cover
Contact Name
Jaya Pramana
Contact Email
jayapram@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
support@majalahpatologiindonesia.com
Editorial Address
Departemen Patologi Anatomik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jl. Salemba Raya 6, Tromol Pos 3225, Jakarta 10002
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Majalah Patologi Indonesia
ISSN : 02157284     EISSN : 25279106     DOI : https://doi.org/10.55816/
Core Subject : Health,
Majalah Patologi Indonesia (MPI) digunakan sebagai wahana publikasi hasil penelitian, tinjauan pustaka, laporan kasus dan ulasan berbagai aspek di bidang patologi manusia. Tujuannya ialah menghadirkan forum bagi permakluman dan pemahaman aneka proses patologik serta evaluasi berbagai penerapan cara diagnostik sejalan dengan kemajuan perkembangan ilmu dan teknologi. Selain itu juga untuk merangsang publikasi barbagai informasi baru/mutakhir.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 3 (2017): MPI" : 8 Documents clear
Analisis Ekspresi Estrogen Receptor (ER) dan Progesteron Receptor (PR) pada Tipe dan Grading Histopatologik Karsinoma Endometrium Causa Trisna Mariedina; Soekimin Soekimin; Delyuzar Delyuzar
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.024 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma endometrium merupakan tumor ganas organ reproduksi wanita yang paling sering dijumpai, dengan insidennya yang terus meningkat, terutama pada wanita-wanita postmenopause di negara-negara berkembang. Perkembangan karsinoma endometrium sangat erat kaitannya dengan hormon estrogen. Paparan estrogen dalam waktu panjang tanpa dihalangi efek progesteron dapat meningkatkan risiko terjadinya karsinoma endometrium. Epitel glandular endometrium merupakan lokasi keganasan yang sangat responsif terhadap hormon, dalam hal ini akan diekspresikan melalui estrogen receptor (ER) dan progesterone receptor (PR). ER dan PR yang akan berikatan dengan hormon estrogen dan progesteron pada jaringan endometrium relatif akan berkurang jumlahnya pada karsinoma endometrium, dan hilangnya reseptor-reseptor tersebut merupakan bagian dari karsinogenesis endometrium. Beberapa parameter histopatologi, seperti tipe dan grading histopatologi akan mempengaruhi ekspresi reseptor-reseptor tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ekspresi ER dan PR pada tipe dan grading histopatologik karsinoma endometrium.MetodePenelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Sampel penelitian adalah blok parafin jaringan endometrium yang didiagnosa secara histopatologi sebagai karsinoma endometrium. Sampel dipulas dengan imunohistokimia ER dan PR. Uji statistik dilakukan untuk menganalisis ekspresi ER dan PR pada tipe dan grading histopatologik.HasilEkspresi ER pada tipe endometrioid (78,8%) dan kasus low grade (90,2%) sedang ekspresi PR pada tipe endometrioid (82,7%) dan kasus low grade (90,2%).KesimpulanEkspresi ER dan PR dapat digunakan untuk membedakan antara tipe dan grading histopatologik low grade pada karsinoma endometrium.
Hubungan Ekspresi EGFR dengan Derajat Histopatologik Karsinoma Urotelial Infiltratif Kandung Kemih Harfira Mudahar; R Zuryati Nizar
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.262 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma urotelial infiltratif kandung kemih merupakan keganasan yang cukup sering didunia, cenderung mengalami progresifitas dan rekurensi serta metastasis. Pada beberapa kasus penentuan prognosis tidak dapat menggunakan faktor prognostik konvensional saja dan ada juga kasus yang resisten terhadap pengobatan kemoterapi, maka penanda molekuler EGFR merupakan salah satu yang dapat bermanfaat dalam menentukan prognosis dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai ekspresi EGFR pada karsinoma urotelial infiltratif kandung kemih dan menghubungkannya dengan derajat histopatologik.MetodePenelitian ini merupakan penelitian observasional. Sampel karsinoma urotelial infiltratif kandung kemih didapatkan sebanyak 36 kasus dari Laboratorium Patologi Anatomik di wilayah Sumatera Barat. Ekspresi EGFR dinilai dengan pewarnaan imunohistokimia pada membran sel dan sitoplasma, dan dilakukan uji statistik dengan Fisher's Exact Test.HasilKelompok usia terbanyak karsinoma urotelial infiltratif kandung kemih adalah 60-69 tahun dan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki. Ekspresi EGFR ditemukan pada 31 kasus (86%) dan yang negatif 5 kasus (14%). Penelitian ini mendapatkan ekspresi EGFR dengan skor 0 (negatif) sebanyak 4 kasus pada karsinoma urotelial infiltratif derajat rendah dan 1 kasus pada karsinoma urotelial infiltratif derajat tinggi. Skor +1 didapatkan 8 kasus, semuanya adalah karsinoma urotelial infiltratif derajat rendah. Ekspresi EGFR +2 terdiri atas karsinoma urotelial infiltratif derajat rendah sebanyak 6 kasus dan karsinoma urotelial infiltratif derajat tinggi sebanyak 3 kasus. Sedangkan +3 semuanya adalah karsinoma urotelial infiltratif derajat tinggi. Ekspresi EGFR menunjukkan hubungan yang tidak bermakna dengan derajat histopatologik (p>0,05).KesimpulanEkspresi EGFR pada karsinoma urotelial infiltratif derajat rendah kandung kemih mempunyai skor yang lebih rendah dibandingkan dengan derajat tinggi. Terdapat hubungnya yang tidak bermakna antara ekspresi EGFR dengan derajat histopatologik.
Hubungan Ekspresi p53 dan Ki-67 dengan Parameter Histopato-logik yang Memprediksi Metastasis pada Karsinoma Sel Skuamo-sa Penis Romi Beginta; Budiana Tanurahardja; Maria Francisca Ham
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.997 KB)

