cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 1 (2021): Januari 2021" : 5 Documents clear
JOHN HICK: ALLAH ADALAH MISTERI, LALU UNTUK APA BERDIALOG? Leonardus Samosir
LOGOS Vol 18 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i1.1174

Abstract

Allah adalah misteri. Dengan dasar ini, John Hick membawa kristianitas untuk merefleksikan ulang pemahaman akan dirinya sendiri, relasinya dengan agama lain, dan menunjukkan perlunya dialog dalam usaha menggapai Allah di dalam hidup.
AMANAH AGUNG TUHAN YESUS DALAM KEEMPAT INJIL DAN IMPLIKASINYA DALAM MEMAHAMI INJIL, BUDAYA DAN PEWARTA INJIL Gregorius Tri Wardoyo
LOGOS Vol 18 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i1.1175

Abstract

Injil Matius 28:16-20 kerap kali dijadikan dasar misi murid-murid Yesus di dunia ini. Ada bahaya misi disempitkan pada tindakan membaptis saja. Melalui studi intertekstual yakni dengan membandingkan Injil Matius dengan ketiga Injil lainnya, ditemukan bahwa misi tidak sekadar tindakan  membaptis  tetapi lebih-lebih  mewartakan  Injil yang  berisi  bahwa Allah  senantiasa menyertai umat manusia dan bahwa Allah yang sama menawarkan kepada umat manusia pertobatan dan pengampunan dosa dari Allah. Inilah kabar sukacita yang hendaknya diwartakan oleh pewarta Injil dalam budaya dimana mereka hidup.
PENDIDIKAN SAUDARA KAPUSIN GENERASI BARU Pelaku Aktif dan Inspiratif di Zaman Aktual Largus Nadeak
LOGOS Vol 18 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i1.1176

Abstract

Pedoman Pendidikan Kapusin yang berlaku secara internasional, dan dijabarkan di jajaran (lokal) agar sesuai dengan kontes budaya dan zaman, merupakan sarana untuk mereformasi materi dan pola pendidikan Kapusin berkharisma. Pedoman ini membantu proses pembentukan saudara Kapusin generasi baru agar berperan aktif dan isnpsiratif di zaman aktualnya. Para saudara yang berpendidikan berlanjut berperan penting untuk menuntun para saudara berpendidikan awal, agar siap latih dan tetap belajar di zaman multikultur, perkembangan teknologi terutama bidang media sosial, serta pola hidup yang berubah dan baru. Injil Kristus yang dihidupi oleh St. Fransiskus adalah dasar pedoman pendidikan Kapusin di atasnya dibangun gagasan berharga dan pola pendidikan yang relevan. St. Fransiskus memesankan agar para saudara menghayati Injil terutama hidup bersaudara dengan love freely given, fidelity to Poverty and obedience to the Church. Pelaku aktif dan inspiratif di zaman aktual adalah pribadi berinegritas, matang dalam 5 dimensi: kharismatis, manusiawi, rohani, intelektual, dan misi. Pribadi yang berintegritas berpengaruh di konteks anthropological pluralism and the digital world (cyber-anthropology). Kekayaan berakar kharisma serta budaya berbeda perlu dipelajari, serta kemajuan bersayap baru dalam wajah teknologi baru khusunya teknologi media sosial, pantas digeluti secara bertanggung jawab. Anggur baru harus ditempatkan dalam kantong kulit baru. Dengan menghidupi dan mengobarkan nyala kharisma kapusin bernew mindset dalam new contexts, para saudara Kapusin generasi baru hidup bersuka cita untuk membangunkan dunia.
EKSISTENSI KAUM TERTAHBIS dalam Perspektif Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan Sihol Situmorang
LOGOS Vol 18 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i1.1177

Abstract

Dalam Gereja Katolik, keberadaan dan peran kaum tertahbis (diakon, imam, uskup) termasuk sesuatu yang sangat essensial dan fundamental. Pemahaman akan eksistensi dan hakikat imamat khusus ini mesti didasarkan pada Kitab Suci, khususnya Perjanjian Baru dalam konteks pelayanan terhadap komunitas Kristen dan karya missioner Gereja yang begitu pesat. Para Bapa Apostolik mulai merefleksikan pendekatan tipologis atas imamat Perjanjian Lama untuk berbicara tentang imamat pelayan Perjanjian Baru. Konsep imamat kaum tertahbis pun semakin bercorak hirarkis. Para Bapa Gereja (Ignasius dari Antiokia, Yohanes Krisostomus, Origenes dan Ambrosius dari Milan) mengajak kaum tertahbis, sebagai alter Christus, untuk menghayati imamat Kristus yang tunggal dan lestari.
PLATONIC DIALOGUE AND GADAMERIAN HERMENEUTICS Albertus Joni
LOGOS Vol 18 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v18i1.1173

Abstract

This paper will elaborate the different Platonic elements of dialogue as philosophical basis for Gadamerian hermeneutical structures. The intersubjective cross-examination found in Plato’s Dialogue shows that the real meaning comes from the real encounters between speakers; or in Gadamer’s term: encounters between text and the reader. For Gadamer, it is always important in this pursuit of meaning and truth that we examine our own prejudice. Cross-examining our own claim of truth and belief is an essential element in Gadamer’s hermeneutics. I argue that we can see how the Platonic model of dialogue is easily aligned with the Gadamerian positive approach towards ‘traditions.’ There is a constant dialogue at work in interpretation, a dialogue between the past and the present, between different traditions and points of view. Dialogue is an important keyword for both Plato and Gadamer in their efforts to their existential quest of wisdom.

Page 1 of 1 | Total Record : 5