cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016" : 5 Documents clear
ALLAH MEMILIH BUMI MENJADI TEMPAT TINGGALNYA : Refleksi Ekologis Atas Peristiwa Natal Largus Nadeak
LOGOS Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i2.871

Abstract

Perayaan Natal merupakan kesempatan bagi orang Kristen untuk merenungkan dan mengalami peristiwa inkarnasi ilahi. Allah menjadi manusia dan memilih bumi menjadi tempat tinggal-Nya. Bumi menjadi rumah bersama Allah Pencipta dengan manusia ciptaan dan ciptaan lain. Cara Fransiskus Assisi merayakan Natal yang melibatkan warga ekologis, menjadi inspirasi panggilan untuk orang beriman agar menjaga bumi rumah bersama dan melindungi penghuninya yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan ciptaan lain. Dengan melindungi bumi dan penghuninya, manusia menghormati Pencipta, dan ciptaan berperan sakramental mentransparansikan Sang Pencipta. Agar bumi menjadi rumah bersama yang menyegarkan, manusia dipanggil untuk melakukan tindakan konkret di tempat dan di waktu masing-masing.
MISERICORDIAE VULTUS : Menelisik Bulla Pemakluman Yubileum Luar Biasa Kerahiman Sihol Situmorang
LOGOS Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i2.872

Abstract

Tatkala dunia diterpa oleh berbagai kekerasan yang mengakibatkan rentetan tragedi dan penderitaan, Paus Fransiskus menetapkan Yubileum Luar Biasa Kerahiman. Paus yakin, bahwa kekerasan hanya dapat diretas bila manusia menjadikan belas kasih sebagai spirit dan landasan hidup, dalam berpikir maupun bertindak. Masa depan yang lebih baik, damai dan bersaudara dapat dicapai bila manusia belajar hidup menurut citranya yang sejati, yakni Allah, yang telah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Citra Allah tidak lain adalah belas kasih. Seruan untuk berbelas kasih seperti Bapa merupakan ajakan untuk menghidupi jati diri manusia seperti tatkala ia diciptakan. Oleh dosa, manusia kehilangan gambaran diri Allah dalam dirinya. Yesus datang dan menjadi manusia untuk memulihkan citra manusia dan mewujudkan belas kasih Allah. Umat beriman, dengan bercermin pada Yesus dan merenungkan Injil, diajak menjadi insan yang berberlas kasih dan murah hati, sebagaimana tertuang dalam motto yubileum luar biasa ini, yakni Misericordes sicut Pater.
TEOLOGI ABAD PERTENGAHAN : (Teologi Skolastik) Dasar, Karakter dan Titik Berangkat Alfonsus Ara
LOGOS Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i2.873

Abstract

Kekhasan teologi abad pertengahan terletak pada sisi intrinsik budaya asali yang menjadi landasan berteologi, yaitu budaya iman kristiani sendiri (respublica christiana). Inti teologi abad ini bersumber pada misterisitas Allah sendiri. Allah mewahyukan diri-Nya dalam Putera-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Maestro Utama dan Otoritas Tertinggi. Sabda-Nya diterima sebagai otoritas tertinggi dalam merumuskan iman Gereja. Misteri Allah yang mewahyukan diri ini didekati, dipelajari, diklasifikasi dan didalami  dalam terang iman dan kebenaran (ratio). Sisi internal yang memperlihatkan pembaharuan teologi abad ini ditemukan dalam konsep mengenai “teologi” itu sendiri, metode dan status epistemologinya. Teologi menjadi sebuah ilmu, namun bukan ilmu umum, melainkan ilmu dalam konsep teknis, yaitu cognito rei per causas (akal menjadi media untuk mencari sebab atau alasan). Sebagai sebuah ilmu yang otonom, “teologi tidak lagi menjadi perluasan sederhana dari karya eksegetis, melainkan karya yang sama sekali baru dan berbeda dari ilmu-ilmu yang lain sebab berakar pada misteri (hal-hal supranatural), obyek dari dunia iman (materinya) dan dipadukan dengan kriteria.
MELANGKAH KE DALAM DUNIA MISTIKNYA WILIAM JAMES Andreas Maurenis
LOGOS Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i2.874

Abstract

Mystical experience has become a new discourse and has been resounded in the midst of our world which has lost the feel of its religiosity due to modernism and secularism. Though modernism gives advance in human life but it is undeniable that somehow it affects to the very core of human thirst for a deepest spiritual growth and improvment. So, in this part William James has become one of the most known philosophers in nineteen century and in the same time as a psychologist who tries to bring back the mystcal experience as a vessel for every individual to find the true meaning of their spirituality need. James is going to re-present this encountered-experience with the transcendent reality into the midst of human being’s world day to day. By deepest reflection of knowledge, James tries to understand the mystical experience by giving the comparison of mystical experience with some psychology aspect. In other hand, he favors to let people know how the rasionalism deals with this kind of spiritual encounters. And he explains too, how the mystical experience comes to human’s life. Further, James also gives the understanding of mysticalexperience as far as it useful for the personal growth and the growth of social relationship in human being’s life.  
MENELUSURI RELIGIOSITAS MASYARAKAT Yustinus Antono
LOGOS Vol 13 No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v13i2.1537

Abstract

Dilihat dari banyaknya suku bangsa yang ada di Indonesia, masyarakat Indonesia bisa digolongkan sebagai masyarakat majemuk. Dengan sendirinya pada masyarakat demikian bisa ditemukan berbagai aktivitas dalam kehidupan yang berhubungan dengan religiositas masyarakat yang bersangkutan. Selain itu dalam skala nasional, pemerintah Indonesia telah menetapkan pada tanggal-tanggal tertentu sebagai hari libur. Di antara hari libur yang ditetapkan itu adalah hari-hari yang terkait dengan hari besar agama tertentu. Selain aktivitas hari-hari keagamaan dalam masyarakat bisa dijumpai berbagai perayaan yang sifatnya lokal, yaitu perayaan atau aktivitas yang terkait dengan adat-istiadat masyarakat yang bersangkutan. Perayaan yang bersifat tradisional itu sangat boleh jadi berhubungan dengan sistem kepercayaan masyarakat setempat. Artikel ini akan mengulas bagaimana fenomenologi ataupun pendekatan fenomenologis dimanfaatkan untuk menelusuri berbagai aktivitas (perayaan) masyarakat baik yang bersumber dari agama-agama maupun yang bersumber dari kepercayaan masyarakat setempat

Page 1 of 1 | Total Record : 5