cover
Contact Name
Samsuar
Contact Email
samsuarsil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
samsuarsil@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agritechno
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 19797362     EISSN : 26562413     DOI : -
Jurnal AgriTechno merupakan publikasi yang diterbitkan oleh Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin. Edisi Perdana terbit dalam bentuk cetakan pada Bulan April 2008. Jurnal ini ditujukan sebagai wahana publikasi hasil-hasil penelitian dasar dan aplikatif yang bermutu dan orisinil. Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang teknik tanah dan air, teknik pasca panen, bangunan dan lingkungan pertanian, aplikasi elektronika dan sistim kendali, peralatan dan mesin budidaya, energi alternatif dan elektrifikasi, teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, keamanan dan mikrobiologi pangan, bioteknologi, dan kimia pangan. Setiap artikel yang dimuat diharapkan dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu dan meningkatkan pengetahuan tentang bidang ilmu dan teknologi yang terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Perubahan Lahan Tambak di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Menggunakan Citra Satelit Resolusi MenengahTahun 2010 dan 2016 Abdul Malik; Totok Prawitosari; Sitti Nur Faridah
Jurnal Agritechno Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.729 KB) | DOI: 10.20956/at.v11i1.87

Abstract

Lahan tambak merupakan salah satu jenis dari lahan pertanian. Secara umum, Tambak merupakan kolam yang dibangun di daerah pasang surut dan digunakan untuk memelihara bandeng, udang laut dan hewan air lainnya yang biasa hidup di air payau. Dalam kegiatan alih fungsi lahan sangat erat kaitannya dengan permintaan dan penawaran lahan, dimana penawaran atau persediaan lahan sangat terbatas sedangkan permintaan lahan yang tidak terbatas. Perubahan lahan dapat di lihat dengan pendekatan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menambah informasi yang akan didapat, seperti sistem input data peta yang baik. Pendekatan ini menerapkan teknologi berbasis geospasial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan dan mengidentifikasi penyebaran lahan tambak dengan menggunakan citra satelit resolusi menengah di kecamatan Biringkanaya kota Makassar pada tahun 2010 dan 2016. Adapun prosedur dalam penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data batas administrasi Kecamatan. Citra Satelit Landsat 8 tahun 2016 dan Citra Satelit SPOT 4 tahun 2010. Kemudian Komposit Citra, Koreksi Radiometrik, Koreksi Geometrik, Pengambilan Lokasi Sampel (Training Area) dan Analisis Keakuratan. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh Perubahan lahan di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar pada tahun 2010 hingga 2016 yaitu lahan tambak yang tetap sebagai lahan tambak sebesar 161,8 ha (5%), lahan tambak menjadi lahan pemukiman sebesar 160,37 ha (4%), lahan pemukiman menjadi lahan tambak sebesar 31,4 ha (1%) dan lahan pemukimantetap sebagai lahan pemukiman sebesar 3321,83 ha (90%).
Uji Kinerja Aplikator Pupuk Organik Dan Pengaruh Bahan Organik Terhadap Sifat Fisik Tanah Dan Pertumbuhan Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Hartono Hartono; Iqbal Iqbal; Daniel Useng
Jurnal Agritechno Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.748 KB) | DOI: 10.20956/at.v11i1.88

Abstract

Salah satu cara untuk memperbaiki struktur tanah adalah dengan penggunaan bahan organik. Penggunaan bahan organik pada lahan petanian menggunakan aplikator memiliki beberapa kelebihan yaitu menghemat tenaga dan mengefisienkan waktu pengerjaan. Aplikator pupuk organik dirancang khusus untuk menyalurkan pupuk organik ke lahan pertanian utamanya di sekitar tanaman baik di antara tanaman ataupun di sela tanaman dengan kedalaman dan dosis tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dari aplikator pupuk organik pada lahan tanaman hortikultura (melon) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik menggunakan aplikator terhadap pertunbuhan tanaman melon dan sifat fisik tanah. Untuk mendapatkan kapasitas lapang aplikator dilakukan pengujian pada lahan pertanian dan pengambilan sampel tanah pada awal penelitian dan setelah panen untuk mengetahui sifat fisik tanah serta dilakukan pengukuran pertumbuhan tanaman. Berdasarkan hasil pengujian aplikasi pupuk organik menggunakan aplikator pupuk organik pada lahan tanaman melon diperoleh tingkat aplikasi pupuk organik sebanyak 12 ton/ha, sedangkan kebutuhan tanaman melon sebesar 16 ton/ha sehingga rasio aplikasi pupuk organik terhadap dosis yang diharapkan adalah 3 : 4. Pemberian bahan organik menggunakan aplikator memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman melon serta sifat fisik tanah (kadar air dan bulk density).
Daya Dukung Tanah Pada Lahan Sawah Siap Tanam Suparding Suparding; Suhardi Suhardi; Supratomo Supratomo
Jurnal Agritechno Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.299 KB) | DOI: 10.20956/at.v11i1.89

