cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017)" : 10 Documents clear
ANALISA STABILITAS LERENG BADAN JALAN TERHADAP LONGSOR DENGAN METODE FINITE ELEMENT (FEM) PADA RUAS JALAN MUARA ENIM – LAHAT – TEBING TINGGI Norma Puspita
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.32 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.55

Abstract

Longsor pada badan jalan pada wilayah dengan topografi pegunungan disebabkan oleh menurunnya kuat geser tanah akibat adanya rembesan dalam tanah dan peningkatan tegangan tanah yang ditimbulkan oleh meningkatnya beban lalu lintas. Analisa pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar faktor keamanan pada kondisi eksisiting dan metode perkuatan lereng yang harus digunakan untuk mencegah terjadinya longsor pada badan jalan di ruas jalan Muara Enim – Lahat. Analisa stabilitas lereng menggunakan metode elemen hingga Plaxis dengan pemodelan keruntuhan Mohr, yang disebut dengan analisa Phi-c reduction. Berdasarkan hasil analisa stabilitas lereng pada kondisi eksisting di 3 lokasi yaitu KM 165+200, KM 190+900, dan KM 197+770 menunjukkan faktor keamanan mendekati kondisi kritis berturut – turut sebesar 1.019, 1.026, dan 1.075. Faktor keamanan tersebut jika terjadi penambahan beban lalu lintas dan rembesan akan menyebabkan kondisi lereng menjadi kritis dan terjadi longsong. Sehingga harus dilakukan perkuatan pada lereng. Hasil analisa stabilitas lereng setelah perkuatan sheet pile dan bored pile menunjukkan bahwa terjadi kenaikan faktor keamanan berturut – turut sebesar 1.332, 1.424, dan 1.231. Kata Kunci: FEM, Plaxis, Lereng, Jalan,
ANALISA KARAKTERISTIK BANGKITAN PERGERAKAN DI PERUMAHAN SUKATANI - PALEMBANG Ramadhani Ramadhani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.497 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.59

Abstract

Transportasi merupakan jangkauan lokasi dari kegiatan yang produktif, dan pergerakan barang-barang dan pelayanan yang tersedia untuk dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa karakteristik bangkitan pergerakan keluarga dan untuk mendapatkan model bangkitan pergerakan keluarga di Kawasan Sukatani yang memiliki tipe perumahan 45. Metode yang dalam penelitian ini adalah survei langsung kelokasi penelitian, dan pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer melalui metode survei home interview dan data sekunder merupakan data survei. Hasil penelitian diketahui bahwa uji korelasi data melalui penggabungan antara variabel terikat dengan 1 varibel bebas, 2 variabel bebas, 3 varibel bebas dan 4 varibel bebas didapatkan 5 persamaan regresi. Dari 5 persamaan yang ada, diperoleh 1 persamaan terbaik digunakan sebagai model bangkitan perjalanan. Dari persamaan hubungan diatas, tingkat pengaruh hubungan dipengaruhi oleh variabel terhitung sebesar 77, 90 % sedangkan 22,10 % dipengaruhi oleh variabel lain. Keywords: Pemodelan, Bangkitan, Peumahan
KATEGORI DESAIN SEISMIK WILAYAH KOTA PALEMBANG BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 DENGAN MENGGUNAKAN PETA HAZARD GEMPA INDONESIA 2010 sapta sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.528 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.54

