cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
ISSN : 16931475     EISSN : 25499777     DOI : doi.org/10.24114/jik
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ini di kelola oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan. Jurnal memuat tentang hasil penelitian dan hasil kajian teori dalam bidang Olahraga.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN" : 8 Documents clear
Staf Edukatif di Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed Tuhadi Tuhadi
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9709

Abstract

Kebugaran jasmani adalah kualitas seseorang untuk melakukan akivitas sesuai pekerjaanya secara optimal tanpa menimbulkan problem kesehatan dan kelelahan berlebihan. Untuk mendapatkan kebugaran yang memadai diperlukan perencanaan sistematis melalui pemahaman pola hidup sehat bagi setiap lapisan masyarakat, meliputi tiga upaya bugar yaitu makan, istirahat dan olahraga. Banyak sekali jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tubuh yang bugar, salah satunya menggunakan program latihan beban (weight training). Latihan beban (weight training) dapat membantu tubuh kita mendapatkan kebugaran dengan catatan diakukan teratur dan sesuai program latihan yang dianjurkan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, MENYONSONG INDUSTRI OLAHRAGA Puji Ratno
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9703

Abstract

Industri olahraga sebagai puncak pencapaian puncak kegiatan olahraga. Pencapaian ini akan dapat dilalui hanya dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Perlunya peningkatan partisipasi masyarakat pada pengembangan olahraga melalui suatu pemberdayaan (empowerment) yang tersturktur dan teratur. Kenyataan bahwa partisipasi masyarakat Indonesia terhadap olahraga ditunjukkan dengan tingginya minat masyarakat dalam berolahraga dan beraktivitas jasmani. Partisipasi aktif dan teratur itu terbentuk berdasarkan kecintaan terhadap olahraga yang kemudian melekat sebagai bagian dari cara hidup dan budaya. Memberdayakan masyarakat dalam pengembangan industri olahraga bukan merupakan hal mudah, tetapi hal ini dapat dilakukan dengan melihat kebutuhan dan keadaan lingkungan dimana industri olahraga akan dikembangkan. Kekuatan (power), sumber daya (Resources), dan kolaborasi (collaboration) merupakan tiga kunci keberhasilan dalam pemberdayaan. Partisipasi aktif masyarakat dalam olahraga merupakan kekuatan yang dapat memacu peningkatan sumber daya sehingga dibutuhkan kolaborasi dari seleuh elemen masyarakat untuk pengembangan olahraga sebagai sebuah industri. Tercapainya industri olahraga yang dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat.
MENTAL JUARA ATLET BERPRESTASI (STUDI KASUS PROFIL MENTAL JUARA MARDI LESTARI SEBAGAI PELARI TERCEPAT ASIA DEKADE 1986-1996) Rima Mediyana Sari
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9710

Abstract

Mardi Lestari adalah salah satu atlet kebanggaan di Indonesia yang merupakan pelari tercepat di Asia dekade 1986-1996. Dari lintasan atletik bertaraf lokal, akhirnya Mardi Lestari berhasil melanglang buana di tingkat Internasional berpacu dengan pelari-pelari papan atas dunia. Berdasarkan pengamatan secara antropometrik, Mardi Lestari memiliki postur tubuh yang tidak memenuhi kriteria ideal sebagai sprinter. Dengan tinggi badan 165 cm Mardi Lestari mampu mencapai prestasi yang sangat gemilang dan mampu bersaing dengan atlet-atlet ternama tingkat Internasional. Seorang sprinter harus memiliki mental juara yang tangguh untuk menghadapi lawan, serta situasi dalam perlombaan.  dilakukan kepada Mardi Lestari dengan menggunakan paradigma dan metode kualitatif, untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. Secara khusus  kualitatif  ini menggunakan rancangan  Studi Kasus-Life History. Empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (confirmability). Derajat kepercayaan dengan menggunakan Triangulasi data kepada informan yang dianggap dekat dengan Mardi Lestari. Analisis dalam  ini dilaksanakan dalam empat tahap, yaitu; (1) tahap pengumpulan data, (2) tahap reduksi data, (3) tahap penyajian data, (4) tahap penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil  menunjukkan bahwa profil mental juara Mardi Lestari sebagai pelari tercepat Asia dekade 1986-1996 mencakup beberapa aspek diantaranya: impian, bakat, kemauan tinggi, keyakinan diri dan kepercayaan diri, motivasi (intrinsik dan ekstrinsik), dan komunikasi dengan pelatih.  
PERANAN OLAHRAGA TERHADAP KAPASITAS KARDIORESPIRASI Eva Faridah
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9705

