cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Majalah Patologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25279106     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 1 (2012): MPI" : 7 Documents clear
Hubungan antara Umbilical Coiling Index dengan Skor Makros-kopis dan Mikroskopik Maturitas Vili pada Kehamilan Normal . Esther RD Sitorus*, Gani W. Tambunan*, Joko S. Lukito*, Djafar Siddik**, A. Harkingto Wibi
Majalah Patologi Indonesia Vol 21 No 1 (2012): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.252 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Penelitian mengenai tali pusat/Umbilical Coiling Index (UCI) masih sedikit dilakukan di Indonesia. Tampilan tali pusat dan plasenta merupakan perwakilan untuk menduga masa depan bayi yang dilahirkan hidup ataupun bukti penyebab kematian bayi yang dilahirkan mati. Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan indeks putaran tali pusat serta mengetahui hubungan antara skor makroskopis plasenta dan mikroskopik maturasi vili-vili pada kehamilan normal. Metode Penelitian dilakukan pada 47 orang Ibu yang akan melahirkan tanpa penyulit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan sekaligus pada satu saat (point time approach). Pengamatan makroskopis dilakukan pada plasenta dan tali pusat, dan skoring sesuai kartu tabel Scott and Jordan. Sedangkan pengamatan mikroskopis dilakukan pada sediaan histologis dan skoring sesuai Bernieschke. Uji statisik dilakukan dengan t-test dan analisis korelasi multi varian. Hasil Nilai UCI 0.32±0.08. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan plasenta mendapat skor < 5, berarti seluruh plasenta adalah normal. Hasil pengamatan mikroskopis menunjukkan dominasi terminal vili dan matur intermediate vili. Uji statistik antara plasenta dan maturasi vili menunjukkan adanya perbedaan yang tidak bermakna. Kesimpulan Nilai UCI pada kehamilan normal dapat digunakan untuk mengetahui kondisi plasenta secara makroskopik dan mikroskopik Kata kunci : Umbilical coiling index, Skor Scott dan Jordan, Skor Maturasi Vili ABSTRACT Background Research abaout Umbilical Coiling Index (UCI) in Indonesia is still seldom. Expression of UCI could be used to predict the future of alive or dead baby born. Objective To find out the Umbilical Coiling Index and to know relationship between macroscopic score of placenta and microscopic of villous maturation on normal pregnancy. Methods Research were done on 47 mothers who will partus without difficulty. This is a descriptive analytic research with cross sectional approach. Data collecting were done by point time approach. Macroscopic evaluation were done on placenta and umbilical, and were score based on Scott and Jordan card. While, microscopic evaluation were done histologic features and scoring based on Bernieschke. Statistical analysis was done by t-test and multi varian correlation analytic. Result The mean of UCI was UCI 0.32±0.08. Macroscopic evaluation of placenta showed score
Perbedaan Tampilan Imunohistokimia p63 antara Neoplasia Intraepitel Prostat dengan Adenokarsinoma Prostat . Hendrianto, H.M. Nadjib Dahlan Lubis, Joko S. Lukito
Majalah Patologi Indonesia Vol 21 No 1 (2012): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.977 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Kadangkala pada pemeriksaan histopatologi rutin sulit dibedakan antara adenokarsinoma prostat berdifrensiasi baik dan neoplasia intraepitel prostat (PIN). Untuk itu diperlukan pewarnaan lain yang lebih akurat dengan menggunakan petanda sel basal, seperti p63. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adanya perbedaan tampilan imunohistokimia p63 antara PIN dengan adenokarsinoma prostat. Bahan dan cara Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian jaringan prostat sebanyak 49 blok paraffin berasal dari transurethral resection of prostate (TURP) atau surgical prostatectomy yang telah didiagnosa dengan pewarnaan HE. Hasil Pemeriksaan imunohistokimia (IHK) menggunakan p63 ini memiliki sensitivitas sebesar 68%, spesifitas sebesar 75%, nilai prediktif positif sebesar 74%, nilai prediktif negatif sebesar 69% dan likelihood ratio + sebesar 2,72. Uji statistik chi-square antara PIN dan adenokarsinoma prostat menunjukkan perbedaan bermakna (p
