cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
ISSN : 16931475     EISSN : 25499777     DOI : doi.org/10.24114/jik
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ini di kelola oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan. Jurnal memuat tentang hasil penelitian dan hasil kajian teori dalam bidang Olahraga.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
PERBANDINGAN PEREMPUAN DALAM OLAHRAGA DI INDONESIA DENGAN NEGARA COLOMBIA Raswin Raswin
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6111

Abstract

Olahraga perempuan termasuk kompetisi amatir dan profesional di hampir semua olahraga dan Negara di Dunia. Partisipasi perempuan dalam olahraga meningkat secara dramatis pada abad kedua puluh, terutama pada kuartal terakhir, yang mencerminkan perubahan dalam masyarakat modern yang menekankan kesetaraan gender. Diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia menyebabkan sempitnya kesempatan mereka untuk berperan di masyarakat. Dilain pihak pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen bersama masyarakat internasional untuk mengatasi aneka diskriminasi tersebut dengan ikut serta meratifikasi konvensi penghapusan semua bentuk diskriminasi terhadap perempuan atau CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) pada tahun 1975 di markas besar PBB. Padahal sebagai payung hukum baik CEDAW maupun UU RI no 7 tahun 1984 harus mampu melindungi perempuan dalam berbagai aktivitasnya. Namun isi konvensi dan Undang-Undang tersebut belum sepenuhnya diwujudkan, hingga berhasil mendudukkan perempuan setara dengan kaum laki-laki. Di Kolombia, kehadiran perempuan dalam sepakbola telah tidak diterima oleh pemimpin olahraga khususnya, maupun oleh penonton pada umumnya. Hal ini dianggap sebagai sebuah 'lelucon motif' dimana wanita mencoba untuk meniru laki-laki, dan bahwa, dari perspektif teknik, taktik, strategi, kapasitas dan kemampuan, mereka akan pernah mencapai tingkat yang sama sesuai dengan bukti-bukti yang diberikan oleh penelitian peduli dengan kemampuan motorik dan jenis kelamin.
MENINGKATKAN KESEHATAN ANAK DAN SADAR LINGKUNGAN MELALUI KEGIATAN KEPRAMUKAAN Nurhayati Simatupang
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6107

Abstract

Lingkungan alam menyediakan berbagai fasilitas yang dapat diberdayakan dan dimanfaatkan oleh manusia, antara lain sebagai sarana rekreasi dan bermain. Permainan dalam kegiatan kepramukaan yang diprogram dan disusun sesuai dengan peruntukannya, merupakan salah satu alternative yang dapat digunakan untuk menumbuhkan perilaku sadar lingkungan dan dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan anak. Permainan yang memberdayakan lingkungan alam sebagai saran bermain, diharapkan dapat menggugah kecintaan anak pada alam semesta, menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan, dan memiliki pemahaman bahwa lingkungan merupakan tempat mereka tinggal yang harus dilestarikan keberlanjutannya. Selain itu aktivitas gerak fisik yang dilakukan secara benar, akan meningkatkan kebugaran jasmani anak sehingga akan membangun kesehatan anak yang akan bermanfaat untuk menghindarkan anak dari rentan kesakitan dimasa mendatang.
LATIHAN OLAHRAGA DALAM PERMAINAN TRADISIONAL Muhammad Ishak
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6113

Abstract

Saat ini segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang praktis. Manusia sudah sangat dimanjakan oleh perkembangan teknologi yang dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah, yang pada akhirnya mengurangi kerja fisik manusia. Anak juga juga mulai kehilangan aktivitas fisiknya, hampir seluruh anak sangat suka dengan permainan game online dan sejenisnya, yang dengan memainkan permainan itu maka kebutuhan anak akan kegiatan bermain sudah terpenuhi. Padahal ada sisi lain yang tidak didapatkan dari memainkan permainan games online tersebut. Permainan tradisional pun ini perlahan tapi pasti ditinggalkan. Bahkan, anak-anak banyak yang tidak tahu beragam permainan tradisional yang dulu diwarisan turun menurun yang sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Padahal dalam permainan tradisional banyak nilai-nilai terandung didalamnya seperti kejujuran, kerjasama, kepemimpinan, disiplin, dan lain sebagainya. Nilai -nilai karakter inilah yang sangat dibutuhkan oleh anak,untuk kemudian menjadi karakter yang melekat sampai mereka dewasa. Disamping itu manfaat lain yang tidak kalah penting dari permainan tradisional adalah untuk mengembangkan kemampuan fisik anak. Permainan tradisional yang dilakukan oleh anak secara langsung berpengaruh terhadap keterampilan motorik anak. Secara tidak langsung anak sudah mulai melakukan aktivitas latihan olahraga yang bersumber dari permainan tradisional.
PEMBELAJARAN OUT BOUND DI PONDOK PESANTREN Puji Ratno; Suryadi Damanik; Zen Fadli
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6108