Abstract

Fisik merupakan sarana untuk melakukan aktivitas di dalamnya terjadi proses biologis dan proses psikologis yang menghasilkan atau menimbulkan aktivitas berupa gerakan tubuh, pemikiran emosi dan perasaan serta berkomonikasi dengan sesama manusia. Penurunan kapasitas fungsi organ-organ tubuh manusia terutama sekali disebabkan oleh menurunnya daya tahan kardiorespirasi sebagai akibat menurunnya fungsi jantung dan paru-paru yang merupakan organ vital untuk menggerakkan seluruh system yang terdapat dalam tubuh manusia. Penurunan ini terjadi sejalan dengan pertambahan usia setelah mencapai puncak yaitu kira-kira umur 20 – 30 tahun. Kemajuan teknologi juga merupakan faktor yang dapat mempercepat terjadinya proses penurunan kapasitas kardiorespirasi. Mengetahui dasar-dasar menurunnya kapasitas fungsi organ-organ dari segi biologis, maka kita akan dapat menyiapkan diri masing-masing dengan melakukan olahraga yang teratur sesuai dengan takaran, sehingga proses tersebut dapat dikurangi semaksimal mungkin agar tetap segar, sehat dan luwes dalam penampilan.
PENILAIAN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SEKOLAH Hariadi Hariadi
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9711

Abstract

Dengan diberlakukannya kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 maka aspek penilaian merupakan aspek yang esensial dalam pembelajaran. Penilaian tidak saja berorientasi pada hasil belajar tetapi juga pada input dan proses. Dengan demikian melalui penilaian guru dapat menjadi masukan apakah pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan berhasil dengan baik. Oleh karena itu dalam delapan standar nasional pendidikan, penilaian termasuk salah satu aspek yang diwajibkan penrapannya. enilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Mengingat penilaian dan pembelajaran adalah merupakan dua hal yang saling berkaitan, maka penilaian merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran. Penilaian otentik merupakan salah satu bentuk penilaian yang dapat dipergunakan untuk kepentingan tersebut karena menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap) dalam prosesnya. Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan pada apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjasorkes).  
OLAHRAGA KESEHATAN TENAGA DALAM Benny Subadiman
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9706

Abstract

Olahraga pernapasan atau olah tenaga dalam  terdiri dari. Olahgerak yang berarti pelatihan system saraf otot termasuk otot-otot pernafasan yang harus disertai konsentrasi pelatihan system saraf pusat. Pelatihan otot terjadi pada setiap gerak otot yang teratur akan tetapi pelatihan saraf hanya dapat terjadi melalaui pengendalian nafas. Saraf dan otot merupakan penghasil listrik terbesar dalam tubuh. Selain untuk kesehatan melatih tenaga dalam hakikanya adalah membuat dirinya menjadi seorang yang mampu menghasilkan daya elekto magnet yang besar dan mampum menjadi teknokrat dalam pemamfaatan listrik dan magnet tubuhnya.
PENANGANAN PROKRASTINASI DALAM MENULIS SKRIPSI Doris Apriani Ritonga
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9712

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah mengungkapkan penanganan yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka keterlambatan dalam menyelesaikan studi yang disebabkan perilaku prokrastinasi dalam menulis skripsi. Penanganan yang tepat diharapkan dapat dilakukan jika pemahaman juga tepat dalam menelaah prokrastinasi yang dilakukan mahasiswa dalam menulis skripsi. Pentingnya pemahaman terhadap prokrastinasi dalam menulis skripsi mendorong dilakukannya eksplorasi yang meliputi pengertian prokrastinasi, faktor penyebab dan penghubung prokrastinasi, teori-teori prokrastinasi, dan penanganan prokrastinasi.
Outbound Training, Management Training Sport Sabar Surbakti
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 12, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v12i2.9708

Abstract

Olahraga rekreasi adalah sebuah kegiatan yang di dalamnya terkandung unsur-unsur atau nilai-nilai aktifitas olahraga yang dilakukan di pada tempat tertentu dengan tujuan mendapatkan suatu kepuasan tersendiri, tanpa ada rasa beban. Seperti mendaki gunung, bermain arung jeram, bersepeda gunung, bermain bola di pantai, selancar, dan masih banyak lagi. Outbound Training dapat diartikan sebagai metode pelatihan dalam rangka untuk mengembangkan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan seseorang. Outbound Training biasanya dilakukan di alam terbuka dengan mensimulasikan beberapa permainan outbound (Outbound Games) yang menarik. Manajemen adalah segenap aktifitas untuk mengerahkan sekelompok manusia dan menggerakkan segala fasilitas dalam suatu usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan. Sedangkan manajemen olahraga adalah suatu pendayagunaan dari fungsi-fungsi manajemen terutama dalam konteks organisasi yang memiliki tujuan utama untuk menyediakan aktifitas, produk, dan layanan olahraga atau kebugaran jasmani.

Page 1 of 1 | Total Record : 8