Abstract

Daya dukung tanah merupakan daya yang dibutuhkan oleh tanah untuk menahan beban yang berada diatasnya. Daya dukung tanah sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat tanah seperti kadar air tanah, berat isi, struktur, kelembaban, bahan organik tanah, dan tekstur tanah. Metode plat pembeban merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui daya dukung tanah. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya dukung tanah pada lahan persawahan yang siap tanam dengan menggunakan plat pembeban. Tahapan dari penelitian ini yaitu pengujian daya dukung tanah menggunakan Plat besi pembebeban dengan luas permukaan 50 cm2, 120 cm2, dan 150 cm2 dengan pemberat 1 kg, 2 kg, dan 3 kg. Dengan kadar air tanah 56,7% dan fraksi pasir 11% diperoleh hubungan antara daya dukung tanah (y) dengan bobot pemberat (x) adalah y = 0,8592x dan daya dukung tanah (y) dengan luas penampang alat (x) adalah y = 20,00e0,04x. Sedangkan daya dukung tanah (y) pada kadar air 48,6 % dengan fraksi pasir 4 % dengan luas penampang alat (x) menghasilkan rumus y = 41,57e0,04xdan daya dukung tanah (y) dengan bobot pemberat (x) menghasilkan rumus y = 0,8592x.
Rancang Bangun Sistem Kendali Kecepatan Putar Motor DC menggunakan PID Controller pada Mesin Pengaduk Kasmira Kasmira; Abdul Waris; Muhammad Tahir Sapsal
Jurnal Agritechno Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1244.766 KB) | DOI: 10.20956/at.v11i1.90

Abstract

Kegiatan pengadukan bahan-bahan pertanian menjadi berbagai macam produk pangan ataupun non pangan membutuhkan mesin pengaduk. Mesin pengaduk dalam penelitian ini memiliki masalah saat digunakan yaitu bahan yang diaduk melumpah dari wadah, suara yang dihasilkan berisik dan motor cepat panas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem kendali yang baik pada mesin pengaduk agar dapat meningkatkan kinerja dari mesin pengaduk. Metode yang dilakukan yaitu perancangan sistem perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem perangkat keras menggunakan komponen mikrokontroler, Solid State Relay (driver motor), Motor DC (aktuator), rotary encoder (sensor) dan power supplay (sumber tegangan) sedangkan sistem perangkat lunak berisi algoritma bahasa program kendali PID. Prinsip kerja sistem yaitu lup tertutup dimana kecepatan motor akan terbaca oleh sensor dan diinformasikan ke mikrokontroler untuk membandingkan dengan kecepatan yang diinginkan, kemudian memperbaiki kesalahan yang terjadi. Berdasarkan hasil tuning dengan menggunakan metoda internal control (MIC) diperoleh konstanta PID sebesar Kp: 0.259, Ki:5.647 dan Kd: 0.200. Nilai konstanta yang diperoleh sudah dapat memberikan kestabilan pada berbagai kecepatan (62,130,190 dan 252 rpm). Pengujian kecepatan motor DC pada mesin pengaduk dengan mengunakan beban yaitu adonan roti dan kedelai menghasilkan kecepatan yang dapat mengikuti set point (kecepatan yang diinginkan) dan respon sistem menunjukkan settling time yang pendek, overshoot bernilai 0 dan nilai error steady state yang masih berada pada batas toleransi yaitu 2% atau 5%.
Mempelajari Tingkat Kerusakan Gabah yang di Panen Dengan Menggunakan Combine Harvester Tipe Kubota DC 70 Fachry Muhammad; Mursalim Mursalim; Suhardi Suhardi
Jurnal Agritechno Jurnal AgriTechno Vol. 11, Nomor 1, April 2018
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.455 KB) | DOI: 10.20956/at.v11i1.91

