cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Majalah Patologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25279106     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 25 No 1 (2016): MPI" : 10 Documents clear
Perbedaan Ekspresi Protein p53 antara Karsinoma Sel Basal Tipe Agresif dan Karsinoma Sel Basal Tipe Non Agresif kadek pramesti dewi; IGA Sri Mahendra Dewi; Herman Saputra
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Karsinoma sel basal umumnya merupakan keganasan yang tumbuh lambat, tetapi beberapa subtipe cendrung tumbuh agresif dan bermetastasis. Walaupun beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan positif antara mutasi pada gen P53 dan perilaku agresif dari tumor epitel, hasil yang didapat pada karsinoma sel basal masih menimbulkan pertentangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan ekspresi protein p53 pada KSB kulit tipe agresif lebih tinggi dibandingkan non agresif. Metode Penelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang. Sampel penelitian adalah sediaan blok parafin dari penderita KSB agresif dan non agresif yang telah diperiksa secara histopatologi di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP. Denpasar dan Laboratorium Patologi Anatomik RS. Prima Medika Denpasar dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2013. Dilakukan re-diagnosis sediaan histopatologi dengan pengecatan rutin H&E untuk mendapatkan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi supaya tercapai jumlah sampel minimal yaitu sejumlah 52 sampel terdiri dari 26 tipe agresif dan 26 tipe non agresif. Selanjutnya dilakukan pulasan imunohistokimia p53 pada seluruh sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji t dengan kemaknaan α=0,05. Hasil Ekspresi protein p53 lebih tinggi pada karsinoma sel basal perilaku agresif dibandingkan dengan perilaku non agresif (p=0,001) dengan rerata ekspresi p53 sebesar 82% pada KSB agresif dan 33% pada KSB non agresif. Untuk variabel umur dan jenis kelamin tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,071 dan p=0,510). Kesimpulan Pemeriksaan ekspresi p53 penting dilakukan untuk menguatkan tingkat agresifitas tumor yang ditentukan berdasarkan tipe morfologinya untuk penanganan pasien yang lebih intensif. Kata kunci: agresif, ekspresi p53, karsinoma sel basal, non agresif.
Ekspresi p-53 Mutant dan Ki-67 pada Tumor Enchondroma, Low Grade Chondrosarcoma dan High Grade Chondrosarcoma Dina Utami; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.946 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Chondrosarcoma merupakan tumor yang sangat bervariasi dan menunjukkan berbagai derajat keganasan. Low grade, well differentiated chondrosarcoma pada umumnya secara klinis tumor tumbuh lambat dan pasien dengan tumor ini memiliki perjalanan klinis yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan high grade chondrosarcoma. Namun seringkali sulit untuk membedakan antara low grade chondrosarcoma dengan enchondroma dari gambaran histologik saja terutama pada tulang panjang. Untuk membedakan antara dua tumor ini dapat menggunakan p-53 mutant dan indeks proliferasi dapat menggunakan protein Ki-67. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ekspresi p-53 mutant dan Ki-67 pada enchondroma, low grade chondrosarcoma dan high grade chondrosarcoma. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dibagi dalam 7 enchondroma, 5 low grade chondrosarcoma dan 9 high grade chondrosarcoma yang telah didiagnosis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya tahun 2010-2013. Sampel dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibodi monoklonal p-53 mutant dan Ki-67. Ekspresi p-53 mutant dinilai menggunakan metode semikuantitatif dan Ki-67 dinilai menggunakan metode kuantitatif. Perbedaan ekspresi p-53 mutant dan Ki-67 pada enchondroma dan malignant chondrosarcoma dianalisa menggunakan Kruskal-Wallis. Hubungan antara ekspresi p-53 mutant dan Ki-67 pada tumor chondrosarcoma dianalisa menggunakan Spearman. Hasil Didapatkan perbedaan ekspresi p-53 mutant pada enchondroma dan high grade chondrosarcoma (p=0,01, p0,05 dan didapatkan perbedaan ekspresi Ki-67 yang signifikan pada enchondroma dan high grade chondrosarcoma (p=0,01, p0,05). Didapatkan hubungan yang signifikan antara p-53 dan Ki-67 pada tumor chondrosarcoma (r=0,881, p=0,001, p
Hubungan Ekspresi Imunohistokima Protein Gene Product (PGP9.5) dengan Derajat Histopatologi Adenokarsinoma Kolorektal Feby Yanti Harahap; Delyuzar .; T. Ibnu Alferally
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.349 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Adenokarsinoma kolon merupakan keganasan yang paling sering dijumpai pada saluran cerna dan penyebab utama morbiditas dan mortalitas diseluruh dunia. Protein gene product (PGP9.5) dikenal sebagai ubiquitin hidrolase L1 karboksil-terminal, mengkatalisis hidrolisis ester C-terminal ubiquitin dan amida, memiliki peran penting dalam degradasi protein melalui daur ulang ubiquitin bebas dengan membelah ubiquitinylated peptides. Hubungan PGP9.5 dengan sel-sel kanker dapat ditunjukkan dalam berbagai tumor dan berbagai neoplasma mesenkim seperti selubung saraf, miofibroblastik, dan pembuluh darah tumor. Namun, belum ada upaya untuk fokus pada ekspresi PGP9.5 khusus pada cancer associated fibroblasts (CAFs). Tujuan penelitian ini untuk melihat tampilan imunohistokimia PGP9.5 pada CAFs pada penderita adenokarsinoma kolorektal dan dihubungkan dengan derajat histopatologi. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 blok parafin adenokarsinoma kolorektal. Potongan jaringan kemudian diwarnai dengan PGP9.5. Dilakukan analisis dengan statistik tentang ekspresi dan hubungannya dengan grading histopatologi. Hasil Sejumlah 33 pasien didiagnosis dengan adenokarsinoma kolorektal. Dalam penelitian ini diketahui rentang usia penderita adalah 17 hingga 72 tahun. Distribusi penderita berdasarkan ekspresi PGP9.5 pada CAFs dengan low expression pada well differentiated sebesar 33,33%, moderately differentiated 48,49% dan poorly differentiated 9,09%. Sedangkan distribusi penderita berdasarkan ekspresi PGP9.5 pada CAFs dengan high expression tidak ditemukan pada well differentiated, moderately differentiated 6,06% dan poorly differentiated 3,03%. Tidak terdapat hubungan antara ekspresi PGP9.5 dengan derajat histopatologi adenokarsinoma kolorektal dengan p=0,215. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara ekspresi PGP9.5 dengan derajat histopatologi adenokarsinoma kolorektal. Kata kunci: adenokarsinoma, cancer associated fibroblasts (CAFs), imunohistokimia, kolorektal, protein gene product (PGP9.5).
Perbedaan Ekspresi Siklin D1 dan Ki-67 pada Giant Cell Tumor of Bone Jinak dan Ganas Lysa Veterini; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.353 KB)