Abstract

Seismic Design category described the Risk level of Seismicity are used as the basis for the selection of the Moment Frame Structure that will be used in the implementation of the design of structures that use the SNI 03-2847-2013. KDS in SNI 03-1726-2012, classified into three levels respectively, namely; Low (SDC A and B), intermediate (SDC C) and high (SDC D, E and F). Classification of SDC are determined based on the values of the SDS and the SD1 is the spectral response acceleration parameter design on a short period and a period of 1,00 second. The value of the SDS and the SD1 is determined the condition of soil density (soft, medium or hard) on the regions reviewed. From the results of the analysis performed using data on Earthquake Hazard Map 2010 by using application designs spectra and on the website of http://puskim.pu.go.id obtained the value soil for SDS Badger, medium and hard respectively worth 0.43; 0.278; 0.209 SD1 and 0.361; 0.234; 0.179, so it can be inferred that the Palembang area with a high level of risk, namely KDS D, which in the planning of the structure requires using the structure of Special Moment Frame (SRPMK) which refers to the SNI 03-2847-2013. Key words: Seismic Design category (SDC), Map of the earthquake area, Moment Frame
ANALISA PERHITUNGAN DAYA TAMPUNG KOLAM RETENSI IBA EXISTING TERHADAP DEBIT RENCANA DENGAN APLIKASI SOFTWARE DUFLOW robi sahbar; Pujiono T
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.163 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.64

Abstract

Kolam retensi IBA adalah salah satu kolam penampungan air hujan dari saluran dalam waktu tertentu yang ada di kota Palembang. Kemampuan daya tampung kolam retensi dalam menampung limpasan air hujan di sekitar lokasi dan tidak maksimalnya pengaturan pintu air sangat mempengaruhi terjadinya banjir/ genangan. Kolam retensi IBA mempunyai luas + 12.270 m2 (1,227 Ha), dengan kedalaman rata-rata 1.44 m dan kedalaman muka air batas banjir 1,13 m, sedangkan muka air normal setinggi 0,88 m. Analisa perhitungan daya tampung kolam retensi IBA existing menggunakan data curah hujan maksimum pada stasiun terdekat (BMKG Kenten, BMKG Sultan Mahmud Badarudnin II dan BMKG Tridinanti). Perkiraan hujan rencana dilakukan dengan analisis frekwensi dengan periode kala ulang,2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun terhadap data curah hujan maksimum tahunan (annual series). Metode distribusi frekuensi dengan menggunakan Distribusi Normal, Distribusi Pearson Tipe III, Distribusi Log Person Type III dan Distribusi Gumbel. Untuk menghitung debit rencana (volume persatuan waktu) yang masuk kekolam retensi dengan menggunakan Aplikasi Software Duflow. dengan membandingkan debit yang masuk pada pintu inlet dapat diketahui apakah kolam retensi IBA masih mampu menampung limpasan air hujan dengan cathment area yang ada, selain itu dapat diketahui batas waktu (jam) kolam retensi IBAmenampung limpasan air hujan sampai terjadinya banjir. Kata Kunci : Kolam Retensi, Duflow, Daya Tampung, Debit, Volume dan Waktu
ANALISA PENGARUH VARIASI KATALIS BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 PADA PROSES KARBURASI BAJA KARBON SEDANG DENGAN PENDINGINAN TUNGGAL Reny Afriany; Asmadi Asmadi; Siti Zahara Nuryanti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.57 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.57

Abstract

Proses karburasi adalah proses perlakuan panas yang bertujuan untuk mendifusikan unsur karbon ke dalam logam khususnya pada bagian permukaan logam sehingga kekerasan permukaan logam meningkat. Pada penelitian ini logam yang digunakan adalah baja karbon sedang dengan paduan rendah AISI 4340 berbentuk silinder berdiameter 20 mm yang dikarburasi menggunakan arang batok kelapa dengan variasi campuran BaCO3, NaCO3 dan CaCO3 sebagai katalis sebanyak 30% pada temperatur 950⁰C selama 5 jam dan dilanjutkan dengan proses pendinginan cepat dengan oli SAE 20. Kemudian dilakukan pengujian kekerasan vickers sesuai ASTM E 384 dan foto struktur mikro. Hasil pengujian kekerasan rata-rata raw material adalah 615,8 HV. Sedangkan nilai kekerasan rata-rata spesimen karburasi dengan katalis BaCO3 adalah 1018,7 HV, spesimen dengan katalis NaCO3 adalah 972,9 HV dan dengan katalis CaCO3 adalah 708,2 HV. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan tertinggi didapat dari penggunaan katalis BaCO3. Kata Kunci: karburasi, pendinginan tunggal, baja AISI 4340
STUDI PENGARUH PENGGUNAAN BATERAI PADA KARAKTERISTIK PEMBANGKITAN DAYA SOLAR CELL 50 WP Ambo Intang
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.885 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.63

