cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018" : 6 Documents clear
PERKAWINAN DALAM KITAB SUCI PERJANJIAN BARU Surip Stanislaus
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.916 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i2.320

Abstract

Kepada jemaat di Tesalonika Paulus menasihati agar umat Kristenmenghayati dan menghargai perkawinan dengan menjauhkan diri daripercabulan dan seks bebas (1Tes 4:3-8). Kepada jemaat di Korintus punia mengecam percabulan dan segala bentuk penyelewengan seksualkarena bertentangan dengan etika Kristen dan kekudusan perkawinan(1Kor 5-7). Dalam Surat-surat Pastoralnya ia juga melawan aliran sesatyang bertendensi anti perkawinan, emansipatif dan tidak menghargaianak-anak (1Tim 3:4; 5:14; Tit 2:4-5). Oleh karena itu, Paulus memberitata tertib dalam hidup berumah tangga yang mengatur hubungansuami-isteri dan orang tua-anak (Ef 5:22-6:4 bdk. 1Ptr 3:1-7). SedangkanYesus menegaskan bahwa hubungan suami-isteri yang telahdipersatukan oleh Allah itu tidak boleh diceraikan manusia (Mrk 10:2-12; Mat 19:3-12).
ALLAH PENCIPTA HADIR DI SINI BERSAMA CIPTAANNYA : Refleksi Ekologis Kontekstual Largus Nadeak
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.143 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i2.321

Abstract

“Berpikir global dan bertindak lokal!” merupakan seruan ekologis yang perluditidaklanjuti dan direalisasikan. Dalam hidup nyata setiap hari di tempatnyadan di waktu sekarang umat Kristen bersama dengan masyarakat dipanggilberpartisipasi memelihara karya Allah yang nyata di bumi dan isinya.Kekayaan dan keindahan bumi sangat terbuka untuk kegiatan bisnispariwisata. Badan Pelaksanaan Otorita Danau Toba (BPODT) sedangmerancang Danau Toba sebagai belahan bumi yang indah menjadi tujuanpariwisata. Masyarakat Batak-Toba yang mayoritas tinggal di sekitar DanauToba memiliki budaya dan tradisi religius. Suku Batak-Toba memiliki kisahpenciptaan yang sangat khas, dan nilai yang ada dalam kisah penciptaantersebut tersebar di tata budaya dan tindakan religi yang bermuatan kelestarian kekayaan alam. Masyarakat sekitar Danau Toba dipanggil agar giat berperan memelihara lingkungan serta melestarikan budaya dan tradisi religi yang sungguh bermakna bagi banyak orang. Kegiatan pengembangan ekonomi pariwisata seharusnya menghargai nilai budaya dan kekayaan religi yang ada, serta mendukung masyarakat setempat dan orang yang berkunjung untuk mengalami dan mengungkapkan bahwa Allah hadir sini bersama ciptaan-Nya.
ASKETISME DALAM TRADISI MONASTIK KRISTEN Sihol Situmorang
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.428 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i2.322

Abstract

Askese, yang secara sederhana dimengerti sebagai matiraga, termasuk unsur essensial dalam tradisi monastik kristen. Dengan penyangkalan diri, puasa, hidup bertarak dan meninggalkan dunia ramai menuju tempat yang sunyi dan sepi, para petapa dan para rahib ingin mengejar kesempurnaan hidup seturut Injil dengan mengutamakan hidup doa dan kontemplasi. Tradisi monastik muncul sebagai bentuk protes atas kendurnya penghayatan nilai-nilai kekristenan khususnya ketika Agama Kristen mendapat kebebasan terlebih lagi pada saat menjadi agama negara. Dalam upaya mengejar keserupaan dengan Kristus, askese badani sangat ditekankan, kendati bukan menjadi unsur yang paling utama. Askese merupakan medium atau sarana, dan bukan tujuan. Pemahaman mengenai askese berkembang dengan semakin ditekankannya nilai interior atau batiniah, yang meliputi iman, kerendahan dan kesatuan hati, kesabaran, ketaatan, pelayanan, kerja keras, ugahari, doa dan kontemplasi.
PROBLEMATIKA JATUH CINTA : Sebuah Tinjuan Filosofis Leo Agung Srie Gunawan
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.2 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i2.319

Abstract

Falling in love is the most phenomenal event in the history of human being.Discussion of falling in love is never finished talking about it. When lovers arefalling in love, they long for a perfect happiness in their heart. The onlypossibility to achieve this happiness is that the lovers live together as amanifestation of the unity of love. This union that is lived by them is expectedto take place in eternity. In the experience of falling in love, a couple of humanbeing, as if, live “across this world” in which they are tasting the divine life intotal happiness, perfect unity, and eternal life. Actually, the total happiness isexperienced as a partial happiness. This has the effect that the perfect unity isonly a dream because the unity is experienced in its imperfection. Furthermore,the eternity of love is only a romantic love in changing continuously. It is theexperience bringing falling in love with its serious problems. However, thosewho fall in love are really human beings who are still in their limitations.
PERTOBATAN SEBAGAI SARANA MENJADI MANUSIA BARU SUATU URAIAN SPIRITUALITAS-BELAJAR DARI PENGALAMAN HIDUP PAULUS Yohanes Anjar Donobakti; Stanislaus Kotska B.D. Atmaja
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v15i2.1480

Abstract

Sepanjang sejarah keselamatan, Allah tak henti-hentinya mewartakaan pertobatan. Puncak karya keselamatan itu ada dalam diri Yesus yang datang dalam dunia. Yesus telah berkata, ”Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk 1:15). Gereja terus-menerus menyerukan dan melayani pertobatan kepada semua orang supaya mereka memperoleh keselamatan kekal. Namun, kerapuhan seringkali menjadi alasan manusia jatuh dalam dosa, jauh dari Allah, dan berada dalam ketidakkudusan. Tetapi Allah tetap setia pada manusia dan menghendaki agar manusia menjadi kudus melalui pertobatan. Pertobatan merupakan sarana untuk memulihkan relasi antara manusia dengan Allah. Santo Paulus melalui pengalaman pertobatannya yang luar biasa menjadi teladan dan model bagi setiap orang Kristen untuk bertobat, berbalik kepada Allah, dan hidup baru yang sesuai dengan kehendak Allah
PENGHAPUSAN TINGKATAN TUJUAN PERKAWINAN DALAM KHK 1983 Asrot Purba
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v15i2.1664

Abstract

Dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1917 (KHK lama) terdapat pembagian tujuan perkawinan berdasarkan tingkatan atau hierarki dengan istilah tujuan primer (primary end) dan tujuan sekunder (secondary end). Dalam KHK 1983 (KHK baru) tingkatan tujuan itu menghilang. Bagaimana penghapusan tingkatan itu terjadi? Paham apa yang mendasarinya? Tulisan ini hendak menjawab pertanyaan di atas dengan memaparkan makna tingkatan tujuan dalam KHK 1917, kritik-kritik atas tingkatan itu, terutama yang berasal dari penganut Teori Personalisme, pengaruh Personalisme dalam Konsili Vatikan II, dan akhirnya rumusan baru tujuan perkawinan dalam KHK 1983.

Page 1 of 1 | Total Record : 6