cover
Contact Name
Husnun Amalia
Contact Email
husnun_a@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbiomedkes@trisakti.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Biomedika dan Kesehatan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 2621539x     EISSN : 26215470     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biomedika dan Kesehatan is an official publication of Faculty of Medicine Trisakti University. Jurnal Biomedika dan Kesehatan is a third-monthly medical journal that publishes new research findings on a wide variety of topics of importance to biomedical science and clinical practice. Jurnal Biomedika dan Kesehatan online contains both the current issue and an online archive that can be accessed through browsing, advanced searching, or collections by disease or topic.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2020)" : 8 Documents clear
Virus Corona (2019-nCoV) penyebab COVID-19 Parwanto, MLE
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.1-2

Abstract

Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei di China tengah, adalah provinsi ketujuh terbesar di negara itu dengan populasi 11 juta orang. Pada awal Desember 2019 seorang pasien didiagnosis menderita pneumonia yang tidak biasa. Pada 31 Desember, kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Beijing telah menerima pemberitahuan tentang sekelompok pasien dengan pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya dari kota yang sama.(1)
Pendeteksian petanda kepuncaan glioblastoma multiforme Yohana, Yohana
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.39-45

Abstract

Glioblastoma multiforme (GBM) adalah tumor otak ganas yang memiliki populasi sel punca kanker yang dapat mempertahankan formasi tumor. Peranan sel punca kanker telah banyak dipelajari yang memiliki tanggung jawab terhadap resistensi dan rekurensi terapi GBM seperti radiasi dan kemoterapi. Beberapa petanda kepuncaan dapat dipakai diantaranya CD133, Nestin, A2B5, CD44, SOX2 and OCT4. Pemeriksaan histopatologi terhadap jaringan tumor yang dioperasi menjadi standar baku untuk menentukan derajat, tingkat keganasan, dan prognosis keganasan. Namun di sisi lain, kehadiran populasi sel punca yang memiliki sifat mampu memperbaharui diri dan mampu menginduksi pembentukan tumor memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam mengenai karakteristik biologi sel tumor. Pemeriksaan sel punca dilakukan menggunakan flowcytometry dan imunohistokimia. Pemeriksaan petanda kepuncaan glioblastoma dilakukan dengan quantitative Reverse Transcriptase Real Time Polymerase Chain Reaction (qRT-PCR), Enzyme Linked Immunoabsorbent Assay (ELISA), Western Blot, Imunohistokimia dan flowcytometry. Petanda CD133 ditemukan ekspresinya meningkat pada berbagai pemeriksaan. CD133 digunakan sebagai prognostik GBM.
Aktivitas antimikroba dan potensi penyembuhan luka ekstrak tembelekan (Lantana camara Linn.) Edy, Hosea Jaya; Parwanto, ML Edy
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.33-38

Abstract

Salah satu tanaman yang digunakan secara turun-temurun dalam pengobatan adalah tembelekan (Lantana camara Linn.). L. camara Linn. mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat karena jumlahnya yang sangat banyak dan mudah dibudidayakan. Hasil ekstraksi L. camara Linn. diketahui mengandung alkaloid, terpenoid, flavonoid, steroid, polifenol, tanin. Ekstrak L. camara Linn. juga telah dibuat atau diformulasikan dalam berbagai jenis sediaan farmasi dalam bentuk semisolid seperti salep, krim maupun gel. Ekstrak methanol daun L. camara Linn. memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli. Ekstrak daun L. camara Linn. menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol juga memperlihatkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus pyogenesis dan Micrococcus luteus) dan bakteri Gram negatif (Vibrio cholera dan Shigella dysenteriae). Selain itu, sediaan farmasi ekstrak L. camara Linn. juga memperlihatkan aktivitas antimikroba terhadap Salmonella typhi, Vibrio alginolyctus dan S. aureus. Aktifitas antifungi dari ekstrak etanol daun L. camara Linn. juga telah diuji terhadap jamur Trichophyton concentricum L. Sediaan farmasi ekstrak L. camara Linn. juga telah diuji aktifitas penyembuhan luka pada kulit hewan uji.
Penghentian obat anti tuberkulosis pada meningitis tuberkulosis Pratiwi, Sujie; Ramadhan, Mochamad Iskandarsyah Agung; Kartika, Merry; Imran, Yudhisman
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.28-32

