cover
Contact Name
MuchtI Yuda Pratama, M.Kes
Contact Email
yudamuchti@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
yudamuchti@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan
ISSN : 25279548     EISSN : 26150441     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan (JURHESTI) merupakan jurnal yang berisi tentang penelitian-penelitian dari para dosen atau staf pengajar dan para akademisi yang tertarik meneliti dan memberikan ilmu tentang keperawatan, kesehatan dan ilmu psikologi keperawatan yang membahas mengenai penelitian-penelitian terbarukan di dunia keperawatan, kesehatan, kebidanan, dan psikologi keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 11 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI DI RUANG ICU RUMAH SAKIT Suharto, Suharto; Suminar, Ratna
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.455 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.1

Abstract

Pengetahuan dan sikap Perawat dalam penggunaan alat pelindung diri pada saat melaksanakan tindakan keperawatan akan mengurangi resiko terjadinya pemularan infeksi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan dan sikap perawat tentang APD dengan tindakan pencegahan infeksi di ruang Intencif Care Unit (ICU). Metode  penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik, dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 23 Orang perawat ICU sebagai responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi pernyataan tentang pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan infeksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis univariat dan bivariat (Chi Square). Pengujian Hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi  0,05 atau 95%.    Hasil penelitian ini menunjukan  variabel yang memiliki hubungan dengan tindakan pencegahan infeksi pengetahuan ρ= 0,024 < α = 0,05 dan sikap ρ=0,026<α=0,05). dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan  tindakan  pencegahan infeksi di ruang ICU. Oleh karena itu disarankan kepada manajemen rumah sakit agar  meningkatkan pengetahuan dan sikap perawat ICU tentang manfaat APD dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap perawat tentang APD melalui   pendidikan dan pelatihan bagi perawat secara berkelanjutan.  Kata Kunci : pengetahuan, sikap, dan tindakan pencegahan infeksi
PENGARUH KOMPRES PANAS TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID PADA MAHASISWA AKPER KESDAM I/BB MEDAN Gustina, Erita
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.275 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.10

Abstract

Nyeri haid merupakan nyeri yang dialami pada saat haid yang diikuti dengan perubahan mental maupun  fisik yang terjadi pada hari pertama atau kedua masa haidnya. Pada kebanyakan wanita yaitu 80% wanita muda dibawah 25 tahun mengalami nyeri haid, namun hal tersebut hanya merupakan gejala primer yang biasa tanpa implikasi yang serius dan mudah diatasi (Declan,1997). Dan sering bertambahnya usia pada wanita mengakibatkan nyeri cenderung untuk menurun dan akhirnya hilang sama sekali setelah melahirkan (Smeltzer,2001).Desaian penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen yaitu eksperimen yang mengontrol situasi penelitian menggunakan rancangan tertentu dan atau penunjukan subyek secara nir-acak untuk mendapatkan salah satu dari berbagai tingkat faktor penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Akper Kesdam I/BB Medan Tk II dan III yang berumur 20 tahun dengan siklus yang teratur dan mengalami nyeri haid. Penelitian ini menggunakan sampel 74 mahasiswa dengan pembagian 37 kelompok untuk intervensi dan 37 untuk kelompok pembanding yang tidak dilakukan tindakan kompres panas. Waktu penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai dari bulan September sampai dengan Okober 2010 sesuai dengan siklus haid masing-masing responden.                Hasil penelitian diperoleh rata-rata skala nyeri pada kelompok yang mendapat intervensi kompres panas adalah 0,92 dengan standar deviasi 0,547, sedangkan untuk kelompok pembanding yang tidak mendapat pelakuan kompres panas, rata-ratanya adalah 2,24 dengan standar deviasi 0,495. Hasil uji statistic t-test independen didapatkan nilai p value 0,000, berarti pada alpa 5% terlihat ada perbedaan yang sihnifikan rata-rata kelompok intervensi dengan kelompok pembanding setelah mendapat intervensi kompres panas.                Dapat disimpulkan ada perbedaan bermakna antara rata-rata intensitas nyeri haid pada kelompok intervensi dan kelompok pembanding dengan p value responden yang didapat setelah dilakukan penelitian kebanyakan beragama Islam dan bersuku Batak . Setelah dilakukan kompres panas responden mengalami perubahan fisik rasa sakit berkurang , haid lancar dan dapat beraktifitas seperti biasa. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data dasar bagi penelitian selanjutnya dan dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan dan strategi bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif pada pasien yang berkaitan dengan penatalaksanaan nyeri haid.Kata kunci : Kompres panas terhadap penurunan nyeri haid
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK LANSIA DENGAN KEPADATAN TULANG DI POSKESKEL RENGAS PULAU MARELAN MEDAN Rosalina Imelda Sembiring
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.979 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.11

