cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013" : 5 Documents clear
PANENTEISME : Refleksi Ekologis Atas Kristus Raja Alam Semesta Largus Nadeak
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

cPeristiwa ekologis dewasa ini sering mengancam hidup bersama di alam ini. Beberapa ancaman yang terjadi bukan bencana alam tetapi bencana manusiawi. Manusia yang memiliki kesadaran kadang tidak menghormati tata alam ilahi. Perayaan Kristus Raja Alam Semesta menjadi satu kesempatan berharga untuk memahami kehadiran Pencipta di alam ciptaan-Nya. Paham Panenteisme diutarakan dengan singkat agar manusia menata tindakan agar peristiwa ekologi bukan sebagai ancaman lagi, tetapi sebagai dinamika berada bersama Pencipta dan sesama ciptaan. Ide Panenteisme yang menarik adalah the presence of creation in God dan the presence of God in Creation. Allah yang memiliki rahim besar (Maharahim) mengandung ciptaan, dan ciptaan mengandung Allah. St. Fransiskus Assisi menghayati ide panenteisme dan Teilhard de Chardin menerangkan dengan ilmiah dan spiritual ide tersebut. Kristus Raja Alam Semesta adalah Allah yang hadir bersama ciptaan sehingga alam ini menyimpan misteri yang perlu diungkap dan dilindungi. Menghidupi tata hidup bersaudara serahim merupakan tangung jawab manusia sebagai penghuni Kerajaan Allah di alam semesta.  
PARISH RENEWAL: A CATHOLIC CHARISMATIC RENEWAL APPROACH Gonti Simanullang
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parish renewal is about renewal of the faith and life of the faithful in the parish. It implies that every single member of the parish, due to the sacrament of initiation received, is called to live out their faith. In reality, however, not every one of the faithful is concernedabout the renewal. There are Catholics who are not practicing their faith anymore, not going to church on Sundays and the days of obligation. The Catholic Charismatic Renewal (CCR),as one of the ecclesial movements recognized within the Catholic Church, seems to have got something to offer for such a renewal, that is their personal experience of being touched, renewed, and strengthened by the Holy Spirit.
TUGAS PERUTUSAN KELUARGA KRISTEN DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK : Menurut Amanat Apostolik Familiaris Consortio Antonius Moa
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family is the unity of life founded with love.  As the unity of person, family becomes the heart and the center of love’s actualization and “the prime place for person’s humanization. In this identity, Christian families find its essential, central, and irreplaceable rule in the mission and responsibility to become moral educator for their children. This duty is the result of dynamic and existential improvement from what is essential in the family itself. For this reason, every Christian family findsin itself the irrevocable call which determined the uniqueness of their dignity and responsibility as moral educator for their children. Now, in the reality of modern civilization, this mission becomes more important and urgent because people continually fight and struggle to live the moral values.
HISTORIA ECCLESIASTICA RUFINUS DARI AQUILEIA DAN HISTORIA ECCLESIASTICA THEODORETUS DARI CYRRUS (Sebuah Studi Perbandingan) Sihol Situmorang
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan sebuah karya historis, termasuk Sejarah Gereja, tak bisa dilepaskan dari penulisnya. Harapan, kegelisahan dan perjuangan penulis menjadi unsur yang turut menentukan pemilihan dokumen dan alur sejarah yang ia kemukakan. Rufinus dan Theodoretus memiliki kepentingan yang berbeda Dalam melaporkan peristiwa, baik mengenai relasi Gereja dan kekaisaran, maupun peristiwa internal Gereja. Rufinus menempatkan semua aktivitas misioner Gereja Katolik pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus dan bukan pada periode kekaisaran Konstansus. Dengan itu Rufinus mau menyatakan bahwa aktivitas misioner ini dapat terjadi karena kehendak yang Ilahi pada masa  pemerintahan seorang kaisar yang ideal, seorang princeps religiosus.  Theodoretus, uskup Cyrrus, hidup dalam periode kala sejumlah guncangan tengah menimpa baik Gereja maupun Kekaisaran Romawi. Sebagai pembela setia iman ortodoks, Theodoretus berhadapan dengan sejumlah aliran heritik dan kekafiran yang mengancam kedamaian dalam Gereja. Untuk itu, Theodoretus sangat menekankan pentingnya koalisi antara pemimpin Gereja dengan kaisar penganut ajaran iman ortodoks. Kerja sama itulah yang melahirkan damai baik dalam Gereja maupun Kekaisaran. Serangan terhadap kekafirkan, khususnya aliran heretik, dan penekanan peranan para rahib menjadi unsur dominan dalam Sejarah Gereja yang ditulis oleh Theodoretus. Untuk mencapai maksudnya, Thedoretus tak sungkan-sungkan memodifikasi alur sejarah.
ECONOMIC TRINITY AND IMMANENT TRINITY Revisiting the Basic Axiom of Karl Rahner Hilarius Janggat
LOGOS Vol 10 No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karl Rahner memberikan sumbangan besar bagi revitalisasi diskursus tentang Trinitas pada abad ke-20 hingga abad ini. Revitalisasi itu dipercik oleh aksioma dasarnya: “Trinitas ekonomik adalah Trinitas imanen, dan Trinitas imanen adalah Trinitas ekonomik”. Singkatnya, “Trinitas ekonomik adalah Trinitas imanen, dan sebaliknya”. Yang dimaksud  dengan Trinitas ekonomik ialah Trinitas yang mengkomunikasikan  dirinya dalam misi keselamatan Yesus Kristus dan dalam pengudusanRoh Kudus. Sedangkan Trinitas imanen ialah Trinitas di dalam dirinya sendiri yang absolut dan transenden, independen dari dunia ciptaan dan kebutuhannya. Pernyataan identitas Trinitas ekonomik (Bapa, Putra dan Roh Kudus) koresponden dengan Trinitas imanen. Itu berarti tidak ada dua Trinitas. Trinitas tetap satu. Penjaminnya ialah inkarnasi Putra Allah. Tanpa inkarnasi, kita tidak tahu apa-apa tentang Trinitas. Bagian pertama aksioma itu mengacu kepada Kristologi, sedangkan bagian kedua kepada Trinitas. Teologi modern lebih mempertahankan kesatuan antara Kristologi dan Trinitas. Itulah sebabnya kita tidak dapat mereduksikan Trinitas imanen kepada Trinitas ekonomik atau menghilangkan bagian kedua dari aksioma dasar itu. Kristologi dan Trinitas salingberhubungan, tidak terpisahkan.  

Page 1 of 1 | Total Record : 5