Abstract

LATAR BELAKANGPenghentian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) pada dugaan Meningitis Tuberkulosa (METB) dapat dilakukan dengan penilaian gejala klinis, dan Computerized Tomography (CT) Scan kepala dengan kontras. DESKRIPSI KASUSPasien laki-laki, usia 36 tahun, dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) RS Hermina Daan Mogot dengan keluhan penurunan kesadaran bertahap sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengeluh nyeri kepala yang memberat dalam 3 bulan, demam naik turun sejak 1 bulan. Pasien memiliki riwayat kontak serumah dengan penderita Tuberkulosis (TB). Pada pemeriksaan neurologi didapatkan, Glasgow Coma Scale (GCS) E3M5V2, tanda rangsangan meningeal (+) dan test HIV (-). CT Scan kepala dengan kontras didapatkan penyengatan kontras minimal di daerah sisterna silvii bilateral dan sisterna basalis dan kronik iskemik serebral infark pada frontoparietal kanan. Pasien mendapatkan tata laksana antiedema dan OAT kategori I. Setelah terdapat perbaikan klinis berupa perbaikan kesadaran menjadi compos mentis dan derajat nyeri kepala berkurang, pasien pulang dengan tata laksana antiedema, OAT dan antiplatelet. Saat rawat jalan pasien masih mengeluhkan nyeri kepala, dilakukan pemeriksaan CT Scan kepala, masih terdapat penyengatan kontras hingga bulan ke-12 dan ke-15. Pada bulan ke-18 pasien sudah tidak mengeluhkan nyeri kepala dan tidak terdapat penyengatan kontras pada CT scan kepala sehingga OAT dapat dihentikan. KESIMPULANPemberian OAT bervariasi pada setiap individu. Perpanjangan dan penghentian terapi dipertimbangan berdasarkan kondisi pasien dan dapat didukung dengan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan kepala.
Hubungan kebiasaan berolahraga dan merokok dengan obesitas abdominal pada karyawan usia produktif Zulkarnain, Astharie; Alvina, Alvina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.21-27

Abstract

LATAR BELAKANGObesitas abdominal adalah keadaan kelebihan lemak yang terpusat pada perut (intra-abdominal fat). Secara nasional, prevalensi obesitas abdominal tahun 2013 adalah 26.6%. Adanya perubahan gaya hidup seperti kurangnya olahraga dan merokok dinilai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya obesitas abdominal. Namun demikian, masih terdapat kontradiksi pengaruh kedua faktor tersebut dan hal ini membuat peneliti ingin menilai kembali hubungan keduanya dengan munculnya obesitas abdominal. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kebiasaan berolahraga dan merokok dengan obesitas abdominal pada karyawan usia produktif. METODEPenelitian ini menggunakan rancangan potong silang pada 103 karyawan. Pengukuran kebiasaan berolahraga menggunakan kuesioner Beacke. Pengukuran kebiasaan merokok menggunakan kuesioner Global Adult Tobacco Survey (GATS). Pengukuran lingkar perut sesuai dengan standard pengukuran HASILDari 103 orang karyawan didapatkan mayoritas responden adalah laki-laki dengan kelompok usia terbanyak adalah >35 tahun. Responden yang memiliki kebiasaan berolahraga aktif sebanyak 50.5%. Responden yang merokok sebanyak 46.6%. Responden yang mengalami obesitas abdominal sebanyak 54.4%. Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan berolahraga dengan obesitas abdominal (p=0.037) dan tidak ada hubungan bermakna antara merokok dengan obesitas abdominal (p=0.720). KESIMPULANDidapatkan hubungan antara kebiasaan olahraga dengan munculnya obesitas abdominal namun sebaliknya tidak terdapat hubungan antara merokok dengan obesitas abdominal.
Hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia Noor, Chairina Azkya; Merijanti, Lie Tanu
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.8-14