Abstract

Hubungan aktivitas fisik lansia dengan kepadatan tulang di Poskeskel Rengas Pulau Marelan Medan Tahun 2014. Proporsi penduduk lansia Indonesia tahun 2000 adalah 7,18%, tahun 2010 meningkatkan sekitar 9,7%, sedangkan tahun 2020 diperkirakan meningkatkan sekitar 11,34% (BKKBN, 2012). Proses penuaan tidak dapat dihentikan, namun dapat diperlambat. Transisi demografi kearah menua tidak dapat dihentikan, namun dapat diperlambat. Transisi demografi kearah menua akan diikuti oleh transisi epidemiologi kearah penyakit degeneratif yang salah satunya adalah osteoporosis. Prevalensi osteoporosis di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan Medan penderita osteoporosis sudah mencapai 30% (Hans, 2009). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kepadatan tulang lansia.Jenis penelitian adalah survey potong lintang (cross sectional survey). Populasi adalah kelompok lansia di Poskeskel Rengas Pulau Marelan Medan sebanyak 83 orang dibantu dengan menggunakan alat ukur bone densitometry portable (metode ultrasound) yang dibantu tim Anlene. Uji yang digunakan adalah uji Chi-Square dan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil penelitian di Poskestel Rengas Pulau Marelan Medan Tahun 2014, lansia yang menderita osteoporosis sebanyak 27,7%. Intensitas latihan berhubungan dengan kepadatan tulang setelah dikontrol oleh usia, kebiasaan merokok, dan kebiasaan minum kopi. Lansia dengan intensitas latihannya kurang lama beresiko terjadi osteoporosis 52 kali dibanding dengan lansia yang intensitas latihannya lama. Bagi Pemerintah memberikan alat Bone Densito Metri Portable di setiap puskesmas kecamatan untuk screening osteoporosis yang dijadikan riset Nasional. Bagi Poskeskel Rengas Pulau Marelan Medan, meningkatkan pelayanan kesehatan dan penyuluhan pada lansia, khususnya penyuluhan tentang aktifitas fisik lansia. Bagi Responden, agar dapat mempertahankan kegiatan sehari-hari dan tetap aktif dalam kegiatan kelompok lansia yang ada di poskeskel Rengas Pulau Marelan Medan, sehingga dapat mempertahankan kualitas kepadatan tulang yang baik dan meningkatkan kualitas kepadatan tulang yang sudah osteoporosis.Kata kunci : Osteoporosis, umur, kebiasaan merokok, kebiasaan minum kopi
HUBUNGAN WORK FAMILY CONFLICT DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT WANITA DI RUMAH SAKIT PUTRI HIJAU MEDAN Mompang Tua Parlagutan; Muchti Yuda Pratama
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.307 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan mengetahui hubungan work family conflict dengan stres kerja pada wanita bekerja. Berdasarkan fenomena yang ada, bahwa jumlah wanita berperan ganda yang meningkat dari tahun ke tahun dan tidak jarang peran ganda itu sendiri banyak menimbulkan permasalahan bagi wanita yang menjalaninya.Konflik peran ganda adalah salah satu bentuk konflik antar peran yang diakibatkan peran dalam pekerjaan dan keluarga saling tidak cocok satu sama lain. Subjek penelitian ini berjumlah 76 orang wanita yang sudah menikah, memiliki anak, dan memiliki anak usia pra sekolah. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan incidental sampling. Uji linearitas menggunakan compare means test for linearity  untuk melihat hubungan antara konflik peran ganda (independent variable) dengan stres kerja (dependent variable) pada wanita bekerja. Alat ukur yang digunakan adalah skala konflik peran ganda yang disusun sendiri oleh peneliti dengan dimensi-dimensi konflik peran ganda yang dikemukakan oleh Greenhause dan Beutell (1985). Skala tingkat stres kerja yang disusun oleh peneliti dengan gejala-gejala stres kerja yang dikemukakan oleh Rice (1992). Skala Konflik peran ganda memiliki nilai reliabilitas (rxx) = 0.890 dan terdiri dari 54 aitem, sedangkan skala stres kerja memiliki nilai reliabilitas (rxx) =  0.761 dan terdiri dari 50 aitem. Analisa penelitian menggunakan Analisa Regresi Linear Sederhana. Berdasarkan Hasil analisa data ditemukan bahwa terdapat hubungan positif antara konflik peran ganda dengan stres kerja dengan nilai r = 0.777, r= 0.000. Artinya semakin tinggi konflik peran ganda maka akan semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dimiliki, dan sebaliknya, semakin rendah work family conflict  maka tingkat stres kerja akan semakin rendah pula.Kata Kunci: konflik peran ganda, stres kerja, wanita bekerja 
PERILAKU SEKSUALITAS REMAJA DI LINGKUNGAN KELURAHAN BINJAI KECAMATAN MEDAN DENAI KODYA MEDAN PROPINSI SUMATERA UTARA Deni Susyanti
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.906 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.3