Tingkat Kesesuaian Diagnosis Invasi Limfatik pada Karsinoma Duktal Invasif Payudara pada Pulasan Hematoksilin-Eosin Dibandingkan dengan Pulasan Imunohistokimia VEGFR-3 . I Wayan Juli Sumadi, AAAN Susraini
Majalah Patologi Indonesia Vol 21 No 1 (2012): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.105 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Berbagai faktor dapat mempengaruhi prognosis penderita karsinoma payudara, salah satunya adalah invasi limfatik. Identifikasi invasi limfatik pada preparat hematoksilin eosin (HE) sulit sehingga diperlukan metode alternatif yaitu dengan pulasan imunohistokimia Vascular Endothelial Growth Factor Receptor-3 (VEGFR-3). Penelitian menggunakan pulasan VEGFR-3 dalam mendiagnosis invasi limfatik pada karsinoma payudara belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kesesuaian diagnosis invasi limfatik pada karsinoma duktal invasif payudara antara pulasan VEGFR-3 dan pulasan HE. Metode Lima puluh satu blok parafin penderita karsinoma duktal invasif payudara tipe tidak spesifik dilakukan pemotongan ulang dan dipulas dengan HE dan VEGFR-3. Semua sediaan dievaluasi oleh dua kelompok pengamat untuk didiagnosis invasi limfatik peritumoral. Kemudian dihitung persentase kesesuaian dan nilai kappa. Hasil Pada pulasan HE didapatkan kesesuaian diagnosis invasi limfatik sebesar 78,4%, dengan nilai κ=0,45; SE=0,14; 95%CI=0,31-0,59. Sedang pada pulasan imunohistokimia dengan VEGFR-3 didapatkan kesesuaian diagnosis invasi limfatik sebesar 92,1%, dengan nilai κ=0,73; SE=0,13; 95%CI=0,60-0,86. Ekspresi VEGFR-3 dapat ditemukan pada sebagian besar kasus. Kesimpulan Pada karsinoma duktal invasif tipe tidak spesifik, VEGFR-3 dapat digunakan untuk menilai tingkat kesesuaian invasi limfatik peritumoral, dan untuk memulas sitoplasma sel tumor. Kata kunci: invasi limfatik, VEGFR-3, HE, kesesuaian, karsinoma payudara ABSTRACT Background There are many factors influence the prognosis of breast cancer patients, one of them is lymphatic invasion. Identification of lymphatic invasion on hematoxyllin eosin (HE) slide is very difficult, so an alternative methode is needed, that is using anti VEGFR-3 antibody. Research of VEGFR-3 in diagnosing lymphatic invasion of carcinoma mammae has not doneyet. The aim of the study is to analysis the level of diagnosis invasive ductal lymphatic carcinoma ductal mammae between VEGFR-3 and HE. Methods Fifty one paraffin block patient of invasive ductal carcinoma mammae NOS were process and stained using HE and VEGFR-3. All slides were analyzed by two groups observers for peritumoral lymphatic invasion. Scoring and kappa were done. Results Observed agreement of HE staining was 78,4%, with κ=0,45; SE=0,14; 95%CI=0,31-0,59. While, observed level agreement of VEGFR-3 immunostaining was 92,1%, with κ=0,73; SE=0,13; 95%CI=0,60-0,86. VEGFR-3 expression could be found on almost cases that the cytoplasm of cancer tumor cells were showing positive staining for in most of the cases. Conclussion On invasive ductal carcinoma NOS, VEGFR-3 could be used to observed level agreement of lymphatic invasion peritumoral, and could staining the cytoplasm of cancer cells. Keyword: lymphatic invasion, VEGFR-3, HE, agreement, breast cancer
Ekspresi CK-16 pada Penyembuhan Luka Superfisial dengan Penambahan Hialuronat pada Amnion Freeze-Dried . Meianti Harjani, Imam Susilo
Majalah Patologi Indonesia Vol 21 No 1 (2012): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.682 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Penyembuhan luka merupakan proses yang dinamis, melibatkan sejumlah mediator, sel darah, matriks ekstra seluler serta sel parenkim. Pada penyembuhan luka epidermal, cytokeratin (CK)-16 berfungsi menstimulasi reorganisasi susunan filamen keratin yang terjadi sebelum migrasi keratinosit ke area perlukaan. Asam hialuronat adalah salah satu komponen penting matriks ekstraseluler yang memegang peranan penting dalam morfogenesis jaringan, migrasi, diferensiasi serta adesi sel. Tujuan