cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022" : 6 Documents clear
ANTARA YANG SAKRAL DAN YANG PROFAN PADA MASA KONTAK SOSIAL DIBATASI Yustinus Slamet Antono
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1633

Abstract

Pandemi corona 19 yang berkepanjangan memaksa baik individu maupun masyarakat berada dalam kondisi yang sulit. Semua aspek kehidupan manusia harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Kegiatan-kegiatan baik dalam pekerjaan maupun dalam peribadatan-peribadatan yang melibatkan orang banyak harus dihindari. Interaksi sosial yang biasanya mengandaikan adanya tatap muka terpaksa menggunakan cara lain melalui berbagai media komunikasi baik cetak maupun elektronik. Faktanya, media elektronik yang biasa digunakan oleh masyarakat sebagai sarana bekerja atau hiburan (profan) sekarang digunakan juga sebagai sarana untuk urusan-urusan rohani (sakral) misalnya dalam perayaan ekaristi online. Fakta itu memaksa para akademisi untuk menafsirkan kembali penjelasan yang tegas mengenai batas-batas “yang sakral” dan “yang profan” yang selama ini dikemukakan. Artikel ini merupakan ulasan atas gagasan Emile Durkheim tentang agama dalam kaitannya dengan praktek peribadatan pada masa pandemi.
RELASI PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU MENURUT IRENEUS DARI LYON Sihol Situmorang; Alfandes Lucius Sitohang
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1634

Abstract

Alkitab, Kitab Suci orang Kristen, terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam arti tertentu masing-masing mempunyai otonomi, namun sekaligus memiliki kaitan yang sangat erat dan tidak terpisahkan. Perjanjian Baru tersembunyi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Lama disingkapkan dalam Perjanjian Baru. Kitab-kitab Perjanjian Lama ditampung dan memperoleh serta memperlihatkan maknanya yang penuh dalam Perjanjian Baru. Dari sisi lain, Perjanjian Lama menyinari dan menjelaskan Perjanjian Baru. Ireneus dari Lyon termasuk Bapa Gereja yang memberi kontribusi penting berhadapan dengan kaum heretik pada masa itu dalam menjelaskan relasai yang tak terpisahkan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kedua perjanjian ini mengetengahkan rencaka keselamatan Allah bagi seluruh umat manusia yang terpenuhi dalam diri Yesus Kristus.
MENGENAL DAN MENGHAYATI KEUTAMAAN KETEGUHAN Largus Nadeak
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1635

Abstract

Back to virtue! Seruan ini didengungkan oleh Alasdair MacIntyre agar manusia mengenal kembali keutamaan serta menghayatinya. Gagasan tentang keutamaan sudah dikonsepkan oleh Aristoteles dan Thomas Aquinas dengan baik sebelumnya. Keutamaan keteguhan sebagai keutamaan moral makin aktual dipromosikan sekarang agar manusia tidak mudah berhenti di kenyamanan sesaat dan tidak mengatasi masalah dengan gegabah, tetapi tekun memperjuangkan kebaikan pribadi dan kebahagiaan bersama. Menarik bahwa para pegiat pendidikan berpartisipasi memperkenalkan keteguhan pada anak-didik sejak awal sehingga mereka memiliki kecerdasan emosional yang memadai, serta memiliki daya climber. Orang Kristen sebagai bagian masyarakat hendaknya berpartisipasi memperjuangkan kebaikan dan kebenaran sejati. Jiwa kemartiran menggerakkan semangat keteguhan orang beriman agar berdaya climber, terus berjuang mengikuti teladan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus Sang Climber sejati. Dia terus mendaki sampai mati di puncuk gunung Golgota dan kemudian menganugerahkan kebangkitan kekal bagi orang beriman yang mengikti-Nya dengan setia
KEJAHATAN DAN HUBUNGAN DENGAN ALLAH: Suatu Uraian Deskriptif-Kritis atas Pemikiran Leibniz Antonius Moa; Imanuel Purba
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1636

Abstract

Kejahatan adalah sebuah pengalaman yang universal, sebab dialami oleh semua manusia. Pengalaman kejahatan telah menantang manusia untuk berpikir dan bertanya: apa arti kejahatan, mengapa terjadi kejahatan, dari mana asalnya? Manusia heran dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Leibniz adalah salah seorang yang tertantang untuk merefleksikan pengalaman kejahatan dan penderitan. Ia akhirnya menyatakan bahwa kejahatan sebagai tiadanya sesuatu, sama seperti sebuah lubang yang merupakan hilangnya sesuatu. Leibniz adalah pencipta kata teodice, “pembenaran Allah” terhadap kejahatan. Ia menerangkan bahwa kebaikan Allah tidak bertentangan adanya kejahatan, dan bahwa kebebasan manusia tidak bertentangan dengan kemahakuasaan Allah. Jika dikatakan bahwa Allah adalah sumber segala sesuatu, maka dalam hal ini harus dikatakan bahwa kejahatan tidak bersumber dari Allah karena Allah adalah sumber segala sesuatu yang baik. Oleh karena itu kejahatan tidak dapat menjadi argumen untuk menyangkal Allah, atau juga menjadi landasan untuk tidak mempercayai Allah yang Mahabaik dan Mahakuasa.
PERUNTUKAN DAN SUMBER HARTA BENDA GEREJA: Acuan Pada Keuskupan Agung Medan Asrot Purba; Junius Sihombing
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1637

Abstract

Kata “harta benda” sangat sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Manusia tidak dapat lepas dari harta benda. Sebagai institusi yang berada di dalam dunia, Gereja juga membutuhkan harta benda. Bagaimana harta benda itu dikelola oleh Gereja? Permasalahan yang kadang timbul di lapangan ialah para pengelola harta benda Gereja menyimpang dari pedoman Kitab Hukum Kanonik (KHK) 1983. Tulisan ini hendak meluruskan penyimpangan itu dengan memberikan penjelasan mengenai peruntukan harta benda, dengan acuan pada Gereja Keuskupan Agung Medan (KAM).
TERIMALAH SATU AKAN YANG LAIN: Pendekatan Filosofis dan Teologis atas Otherness Gonti Simanullang
LOGOS Vol. 19 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/logos.v19i1.1640

Abstract

Tolerance and the golden rule are taught by the world's religions, including the religions in Indonesia. The practice of tolerance and of the golden rule in multicultural Indonesian society is a real experience that needs to be improved. From the philosophical and theological point of view otherness must be accepted, recognized, appreciated, and enriched for the sake of a beautiful and peaceful common life in this world. In this article, the beauty of otherness is explored. The exploration tells us it is urgent to constantly promote the golden rule among adherents of different religions in Indonesia and the need for Catholics in Indonesia to be more precise in making real the adage 100% Catholic and 100% Indonesian.

Page 1 of 1 | Total Record : 6