Abstract

Masalah seks di kalangan remaja merupakan permasalahan bersama di dalam kehidupan masyarakat, karena erat kaitannya dengan adat istiadat dan moralitas yang merupakan ukuran baik dan buruk di dalam kehidupan masyarakat. Usia remaja merupakan masa dimana terjadi perkembangan hormone seksual yang akan memberikan pengalaman-pengalaman baru bagi remaja itu sendiri. Pengalaman baru ini akan menimbulkan rasa ketertarikan dengan lawan jenis yang akhirnya mendorong remaja berkeinginan melakukan hubungan seksual pra nikah. Hal ini juga di pengaruhi oleh rasa ingin tahu tentang seks yang menurut remaja hanya sebatas pada organ seks dan mencoba mencari cara untuk memenuhi hasratnya misalnya masturbasi, bercumbu dan bersenggama. Hanya beberapa remaja yang berharap pengetahuan tentang seks di pelajari dari orang tua.      Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dimana menggambarkan perilaku seksualitas remaja di lingkungan VI Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai dengan jumlah sample yang di ambil adalah 67 orang remaja. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik penentuan skala likert yang mempunyai 2 kategori yaitu kriteria baik dan kriteria kurang baik. Hasil dari penelitian ini adalah dimana tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan seksualitas remaja di Lingkungan VI Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai termasuk kedalam kriteria baik dengan jumlah 52 orang (77,61%) sedangkan yang termasuk kriteria kurang baik hanya berjumlah 15 orang (22,38%). Sehingga jelaslah masih tingginya kesadaran dan baiknya perilaku remaja di lingkungan VI Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai. Yang paling dominan pada hasil penelitian ini adalah telah didapatnya penerangan/ pengetahuan tentang seks kepada remaja yang menjawab ya sebanyak 67 orang (100 %). Dan juga dalam berhubungan seks sebellum nikah serta hubungan kelamin/ intim dengan pacar, kedua hal ini sangatlah tidak disetujui oleh remaja digambarkan dengan hasil penelitian yang menyatakan 67 orang (100%) juga.Kata kunci : Perilaku, Seksualitas, Remaja
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP LAYANAN KEGIATAN MAHASISWA S1 KEPERAWATAN DI FAKULTAS KEPERAWATAN USU Syaiful Syaiful
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.372 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.4