Abstract

Pemanenan merupakan salah satu proses utama dalam budidaya, Pemanenan padi bertujuan untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Salah satu teknologi pemanenan yang sering digunakan sekarang ini yaitu comabine harvester, yaitu alat pemanen padi yang dapat memotong bulir tanaman yang berdiri, merontokkan dan membersihkan gabah sambil berjalan dilapangan. Namun dalam penggunaanya juga terjadi kerusakaan pada padi. Untuk mengetahui tingkat kerusakan pada penggunaan comabine harvester digunakan metode sampling pada hasil panen. Dengan cara mengambil 1 kg dari setiap karung setelah itu dari 1kg diambil lagi 100 gram. Kemudian memilih gabah yang rusak, patah, yang masih ada malainya, dan yang masih ada kotorannya. Dari hasil penelitian didapatkan persentase gabah utuh, gabah patah, gabah rusak, gabah yang memiliki malai masing-masing sebesar 95%, 0,07%, 0,713%, 3,735% sementara untuk kotoran yang ikut bersama gabah sebesar 0,414%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa comabine harvester memeliki kinerja yang bagus dalam pemanenan dengan persentase gabah utuh yang besar.
Penerapan Sistem Kendali Fuzzy Logic pada Alat Penyangrai Kopi Tipe Fluidisasi Arie Nugroho; Abdul Waris; Junaedi Muhidong
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.vi.920

Abstract

The fluidized coffee roaster is one of roasters which designed to overcome the weaknesses of the conventional roasting method. The purpose of this research is to develop a fluidization type roaster with a Fuzzy Logic control system. The specification of the roaster are roasting chamber dimensions of 65 mm (diameter) and 75 mm (height), a roasting capacity of 40 grams with a roasting time of 300 seconds. A heater with a power of 1,200 W was used as the source of heating energy. The research method was carried out by first, developed a control program and applied to the roaster. Then, a test of functionality and performance was conducted by using Robusta coffee for a temperature set point of 190°C, 200°C, and 210°C. The performance test of control responses resulted in 6.25°C (2,97%) error steady state for 15 seconds. However, this value remains below the tolerance threshold of 5%. The test of the color quality of coffee roasted at 190°C produced 3 groups of coffee colors, namely light brown-yellow, light brown-half-city, and light brown-cinnamon. In the case of roasting temperature of 200°C, it produced 3 color groups, i.e. light brown-city, light brown-full city, and light brown-full city+. For a roasting temperature of 210°C, there were two types of colors, namely dark brown-Vienna and dark brown-Italian. It can be concluded that a fluidized coffee roaster with a fuzzy logic control system was able to produce roast coffee compatible to the target roast profile according to the National Coffee Association (2002), namely light, medium, and dark.
Drone-Based Vegetation Index Analysis to Estimated Nitrogen Content on The Rice Plantations Ahmad Fauzan Adzima; Risma Neswati; Sartika Laban; Muh Jayadi; Muhammad Fuad Anshori; Husnul Mubarak; Eva Noviyanti; Nur Qalbi Zaesar Muharram; Andi Dharmawan Mallarangen
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.vi.928

Abstract

Nitrogen (N) is one of the essential nutrients needed for the growth of rice plants. Therefore, N fertilizing must be applied efficiently to achieve optimal results. Various methods have been used to calculate the N content in rice plants, such as tissue analysis and the use of Soil Plant Analysis Development (SPAD) technology. This technology still has lack of time efficiency. Other technologies are needed to quickly support precise agricultural analysis, such as Unmanned Aerial Vehicles (UAV). This study aimed to analyze the N content of rice crop using the UAV-based vegetation index and to compare the measurement of N content accuracy between SPAD chlorophyll and rice plant vegetation index. This study used survey methods and laboratory tests based on several approaches, namely analysis of photosynthesis physiology, leaves tissue analysis, and vegetation index using UAV. Based on the research results, it was found that the Normalized Difference Vegetation Index value had a strong correlation with N content of leaves tissue ​​and SPAD chlorophyll. While the results of the accuracy test, the results of chlorophyll with SPAD (CI A) have better accuracy than the NDVI vegetation index. The r value between CI A – N leaves and NDVI – N leaves did not show a significant difference. In addition, the correlation results show that N content of leaves (r=0.83), CI A (r=0.88), CI B (r=81), and CI TOT (r=0.87) have a very high correlation with NDVI. This shows a unidirectional relationship between variables so that the NDVI variable can be used as a consideration to determine chlorophyll in the plants studied.
Estimasi Nilai Evapotranspirasi Potensial dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatan Irigasi Permukaan di Kabupaten Wajo Samsuar Samsuar; Husnul Mubarak; Nunik Lestari
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.vi.935

