cover
Contact Name
Husnun Amalia
Contact Email
husnun_a@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbiomedkes@trisakti.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Biomedika dan Kesehatan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 2621539x     EISSN : 26215470     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biomedika dan Kesehatan is an official publication of Faculty of Medicine Trisakti University. Jurnal Biomedika dan Kesehatan is a third-monthly medical journal that publishes new research findings on a wide variety of topics of importance to biomedical science and clinical practice. Jurnal Biomedika dan Kesehatan online contains both the current issue and an online archive that can be accessed through browsing, advanced searching, or collections by disease or topic.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2021)" : 6 Documents clear
Kekambuhan asma pada perempuan dan berbagai faktor yang memengaruhinya Litanto, Andriani; Kartini, Kartini
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.79-86

Abstract

Asma merupakan penyakit multifaktorial yang terjadi pada saluran napas akibat reaksi inflamasi kronik yang menyebabkan hiperresponsif jalan napas dengan gejala mengi, sesak napas dan dada terasa berat disertai batuk dan gejalanya umumnya terjadi malam hari atau menjelang pagi. Bila asma tidak terkontrol dapat menyebabkan kematian. Sesungguhnya asma tidak dapat sembuh sempurna hanya dapat menghilangkan gejalanya. Setelah pubertas, asma menjadi lebih umum terjadi bahkan dapat semakin parah pada seorang perempuan, dan paling tinggi terjadi pada perempuan dengan menarche dini atau dengan kehamilan banyak. Mekanisme yang mendasari perbedaan gender dalam prevalensi asma masih diselidiki tetapi sebagian besar merujuk pada perbedaan hormon dan perbedaan dalam kapasitas paru-paru. Peranan reseptor estrogen ditemukan pada banyak sel pengatur imun dan memengaruhi respons imunologis ke arah perkembangan alergi. Beberapa faktor yang memengaruhi kekambuhan asma pada perempuan antara lain faktor genetik dengan adanya polimorfisme pada gen yang berhubungan dengan asma, faktor pulmoner yaitu adanya penghambatan produksi surfaktan oleh estrogen yang meningkatkan kerentanan terhadap alergi, faktor persepsi dan perilaku perempuan terhadap gejala asma yang dialami sehingga menyebabkan kualitas hidup lebih buruk, dan faktor obesitas menyebabkan peningkatan aromatase yang berefek meningkatkan estrogen serta peningkatan kadar leptin yang berperan dalam pengaturan berat badan dan meningkatkan mediator proinflamasi.
Program remedial dan angka putus studi mahasiswa kedokteran Wahab, Revalita; Tjhin, Purnamawati
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.50-56

Abstract

LATAR BELAKANGWalaupun penyusunan kurikulum Pendidikan Kedokteran telah disusun sedemikian rupa supaya dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang ditetapkan, tetap ada mahasiswa yang mengalami putus studi. Prevalensi putus studi secara umum pada tahun 2017 sebesar 2.8% mahasiswa yang terdaftar di Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri di Indonesia mengalami putus studi dan 3.7% mahasiswa terdapat di Jakarta. Putus studi dapat berdampak negatif untuk masyarakat, profesi dan institusi, sehingga perlu upaya untuk melakukan pencegahan dan penanggulangannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan program remedial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program remedial dalam menurunkan angka putus studi mahasiswa kedokteran. METODEPenelitian dilakukan dengan desain cross-sectional pada 228 mahasiswa angkatan 2013-2017, menggunakan data sekunder meliputi jenis kelamin, tahun masuk kuliah, dan status putus studi. Kriteria inklusi sampel adalah mahasiswa yang termasuk pada kategori terancam putus studi. Analisis data dengan uji Chi-square, dengan tingkat kemaknaan 95%. HASILPrevalensi putus studi sebesar 12.7%. Sebagian besar responden yang terancam putus studi berjenis kelamin perempuan (68.9%) dan merupakan mahasiswa program non remedial (64%). Tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin dan angka putus studi (p=0.989). Perempuan dan laki-laki memiliki peluang yang sama untuk terjadi putus studi. Mahasiswa yang termasuk angkatan program remedial memiliki angka putus studi yang lebih tinggi (18.3%) dibandingkan dengan mahasiswa yang termasuk angkatan non-remedial (9.6%), walaupun secara statistik tidak bermakna (p=0.058). KESIMPULANPrevalensi putus studi mahasiswa kedokteran tahun 2013-2017 sebesar 12.7%. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dan program remedial dengan terjadinya putus studi.
Hubungan paparan bising dengan hipertensi pada karyawan pabrik industri kabel Andjani, Nabilla Damar Sukma; Mediana, Dian
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.57-64