Abstract

Latar belakang Giant cell tumor of bone (GCTB) merupakan tumor tulang yang jarang. Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya didapatkan 21 kasus GCTB, dengan 7 kasus GCTB ganas dan 14 kasus GCTB jinak, dalam rentang waktu 3 tahun periode Januari 2010-Desember 2012. Siklin D1 memiliki peran dalam siklus sel, sedangkan Ki-67 berhubungan dengan proliferasi sel. Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan ekspresi siklin D1 dan Ki-67 pada GCTB jinak dan ganas. Metode Penilaian dilakukan terhadap 21 blok parafin penderita GCTB di RSUD Dr. Soetomo sejak Januari 2010-Desember 2012 dan memenuhi kriteria. Analisis statistik perbedaan masing-masing variabel dengan uji chi-square dan Mann-Whitney. Hasil Ekspresi Ki-67 lebih tinggi pada GCTB ganas dibandingkan dengan GCTB jinak. Ekspresi siklin D1 dan Ki-67 pada GCTB jinak dan ganas menunjukkan terdapat perbedaan bermakna. Kesimpulan Ekspresi siklin D1 dan Ki-67 dapat digunakan untuk membedakan GCTB jinak dan ganas. Kata kunci : giant cell tumor of bone, Ki-67, siklin D1.
Analisis Ekspresi CD133 dan CXCR4 dengan Kejadian Metastasis pada Osteosarkoma Nunik Hapsari Susilowati; Sjahjenny Mustokoweni
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.453 KB)