Abstract

Indonesian government is trying to increase the production of agricultural commodities in order to support the food self-sufficiency program. To support this program, the availability of irrigation facilities is important in supporting the productivity of agricultural field. Climate change and changes in agricultural systems have an impact on changes in the need of irrigation water in crop cultivation. The decreasing availability of water for agriculture encourages us to be able to use water more efficiently, especially for irrigation water. The purpose of this research is to predict the ETp value as a basis for determining plant water requirements, to determine the most suitable ETp model, to validate the prediction results of ETp values ​​using direct measurements in the field, and to obtain information related to climate factors that have the most influence on the ETp rate. The measurement of the ETp value is based on the use of Merra-2 global climate data and climate data from field measurements. ETp models used are Blaney-Criddle, Hargraves, Remanenko, Penman and Penman-Monteith. Research results showed that the ETp rate in Wajo District tended to increase during the July-October period indicating an increase in water demand in crop cultivation. The most influential climate parameter in determining the Penman Monteith ETp rate is solar radiation. The results of the ETp analysis using global data show that the Penman model is the closest model to the Penman Monteith ETp model from field measurements.
Pemodelan Kinetika Pengeringan Daun Bidara (Ziziphus spina-christi (L.)) Dengan Metode Pengeringan Tenaga Surya Nunik Lestari; Samsuar Samsuar
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.vi.941

Abstract

The drying method used can affect the drying characteristics and quality of the final product such as color parameters. The purpose of this research is to study the kinetics of Z. spina-christi leaves drying, find a mathematical model that best fits the drying characteristics, and analyze the color change of dried Z. spina-christi leaves and their brew. The drying process is carried out with 2 treatments, namely using a solar dryer and by drying in an open space using direct sunlight. There are 13 mathematical models of thin layer drying selected to simulate the drying characteristics of Z. spina-christi leaves. Identification of the Lab* value is used to calculate the browning index of the leaves due to the drying method used. The results stated that the solar power dryer could increase the drying rate of Z. spina-christi leaves, thus shortening the drying time. The Diffuision Approach model is the most accurate mathematical model in describing the drying characteristics of Z. spina-christi leaves for the two drying methods tested based on the resulting constant values. Each drying method affects the browning reaction of the dried Z. spina-christi leaves which also has an impact on the color of the brew, where drying in direct sunlight will produce a darker color of the dried leaves and brew.
Design of a Greenhouse Room Temperature and Humidity Control System Using a DHT 22 Sensor Husnul Mubarak; Muhammad Rizal; Iqbal Iqbal; Abdul Waris; Muhammad Tahir Sapsal; Imam Suelfikhar
Jurnal Agritechno Jurnal Agritechno Vol. 15, Nomor 2, Oktober 2022
Publisher : Depertemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/at.vi.943

Abstract

Temperature and humidity conditions in plant growth are one of the important factors. Instability of temperature and humidity is often a problem that makes plants grow not optimally. The use of a green house is one way to artificially maintain temperature and humidity, but it still experiences several problems due to unstable weather conditions that affect conditions in the green house space. The control system uses temperature and humidity sensors (DHT 22) to measure the conditions in the green house space which can be used to maintain the stability of temperature and humidity in the green house. This control system will be connected to a water pump connected to a misting device where the water vapor produced by the misting is expected to be able to maintain the humidity in the green house room, and the control device will be connected to a fan which is expected to be able to maintain the temperature conditions in the green house room. The measurement data of the control system tool using the DHT 22 sensor will be compared with the hygrometer measurement data for the calibration process. Testing the function of the control device is carried out by looking at the response of the fan and pump to the setting point on the DHT 22 sensor reading. This control system is very important to apply because it can become the basis for developing greenhouses in the future, and as a basis for developing several control systems related to plant growth. The calibration results for the DHT 22 sensor and hygrometer readings obtained an error value of 0.27 °C for the temperature sensor and 1.23% for the humidity sensor. This value indicates that the sensor reading error is within the temperature sensor tolerance standard, which is ±0.5 °C and the humidity sensor tolerance is ±5%. For the results of testing the response of the pump and fan to the setting point, it shows that the two tools work well. So that it can be concluded that the design of the tool can function properly in controlling the green house space to maintain temperature and humidity stability.