cover
Contact Name
Husnun Amalia
Contact Email
husnun_a@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbiomedkes@trisakti.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Biomedika dan Kesehatan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 2621539x     EISSN : 26215470     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biomedika dan Kesehatan is an official publication of Faculty of Medicine Trisakti University. Jurnal Biomedika dan Kesehatan is a third-monthly medical journal that publishes new research findings on a wide variety of topics of importance to biomedical science and clinical practice. Jurnal Biomedika dan Kesehatan online contains both the current issue and an online archive that can be accessed through browsing, advanced searching, or collections by disease or topic.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2018)" : 9 Documents clear
Computer vision syndrome Amalia, Husnun
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.117-118

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) adalah keluhan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh penggunaan komputer. Keluhan ini berhubungan dengan penggunaan Visual Display Terminal (VDT). Pada kehidupan modern, VDT adalah alat yang telah menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari dan alat-alat ini harus selalu tersedia sebagai sarana di intitusi pendidikan, perkantoran dan di rumah. Alat yang termasuk VDT adalah monitor komputer, telepon genggam, tablet, laptop, handheld konsol dan lain-lain. Saat ini komputer sangat membantu aktivitas manusia namun monitor komputer mengeuarkan radiasi dan gelombang seperti sinar ultraviolet dan sinar X yang bila terpapar dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan gangguan fisiologis pada mata. Pevalensi CVS mencapai 64-90% pada pengguna VDT dengan jumlah penderita di seluruh dunia diperkirakan sebesar 60 juta orang dan setiap tahun akan terus muncul 1 juta kasus baru. Prevalensi CVS pada mahasiswa teknik mencapai 81,9% lebih tinggi dibandingkan mahasiswa kedokteran yaitu sebesar 78,6%. Computer Vision Syndrome dapat terjadi pada anak-anak dan keluhan CVS pada ada anak-anak akan muncul lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa. Komputer didisain untuk digunakan oleh orang dewasakomputer tidak ergonomik untuk digunakan oleh anak-anak. Hal ini menyebabkan CVS pada anak-anak akan disertai dengan keluhan muskuloskeletal.
Prevalensi masalah kesehatan mata di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Stefanie, Fransisca
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.140-144

Abstract

LATAR BELAKANGGangguan penglihatan dan kebutaan masih menjadi masalah di Indonesia. Akibat dari gangguan penglihatan dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita dan juga orang di sekelilingnya. Puskesmas sebagai pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran dalam gangguan penglihatan dan kebutaan. Banyak usaha dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan penglihatan. Upaya deteksi dini, pengobatan penyakit mata dan rujukan bagi kasus sulit telah dilakukan. Pencatatan kasus mata di Puskesmas juga memiliki peran di mana dapat memberikan informasi mengenai masalah kesehatan mata di fasilitas tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi masalah mata di Puskesmas Kecamatan Kebun Jeruk. METODEPenelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Data diperoleh dari data sekunder. Sebanyak 320.809 pasien berkunjung ke Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk terhitung bulan Januari hingga Juli 2018. Dan kasus mata yang ditangani di Puskesmas sebanyak 3623 kasus. Hasil dianalisa dengan SPSS V21. HASILHasilnya adalah kasus mata terbanyak adalah kelainan lensa (39%), kelainan konjungtiva (29%), kelainan kelopak, sistem lakrimalis dan orbita (22%), sebesar 3% kelainan sklera, iris, dan korpus siliaris, kelainan koroid dan retina, dan glaukoma, dan sebesar 1% kelainan korpus vitreus dan bola mata. KESIMPULANKelainan Lensa masih menjadi penyebab tertinggi masalah kesehatan Mata di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk.
Hubungan tingkat kontrol dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma Imran, Nur Anniesa Indayani; Khairani, Rita; Susanti, Febrina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.152-157