Abstract

LATAR BELAKANGSeiring dengan meningkatnya jumlah lansia khususnya di Indonesia, semakin meningkat pula permasalahan penyakit akibat proses degeneratif. Tiga puluh dua koma empat persen lansia di Indonesia mengalami gangguan pada fungsi kognitifnya. Fungsi kognitif merupakan salah satu bagian terbesar yang diatur oleh otak. Penuaan menyebabkan terjadinya banyak perubahan pada otak yang dapat mengarah pada kemunduran fungsi neurokognitif. Terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif, salah satunya adalah aktivitas fisik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. METODEJenis penelitian ini merupakan observational analitic dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan November 2015. Sampel diambil secara simple random sampling pada 60 lansia di Posyandu Lansia X, Jakarta. Seluruh lansia yang memenuhi kriteria inklusi dinilai aktivitas fisiknya dari pengisian kuesioner Rapid Assessment of Physical Activity (RAPA), sedangkan nilai fungsi kognitif diperoleh dengan wawancara berdasarkan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data dilakukan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia digunakan uji Chi-square. HASILTerdapat hubungan bermakna secara statistik antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia (p=0.000). KESIMPULANAktivitas fisik dapat mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia. Lansia dengan aktivitas fisik golongan regular sampai dengan active memiliki nilai fungsi kognitif yang normal dibandingkan lansia tanpa aktivitas fisik atau termasuk ke dalam golongan under-active.
Stres berhubungan dengan atensi pada siswa sekolah menegah atas Nurhasanah, Nurhasanah; Meiyanti, Meiyanti
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.3-7

Abstract

LATAR BELAKANGAtensi merupakan komponen kecil dalam tahap memori saat seseorang melakukan proses berpikir. Bila terdapat gangguan pada atensi, maka seseorang akan sulit untuk menerima atau mempelajari hal yang baru. Atensi dipengaruhi oleh berbagai situasi, salah satunya adalah stres. Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan manusia dan menjadi bagian hidup yang tidak dapat dielakkan. Siswa sekolahpun dapat mengalami stres yang dapat berpengaruh terhadap atensi dan mempengaruhi tingkat prestasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan stres dengan atensi pada siswa sekolah menengah atas. METODEPenelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang mengikusertakan 173 siswa sekolah menengah atas. Responden diperoleh dengan teknik cluster sampling. Stres diukur dengan menggunakan perceive stress scale dan atensi diukur dengan menggunakan digit span test. Analisis data menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antara stres dengan atensi. HASILDidapatkan jumlah responden sebanyak 173 orang dengan 26% siswa dengan tingkat atensi yang buruk dan 28.3% yang mengalami stres. Dari hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan atensi pada siswa sekolah menengah atas (p=0.000). KESIMPULANTerdapat hubungan yang signifikan antara stres dengan atensi pada siswa sekolah menengah atas.
Hubungan antara tekanan darah dengan keparahan stroke menggunakan National Institute Health Stroke Scale Razdiq, Zayyan Misykati; Imran, Yudhisman
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.15-20

Abstract

LATAR BELAKANGStroke merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan tingkat kematian dan disabilitas yang tinggi. Sebesar 75% dari faktor risiko stroke adalah hipertensi. Semenjak tingkat mortalitas stroke mengalami penurunan, kesempatan hidup pasien pasca-stroke dengan gejala sisa yang diakibatkannya semakin meningkat. Sampai saat in masih diperoleh hasil yang kontroversi antara hubungan tekanan darah dengan keparahan stroke menggunakan National Institute Health Stroke Scale (NIHSS), diperoleh hasil penelitian yang menyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan dan sebagian lain menjumpai hubungan yang signifikan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan tekanan darah dengan hasil keparahan stroke menggunakan NIHSS. METODEPenelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive non random sampling pada data rekam medik pasien stroke di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON), Jakarta Timur dari November hingga Desember 2018. Jumlah rekam medik yang diambil adalah 235 buah. Pengambilan data menggunakan data sekunder. NIHSS merupakan skala penilaian valid yang dapat dipercaya dan efisien untuk mengukur derajat neurologis pasien selama stroke akut dan mengukur hasil keluaran klinis setelah terapi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. HASILTerdapat hubungan antara tekanan darah sistolik (p=0.01) dan tekanan darah diastolik (p=0.004) dengan tingkat keparahan stroke. KESIMPULANTerdapat hubungan antara tekanan darah dan keparahan stroke menggunakan NIHSS pada pasien stroke yang dirawat di RSPON.

Page 1 of 1 | Total Record : 8