Untuk menganalisis pengaruh penambahan hialuronat LMW pada amnion freeze-dried terhadap ekspresi protein CK-16 dalam penyembuhan luka. Bahan dan cara Luka superfisial dibuat dengan melakukan sayatan eksisional pada punggung 32 ekor tikus jantan galur Wistar. Sampel dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok perlakuan diterapi dengan membran amnion freeze-dried yang ditambahkan hialuronat LMW 1%. Kelompok kontrol diterapi dengan membran amnion freeze-dried saja. Masing-masing kelompok kemudian dibagi menjadi 2 sub kelompok. Tiap sub kelompok terdiri dari 8 ekor tikus yang akan dilakukan pengorbanan pada hari ke 3 dan 7 setelah pembuatan luka. Evaluasi histopatologi dilakukan dengan mengukur ketebalan dan jumlah lapisan sel epitel, serta ekspresi protein CK-16. Hasil Kelompok perlakuan menunjukkan peningkatan ketebalan dan jumlah lapisan sel epitel serta ekspresi CK-16 dibanding kelompok kontrol pada 3 dan 7 hari. Uji statistik t-test menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p< 0.05). Kesimpulan Penambahan hialuronat LMW pada amnion freeze-dried dapat mempercepat penyembuhan luka dan epitelialisasi yang ditandai oleh ekspresi CK-16. Key words: penyembuhan luka, low molecular weight hyaluronate, epitelialisasi, CK-16 ABSTRACT Background Wound healing is a dynamic process involving mediators, blood cells, extracellular matrix and parenchymal cells. In epidermal wound healing, the function of cytokeratin (CK)-16 could be to promote reorganization of the cytoplasmic array of keratin filaments, an event that precedes the onset of keratinocyte migration into the wound site. Hyaluronic acid is one of the essential components of extracellular matrix, which plays a predominant role in tissue morphogenesis, cell migration, differentiation, and adhesion. Objective To evaluate the effects addition of Low Molecular Weight Hyaluronate of amnion freeze-dried on expression of protein CK-16 in wound healing. Material and methods Superficial-thickness excisional wounds were created along the backs of 32 adult wistar rats. Sample were divided into 2 groups. Test group was treated by freeze-dried amnion and 1% Low Molecular Weight Hyaluronate. Control group was treated by freeze-dried amnion only. Each of the groups was divided into 2 sub groups. Each of the sub groups composed of 8 wistar rats based on the periode of termination: 3rd and 7th day after wounded. Histological evaluation was done to measure the thickness and amount of epithelial layer and expression of CK-16. Results Test group showed not only higher thickness and amount of epithelial layer but also that expression of CK-16 compare to control group on 3 and 7 days. Statistic test of t-test showed significant differentiated (p
Akurasi P63 dalam Membedakan Lesi Epitel Jinak dan Lesi Epitel Ganas Payudara . Lely Hartati, Nadjib D. Lubis, Joko S. Lukito
Majalah Patologi Indonesia Vol 21 No 1 (2012): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.619 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Mekanisme karsinoma payudara terjadi melalui berbagai tahapan, yaitu perubahan morfologi dan proliferasi sel-sel epitel. Beberapa lesi jinak dan lesi ganas payudara memiliki gambaran yang mirip sehingga sulit dibedakan. Identifikasi sel-sel mioepitel pada duktus atau lobulus payudara memiliki nilai diagnostik yang tinggi untuk membedakan lesi-lesi ini. Ekspresi gen p63, yang merupakan homolog gen p53 digunakan untuk identifikasi sel mioepitel. Hilangnya ekspresi p63 biasanya dikaitkan dengan progresifitas suatu tumor. Tujuan penelitian ini untuk menentukan akurasi p63 dalam membedakan antara lesi epitel jinak dan ganas payudara. Metode Pulasan imunohistokimia dilakukan terhadap 60 sampel jaringan payudara yang didiagnosis sebagai lesi epitel jinak dan lesi epitel ganas payudara dengan menggunakan metode REAL En Vision. Antibodi primer yang digunakan adalah mouse monoclonal antibodi p63 dengan pengenceran 1:100. Imunogennya adalah ∆Np63α. Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan p63 di inti sel basal pada kelompok lesi epitel jinak payudara menunjukkan tampilan positif kuat sebesar 36,36%, positif sedang sebesar 36,36%, positif lemah sebesar 13,64%, dan negatif sebesar 13,64%. Sedangkan, semua lesi epitel ganas menunjukkan tampilan negatif (100%). Kesimpulan Pemeriksaan imunohistokimia p63 ini memiliki sensitifitas sebesar 100%, spesifisitas sebesar 86%, nilai prediktif positif sebesar 93%, nilai prediktif negatif sebesar 100% dan likelihood ratio + sebesar 7.33%. Terdapat perbedaan yang bermakna dari tampilan p63 pada lesi epitel jinak dan lesi epitel ganas payudara (p