Abstract

LATAR BELAKANGAsma adalah penyakit heterogen, yang ditandai dengan peradangan jalan napas kronik dan masih menjadi masalah kesehatan di semua negara. Menurut data Riskesdas 2013 prevalensi asma di Indonesia mencapai 4,5%. Pada pasien asma, obat pelega jangka pendek dan pengontrol jangka panjang digunakan untuk mempertahankan asma dalam keadaan terkontrol. Tingkat kontrol asma dapat dinilai secara subjektif dengan menggunakan kuisioner tingkat kontrol spesifik dan secara obyektif dengan pengukuran fungsi paru salah satunya arus puncak ekspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma. METODEPenelitian ini menggunakan desain potong lintang. Sampel berjumlah 57 orang menggunakan consecutive non random sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan November–Desember 2017. Data untuk menilai tingkat kontrol diperoleh dengan kuesioner ACT dan data fungsi paru menggunakan peak flow meter untuk mengukur arus puncak ekspirasi. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. HASILSebanyak 82.5% pasien dengan asma tidak terkontrol dan 86% dengan arus puncak ekspirasi berada di zone merah. Tidak terdapat hubungan bermakna tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma (p=0.137). KESIMPULANTidak terdapat hubungan bermakna tingkat kontrol asma dengan arus puncak ekspirasi pada pasien asma.
Pemakaian sepatu hak tinggi berhubungan dengan nyeri otot betis pada pramuniaga Septian, Yosep; Merijanti, Lie Tanu
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.158-163

Abstract

LATAR BELAKANGPada tahun 2014, American Pediatric Medical Association (APMA) mencatat sebanyak 49% wanita menggunakan sepatu hak tinggi dengan 77% mengalami masalah pada kaki. Selain itu Badan survei di Amerika Serikat juga mencatat 59% wanita menggunakan sepatu hak tinggi kurang lebih satu sampai delapan jam perharinya. Bahkan ada yang memakai lebih dari sepuluh jam secara terus-menerus setiap hari. Dalam hal ini, pramuniaga merupakan salah satu pekerjaan yang menggunakan sepatu hak tinggi dalam pekerjaan sehari-hari. METODEPenelitian menggunakan studi pendekatan observasional dan metode potong silang (Cross-sectional) yang dilakukan pada 84 subjek di Departement Store X di Bogor. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, dan mengukur derajat nyeri otot menggunakan metode Visual Analog Scale (VAS). Variabel yang diteliti adalah posisi saat bekerja, masa kerja, tinggi dan jenis hak sepatu, serta nyeri otot betis. Analisis data menggunakan Uji Chi-square yang diolah dengan program SPSS V.21 dengan tingkat kemaknaan adalah nilai p<0.005. HASILHasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara tinggi hak sepatu (p=0.004) dan masa kerja (p=0.042) dengan nyeri otot betis pada pramuniaga, sedangkan hasil analisis antara posisi saat bekerja, dan jenis hak sepatu tinggi dengan nyeri otot betis tidak didapatkan hubungan yang bermakna (p=0.169; 0.082). KESIMPULANPenelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja dan tinggi hak sepatu dengan nyeri otot betis pada pramuniaga perempuan.
Rasio lingkar pinggang panggul berhubungan dengan kadar kolesterol total pada dewasa Larasati, Syifa; Alvina, Alvina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.126-132