Abstract

Layanan kegiatan mahasiswa yang merupakan salah satu evaluasi internal dalam penyelenggaraan program studi pendidikan tinggi. Hasilnya dapat digunakan untuk mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa khususnya untuk pengembangan soft skill. Penelitian deskriptif eksploratif dilakukan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap layanan kegiatan mahasiswa S1 Keperawatan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Sampel adalah mahasiswa S1 reguler semester 3, 5 dan 7 dengan menggunakan tehnik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang melibatkan 80 responden mahasiswa S1 Keperawatan reguler. Hasilnya menunjukan 68,7 %  mempunyai persepsi yang tidak baik terhadap lima layanan yaitu layanan bimbingan dan konseling, layanan minat dan bakat, layanan pembinaan soft skills, layanan beasiswa dan layanan kesehatan. Direkomendasikan untuk meningkatkan layanan kegiatan mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang mencakup layanan bimbingan dan konseling, minat dan bakat dan pembinaan soft skills yang saat ini belum ada.Kata Kunci :  Persepsi, Layanan Kegiatan, Mahasiswa S1 Reguler
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS TUBULUS PROKSIMAL GINJAL PADA MENCIT BETINA DEWASA (Mus musculus L) YANG MENDAPAT LATIHAN FISIK MAKSIMAL Olivia, Nina
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.884 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Vitamin E terhadap gambaran histopatologi pada mencit betina dewasa (Mus musculus L.) yang mendapat latihan fisik maksimal. Penelitian ini memakai mencit betina dewasa (Mus musculus .L) sebanyak 25 ekor yang dibagi dalam 1 kelompok kontrol  dan 4 kelompok perlakuan. Kelompok pertama (P0) sebagai kontrol yang tidak mendapat perlakuan apapun. Kelompok kedua (P1) mendapatkan  latihan fisik maksimal setiap hari selama 30 hari, kelompok ketiga (P2) mendapatkan  latihan fisik maksimal dan larutan aquadest 0,5 ml/hari per oral selama 30 hari, kelompok keempat (P3) mendapatkan  latihan fisik maksimal setiap hari selama 15 hari pertama, kemudian 15 hari berikutnya diberikan latihan fisik maksimal dan vitamin E 2mg/hari per oral setiap hari, kelompok kelima (P4) mendapatkan latihan fisik maksimal dan vitamin E 2mg/hari per oral setiap hari selama 30 hari. Hasil yang didapat menunjukkan pemberian Vitamin E tidak mempengaruhi bobot ginjal mencit betina dewasa (Mus musculus L.) yang mendapat perlakuan latihan fisik maksimal (P>0,05), tetapi pemberian Vitamin E mempengaruhi rata-rata gambaran histologis tubulus proksimal ginjal mencit betina dewasa (Mus musculus L.) yang mendapat perlakuan latihan fisik maksimal(P<0,05). Latihan fisik maksimal menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang mempengaruhi gambaran histologis tubulus proksimal ginjal, Vitamin E sebagai antioksidan dapat menekan jumlah luas kerusakan tubulus proksimal ginjal dengan dosis 2 mg/ hari secara oral selama 15 hari.Kata kunci : vitamin E,latihan fisik maksimal, histologis tubulus proksimal ginjal, NTA
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PRINSIP-PRINSIP ETIK DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN DI ICU RUMAH SAKIT TK. II PUTRI HIJAU MEDAN Pangaribuan, Resmi
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.835 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.6

Abstract

The nursing ethics were value and principles trusted by the nursing profession in carring out their duties related to the patient with society, the relationship between nurses and mates included the organization of the profession, as well as the regulation of nursing practice it self. The nurse perception to the ethical principles was able to influence the behavior of a nurse in making decision of nursing action. The aim of this observation is to explore the nurse perception to the ethichal principlesin implementation nursing action at Intensive Care Unit level II Putri Hijau Hospital Medan, this observation was done to nurse with four respondents.  The method of phenomenological qualitative. The sample with purposive sampling. Data was collected nursing indepth interview and then recorded by tape recorder. The results of observation reflected from six themes appearing which were agreed in doing treatment. Patient or patient’s family have right to refuse the treatment by giving sign of non-consent letter, to appreciate the patient and the family using traditional ways, tot the useful, and avoiding the dangerous thing to the patient. Religion teaches good deeds, never different patients,  and to take early treatment in accordance with the cases priority, give complete information.The conclusion of this observation was glance perception of nurses in implementing the nursing treatment. Key words: The Nursing’s perception, Ethichal principles, Nursing action
SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT PESISIR PANTAI TERHADAP KEJADIAN SKABIES Ade Irma Khairani
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.595 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.7