Abstract

Energi matahari bisa langsung dikonversi menjadi energi listrik dengan teknologi photo voltaik yang dirangkai secara seri dan paralel dalam bentuk sel-sel semi konduktor sehingga disebut sel surya. Pada penelitian yang perlu ditingkatkan adalah tingkat efisiensi dari sel surya itu sendiri terhadap daya maksimum yang mampu dihasilkan dari sel surya yaitu dengan melakukan studi perbandingan tingkat daya yang mampu dihasilakan sel surya 50 WP tanpa baterai dan dengan beban baterai pada perubahan posisi sel surya terhadap posisi matahari per jam pada salah satu rumah warga di daerah Sungsang Sumatera Selatan selama 3 hari, dimana daerah tersebut terletak dimuara sungai musi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daya harian yang dapat dihasilkan dan dimanfaatkan setelah pembebanan baterai. Efisisensi solar sel yang bisa dicapai pada penelitian ini masih rendah sehingga pengaruh flux matahari terhadap karakteristik pembangkitan daya listrik pada beban resistensi yang bervariasi tidak begitu terlihat terutama pada pengujian yang menggunakan beban baterai. Kata kunci : Fluk, Karakteristik Daya, Beban Baterai, Efisiensi
PENGARUH PUTARAN PISAU TERHADAP KAPASITAS DAN HASIL PERAJANGAN PADA ALAT PERAJANG SINGKONG Sukadi Sukadi; Novarini Novarini
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.586 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.53

Abstract

Kecepatan putaran pisau dalam proses perajangan memiliki pengaruh terhadap hasil perajangan keripik singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kecepatan putaran pisau pada alat perajang singkong yang tepat agar ketebalan hasil perajangan singkong homogen dan didapatkan kapasitas maksimal. Penlitian ini menggunakan mesin hasil rancang berdimensi 600 mm x 455mm x 505 mm, beban pendorong umpan 900 gram di Bengkel Mesin Politeknik Jambi. Data yang diambil adalah ketebalan dan waktu hasil perajangan dengan menggunakan putaran pisau 310 rpm,363 rpm dan 390 rpm. Dari penelitian didapatkan ketebalan hasil perajangan untuk semua beban homogen yaitu 1 mm, sedangkan untuk putaan piasau 310 rpm, 363 rpm, 390 rpm, masing-masing kapasitas 123,28 kg/jam, 127,05 kg/jam dan 156,97kg/jam. Disimpulkan bahwa perajangan yang tepat guna mendapatkan hasil yang homogen dan kapasitas yang paling maksimal menggunakan putaran pisau 390 rpm. Kata kunci: putaran pisau,kapasitas, perajangan singkong
ANALISA KETAHANAN KEKERASAN ANTARA TABUNG GAS ELPIJI BESAR DAN TABUNG GAS ELPIJI KECIL Rita Djunaidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.028 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.61