Abstract

Latar belakangPenelitian untuk mencari faktor risiko metastasis kelenjar getah bening dan prognosis pasien karsinoma sel skuamosa (KSS) penis belum sebanyak KSS pada organ lain. Penggunaan parameter patologik, ekpresi p53, dan Ki-67 yang dipakai pada penelitian ini dapat digunakan sebagai variabel penentu prognosis maupun terapi KSS penis, namun masih diperlukan data yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara ekspresi p53 dan Ki-67 terhadap parameter histopatologik yang mempengaruhi risiko metastasis.MetodeDesain penelitian merupakan studi potong-lintang dengan melakukan pulasan imunohistokimia p53 (Novocastra DO-7) dan Ki-67 (Biocare CRM 325) pada total 25 sampel KSS penis yang dikumpulkan dari arsip Departemen Patologi Anatomik FKUI-RSCM periode 2006-2013.HasilEkspresi p53 positif ditemukan pada 48% KSS penis dan ekspresi Ki-67 tinggi ditemukan pada 52% kasus. Tidak temukan hubungan yang bermakna antara ekspresi p53 dan parameter-parameter histopatologik. Didapatkan hubungan bermakna antara ekspresi Ki-67 terhadap derajat diferensiasi tumor dan adanya invasi ke uretra.KesimpulanEkspresi p53 tidak dapat digunakan sebagai faktor prediktif risiko metastasis KSS penis. Ekspresi Ki-67 secara sebagian berhubungan dengan faktor risiko metastasis KSS penis.
Hubungan Ekspresi Matriks Metaloproteinase-9 dan Tingkat Kedalaman Invasi Adenokarsinoma Kolorektal Invasif Ade Fakhri; Salmiah Agus
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.159 KB)

Abstract

Latar belakangMatriks metaloproteinase-9 (MMP-9) merupakan salah satu anggota enzim metaloproteinase yang sering ditemukan pada adenokarsinoma kolorektal. MMP-9 mampu menghancurkan protein membrana basalis dan matriks ekstraseluler yang berperan pada invasi sel tumor. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan ekspresi MMP-9 dan tingkat kedalaman invasi adenokarsinoma kolorektal invasif.MetodePenelitian menggunakan 35 sampel blok parafin kasus adenokarsinoma yang telah didiagnosis pada Laboratorium Patologi Anatomik di Sumatera Barat sejak Januari 2012-Desember 2014. Ekspresi MMP-9 dinilai menggunakan pewarnaan imunohistokimia pada sitoplasma sel tumor. Ekspresi dinyatakan negatif bila <10% sel terwarnai, dan positif bila ≥10% sel terwarnai. Analisis statistik antara ekspresi MMP-9 dan kedalaman invasi dilakukan menggunakan uji chi-square.HasilEkspresi MMP-9 positif pada 28 kasus (80%) dan negatif pada 7 kasus (20%). Kelompok 1 (T1+T2) menunjukkan ekspresi positif pada 10 kasus (35,7%) dan Kelompok 2 (T3+T4) menunjukkan ekspresi positif pada 18 kasus (64,3%). Analisa statistik antara ekspresi MMP-9 dan tingkat kedalaman invasi adenokarsinoma kolorektal invasif menunjukkan hubungan tidak bermakna (p>0,05).KesimpulanEkspresi MMP-9 dapat digunakan untuk menentukan tingkat kedalaman invasi adenokarsinoma kolorektal invasif.
Peran Ekspresi Minichromosome Maintenance 2 (MCM-2) dan Ki-67 pada Astrositoma Dewi Astuti Kurniawati; Dyah Fauziah
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.756 KB)