Abstract

LATAR BELAKANGHiperkolesterolemia adalah keadaan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan stroke. Secara global, satu dari tiga kasus penyakit jantung iskemik dinyatakan berkaitan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. Tercatat proporsi penduduk Indonesia usia ≥15 tahun dengan kadar kolesterol total di atas nilai normal mencapai 35,9%. Salah satu faktor yang dikaitkan dengan hiperkolesterolemia adalah obesitas atau keadaan akumulasi lemak berlebih pada jaringan adiposa, khususnya obesitas abdominal. Obesitas abdominal dapat dinilai melalui pengukuran rasio lingkar pinggang panggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan rasio lingkar pinggal panggul dengan kadar kolesterol total. METODEPenelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan cross-sectional pada 60 subyek dewasa berusia 26-65 tahun. Pengukuran kadar kolesterol menggunakan alat finger-prick dan strip cholesterol test NESCO. Pengukuran lingkar pinggang panggul menggunakan pita ukur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. HASILSebagian besar responden (55%) berusia >35 tahun. Responden dengan RLPP di atas normal sebanyak 38,3% dan kadar kolesterol total meningkat sebanyak 28,3%. Uji Chi-Square menunjukkan hasil terdapat hubungan yang bermakna antara rasio lingkar pinggang panggul dan kadar kolesterol total (p = 0,001). KESIMPULANRasio lingkar pinggang panggul berhubungan dengan kadar kolesterol total pada dewasa.
Hubungan kebiasaan merokok dan akne vulgaris pada remaja usia 15-17 tahun Prakasita, Cintantya; Meiyanti, Meiyanti
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.164-169

Abstract

LATAR BELAKANGAcne vulgaris merupakan penyakit self-limiting pada folikel pilosebasea yang sering ditemukan pada remaja. Prevalensi acne vulgaris terbesar terdapat pada remaja usia 16-18 tahun, yaitu sebesar 90%. Kejadian acne vulgaris disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor yang berkaitan dengan patogenesis timbulnya acne vulgaris antara lain produksi sebum, jumlah Propionibacterium acne, kadar hormon androgen, stres psikis, usia, ras, familial, makanan, cuaca, dan rokok. Hasil penelitian sebelumnya tentang hubungan kebiasaan merokok dan acne vulgaris menunjukkan hasil yang belum konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan acne vulgaris pada remaja usia 15-17 tahun. METODEJenis penelitian ini merupakan observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 69 remaja usia 15-17 tahun di wilayah Tomang, Jakarta Barat. Sampel dipilih secara consecutive non random sampling. Pemeriksaan acne vulgaris dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan data kebiasaan merokok diperoleh dengan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS versi 24.0. HASILPada penelitian ini melibatkan 69 subyek yang mengalami acne vulgaris. Tiga puluh empat subyek berumur 15 tahun dan 35 subyek berumur 16 tahun. Empat puluh subyek berjenis kelamin perempuan dan 29 subyek laki-laki. Lima belas subyek memiliki kebiasaan merokok. Empat puluh delapan subyek mengalami acne vulgaris derajat ringan. Hasil uji Fisher tidak memperlihatkan hubungan merokok dengan acne vulgaris (p=1.000). KESIMPULANTidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan acne vulgaris.
Kejadian bayi berat lahir rendah berhubungan dengan ibu hamil bersuamikan perokok aktif Pratama, Gustian Satria; Wratsangka, Raditya
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.133-139

Abstract

LATAR BELAKANGBayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian perinatal dan neonatal. Prevalensi BBLR di seluruh dunia mencapai 15% dari seluruh kelahiran, dan > 97% di antaranya terjadi di negara berkembang. Perilaku negatif selama kehamilan seperti paparan asap rokok dapat menurunkan perfusi plasenta sehingga menurunkan penerimaan O2 bagi janin, yang akan meningkatkan risiko kelahiran BBLR. Paparan asap pembakaran tembakau juga menurunkan 20% kadar asam folat di dalam tubuh yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan janin di dalam rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan asap rokok pada ibu hamil yang bersuamikan perokok aktif dan kejadian BBLR. METODEPenelitian dengan disain observasional analitik dan pendekatan potong-lintang untuk mengetahui hubungan antara ibu hamil bersuamikan perokok aktif (variabel bebas) dan kejadian BBLR (variabel tergantung). Populasi terjangkau adalah ibu hamil yang melahirkan di RSUD Karawang pada bulan Januari sampai Agustus 2017, dan pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Data penelitian ini merupakan data primer dan sekunder, yaitu berupa data kuesioner yang didapat dari ibu hamil bersuamikan perokok aktif dan rekam medik untuk data bayi BBLR. Pengolahan dan analisis data menggunakan Statistical Package for Social Sciences (SPSS), dan uji chi square dengan derajat kepercayaan (CI) 95% dan batas kemaknaan 0,05. HASILSubyek penelitian berjumlah 132 orang, dan terdapat 96 bayi (73%) dengan kasus BBLR. Terdapat hubungan bermakna antara ibu hamil bersuamikan perokok aktif dan kejadian BBLR (p = 0.000 (p ≤ 0,05)). KESIMPULANTerdapat hubungan antara ibu hamil bersuamikan perokok aktif dan kejadian BBLR.
Peningkatan asupan kalsium menghambat penurunan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause Hayati, Sarah; Herwana, Elly
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.145-151

