cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung" : 5 Documents clear
Gambaran Asupan Gluten dan Kasein pada Anak Penderita Autis Khoirunnisa Lutfia
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v10i2.118

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) salah satu terapi dietnya yaitu bebas gluten bebas kasein atau yang biasa disebut Gluten Free Casein Free (GFCF). Gluten dan kasein dapat meningkatkan gangguan perilaku pada anak autis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asupan gluten dan kasein pada anak penderita autis. Desain penelitian cross sectional dengan jenis penelitian deskriptif. Data identitas diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Data asupan gluten dan kasein diperoleh melalui wawancara menggunakan metode FFQ. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 47,4% (9 orang) anak autis memiliki frekuensi asupan gluten tinggi yaitu 3 kali per minggu, 1 kali per hari, dan > 1 kali per hari dan 52,6% (10 orang) memiliki frekuensi asupan gluten rendah yaitu tidak pernah dan 1-2 kali per minggu. Sebanyak 42,1% (8 orang) anak autis memiliki frekuensi asupan kasein tinggi yaitu 3 kali per minggu, 1 kali per hari, dan > 1 kali per hari dan 57,9% (11 orang) memiliki frekuensi asupan kasein rendah yaitu tidak pernah dan 1-2 kali per minggu. Sebanyak 53,6% (10 orang) anak autis memiliki frekuensi asupan makanan mengandung gluten kasein tinggi yaitu 3 kali per minggu, 1 kali per hari, dan > 1 kali per hari dan 57,9% (11 orang) memiliki frekuensi asupan makanan mengandung gluten kasein rendah yaitu tidak pernah dan 1-2 kali per minggu. Penelitian ini hanya terbatas pada gambaran asupan, maka perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai hubungan atau pengaruh asupan gluten dan kasein terhadap gangguan perilaku autis.
Analisis Kadar Digoksin Dalam Sediaan Tablet Generik Dari 4 Pabrik Dengan Metode KCKT Kartika Mutiara Ningtyas
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v10i2.154

Abstract

Digoxin tablets is an inotropic drug that can increase the strength of heart contractions in patients with heart failure. The purpose of these study was to determine the digoxin levels in the generic digoxin tablet preparations from 4 factories and compare the results of the determination with Indonesian Pharmacope 5th. edition requirement. In these study, the method used for determining digoxin tablet wa HPLC, using C18 column (4.6 mm x 150 mm ) as stationary phase, aquadest : acetonitrile (75:25) as mobile phase, 0.5 mL / min flow rate, and UV detector with 220 nm wavelength. The analytical methods were validated based on linearity, LoD and LoQ, accuracy and precision. The linearity test results from 7 variations of concentration (5, 10, 15, 20, 25, 30, and 35 ppm) with correlation coefficient (r) = 0.9973. LoD and LoQ values ​​were 0.0006 mg / L and 0.0021 mg / L, and accruracy is 101.58% and RSD value is 0.924%. From the results of study, obtained the following levels of samples A 97.12%, samples B 89.64%, samples C 92.23% and sample D 102.54%. Based on the results of these study, 3 out of 4 samples were eligible and the last not eligible with Indonesian Pharmacope 5th edition, which contained not less than 90.0% digoxin and not more than 105.0% of the amount stated on the label.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Tentang Bounding Attachment di Ruangan Seruni Rumah Sakit PMI Kota Bogor Ana Faizah Annisa
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v10i2.207

Abstract

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Tentang Bounding Attachment di Ruangan Seruni Rumah Sakit PMI Kota Bogor Ana Faizahannisa1) , Eti Surtiati2) Email: ana.faizahannisa@gmail.com Prodi Keperawatan Bogor Poltekkes Bandung ABSTRAK : Bounding Attachment adalah interaksi fisik dan emosional orangtua dan bayi yang dapat memberikan ikatan batin kepada bayi sehingga bayi merasa dicintai dan dimiliki. Dasar terbentuknya hubungan yang sehat bagi bayi dalam kehidupan selanjutnya merupakan kesuksesan Bounding Attachment antara ibu dan bayi. Maka daripada itu, dilakukan penelitian mengenai pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang Bounding Attachment di Ruangan Seruni Rumah Sakit Palang Merah Indonesia Kota Bogor yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang Bounding Attachment. Desain penelitian ini adalah deskriptif. Cara pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan responden sebanyak 42 orang. Hasil penelitian ini menunjukan pengetahuan baik sebanyak 22 orang (53%), pengetahuan cukup sebanyak 14 orang (33%) dan pengetahuan kurang sebanyak 6 orang (14%). Sedangkan untuk sikap yang memiliki sikap positif yaitu sebanyak 23 orang (55%) dan sikap negatif yaitu sebanyak 19 orang (45%). Kesimpulan hasil peneltian ini menunjukan bahwa responden paling banyak memiliki pengetahuan baik dan sikap positif tentang Bounding Attachment. Rekomendasi bagi pelayanan kesehatan khususnya perawat maternitas untuk lebih ditingkatkan dalam memberikan penyuluhan kesehatan pada ibu nifas dengan primipara tentang Bounding Attachment selama dirumah sakit. Kata Kunci : Bounding Attachment, Ibu Nifas, Pengetahuan Tentang Bounding Attachment, Sikap tentang Bounding Attachment
Gambaran Dukungan Dan Peran Keluarga Sebagai PMO Dalam Pencegahan TB MDR di Wilayah Kerja Puskesmas Gang Kelor Kota Bogor Tahun 2017 INDRI INDRI MANAN
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v10i2.210