Abstract

Latar belakangDerajat histopatologi berdasarkan klasifikasi WHO pada astrositoma tidak cukup optimal untuk mendukung diagnosis dan prognosis karena subyektivitas penilaian gambaran histopatogi pada beberapa kasus astrositoma. Fungsi Ki-67 sebagai marker proliferasi masih memiliki keterbatasan. Sebaliknya, Minichromosome maintenance 2 (MCM-2) memiliki peran penting dalam mengontrol siklus sel, inisiasi dan elongasi replikasi DNA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ekspresi MCM 2 dan Ki-67 pada derajat histopatologi.MetodeRancangan penelitian yang digunakan adalah metode potong lintang. Sampel penelitian adalah semua blok parafin penderita astrositoma pada RSUD Dr Soetomo Surabaya periode 2010-2014. Pada sampel dikelompokkan berdasarkan derajat histopatologi dalam derajat II, derajat III dan derajat IV. Sampel dipulas menggunakan immunohistokimia dengan antibodi monoklonal MCM-2 dan Ki-67. Perbedaan ekspresi MCM-2 dan Ki-67 pada astrositoma derajat II, III, dan IV dianalisa statistitika menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hubungan antara ekspresi MCM-2 dan Ki-67 pada astrositoma dianalisa menggunakan uji Spearman.HasilUji Kruskal-Wallis ekspresi MCM-2 antara astrositoma derajat rendah (II) dan derajat tinggi (III) menunjukkan perbedaan bermakna. Uji Kruskal-Wallis ekspresi Ki-67 antara astrositoma derajat rendah (II) dan derajat tinggi (III & IV) menunjukkan perbedaan tidak bermakna. Sedangkan, uji Spearman ekspresi MCM-2, Ki-67 dan derajat histopatologi astrositoma menunjukkan korelasi positif.KesimpulanEkspresi MCM-2 dapat digunakan untuk membedakan antara astrositoma derajat II dan III. Ekspresi Ki-67 dapat digunakan untuk membedakan astrositoma derajat III dan derajat IV.
Hubungan Overekspresi HER-2/neu dengan Derajat Histopato-logik dan Kedalaman Invasi Adenokarsinoma Kolorektal Nurwiyeni Nurwiyeni; Salmiah Agus
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.965 KB)

Abstract

Latar belakangKarsinoma kolorektal adalah tumor ganas epitel kolon dan rektum, yang merupakan penyebab kematian ke-empat kanker di seluruh dunia, baik pada wanita maupun pria. Angka ketahanan hidup penderita karsinoma kolorektal rendah namun insiden meningkat dengan cepat dalam beberapa dekade terakhir. HER-2/neu adalah antigen target terapi onkologi. Penelitian ekspresi HER-2/neu pada kedalaman invasi dan derajat histopatologik adenokarsinoma kolorektal menunjukkan hasil yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis overekspresi HER-2/neu pada kedalaman invasi dan derajat histopatologik adenokarsinoma kolorektal.MetodeSampel penelitian sebanyak 46 kasus adenokarsinoma kolorektal yang diperoleh dari hasil pengangkatan jaringan, dan telah didiagnosis di Laboratorium Patologi Anatomik wilayah kota Padang. Pulasan imunohistokimia HER-2/neu dilakukan untuk memeriksa derajat histopatologik dan kedalaman invasi. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan derajat histopatologik menggunakan modifikasi klasifikasi WHO/AJCC dan kedalaman invasi berdasarkan klasifikasi TNM. Overekspresi HER-2/neu dinilai secara imunohistokimia pada membran dan sitoplasma.HasilPemeriksaan ekspresi HER-2/neu pada kedalaman invasi menunjukkan hasil positif pada 22 kasus (47,8%), yaitu 6 kasus (27,3%) derajat 1, 9 kasus (40,9%) derajat 2, 7 kasus (31,8%) derajat 3. Pemeriksaan ekspresi HER-2/neu pada derajat histopatologik menunjukkan hasil positif pada 22 kasus (47,8%), yaitu 5 kasus (22,7%) pada membran dan 17 kasus (77,3%) pada sitoplasma. Uji chi-square antara kedalaman invasi dan derajat histopatologik adenoma kolorektal menunjukkan hubungan tidak bermakna (p>0,05).KesimpulanEkspresi HER-2/neu dapat digunakan untuk membedakan kedalaman invasi dan derajat histopatologik pada adenokarsinoma kolorektal.
Analisis Ekspresi Epidermal Growth Factor Receptor Rabdomio-sarkoma Tipe Embrional dan Alveolar pada Anak Fita Ferdiana; Puspita Eka Wuyung; Nurjati Chairani Siregar
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.642 KB)