Abstract

Outbound adalah kegiatan di alam terbuka. Outbound juga dapat memacu semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang. Out bound dipandang perlu untuk pengembangan model pembinaan siswa yang sistematik dan berkelanjutan. Melalui kegiatan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang akan dilaksanakan pada pondok pesantren tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan tentang model pembelajaran yang dapat memunbuh kembangkan karakter siswa dengan out bound training. Kegiatan ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan pengetahuan mitra tentang out bound training yang berguna dalam rangka pembentukan karakter siswa. 2) menyediakan fasilitas Out bound bagi pondok pesantren mitra, 3), melatih mitra untuk dapat menggunakan dan dapat membuat program out bound secara mandiri. 4) menjadikan program out training sebagai usaha baru bagi mitar IbM. Hasil yang diharapkan dalam kegiatan IbM adalah berkembangnya tim mitra dengan meningkatnya kemampuan dalam program out bound training dan dapat menjadi contoh bagi pondok pesantren yang lain dalam hal pengembangan usaha. Dan mampu meningkatkan partisipasi dosen dalam dan mahasiswa UNIMED dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dari kegiatan IbM adalah, pelatihan, penyediaan fasilitas, dan pemberdayaan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut : 1) tahap persiapan perancangan fasilitas Out Bound; 2) tahap assesment; 3) tahap perencanaan program; 4) tahap performulasi rencana aksi; 5) tahap pelaksanaan program kegiatan; 6) tahap evaluasi.
MEMBENTUK KARAKTER ANAK DENGAN OLAHRAGA TRADISIONAL Zen Fadli
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6114

Abstract

Kecanggihan teknologi saat telah membawa banyak perubahan yang sangat masif bagi kehidupan manusia. Kecanggihan teknologi juga berdampak pada pola kehidupan anak masa kini, dimana mereka saat ini lebih senang bermain game sebagai salah satu kegiatan setelah mereka sekolah, dengan menyuguhkan game yang praktis dan membuat ketagihan serta bagi orang tua dijadikan alternative untuk dapat menenangkan anak ketika mereka rewel juga sebagai pengukur tingkat sosialita anak. Seperti game online, playstation, ninetendo, hingga gadget yang makin popular dikalangan anak-anak dan orang tua. Permainan tersebut tanpa disadari dapat menjadikan anak pribadi yang tertutup dan tidak peka terhadap lingkungan sekitar hingga menjadikan dia seorang yang individualis. Olahraga tradisional dapat membentuk karakter seperti disiplin, kerja sama,tanggung jawab, kepemimpinan, menghargai orang lain, percaya diri, dan jujur
DIABETES MILITUS DAN OLAHRAGA Eva Faridah
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6110

Abstract

Diabetes Militus adalah suatu penyakit metabolik dengan kadar gula di darah yang berlebih yang disebabkan oleh kerusakan (defek) pada pengeluaran hormon insulin, defek pada kerja insulin atau dua-duanya. Kadar gula berlebih yang kronis ini akan menyebabkan kerusakaan jangka-panjang, hilangnya fungsi bahkan gagalnya berbagai macam organ terutama mata, syaraf, ginjal, pembuluh darah koroner jantung dan banyak lagi. Pada prinsipnya, olahraga bagi penderita diabetes tidak berbeda dengan orang sehat, juga antara penderita baru ataupun lama. Olahraga ini terutama untuk membakar kalori tubuh, sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi.  Dengan demikian kadar gula bisa turun. Penderita diabetes yang telah lama dikhawatirkan bisa mengalami arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Namun, dengan berolahraga timbunan kolesterol di pembuluh darah akan berkurang, sehingga risiko terkena penyakit jantung juga menurun.
PEMBELAJARAN KIHON DALAM OLAHRAGA BELADIRI KARATE Pangondian Hotliber Purba
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6115

Abstract

Keberadaan sarana kompetisi olahraga  beladiri karate pencetak karakter dan moral, sangat pesat karena dengan filosofi belajar karate sejak dini akan mendukung pertumbuhan fisik dan moral anak yang baik. Filosofi karate adalah mendidik anak patuh dan memiliki kejujuran yang tinggi, berjiwa sportif, memiliki dorongan untuk mempertinggi berprestasi dan penguasaan diri. Selain itu memelihara kepribadian dan sopan santun, serta terjadinya pembentukan manusia sejati. Berbekal ilmu olahraga bela diri karate akan mendidik generasi muda usia menjadi calon pemimpin bangsa pada masa datang.Kihon adalah merupakan latihan dasar karate yang meliputi teknik kuda-kuda (Dachi), tangkisan (Uke) tendangan (Geri), pukulan (Tsuki) , tendangan (Geri), dan semua gerakan tubuh yang digunakan dalam kata dan kumite. Tujuan utama melatih kihon yaitu memperoleh pemahaman tentang bagaimana tubuh bergerak untuk menghasilkan daya sebanyak mungkin dengan upaya yang minimal. Kuasa ini kemudian diterapkan pada berbagai defensif dan menyinggung teknik yang digunakan dalam kata dan kumite.
MODIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SEKOLAH DASAR Iwan Saputra
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v14i2.6112

Abstract

Proses pembelajaran pendidikan jasmani mengenai atletik yang belum menarik minat siswa unutk mempelajarinya lebih dalam dapat ditanggulangi dengan media modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani. Media modifikasi disini yakni memodifikasi proses pembelajaran atletik yang tasdinya monoton menjadi lebih menarik dengan mengemas materi pembelajaran atletik yang berupa berjalan, berlari, melompat, dan melempar kedalam permainan, agar setiap siswa aktif dan antusias melakukan setiap gerakan dan berusaha untuk memenangkan setiap permainan yang diadakan. Pemebelajaran dengan metode bermain merupakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar

Page 1 of 1 | Total Record : 8