an dan Aplikasi Teknologi Mikrohidro di Indonesia Erry Ika Rhofita
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.298 KB) | DOI: 10.29080/alard.v2i1.130

Abstract

Agama Islam mengajarkan kepada ummatnya selalu menjaga kelestarian alam yang diterangkan dalam beberapa ayat dalam Al-Qur’an. Salah satu cara untuk menjaga kelestarian alam melalui aplikasi teknologi mikrohidro sebagai energi alternatif terbarukan (renewable energy) yang ramah lingkungan sesuai dengan ajaran Islam. Konsep dasar dalam aplikasi teknologi mikrohidro adalah debit air dalam bentuk aliran sungai dan ketinggian (head) secara terperinci dituliskan dalam QS. Ar-Ra’d ayat 17 jauh sebelum turbin ditemukan. Di dalam Al-Qur’an juga telah dijelaskan beberapa ayat yang dapat dijadikan pedoman dalam penerapan mikro hidro sesuai dengan konsep persamaan mikro hidro seperti; daya mekanis mikrohidro, ketinggian air, debit air, dan gravitasi. Makalah ini membahas konsep dasar penerapam mikrohidro yang dibuktikan dan berpedoman pada Al-Qur’an. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an akan selalu menjadi pedoman utama ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta petunjuk dan motivasi bagi semua umat manusia dalam setiap aspek kehidupan.
Prinsip Biologi dalam Lingkungan Berkelanjutan Misbakhul Munir
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2016): September
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.35 KB) | DOI: 10.29080/alard.v2i1.131

Abstract

Masalah lingkungan bagi para ahli biologi sudah sejak lama menjadi perhatian. Hal ini tidaklah mengejutkan karena ekologi yang kajiannya tentang interaksi antara organisme dengan lingkungan merupakan salah satu cabang biologi yang penting. Masalah lingkungan yang sekarang dihadapi oleh seluruh bangsa adalah masalah yang berkaitan dengan kepentingan hidup manusia yang pada hakekatnya adalah masalah ekologi dan lebih khusus lagi masalah ekologi manusia. Suatu masalah dapat diartikan sebagai sesuatu yang menghalangi atau merintangi keinginan dan harapan manusia. Masalah dipersepsikan sebagai kesenjangan diantara realita dan harapan harapan kita yang semestinya. Dengan demikian masalah lingkungan adalah kondisi-kondisi lingkungan biofisik yang merintangi kepuasan dan kebutuhan manusia untuk kesehatan dan kebahagiaan (Swan & Stapp, 1974). Prinsip-prinsip biologi tentang lingkungan berkelanjutan (sustainability) memberikan suatu kerangka kerja untuk perubahan ekonomi, politik dan perubahan personal (Chiras, 1993). Bila prinsip berkelanjutan diterapkan terhadap kegiatan manusia, maka pemecahan masalah lingkungan tidak hanya ditujukan pada akar penyebabnya krisis tetapi juga membantu menciptakan pemecahan yang sistemik yang dapat menanggulangi berbagai masalah lingkungan. Pemecahan pada tingkat akar permasalahan merupakan penerapan prinsip berkelanjutan yang ditujukan terhadap beberapa masalah lingkungan secara simultan. Di samping itu juga bahwa pemecahan pada tingkat akar permasalahan dapat mengurangi tenaga dan uang dibanding dengan pemecahan secara tradisional. Peran aktif di dalam transformasi prinsip berkelanjutan, melalui berbagai cara, diantaranya: mempengaruhi perilaku orang lain di sekeliling kita, mendorong perubahan kebijakan publik melalui surat, lobby, kerjasama dan usaha lainnya, menjadi warga negara yang lebih baik dengan berpikir dan bertindak berdasarkan prinsip lingkungan berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5