Abstract

Baja karbon rendah dan aluminium banyak digunakan didalam industri dan keperluan sehari – hari.Hal ini karena sifat dari logam – logam tersebut mempunyai sifat fisik dan mekanik relatif baik. Baja karbon yang mempunyai sifat keuletan dan kekuatan yang baik karena kandungan karbon yang dimiliki relatif rendah salah satunya adalah baja tipe JIS G 4051 S 22 C yang digunakan untuk pembuatan tabung baja LPG. Jenis baja ini dapat ditingkatkan kekuatan dan kekerasannya dengan proses perlakuan panas pengerasan (hardening) pada suhu 900°C ditahan dalam waktu 15 menit, diikuti dengan proses pendinginan di dalam air, selanjutnya diikuti dengan proses penemparan pada suhu 200°C ditahan selama 15 menit. Paduan aluminium, dilakukan proses Solution Heat Treatment pada 545°C selama 45 menit lalu pencelupan dan terakhir penuaian buatan pada 160°C selama 120 menit. Kekerasan tabung Aluminium sebelum perlakuan panas bagian atas, tengah dan bawah adalah : 70, 71 dan 72 HV dan sesudah perlakuan panas bagian atas, tengah dan bawah adalah : 264, 73 dan 72 mempunyai nilai kekerasan yang hampir sama. Kekerasan tabung baja karbon rendah sebelum perlakuan panas pada bagian atas, tengah dan bawah adalah : 167, 152 dan 150 HV. Sesudah perlakuan panas kekerasan menjadi naik pada tabung bagian atas, tengah dan bawah masing – masing adalah : 436, 345, dan 344 HV. Kata kunci : perlakuan panas, Solution Heat Treatment, Pemuaian Buatan
PENGARUH KELEMBABAN FLUKS ELEKTRODA E 6013 LAS SMAW PADA KEKUATAN SAMBUNGAN TUMPUL BAJA PADUAN BERKEKUATAN TARIK TINGGI AISI 4340 Bahrul Ilmi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.438 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.56

Abstract

Pada artikel ini, dilakukan penelitian terhadap kekuatan tarik sambungan pada baja paduan berkekuatan tarik tinggi AISI 4340 dengan metode pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) menggunakan elektroda E 6013 dengan kondisi fluks normal tanpa perlakuan, dengan kondisi fluks yang dikeringkan terlebih dahulu dalam oven pemanas pada temperatur 135 derajat Celcius selama 1 jam sesaat sebelum digunakan, dan dengan kondisi fluks yang dibasahi dengan air. Material disambung dengan bentuk kampuh V dengan sudut 60 derajat. Spesimen pengujian tarik dibuat berdasarkan standar JIS Z3121. Dari hasil pengujian yang dilakukan didapat kekuatan tarik spesimen dengan kondisi fluks normal sebesar 45,33 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 19,44 kgf/mm2, kekuatan tarik spesimen dengan kondisi fluks yang dikeringkan sebesar 49,64 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 21,76 kgf/mm2, kekuatan tarik spesimen dengan kondisi basah sebesar 40,79 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 17,79 kgf/mm2. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelembaban fluks elektroda E 6013 pada las SMAW sangat berpengaruh pada hasil pengelasan dan kekuatan sambungan las baja AISI 4340. Kata Kunci: kelembaban fluks E 6013, las SMAW, baja AISI 4340
PERHITUNGAN BIAYA PENGELASAN TERHADAP KETEBALAN PELAT DAN JENIS SAMBUNGAN LAS di PT. “B” Tarmizi Husni
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.129 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.62

Abstract

Dalam proses produksi manufaktur proses pengelasan merupakan proses yang sangat pital untuk menyambung dua buah logam. Dalam penentuan harga jual produk secara konvensional biasanya ditentukan berdasarkan pada berat benda tersebut. Untuk memperkirakan besarnya biaya pengelasan, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain; jenis logam yang akan dipergunakan dalam pengelasan, jenis dari sambungan las yang akan dipakai, ketebalan dari bahan yang akan di las, kecepatan leleh dari elektroda pengelasan serta posisi dari proses pengelasan. Penelitian ini menggunakan variasi terhadap ketebalan plat dan sambungan las kemudian dihitung besarnya biaya dalam proses pengelasan tersebut. Untuk menentukan besarnya biaya tersebut dipergunakan metode penelitian waktu, sehingga biaya-biaya yang akan terakumulasi dalam penelitian ini terdiri dari biaya elektroda, biaya peralatan, biaya listrik dan biaya tenaga kerja. Dari hasil analisa yang dilakukan dalam penelitian ini didapat bahwa dalam proses pengelasan biaya yang besar diserap oleh biaya elektroda, kemudian biaya terbesar dari jenis sambungan las adalah dalam melakukan pengelasan dengan sambungan las lurus serta posisi pengelasan secara vertikal memberikan biaya paling besar. Kata Kunci : Biaya, Pengelasan SMAW, Sambungan Las, Deposit

Page 1 of 1 | Total Record : 10