Korelasi Ekspresi Protein Survivin dengan Derajat Histopatologi pada Neoplasma Skuamosa Serviks . Faradilla Anwar, Rina Masadah, Johanna M. Kandouw, Ni Ketut Sungowati
Majalah Patologi Indonesia Vol 21 No 1 (2012): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.421 KB)

Abstract

Korelasi Ekspresi Protein Survivin dengan Derajat Histopatologi pada Neoplasma Skuamosa Serviks
Overekspresi HSP70 oleh Makrofag karena Induksi low-level laser pada Luka Bakar . Vera Dewi Mulia, Troef Soemarno
Majalah Patologi Indonesia Vol 21 No 1 (2012): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.897 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Makrofag merupakan suatu komponen penting yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Penelitian ini dilakukan untk meneliti pengaruh terapi low level laser (LLLT) terhadap aktivasi makrofag dalam pelepasan Heat Shock Protein (HSP) 70 dan Fibroblast Growth Factor (FGF) pada proses penyembuhan luka bakar pada kulit mencit. Metode Enam belas mencit dibagi dalam 2 kelompok dan dilakukan pembuatan luka bakar derajat 2 pada kulit punggung. Pada kelompok kontrol, luka bakar dioles dengan silver sulfadiazine (SSD) 1% secara topikal dan ditutup plaster. Pada kelompok perlakuan, luka bakar diterapi dengan low level laser Therapy (LLLT) energi 4 J/cm2, dioles dengan silver sulfadiazine 1% secara topikal dan ditutup plaster. Pada hari keempat dilakukan biopsi pada lesi luka bakar. Sediaan mikroskopik dibuat dan dipulas dengan pulasan HE dan teknik imunohistokimia. Hasil Analisa statistik dengan t-test pada makrofag penghasil HSP70 dan FGF antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Sedangkan, analisa statistik dengan Pearson-test pada makrofag penghasil HSP70 dan FGF antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menunjukkan adanya hubungan positif dan perbedaan bermakna. Kesimpulan Low level laser therapy berperan dalam menginduksi aktivasi makrofag untuk menghasilkan HSP70 endogen dan FGF pada lesi luka bakar derajat 2 pada proses penyembuhan luka. Kata Kunci : proses penyembuhan, lesi luka bakar derajat 2, low-level laser terapi, makrofag. ABSTRACT Background Macrophages have been shown to participate in the wound healing process. Thisstudy is toinvestigate the effects of low-level laser therapy (LLLT) on macrophages activation in producing Heat Shock Protein 70 (HSP70) and Fibroblast growth Factor (FGF) on the burn healing process of skin hamster. Methods Sixteen hamsters were divided into two groups and subjected to second degree burn lesion. In the control group, second degree burn lesion was applied topically with silver sulfadiazine (SSD) 1% and closed dressing. In the treatment group, second degree burn was treated with LLLT at energy densities of 4J/cm2, applied topically with silver sulfadiazine 1% and closed dressing. On the fourth days, a biopsy was performed on the burn lesion. Slide microscopic were made and staining with Hematoxylin Eosin (HE) and immunohistochemistry techniques. Results Statistical analysis with t-test on HSP70 and FGF producing macrophage between treatment and control group showed that a significantly differences. While analysis with Pearson-test on HSP70 and FGF producing macrophage between treatment and control group showed a positive correlation and significant differences. Conclusion Low-level laser therapy (LLLT) roled on induced macrophages activation in producing endogenous HSP 70 and FGF on the second-degree burn lesion of the wound healing process. Keywords: healing process, second degree burn lesion, low-level laser therapy, macrophage

Page 1 of 1 | Total Record : 7