cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016" : 5 Documents clear
TEOLOGI PATRISTIK (Para Bapak Gereja) Alfonsus Ara
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.870

Abstract

Para bapak Gereja adalah orang-orang yang berperi hidup saleh, memiliki wawasan yang asali dan berkekuatan doktrinal mengenai ajaran Gereja serta kukuh membela dan mempertahankan iman Gereja. Keutamaan yang terpancar dari peri hidup dan kandungan doktrinal dalam ajaran mereka ini lahir dari keakraban mereka dengan Sabda Allah yang tertuang dalam Kitab Suci: Mereka merenungkan Sabda Allah dan menjelaskannya ke dalam bahasa yang dimengerti untuk memperkaya dan mematangkan iman umat kepada Allah yang mewahyukan diri-Nya dalam Putera-Nya, Yesus Kristus.
COMMUNION AND DIALOGUE FOR MISSION IN THE CONTEXT OF ASIA Gonti Simanullang
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.868

Abstract

Gereja Katolik adalah Gereja yang berciri misioner. Dimensi misioner ini diterima dari Allah Tritunggal. Karena itu Gereja tidak ada tanpa misi. Karena misilah maka Gereja didirikan. Namun demikian dalam konteks Asia di mana terdapat agama-agama besar dunia, tidaklah mudah melaksanakan misi apabila misi dimengerti secara sempit yakni mewartakan Yesus Kristus sebagai satusatunya Juruselamat kepada orang yang belum menjadi warga Gereja. Berdialog dengan penganut agama yang berbeda pada level hidup sehari-hari merupakan kewajiban bagi penganut agama yang berbeda di Asia, tak terkecuali umat Katolik. Di sanalah umat Katolik memberi kesaksian tentang imannya yang menawan bagi penganut agama lainnya sebab bukan jumlah umat yang menjadi tekanan utama, melainkan Kerajaan Allah makin dialami umat beriman yang saling berinteraksi.
JUMAT AGUNG: PERAYAAN AMBIGU ANTARA LITURGI DAN KESALEHAN UMAT? Timoteus Enga Ritan
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.867

Abstract

Liturgy and Popular Piety flourish and growing in the life of the faithful. The relationship between them evolving and affect each other. Liturgy are in a higher level when compared with the Popular Piety. However, in the practice often equated Liturgy, and even under the domination of the Popular Piety. Different meaning, mutually influential. Therefore, the most important thing here that we know the meaning correctly, so there is no deviation. An ambiguous celebration celebrated, because it is influenced by a variety of domination popular piety. The most important thing is shown that the extent to which the Popular Piety affected also to supports the Liturgy or the Liturgy itself can develop its own without the Popular Piety. Good Friday are in two rhythm between Liturgy and popular piety. Good Friday is a part of the celebration of Easter, which is celebrated differently. Look different, but it has a deep meaning in the journey towards Easter of Christ.
KEBUDAYAAN BUKAN HANYA SEKEDAR ADAT-ISTIADAT Yustinus Slamet Antono
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.869

Abstract

Dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang kebudayaan sering dimengerti sebagai adat-istiadat suku bangsa tertentu atau kesenian daerah suku bangsa tertentu.  Di sisi lain jika membaca tulisan-tulisan tentang kebudayaan, kita akan menemukan bermacam-macam definisi kebudayaan dan argumentasi-argumentasinya mengapa kebudayaan didefinisikan seperti itu. Tulisan ini mengangkat beberapa aspek yang biasanya dibicarakan para ahli jika mereka melukiskan kebudayaan.
KESETIAAN DALAM PERKARA KECIL SEBAGAI JALAN KEKUDUSAN Yohanes Anjar Donobakti; Rafael C. Sinurat
LOGOS Vol 13 No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i1.1481

Abstract

Orang-orang beriman kristiani, sejak menerima baptisan, sudah mengarahkan hidupnya menuju kepada kekudusan. Mereka dipanggil untuk bertumbuh dalam kekudusan, yaitu mengalami persatuan dengan Allah sumber kekudusan. Banyak jalan kekudusan, salah satunya bisa dicapai dengan cara melakukan perkara-perkara kecil. Jalan ini menuntut semua orang beriman untuk melakukan rutinitas harian dengan setia seturut nasihat Injil. Ketika seseorang melakukan perkara dan pekerjaan kecil dan sederhana dengan setia, pada saat itulah Kristus hadir, melimpahkan rahmat-Nya, dan memberikan cinta-Nya yang besar. Ketika orang-orang beriman melakukan perkara-perkara kecil dan sederhana dengan setia, ciinta, dan sukacita yang besar, mereka berada dalam jalan menuju kekudusan. Santa Theresia Lisieux melalui “jalan kecilnya” terutama dalam kesetiaannya melakukan perkara-perkara kecil memberikan suatu teladan bagi setiap orang beriman dapat sampai kepada kekudusan itu.

Page 1 of 1 | Total Record : 5