Abstract

LATAR BELAKANGOsteoporosis banyak terjadi pada perempuan pascamenopause dengan prevalensi 32.3% pada penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 50 tahun. Kalsium merupakan mineral utama pada tulang yang dianggap berperan dalam remodeling tulang. Percepatan remodeling tulang berdampak pada penurunan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara asupan kalsium dengan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause. METODEPenelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain potong lintang yang dilakukan pada perempuan pascamenopause. Pengukuran untuk asupan kalsium dari makanan dinilai menggunakan food frequency questionnaire (FFQ). Kepadatan tulang dinilai menggunakan calcaneal quantitative ultrasound (CQU). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. HASILSebanyak 92 perempuan pascamenopause berusia 48-60 tahun menjadi subjek penelitian. Hasil analisis asupan kalsium dengan FFQ menunjukkan sebanyak 63 (68.5%) subjek dengan asupan kalsium kategori kurang dan 29 (31.5%) subjek dengan asupan kalsium cukup (31.5%). Pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan CQU, menunjukkan sebanyak 19 (20.7%) subjek termasuk kategori kepadatan tulang normal, dan 44 (47.5%) subjek dengan osteopenia dan 29 (31.5%) subjek dengan osteoporosis. Analisis statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan kalsium dan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause (p=0.010). KESIMPULANPeningkatan asupan kalsium menghambat penurunan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause.
Hubungan konseling antenatal dan pemilihan kontrasepsi ibu hamil primigravida Riawanti, Riawanti; Pusparini, Pusparini
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.119-125

Abstract

LATAR BELAKANGKebutuhan akan kontrasepsi pada masa setelah persalinan perlu direncanakan sejak masa kehamilan termasuk juga dalam memilih kontrasepsi yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan. Informasi mengenai kontrasepsi perlu diberikan melalui konseling selama pelayanan antenatal. Konseling antenatal merupakan bentuk dari konseling yang membantu dalam pemilihan kontrasepsi yang paling sesuai dan meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai risiko, keuntungan, dan efek samping kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konseling antenatal dan pemilihan kontrasepsi ibu hamil primigravida. METODEPenelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Delapan puluh sembilan (89) reponden primigravida yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan bersedia berpartisipasi diikutsertakan sebagai sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai Desember 2017 di Puskesmas Pasekan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner, meliputi karakteristik demografi, konseling antenatal, pengetahuan, sikap, pemilihan alat kontrasepsi setelah persalinan. Pengisian kuesioner tersebut didampingi langsung oleh peneliti sehingga seluruh kuesioner terisi lengkap. Data dianalisis dengan menggunakan uji Fisher exact dengan tingkat kemaknaan p<0,05. HASILPengetahuan ibu primigravida yang termasuk kategori baik sebanyak 22 orang (24,7%), kategori cukup sebanyak 63 orang (70,8%), dan kategori kurang sebanyak 4 orang (4,5%). Dari sikap, terdapat 76 orang (85,4%) kategori baik, kategori cukup sebanyak 12 orang (13,5%), dan kategori kurang sebanyak 1 orang (1,1%). Hasil uji Fisher antara konseling antenatal dan pemilihan kontrasepsi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai p=0,02. KESIMPULANTerdapat hubungan yang bermakna antara konseling antenatal dan pemilihan kontrasepsi pada ibu hamil primigravida.

Page 1 of 1 | Total Record : 9