cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Majalah Patologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25279106     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 2 (2017): MPI" : 7 Documents clear
Ekspresi Antibodi IgG dan IgA pada Lesi Blister Subepidermal Theresia Fifi Judikristiani; Willy Sandhika
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.075 KB)

Abstract

Latar belakangPenyakit blister subepidermal selain fatal, juga masih belum jelas patogenesisnya serta masih terdapat kekurangan dalam terapinya. Autoantibodi terbukti berperan dalam terjadinya berbagai lesi blister subepidermal ini, di antaranya adalah antibodi IgG dan IgA. Deposit antibodi tersebut dapat dideteksi dengan pemeriksaan imunohistokimia. Dengan mengetahui deposit immunoglobulin, bisa untuk pengembangan terapi penyakit blister subepidermal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal. Dengan menilai ekspresi IgG dan IgA dan hubungannya serta perannya dalam patogenesis berbagai blister subepidermal menggunakan metode imunohistokimia.MetodeBlok paraffin biopsi kulit dengan gambaran blister subepidermal, dikumpulkan di Instalasi Patologi Anatomik RSUD Dr. Soetomo sejak 1 Januari 2011 sampai 31 Desember 2014 dan dilakukan pemotongan dengan mikrotom serta dilakukan pemeriksaan imunohistokimia dengan antibodi IgG dan IgA. Data hasil yang diperoleh dilakukan analisis statistik untuk memperoleh gambaran perbedaan ekspresi antibodi IgG dan IgA pada berbagai lesi kulit dengan blister subepidermal.HasilDalam setiap kasus blister subepidermal selalu terdapat Imunoglobulin yang berperan yaitu IgG, IgA atau keduanya, tetapi tidak ada yang keduanya tidak terekspresi. Pada sebagian besar kasus hanya IgG atau IgA yang berperan, hanya sebagian kecil (10%) yang terekspresi keduanya. Analisis statistik menunjukkan hasil: tidak didapatkan perbedaan ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal dan didapatkan korelasi negatif antara ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal.KesimpulanTidak didapatkan perbedaan ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermal. Didapatkan korelasi negatif antara ekspresi IgG dan IgA pada berbagai blister subepidermalKata kunci : blister subepidermal, IgG, IgA.
Overekspresi HER-2/neu Berhubungan Positif dengan Derajat Diferensiasi, Kedalaman Invasi, dan Metastasis Kelenjar Getah Bening Regional pada Adenokarsinoma Kolorektal di Bali I Nyoman Sasputra; Herman Saputra; LP. Iin Indrayani Maker
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.702 KB)

Abstract

BackgroundColorectal adenocarcinoma still is a serious health problem in Bali. tumor differentiation, depth of invasion, regional lymph node metastasis and HER-2/neu were used as important prognosis predictive factor for colorectal adenocarcinoma. The aim of this study was to find out the correlation between tumor differentiation, depth of invasion and regional lymph node metastasis with HER-2/neu expression.MethodsA cross sectional study included samples of colorectal adenocarcinoma from colonectomy with regional lymph node from 2012 until 2014 in Anatomical Pathology Laboratory RSUP Sanglah Denpasar. We review the diagnosis, pathological prognostic factor ( tumor differentiation, depth of invasion, and regional lymph node metastasis) and HER-2/neu immunohistochemical staining.ResultsForty four samples were included in this study. HER-2/neu overexpression was found in 28 cases and the remaining 16 cases with negative. HER2/neu positive was found mostly in moderately differentiated tumor (75%), T3 tumor (76.8%) and tumor with regional metastatis (71%). Spearman correlation test analysis of this study showed a strong correlation between expression HER-2/neu with regional lymph node metastasis (r=0.628), moderate correlation with grade of differentiation (r=0.481), and moderate correlation with depth of invasion (r=0.468).ConclusionThere were positive correlation between tumor differentiation, depth of invasion and regional lymph node metastasis with overexpression HER-2/neu, hence it’s role is important to predict the prognosis of colorectal adenocarcinoma patients.
Deteksi High Risk Human Papilloma Virus pada Jaringan Adenoma dan Adenokarsinoma Kolorektal di FKUI/RSCM Wiwiek Ernajanti; Diah Rini Handjari; Kusmardi Kusmardi; Yusra Yusra
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.27 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma kolorektal merupakan tumor ganas ketiga di dunia. Sembilan puluh lima persen karsinoma kolorektal merupakan adenokarsinoma yang berasal dari lesi prekursor adenoma. Dilaporkan 15%-20% karsinoma terkait dengan infeksi virus. Virus yang diduga berhubungan dengan karsinoma kolorektal adalah human papilloma virus (HPV) dan tipe tersering adalah 16 dan 18. Hubungan antara HPV dan karsinoma kolorektal masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prevalensi infeksi HPV pada adenoma dan adenokarsinoma kolorektal di Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM Jakarta dengan menggunakan teknik polymerase chain reaction (PCR).MetodePemeriksaaan DNA HPV pada 33 kasus adenoma dan 33 kasus adenokarsinoma kolorektal dengan teknik nested PCR MY/GP dan elektroforesis. Pada kasus dengan hasil HPV positif, dilanjutkan PCR menggunakan primer spesifik HPV 16 dan HPV 18. Subjek penelitian berasal dari Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM.HasilSatu dari 33 kasus (3,0%) adenoma dan 3 dari 33 kasus (9,1%) adenokarsinoma positif infeksi HPV. Satu kasus adenoma positif HPV bukan merupakan tipe 16 dan 18. Satu kasus adenokarsinoma dengan positif HPV merupakan tipe 16, 2 kasus merupakan gabungan tipe 16 dan 18.KesimpulanPrevalensi infeksi HPV pada adenokarsinoma lebih tinggi dibandingkan adenoma kolorektal. Tipe HPV pada kasus adenokarsinoma kolorektal merupakan tipe 16 dan 18.
Analisis Ekspresi Cyclin Dependent Kinase (Cdk)6 dan Ki-67 pada Neoplasma Kelenjar Liur Meyta Riniastuti; Dyah Fauziah; Alphania Rahniayu
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.032 KB)

