cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017" : 5 Documents clear
ETIKA GLOBAL GUNA MENGENDALIKAN KAPITALISME GLOBAL Febry Ferdinan Laleno
LOGOS Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.22 KB) | DOI: 10.54367/logos.v14i2.339

Abstract

The picture of world economy is increasingly leading to global capitalism thathas been considered as an ideal. Capitalism makes entrepreneurs have the samechance and freedom to optimizing their business in free competition andmarket mechanism. Through this way, they expect that prosperity can be realized. This idealized image becomes gloomy as the world is still colored bythe ongoing economic crisis in this modern era and the facts show that there arestill many people in the world who are living in poverty, unemployment, hunger, and the threat of ecosystem destruction. In this context, ethics is the answer to human needs. Global Ethics according to Hans Küng brings full human values, commitment to life, fair economic order, culture of tolerance, and cooperation among humans. Global Ethics can be a first step for entrepreneurs and policy makers to create a culture of positive economic. The effort to realize a more humane global order should be enforced based on a commitment to a fundamental consensus. This consensus contains the outlines of the new paradima of economic ethics which can manage global capitalism to obtain an economic policy that can serve all mankind for the sustainable future of the world
TOKOH PANUTAN-KHARISMATIS DALAM KEBHINEKAAN Yustinus Slamet Antono
LOGOS Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.898 KB) | DOI: 10.54367/logos.v14i2.340

Abstract

Isu kebhinekaan atau keberagaman akhir-akhir ini diserukan kembali oleh orang-orang yang dianggap tokoh atau menokohkan diri dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pengangkatan kembali isu-isu tersebut bisa dimaklumi karena akhir-akhir ini tindakan-tindakan yang mengarah pada radikalisme muncul di berbagai tempat di Indonesia. Artinya, terdapatnya kelompok masyarakat yang anti kebhinekaan (tidak terang-terangan) itu pernah muncul pada masa-masa sebelumnya tetapi frekuensinya tidak sebanyak yang terjadi pada akhir-akhir ini. Bukan tidak mungkin gerakan-gerakan tersembunyi seperti itu membahayakan keutuhan negara. Tokoh panutan-kharismatis yang mengedepankan kebhinekaan demi keutuhan negara selalu dibutuhkan agar masyarakat Indonesia terbebas dari kekacauan yang disebabkan oleh sara (suku, agama dan ras).
MENCINTAI KELUARGA : Mengahayati Keadilan dan Belas Kasih Largus Nadeak
LOGOS Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.231 KB) | DOI: 10.54367/logos.v14i2.336

Abstract

Tantangan, masalah, dan krisis dalam keluarga dengan bervariasi jenis sudah  lama terjadi dan akan berlanjut. Aturan yang sudah dirumuskan dalam masyarakat dan dalam umat Gereja bisa membantu keluarga, tetapi cenderung menghukum keluarga yang bersalah, sehingga kurang membantu keluarga untuk memperbarui diri. Paus Fransiskus dalam Bulla Misericordiae Vultus (Wajah Kerahiman) dan Anjuran Apostolik Paska Sinode Amoris Laetitia (Kegembiraan Cinta) mengajak umat agar setiap keluarga bergegas menghayati kekudusan sakramental perkawinan dalam kehidupan real, sehingga bergembira saling mencintai dengan keadilan dan belas kasih. Daya belas kasih ilahi yang hidup dalam keluarga sakramental akan bangun kalau keluarga memaafkan kekurangan dan meneguhkan kebaikan sehingga nyata dialami suka cita yang bisa mengatasi tantangan dan masalah. Dengan membaca dan mendengar Sabda Allah, keluarga mendapat inspirasi dari pengalaman keluarga beriman untuk menghayati keterlibatan Allah. Dengan berdoa bersama di keluarga dibantu media yang tersedia dewasa ini, serta kreatif menggunakan waktu secara bersama dalam kesibukan harian akan mendatangkan berkat baru untuk keluarga.
PERKAWINAN DALAM KITAB SUCI PERJANJIAN LAMA Surip Stanislaus
LOGOS Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.195 KB) | DOI: 10.54367/logos.v14i2.337

Abstract

Kej 1-3 secara tidak langsung berbicara tentang lembaga perkawinan yang mengatur seksualitas. Lembaga perkawinan itu dipandang sebagai kontrak sipil oleh bangsa Israel (Tob 7:13-14) dengan peran mas kawin (Kej 34:12), tahap-tahap perkawinan (Ul 22:23-27; Kej 24:66-67) dan sifatnya endogen poligam poligini (Ul 7:3-6; 22:28-29). Para nabi menganalogikan lembaga perkawinan itu sebagai hubungan antara Allah dengan umat-Nya, bangsa Israel (Am 3:2; Hos 1; 2; Yer 2:1-3; 3:6- 13; Yeh 16; 23; Yes 54:4-8; 62:4-5). Para bijak Israel meneruskan analogi hubungan Allah-Israel dengan suami-isteri lewat Buku Kidung Agung yang mengangkat kesetaraan derajat laki-laki-perempuan danmemandang positif seksualitas sebagai bagian dari cinta sejati yang  tidak dapat dibeli dan yang dibawa mati (Kid 1:13-17; 2:2,7,16; 7:10-11; 8:6-7). Cinta sejati laki-laki dan perempuan itu dijadikan analogi hubungan cinta Allah dengan umat pilihan-Nya (tafsir Yahudi) atau hubungan cinta Kristus dengan Gereja-Nya (tafsir Kristen). Buku Amsal dan Yesus bin Sirakh pun mengisahkan pujian yang mengangkat derajat seorang perempuan dan isteri (Ams 18:22; 19:14; Sir 26:15) serta madah pujian tentang keunggulan dan peran seorang isteri yang baik, berbudi, sopan dan cakap (Ams 31:10-31; Sir 26:1-3,13-18).
NILAI UNITAS (MONOGAM) PERKAWINAN KATOLIK DALAM TERANG BIBLIS Arius Arifman Halawa
LOGOS Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.942 KB) | DOI: 10.54367/logos.v14i2.338

Abstract

Perkawinan merupakan sebuah perpaduan dari dua kehidupan, yakni seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang disatukan dalam sebuah kesatuan sakramental. Kesatuan ini menjadi sempurna dalam kesatuan cinta. Pada gilirannya, kesatuan tersebut, menuntut sebuah usaha yang serius, baik dari suami maupun isteri. Saat ini untuk mencapai kesatuan tersebut bukanlah hal yang mudah. Pasangan seharusnya berjuang melawan banyak tekanan dan tantangan. Kesetiaan, antara satu dengan yang lainnya, adalah salah satu dari persoalan-persoalan yang paling problematik dalam hidup perkawinan saat ini.  Tulisan ini mencoba untuk menemukan dasar-dasar ajaran mengenaikesucian perkawinan dan sifat perkawinan yang satu (unitas) dari dimensi biblis. Kitab Suci merupakan Sabda Allah sendiri yang menjadi referensi vital bagi umat beriman dalam menghidupi imannya. Pengajaran lebih lanjut mengenai unitas perkawinan dari dimensi Kitab Suci ini paling tidak akan membawa penyadaran baru bagi para umat dalam menghayati panggilan hidup berkeluarga (sebagai suami dan istri) dalam kerangka iman; Secara khusus tentang panggilan hidup berkeluarga yang didalamnya termuat tentang kesucian perkawinan serta sifatnya yang satu dan tak terceraikan. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5