Abstract

Latar belakang Osteosarkoma memiliki prognosis buruk oleh karena kejadian metastasis yang tinggi dan kemoresisten. Cancer stem cell dapat diidentifikasi menggunakan penanda tumor CD133. Cancer stem cell osteosarkoma mem-punyai potensi pertumbuhan yang tinggi dan berperan terhadap kejadian metastasis pada paru. Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa CXCR4, reseptor kemokin dari keluarga gen GPCR, telah terbukti berperan penting dalam metastasis cancer stem cell. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara ekspresi CD133 dan CXCR4 pada osteosarkoma dengan kejadian metastasis, serta hubungan ekspresi CD133 dan CXCR4 pada osteosarkoma. Metode Pada penelitian ini dilakukan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah blok parafin dari penderita osteosarkoma yang diagnosa secara histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo selama tahun2007-2013 terdiri atas 24 blok parafin, 9 diantaranya dengan kejadian metastasis. Data metastasis diperoleh dari rekam medik. Pemeriksaan imunohistokimia dengan menggunakan rabbit polyclonal antibody CD133 dan CXCR4 rabbit polyclonal antibody. Derajat ekspresi CD133 dan CXCR4 dinilai berdasarkan jumlah sel tumor yang menunjukkan imunoreaktivitas secara semikuantitatif. Ekspresi CD133 dan CXCR4 pada kejadian metastasis pada osteosarkoma dianalisis dengan uji chi-square dan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan p
Hubungan Ekspresi HER-2/neu dengan Derajat Histopatologi dan Invasi Perineural Anandia Putriyuni; R. Z Nizar; Bethy S Hernowo
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.02 KB)

Abstract

Latar belakang Kanker prostat menempati urutan kedua terbanyak dan urutan keenam penyebab kematian karena kanker pada laki-laki di dunia. Prognosis buruk masih ditemukan pada kanker prostat meskipun telah diberikan terapi hormonal. Overekspresi HER-2/neu telah ditemukan pada beberapa keganasan dan dihubungkan dengan prognosis yang buruk. Peranan HER-2/neu dalam tumorigenesis dan progresivitas kanker prostat masih kontroversi. Tujuan penelitian ini untuk melihat ekspresi HER-2/neu pada adenokarsinoma prostat serta menghubungkannya dengan faktor prognostik yaitu derajat histopatologi dan invasi perineural. Metode Sampel adenokarsinoma prostat didapatkan sebanyak 44 kasus dari Laboratorium Patologi Anatomik di wilayah Sumatera Barat. Sampel diperoleh dari transurethral resection of prostate (TURP) dan open prostatectomy. Selanjutnya dilakukan review terhadap derajat histopatologi dengan menggunakan skor Gleason ISUP 2005 yang direvisi dan invasi perineural. Pewarnaan imunohistokimia HER-2/neu dengan menggunakan antibodi primer c-erbB. Ekspresi HER-2/neu dinilai pada membran sel dan sitoplasma. Hasil Ekspresi HER-2/neu ditemukan pada 41 kasus yaitu membran sel sebanyak 5 kasus (11,36%) dan sitoplasma 36 kasus (81,82%). Dua puluh dua dari 44 kasus (50%) termasuk dalam derajat histopatologi diferensiasi buruk/tidak berdiferensiasi (skor Gleason 8-10) dan 10 dari 44 kasus (22,73%) dengan invasi perineural positif. Ekspresi HER-2/neu tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan derajat histopatologi (p=0,425) dan invasi perineural (p=0,177). Kesimpulan Ekspresi HER-2/neu sebagian besar ditemukan pada sitoplasma dibandingkan dengan membran sel. Pada penelitian ini ekspresi HER-2/neu tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan derajat histopatologi dan invasi perineural. Kata kunci: adenokarsinoma prostat, derajat histopatologi, ekspresi HER-2/neu, invasi perineural.
Ekspresi Protein HPV16 E6/18 E6 dan Protein P53 pada Adenokarsinoma Serviks Rahmi Alia; Gondo Mastutik; Faroek Hoesin
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.146 KB)