Abstract

Latar belakangRabdomiosarkoma (RMS) merupakan sarkoma yang banyak ditemukan pada anak dan dewasa muda. Secara histopatologik ada 4 tipe, yaitu embrional, alveolar, spindel, dan pleomorfik. Tipe histologi dan lokasi (favourable dan unfavourable) termasuk faktor yang menentukan prognosis RMS. Terapi kombinasi pada RMS dengan reseksi komplet, kemoterapi, dan radiasi belum meningkatkan kesintasan pasien RMS terutama pada stadium lanjut. Anti terhadap epidermal growth factor receptor (EGFR) telah dipakai dalam terapi untuk tumor epitelial ganas, sedangkan penggunaannya pada sarkoma masih dalam penelitian. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ekspresi EGFR rabdomiosarkoma tipe embrional (RMSE) dan alveolar (RMSA) pada anak, serta menganalisis ekspresi EGFR pada lokasi favourable dan unfavourable.MetodePenelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan pemilihan sampel secara konsekutif. Sampel terdiri atas 17 kasus RMSE dan 13 kasus RMSA di Departemen Patologi Anatomik FKUI/RSCM tahun 2008-2015. Diagnosis RMSE dan RMSA ditegakkan secara histopatologi dan imunohistokimia MyoD1 dan atau desmin positif. Pulasan imunohistokimia EGFR dilakukan pada RMSE dan RMSA dengan penilaian semikuantitatif, serta membandingkan kedua tipe histologik dan lokasi tumor.HasilEkspresi EGFR pada RMSE lebih tinggi dibandingkan dengan RMSA (53% vs 23%)(p=0,029). Bila dihubungkan dengan lokasi, maka ekspresi EGFR pada RMSE lebih tinggi pada lokasi unfavourabe dibanding lokasi favourable (p=0,412). Ekspresi EGFR pada RMSA lebih tinggi pada lokasi favourable dibanding lokasi unfavourable (p=0,592).KesimpulanEkspresi EGFR (favourable dan unfavourable) dapat digunakan untuk menentukan prognosis RMSE dan RMSA.
Hubungan Ekspresi Survivin dengan Subtipe Molekular pada Karsinoma Payudara Invasif Tipe Tidak Spesifik Luh Dewi Rahayu,; I Gusti , Alit Artha,; Herman Saputra
Majalah Patologi Indonesia Vol 26 No 3 (2017): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.103 KB)

Abstract

Latar belakangKanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian pada wanita. Peran survivin, yaitu suatu protein penghambat apoptosis pada karsinogenesis payudara belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan positif antara ekspresi survivin dengan subtipe molekular pada karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik.MetodePenelitian ini menggunakan metode observasional analitik potong lintang. Sampel penelitian adalah semua sediaan blok parafin penderita karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik yang diperiksa secara histopatologi dan subtipe molekular luminal, HER-2 positif dan triple negative yang diperiksa di Bagian/SMF Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah Denpasar sejak tanggal 1 Januari 2013 sampai 28 Februari 2015. Dilakukan pemeriksaan histopatologik, pembagian subtipe molekular serta pulasan imunohistokimia survivin pada 42 sampel. Hasil penelitian dianalisis dengan uji korelasi Lambda dan uji chi-square.HasilEkspresi survivin lebih tinggi dan berbeda bermakna (p<0,05) pada subtipe molekuler HER-2 positif dan “triple negative” dibandingkan subtipe luminal. Distribusi kasus karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik subtipe molekular luminal, HER-2 positif dan triple negative menunjukkan jumlah kasus terbanyak berada pada umur 40-49 tahun (45,2%).KesimpulanTerdapat hubungan bermakna antara ekspresi survivin dan subtipe molekuler karsinoma payudara invasif tipe tidak spesifik; sehingga dapat digunakan untuk menentukan prognosis.

Page 1 of 1 | Total Record : 8