Abstract

Tuberkulosis merupakan kedaruratan global bagi kemanusiaan, tidak ada satupun negara yang terbebas dari Tuberkulosis. Ketidakpatuhan penderita TB merupakan salah satu hambatan yang ditemui dalam proses pemberantasan penyakit TB. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan akan mengakibatkan tingginya angka kegagalan pengobatan atau Tuberkulosis Multi Drug Resisten (TB MDR). Suatu tindakan yang serius yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya TB MDR yaitu dengan suatu pengawasan terhadap kepatuhan minum obat. Dukungan dan peran dari keluarga sangat berperan penting dalam proses penyembuhan penyakit Tuberkulosis. Oleh karena itulah peneliti tertarik untuk mengambil judul Gambaran Dukungan Dan Peran Keluarga Sebagai PMO Dalam Mencegah TB MDR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dukungan dan peran keluarga sebagai PMO dalam mencegah TB MDR. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gang Kelor Kota Bogor. Dengan jumlah sampel adalah total populasi yaitu sebanyak 35 responden. Peneliti menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri dan dikembangkan dari penelitian Suwardiman (2011), kemudian disesuaikan dengan konsep dan teori yang telah di uraikan pada tinjauan pustaka. Hasil penelitian yaitu lebih dari setengah responden yaitu 18 orang (51%) memberikan dukungan yang baik sebagai PMO dan lebih dari setengah responden yaitu 20 orang (57%) berperan dengan baik sebagai PMO dalam mencegah TB MDR.
PERBEDAAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DALAM BENTUK LILIN AROMATIK TERHADAP JUMLAH LALAT RUMAH (Musca domestica) YANG TERTOLAK Rika Wulandari
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v10i2.285

Abstract

Lalat rumah merupakan salah satu vektor penyakit yang dapat membawa beberapa jenis bakteri patogen pada manusia, diantaranya typoid, kolera, disentri, dan cacingan, sehingga perlu dilakukan upaya pengendaliannya dengan insektisida nabati daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) berbentuk lilin aromatik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berbagai konsentrasi ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam bentuk lilin aromatik terhadap jumlah lalat rumah (Musca domestica) yang tertolak, dengan konsentrasi 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan kontrol yang tidak menggunakan ekstrak daun jeruk nipis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, sampel dalam penelitian ini adalah lalat musca domestica sebanyak 525 ekor, dengan jumlah pengulangan 6 kali dan perlakuan 3 buah, masing-masing perlakuan berisi 25 ekor lalat pada kandang, teknik pengambilan sampel secara random sampling, dan teknik pengumpulan data dengan menghitung presentase jumlah lalat yang tertolak serta mengukur suhu dan kelembaban udara ruangan, lama pengamatan 60 menit yang diamati setiap menit. Penelitian ini menggunakan analisis Kruskal-Wallis dan T Test. Hasil Penelitian menunjukan bahwa presentase jumlah lalat rumah yang tertolak pada masing-masing konsentrasi ekstrak daun jeruk nipis yaitu pada konsentrasi 0,4% sebesar 81,98%, pada konsentrasi 0,6% sebesar 86,43%, dan pada konsentrasi 0,8% sebesar 92,82%. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis diperoleh p ≤ α (0,045 ≤ 0,05) sehingga ada perbedaan konsentrasi ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dalam bentuk lilin aromatik terhadap jumlah lalat rumah (Musca domestica) yang tertolak. Disarankan masyarakat menggunakan ekstrak daun jeruk nipis dalam bentuk lilik aromatik untuk menolak kehadiran lalat rumah, terutama di warung-warung makan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

0000