Abstract

LATAR BELAKANGHipertensi didefinisikans jika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. RISKESDAS 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 34.11%. Hipertensi merupakan risiko kesehatan umum pada pekerja yang terpapar kebisingan keras (≥85dB(A)). Frekuensi, intensitas, durasi paparan, tipe bising dapat mengganggu aktivitas tubuh seperti sistem pendengaran dan non-pendengaran. Hipertensi merupakan penyakit multi-faktorial yang dapat dipicu dari berbagai sumber seperti paparan bising. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara paparan bising dan hipertensi. METODEPenelitian ini dilakukan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan potong lintang pada 78 responden laki-laki berusia 22-53 tahun di pabrik kabel, Jawa Barat. Data dikumpulkan dengan kuesioner sosiodemografi, sphygmomanometer, microtoise, dan timbangan berat badan. Variabel yang diteliti adalah hipertensi, intensitas bising, tipe bising, masa kerja, usia, jumlah konsumsi rokok. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Kolmogorov-Smirnov dengan p<0.05. HASILTekanan darah normal 23.1%, prehipertensi 39.7%, hipertensi 37.1%. Intensitas bising <85 dB(A) 32.1%, ≥85 dB(A) 67.9%. Tipe bising kontinu + intermittent 93.6%, impulsif 6.4%. Masa kerja <10 tahun 23.1%, ≥10 tahun 76.9%. Tidak merokok 35.9%, merokok 1-10 batang 24.4%, >10 batang 39.7%. Hubungan bermakna antara intensitas bising dan usia dengan hipertensi (p=0.007; p=0.019). Hubungan tidak bermakna antara tipe bising, masa kerja, dan konsumsi rokok dengan hipertensi (p=0.281; p=0.139; p=0.257). KESIMPULANTerdapat hubungan bermakna antara intensitas bising dan usia dengan hipertensi pada karyawan pabrik industri kabel, namun tidak didapatkan hubungan bermakna antara tipe bising, masa kerja, dan jumlah konsumsi rokok dengan hipertensi.
Hubungan antara kebiasaan minum teh dengan anemia pada wanita hamil Lisisina, Nanda; Rachmiyani, Irmiya
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.65-69

Abstract

LATAR BELAKANGAnemia merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam kehamilan di Indonesia yang memiliki dampak buruk bagi keadaan ibu, janin maupun proses persalinan. Ada banyak faktor penyebab anemia pada wanita hamil dan penyebab paling sering adalah defisiensi besi. Teh merupakan jenis minuman yang paling banyak dikonsumsi orang dewasa setelah air termasuk wanita hamil. Sementara teh berperan sebagai faktor inhibitor pada absorpsi zat besi dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan Frekuensi kebiasaan minum teh dengan anemia pada wanita hamil. METODEPenelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan terhadap 230 wanita hamil trimester ke-3 di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Frekuensi minum teh dinilai dengan menggunakan kuesioner dan kadar Hb dinilai dari data rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0.05. HASILDistribusi kebiasaan minum teh menunjukkan hasil bahwa lebih banyak subjek yang memiliki kebiasaan minum teh jarang (51.7%) dan berdasarkan distribusi anemia diketahui bahwa sebagian besar responden tidak mengalami anemia (67.8%). Terdapat hubungan antara kebiasaan minum teh dengan anemia pada wanita hamil (p=0.00) KESIMPULANPenelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara frekuens minum teh dengan anemia pada wanita hamil trimester ketiga.
Hubungan antara beban kerja, besaran upah, dan stres kerja pada karyawan PT. HBSP Sarifa, Sarifa; Wartono, Magdalena
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.70-78

Abstract

LATAR BELAKANGPerkembangan dunia bisnis yang dinamis tentu berpengaruh terhadap tuntutan produktivitas kerja karyawan. Dalam menjalankan tugas mereka tidak jarang para karyawan mengalami stres kerja yang bisa diakibatkan oleh berbagai faktor antara lain beban kerja dan besaran upah kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, besaran upah dengan stres kerja pada karyawan perusahaan pengelolaan limbah. METODEStudi cross-sectional pada 95 karyawan perusahaan pengelolaan limbah. Data sosiodemografi, lama kerja dan besaran upah dikumpulkan dengan kuesioner. Kategori beban kerja didapatkan dengan menghitung rumus persentase beban kardiovaskuler dan penilaian stres dengan mengunakan survei Health and Safety Executive (HSE). Analisis hubungan antara variabel dilakukan dengan uji Chi-square dan Kolmogorov-smirnov. HASILResponden paling banyak yang berusia 26-45 tahun (62.1%) dan didominasi oleh laki-laki (74.7%). Responden yang telah bekerja <5 tahun adalah 55.8% dan yang sudah menikah sebanyak 69.5%. Sebanyak 78.9% responden tidak menerima besaran upah yang sesuai dengan Upah Minimum Kota. Dalam hal beban kerja, sebanyak 49 responden termasuk kategori diperlukan perbaikan. Mayoritas responden mengalami stres sedang (72.6%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara beban kerja dan kejadian stres kerja (p=0.758), dan terdapat hubungan yang bermakna antara upah terhadap stres kerja pada karyawan perusahaan pengelolaan limbah di Karawang (p=0.000). KESIMPULANPenelitian menunjukkan banyak karyawan yang mengalami stres dan didapatkan hubungan yang bermakna dengan besara upah tetapi tidak dengan beban kerja. Dengan demikian perusahaan perlu melakukan kajian terhadap sistem perupahan dan manajemen stres di tempat kerja.
Virus Corona (SARS-CoV-2) penyebab COVID-19 kini telah bermutasi Parwanto, ML Edy
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.47-49

Abstract

Telah dikemukakan bahwa virus corona menjadi penyebab COVID-19.(1) Virus corona yang dimaksud yaitu SARS-CoV-2, sedangkan COVID-19 kependekan dari corona virus disease-19. COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang muncul awal Desember tahun 2019 di Wuhan, China. Sifat virus corona tersebut mudah menginfeksi manusia dan mudah menyebar hampir keseluruh penjuru dunia. Oleh karena itu terjadilah wabah (pandemi) COVID-19.

Page 1 of 1 | Total Record : 6