Abstract

Latar belakang Kejadian kanker serviks di Indonesia masih tinggi, 90% kanker serviks jenis sel skuamosa disebabkan Human Papillomavirus (HPV), dan selain itu infeksi HPV juga menimbulkan adenokarsinoma serviks. Protein Early 6 (E6) HPV memicu karsinogenesis. E6 mengikat protein 53 (p53) wild type dan mendegradasinya. Inaktivasi p53 menyebabkan gangguan mekanisme pengaturan apoptosis. E6 juga merusak DNA menimbulkan p53 mutan. Di sisi lain adenokarsinoma serviks dapat berkembang menjadi tumor berdiferensiasi baik, diferensiasi sedang, dan diferensiasi buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara ekspresi E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks berdiferensiasi baik, diferensiasi sedang, dan diferensiasi buruk, serta menganalisa korelasi antara ekspresi E6 dan p53pada adenokarsinoma leher rahim. Metode Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Sampel dibagi adenokarsinoma serviks diferensiasi baik, sedang, dan buruk, yang telah didiagnosis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya periode Januari-Desember 2013. Sampel dilakukan pulasan immunohistokimia dengan antibody monoklonal HPV E6 dan p53. Perbedaan ekspresi HPV E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks dianalisa menggunakan Kruskall-Wallis. Hubungan antara ekspresi HPV E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks dianalisa menggunakan Spearman. Hasil Tidak didapatkan perbedaan ekspresi HPV E6 maupun ekpresi p53 pada derajat adenokarsinoma serviks (p=0,626). Terdapat hubungan yang bermakna antara HPV E6 dan p53 pada adenokarsinoma serviks (rs=0,429, p=0,018). Kesimpulan Terdapat hubungan antara ekspresi HPV E6 dengan p53 pada adenokarsinoma serviks. Peningkatan ekspresi HPV E6 seiring dengan peningkatan ekspresi p53. Tidak terdapat perbedaan ekspresi HPV E6 dan p53 pada derajat adenokarsinoma serviks. Kata kunci: adenokarsinoma serviks, E6, HPV16, p53.
Ekspresi COX-2 dan VEGF pada Karsinoma Tiroid Papiler Metastase ke Kelenjar Getah Bening Kurnia Arik Nugroho; Tulus Panuwun; Etty Hary K
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.486 KB)

Abstract

Latar belakang Saat ini belum ada pemeriksaan untuk mengetahui penyebaran karsinoma tiroid papiler ke kelenjar getah bening selain dengan pemeriksaan histopatologi dari sediaan biopsi atau radical neck dissection, sehingga diperlukan mediator yang dapat dikembangkan untuk mendeteksi adanya metastasis. COX-2 memiliki peran dalam menghambat proses apoptosis, sedangkan VEGF berperan dalam proses angiogenesis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan ekspresi COX-2 maupun VEGF pada karsinoma tiroid papiler dengan kejadian metastase pada kelenjar getah bening leher dan hubungan ekspresi COX-2 dan VEGF pada karsinoma tiroid papiler. Metode Penilaian dilakukan terhadap blok parafin penderita karsinoma tiroid papiler yang didiagnosis di RSUD Dr. Soetomo mulai Januari 2009-Juni 2013 dan memenuhi kriteria, untuk kepentingan statistik diambil 26 sampel. Kemudian dianalisis hubungan masing-masing variabel dengan uji koefisien kontingensi dan korelasi Spearman’s. Hasil Ekspresi COX-2 dan VEGF negatif tidak didapatkan pada karsinoma tiroid papiler yang metastase ke kelenjar getah bening. Ekspresi COX-2 dan VEGF positif didapatkan pada karsinoma tiroid papiler yang metastase ke kelenjar getah bening dan tidak metastase. Uji hubungan ekspresi COX-2 maupun VEGF dengan kejadian metastase ke kelenjar getah bening menunjukkan tidak didapatkan hubungan, dan terdapat hubungan antara ekspresi COX-2 dan VEGF pada karsinoma tiroid papiler. Kesimpulan Ekspresi COX-2 dan VEGF tidak dapat digunakan untuk mendeteksi karsinoma tiroid papiler dengan kejadian metastasis ke kelenjar getah bening. Ekspresi COX-2 dan VEGF dapat digunakan untuk deteksi karsinoma tiroid papiler.
Analisis Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Kepadatan Mikrovaskuler pada Invasive Breast Carcinoma of No Special Type Grade 3 dengan Metastasis Kelenjar Getah Bening Aksila Maria Niasari; Faroek Hoesin
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.498 KB)