Abstract

BackgroundBroad spectrum tumors can arise in salivary glands, giving diagnostic difficulties in some subtypes due to morphological similarities. Immunohistochemistry studies done to differentiate between benign and malignant neoplasms of salivary glands are very few, including Cdk6 and Ki-67. Cdk6’s role in tumorigenesis is halting cellular proliferation and differentiation. Ki-67 is actively expressed in proliferating cells, particularly neoplasms. The objectives are to analyze differences of Cdk6 and Ki-67 expression in benign and malignant salivary gland neoplasms and to analyze the correlation between those two proteins.MethodsThis is an analitic observational study with cross sectional design. Samples were taken proportionally, each 15 samples of benign and malignant salivary gland neoplasms, derived from pathological archives during 1 January 2011-30 June 2013 period. Immunohistochemical staining with Cdk6 and Ki-67 monoclonal antibody were performed. Differences in Cdk6 and Ki-67 expression of both groups were analyzed using Mann Whitney. The correlation between the Ki-67 and Cdk6 expression were analyzed using Spearman.ResultsThere were significant differences in the Cdk6 and Ki-67 expression between benign and malignant salivary gland neoplasms.The expressions of Ki-67 have a cut-off point of 6.50%. There was a significant correlation between Cdk6 and Ki-67 expression in the salivary gland neoplasms.ConclusionExpression of Cdk6 and Ki-67 were low at benign salivary gland neoplasms and high at malignant salivary glands neoplasms. There was significant correlation between Cdk6 expression and Ki-67 expression at benign and malignant salivary gland neoplasms. Although both could differentiate the behavior of neoplasms, Ki-67 was more reliable and applicable.
Ekspresi Matriks Metaloproteinase 9 pada Infiltrasi Karsinoma Tiroid Papiler Klasik dan Varian Folikuler Ni Wayan Armerinayanti; I Ketut Mulyadi; Luh Putu Iin Indrayani Maker
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.195 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma tiroid papiler (KTP) merupakan 80% dari seluruh karsinoma tiroid berdiferensiasi baik dengan 2 tipe paling sering yaitu KTP klasik dan KTP varian folikuler (KTPVF). Agresivitas antara kedua tipe KTP ini masih kontroversi dalam berbagai aspek klinikopatologik. Matriks metaloproteinase 9 (MMP-9) merupakan marka relevan dalam memprediksi agresivitas tumor karena mempengaruhi proses invasi dan metastasis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekspresi MMP-9 dalam mempengaruhi luas infiltrasi KTP sehingga berkaitan dengan agresivitas KTP.MetodePenelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang dengan jumlah sampel sebanyak 40 sediaan blok parafin pasien KTP Klasik dan KTPVF yang diperiksa secara histopatologi di Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar sejak tanggal 1 Januari 2011 sampai 30 Juni 2014. Sampel terdiri dari 10 KTP klasik intrakompartemen, 10 KTP klasik ekstrakompartemen, 10 KTPVF intra-kompartemen dan 10 KTPVF ekstrakompartemen. Selanjutnya dilakukan pulasan imunohistokimia MMP-9 pada seluruh sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji one way anova dan regresi multipel ANCOVA dengan kemaknaan p<0,05.HasilTerdapat perbedaan rerata skor ekspresi MMP-9 antar keempat kelompok, di mana rerata skor ekspresi MMP-9 KTP klasik intrakompartemen 2,60±1,77; KTP klasik ekstrakompartemen 7,80 ±1,54; KTPVF intra-kompartemen 3,70±1,74 dan KTPVF ekstrakompartemen 7,00±1,80. Melalui uji one way anova terdapat perbedaan yang bermakna antara KTP intrakompartemen dengan KTP ekstrakompartemen (p<0,001). Uji regresi ANCOVA menunjukkan tidak terdapat pengaruh usia, jenis kelamin dan ukuran tumor terhadap skor ekspresi MMP-9 (p>0,05).KesimpulanPeningkatan maupun penurunan ekspresi MMP-9 mempengaruhi luas infiltrasi KTP sehingga ekspresi MMP-9 berkaitan dengan agresivitas KTP.
Hubungan Subtipe Imunofenotipik Berdasarkan Ekspresi CD56 dan CD16 dengan Ekspresi CD30 dan Ki-67 pada Limfoma Sel NK/T Ekstranodal Tipe Nasal Stephanie Maris; Kusmardi Kusmardi; Endang SR Hardjolukito; Maria Francisca Ham; Agnes Stephanie Harahap
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.533 KB)