Abstract

Skabies adalah erupsi kulit yang disebabkan infestasi dan sanitisasi oleh kutu Sarcoptes Scabiei Varietas Hominis dan bermanifestasi sebagai lesi popular, pustul, vesikel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh sanitasi lingkungan rumah dan sosial budaya masyarakat pesisir terhadap kejadian skabies. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain case controle. Hasil penelitian menunjukkan variabel karakteristik yang berhubungan adalah pendidikan dan pekerjaan, pada variabel sanitasi lingkungan rumah yang berhubungan dengan kejadian skabies yaitu kualitas fisik air sedangkan yang tidak berhubungan adalah kepadatan penghuni, kelembaban dan kuantitas air. Berdasarkan variabel sosial budaya masyarakat yang memiliki hubungan dengan kejadian skabies yaitu kebiasaan dan kepercayaan, sedangkan yang tidak berhubungan adalah pengetahuan dan sikap. Hasil uji regresi logistik berganda diketahui variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian skabies adalah kebiasaan. Disarankan kepada Puskesmas  meningkatkan penyuluhan tentang rumah sehat yang berkaitan dengan skabies guna mencegah terjadinya penularan skabies serta kepada masyarakat agar memebiasakan hidup bersih dan sehat. Kata Kunci : Skabies, Sanitasi Lingkungan Rumah, Sosial Budaya Masyarakat   Pesisir Pantai
KUALITAS HIDUP PENDERITA KANKER PAYUDARA ( CA MAMAE ) DI POLI ONKOLOGI RSU DR. PIRNGADI MEDAN Evamona Sinuraya
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.321 KB) | DOI: 10.34008/jurhesti.v1i1.8

Abstract

        Periode setelah penentuan diagnosa seseorang menderita kanker payudara adalah saat- saat yang menakutkan bagi kebanyakan perempuan. Vonis menderita kanker payudara, memyebabkan pikiran mereka tertuju kepada kematian, dan hal inilah salah satu yang memicu depresi sehingga mempengaruhi kualitas hidup penderita kanker payudara.        Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kualitas hidup penderita kanker payudara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Pirnagdi Medan. Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang (4 informan utama, 4 informan pendukung). Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara.        Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan fisik penderita kanker payudara menurun karena merasakan nyeri, berdenyut denyut pada daerah payudara, mengalami kebas, kehilangan payudara setelah dilakukan operasi atau pengangkatan. Beban psikologis semakin berat dirasakan penderita kanker payudarasetelah divonis kanker payudara. Perasaan sedih, cemas, takut, kecewa, marah pada Tuhan, putus asa, hilang percaya diri, malu, stress dan depresi menyebabkan pasien ingin bunuh diri. Hubungan sosial dengan masyarakat sekitar tetap dijaga dengan baik oleh penderita kanker payudara dengan tetap mengikuti kegiatan–kegiatan dimasyarakat. Lingkungan yang tidak nyaman kurang memberikan rasa aman bagi penderita kanker payudara semakin meningkatkan stress penderita. Kekurangan finansial untuk biaya pengobatan menambah beban bagi penderita kanker payudara. Dukungan sosial diperoleh penderita kanker payudaradari orang orang terdekatnya seperti adik, anak dan suami. Dukungan orang-orang terdekat membuat penderita menjadi lebih kuatmenjalani hidup dan mempunyai harapan yang lebih baikpada masa yang akan datang.     Disarankan kepada keluarga (suami, anak, adik, dan lain-lain) tetap memberi dukungan dalam bentuk apapun yang nantinya dapat membuat penderita kanker payudara tersebut merasa kuat dan kualitas hidup meningkat.Kata kunci : Kualitas hidup, Kanker payudara

Page 1 of 2 | Total Record : 11