Abstract

Latar belakang Karsinoma payudara adalah keganasan paling sering pada wanita di seluruh dunia. Jenis histologik tersering adalah invasive carcinoma of no special type (invasive carcinoma NST). Metastasis kelenjar getah bening merupakan faktor prognostik yang bermakna. Proses metastasis melibatkan angiogenesis dengan VEGF sebagai faktor pertumbuhan yang penting. Kepadatan mikrovaskuler merupakan penghitungan kuantitatif terhadap pembuluh darah kapiler intra tumoral yang mencerminkan hasil proses angiogenesis. Peran VEGF dan kepadatan mikrovaskuler pada mekanisme proses angiogenesis potensial diterapkan pada terapi antiangiogenesis pada karsinoma payudara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ekspresiVEGF dan kepadatan mikrovaskuler pada invasive carcinoma NST grade 3 dengan metastasis kelenjar getah bening aksila. Metode Studi cross sectional dengan sampel yang terdiri atas 9 sampel masing-masing pada kelompok N0, N1, N2, and N3 yang didiagnosis invasive carcinoma NST selama periode Januari sampai Desember 2012 di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Dilakukan pulasan imunohistokimia dengan antibodi monoklonal VEGF dan CD31. Ekspresi VEGF dinyatakan secara semikuantitatif dalam skor 0, 1, 2, dan 3. Kepadatan mikrovaskuler merupakan rata-rata pembuluh darah kapiler yang terpulas positif dengan CD31 pada 5 lapangan pandang besar. Perbedaan ekspresi dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, dan Anova. Korelasi antara variabel dianalisis dengan uji statistik Spearman. Hasil Terdapat perbedaan yang bermakna pada ekspresi VEGF antara N0 dan N1 (p=0,015), N0 dan N2 (p=0,031), dan N0 dan N3 (p=0,017). Terdapat korelasi antara ekspresi VEGF dengan metastasis kelenjar getah bening aksila (r=0,455, p=0,005, p
Perbedaan Ekspresi E-cadherin dan MMP-9 pada Adeno-karsinoma Prostat Bermetastasis dan Non Metastasis ke Tulang Aniek Meidy Utami; Sjahjenny Mustokoweni; Anny Setijo Rahaju
Majalah Patologi Indonesia Vol 25 No 1 (2016): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.592 KB)

Abstract

Latar belakang Kanker prostat merupakan keganasan yang paling banyak dijumpai pada laki-laki di Amerika Serikat, dengan jumlah sekitar 29% dari semua kanker dan menjadi penyebab 10% kematian di populasi 15% di antaranya sudah memiliki metastasis saat diagnosis. E-cadherin berperan penting dalam adhesi antar sel epitel dan mekanisme arsitekstur jaringan sedangkan MMP-9 berperan dalam menciptakan lintasan untuk migrasi sel tumor. E-cadherin dan MMP-9 diduga sebagai molekul utama yang berperan dalam proses invasi dan metastasis. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya peran E-cadherin dan MMP-9 dalam proses metastasis tulang pada adenokarsinoma prostat. Metode Penelitian ini menggunakan desain potong lintang terhadap sediaan adenokarsinoma prostat berasal dari prostatektomi radikal dan prostatektomi transurethral di RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode Januari 2009-Mei 2012. Kemudian dicari data bone scan untuk melihat metastasis ke tulang. Dari data tersebut dilakukan review pemeriksaan histopatologik dan imunohistokimia dengan antibodi E-cadherin dan MMP-9. Perbedaan ekspresi E-cadherin dan MMP-9 kejadian metastasis tulang dianalisis dengan uji Mann-Whittney, sedangkan hubungan antara keduanya diuji dengan Spearman. Hasil Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya perbedaan ekspresi E-cadherin (p>0,05), menunjukkan perbedaan yang bermakna ekspresi MMP-9 pada adenokarsinoma prostat non metastasis dengan yang mengalami metastasis(p

Page 1 of 1 | Total Record : 10