Abstract

Latar belakangLimfoma sel NK/T ekstranodal tipe nasal (NKTCL; extranodal NK/T-cell lymphoma, nasal type) dapat dikategorikan menjadi beberapa subtipe berdasarkan ekspresi CD56 dan CD16 sesuai dengan pola perkembangan fenotip sel natural killer (NK) normal. Ekspresi CD56 banyak ditemukan pada tahap diferensiasi sel NK yang lebih awal, sedangkan ekspresi CD16 terdapat pada sel NK dengan diferensiasi yang lebih mature. Selain fenotip normal, adanya infeksi virus Epstein-Barr (EBV) sebagai etiologi NKTCL berkaitan dengan fenotip teraktivasi yang ditandai dengan ekspresi CD30, kemudian mengaktifkan jalur sinyal nuclear factor kappa beta (Nf-KB) sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan dan proliferasi sel tumor. Pada penelitian ini diteliti hubungan antara subtipe NKTCL berdasarkan ekspresi CD56 dan CD16 dengan ekspresi CD30 serta indeks proliferasi Ki-67.MetodaPenelitian ini menggunakan metoda potong lintang. Sampel terdiri atas 32 kasus NKTCL di Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) periode Januari 2010 sampai April 2016. Dilakukan pulasan imunohistokimia CD16, CD30 dan Ki-67, sedangkan pewarnaan CD56 diambil dari arsip. Selanjutnya dihitung persentasis positivitas pada setiap pulasan tersebut.HasilPositivitas CD56 ditemukan pada semua kasus (100%). Positivitas CD16 sebanyak 16 (50%) kasus, positivitas CD30 sebanyak 17 (53,13%) kasus, dan indeks proliferasi Ki-67 tinggi sebanyak 16 (50%) kasus. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara subtipe NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) dengan ekspresi CD30 (p=0,723). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara subtipe NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) dengan indeks proliferasi Ki-67 (p=0,480). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara ekspresi CD30 dengan indeks proliferasi Ki-67 (p=0,723).KesimpulanSubtipe imunofenotipik NKTCL (CD56+CD16- dan CD56+CD16+) tidak berhubungan dengan fenotip teraktivasi (CD30) maupun proliferasi (Ki-67).
Hubungan Derajat Diferensiasi dan Tingkat Kedalaman Invasi Tumor terhadap Densitas Sel Limfosit T CD3+ dan Limfosit B CD20+ pada Adenokarsinoma Kolorektal Novitasari Novitasari; Ketut Mulyadi; Luh Putu Iin Indrayani Maker
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 2 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.893 KB)

Abstract

Latar belakangPemahaman mengenai lingkungan mikro lokal tumor sebagai salah satu faktor prognosis dan prediktif masih perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah respon imun adaptif in situ (intratumoral dan peritumoral). Infiltrat sel-sel imun bersifat sangat heterogen antar tipe tumor dan antar pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur densitas sel limfosit T CD3+ dan limfosit B CD20+ intratumoral dan peritumoral pada berbagai kelompok derajat diferensiasi dan tingkat kedalaman invasi tumor sebagai bukti adanya respon imun adaptif in situ pada karsinoma kolorektal (KKR).MetodePenelitian ini menggunakan metode analitik potong lintang dengan sampel sebesar 46 kasusyang kemudian dilakukan pulasan imunohistokimia CD3 dan CD20. Perbedaan ekspresi pada masing-masing kelompok dianalisis dengan uji One Way Anova dan Kruskal-Wallis, sedangkan hubunganantara variabel bebas dan tergantung dinilai dengan uji multipel regresi linear dengantingkat kemaknaan (α)=0,05.HasilHasil uji statistikmemperlihatkan perbedaan bermakna densitas sel limfosit T CD3+ intratumoral antar kelompok derajat diferensiasi (p=0,000) dan tingkat kedalaman invasi tumor (p=0,042); densitas sel limfosit B CD20+ intratumoral dengan tingkat kedalaman invasi tumor (p=0,029); dan densitas sel limfosit B CD20+ peritumoral dengan derajat diferensiasi (p=0,021) dan tingkat kedalaman invasi tumor (p=0,000). Pada uji multipel regresi linear, didapatkan hubungan yang bermakna antara derajat diferensiasi terhadap densitas sel limfosit T CD3+ intratumoral (p=0,000) dan tingkat kedalaman invasi tumor terhadap sel limfosit B CD20+ peritumoral (p=0,000).KesimpulanTerdapathubungan antara derajat diferensiasi dan tingkat kedalaman invasi tumor dengan densitas sel limfosit T CD3+ intratumoral dan limfosit B CD20+ peritumoral pada adeno-karsinoma kolorektal sebagai bukti adanya respon imun adaptif pada keganasan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7