cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung" : 8 Documents clear
Hubungan Lama Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini Dengan Keberhasilan Pemberian Asi Pada Masa Neonatus Dini Di Puskesmas Ni Gusti Made Ayu ABI; Euis Nina Herlina
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memiliki keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif. IMD merangsang pembentukan ASI lebih cepat, selain itu faktor ibu seperti umur, paritas, status gizi ibu dan budaya, kebiasaan menyusui. Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan lama pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini terhadap keberhasilan pemberian ASI pada masa neonatus dini di puskesmas Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan disain cross secsional. Jumlah sampel 104 orang dari populasi ibu bersalin yang melakukan IMD. Penarikan sampel dilakukan dengan pourposive sampel sesuai dengan kriteria inklusi. Pada penelitian ini yang diobservasi adalah lama pelaksanaan IMD dan pengeluaran ASI serta keberhasilan ASI pada neonatus dini (7 hari).Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara lama pelaksanaan IMD dengan pengeluaran ASI pertama kali yang diuji dengan korelasi Spearman's Rho (nilai p=0,01 dengan Correlation Coefficient 0,251). lama pelaksanaan IMD dengan pengeluaran ASI didapatkan bahwa sebagian besar 56% pengeluaran ASI terjadi pada hari ke 3 dan 62,5% terjadi pada lama pelaksanaan IMD 30-60 menit, pada lama pelaksanaan IMD >60 menit 57%. Sedangkan hubungan antara lama IMD dengan keberhasilan pemberian ASI pada masa neonatus dini tidak bermakna setelah diujikan dengan chi square (nilai p - 0,499). Keberhasilan pemberian ASI saja pada neonatus dini 50% pada lama pelaksanaan IMD selama kurang dari 30 menit, 65% pada lama pelaksanaan IMD selama 30-60 menit dan 62% pada lama pelaksanaan IMD selama >60 menit. Tidak ada hubungan faktor ibu berupa umur , paritas dan status gizi dengan pengeluaran ASI dimana nilai P > 0,05, namun pemberian makanan pengganti ASI dan kebiasaan / pola menyusui memiliki hubungan yang bermakna dengan pengeluaran ASI dan keberhasilan pemberian ASI selama masa neonatus dini dengan nilai 0,05.
Indeks Glikemik, Beban Glikemik, dan Asupan Energi Berperan dalam Pengendalian Kadar Glukosa Darah Penderita DM Tipe 2 Nitta Isdiany; Dadang Rosmana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v7i1.26

Abstract

Rekomendasi diet DM lebih menekankan pada kuantitas karbohidrat dari pada kualitas karbohidrat. Indeks glikemik dan beban glikemik belum menjadi rekomendasi pada edukasi DM. Hipotesis penelitian ini adalah diabetisi dengan konsumsi indeks glikemik tinggi dan beban glikemik tinggi mempunyai risiko lebih besar tidak berhasil mengendalikan glukosa darah. Selain itu, ingin diketahui peran asupan energi sebagai confounder. Desain penelitian adalah kasus kontrol terdiri dari 40 kasus dan 40 kontrol. Tempat penelitian di Poliklinik Penyakit Dalam RSAD Dustira Cimahi. Odds ratio hubungan indeks glikemik dan ketidakberhasilan pengendalian kadar glukosa darah puasa diabetisi sebesar 3,500 (95% Cl=l, 386;8,835). Sedangkan hubungan beban glikemik dan ketidakberhasilan pengendalian kadar glukosa darah puasa diabetisi diperoleh nilai OR: 2,786 (95% Cl = 1,125 ; 6,89). Asupan energi terbukti sebagai confounder pada hubungan tersebut. Diabetisi perlu melakukan perencanaan makan lebih baik dengan cara memperhatikan indeks glikemik dan beban glikemik dari makanan. Selain itu, konsumsi makanan selingan berupa buah-buahan dan memenuhi asupan energi sesuai kebutuhan
Khasiat Ekstrak Lidah Buaya Terhadap Candida Albican S Yenni Hendriani Praptiwi; Eliza Herijulianti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun aloe vera mempunyai aktifitas anti mikroba dan antifungal terhadap jamur Candida Albican s Penelitian ini bertujuan membuktikan adanya daya hambat minimal dari berbagai konsentrasi ekstrak Iidah buaya terhadap pertumbuhan Candida Albican s dan daya hambat masingmasing konsentrasi ekstrak Iidah buaya terhadap Candida Albican s. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan atau acuan teori bagi pemanfaatan Iidah buaya sebagai anti fungal terutama pada penderita oral candidiasis. Penelitian yang dilakukan adalah experimental dengan rancangan penelitian Paralel Time Series Design. Sampel adalah isolat jamur Candida Albican s. diambil dengan menggunakan rumus rancangan acak lengkap i Gomez (untuk sampel homogen) dengan rumus: (r— 1 215 dimana r adalah perlakuan sebanyak 6 perlakuan, t adalah pengulangan sebanyak 4 kali, sehingga sampel digunakan sebanyak 24 pecandang. Ekstraksi Iidah buaya dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol dan air. pengenceran ekstrak menjadi konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30 0/05 . Untuk melihat daya hambat ekstraks terhadap jamur dilakukan dengan metoda disk diffusion test Hasil penelitian menunjukkan ekstra daun Iidah buaya konsentrasi 5% memiliki daya hambat minimal terhadap Candida Albican s dengan rata rata diameter zona hambat sebesar 10,5 mm. Ekstrak dengan Konsentrasi 25% memiliki daya hambat tertinggi terhadap isolat Candida Albican dibanding konsentrasi lainnya (diameter rata rata zona hambat sebesar 27,5 mm). Rata-rata zona hambat untuk konsentrasi 5% = 10,5mm, 10%= 20,5 mm , 15%= 23,5 mm, 20% = 24 mm dan 30% =19,75mm. Hasil uji beda Kruskall wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna zona hambat ekstraks Iidah buaya pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% terhadap isolat Candida Albican s dengan nilai p sebesar 0,001 lebih kecil dari a = 0,05.
Kualitas Estimasi Makanan menggunakan food Models dan Food Photograph memberikan Hasil yang Sama Widartika .; Aryani Sudja
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan estimasi besar porsi yang sering terjadi dalam metode recall adalah responden tidak dapat menyebutkan secara tepat besar porsi dari makanan yang dikonsumsi sehingga akan mempengaruhi kualitas estimasi dan berdampak pada tidak akuratnya jumlah konsumsi zat gizi. Tujuan penelitian untuk memperoleh informasi tentang Peranan Penggunaan Alat Peraga Food models dan Food photograph terhadap kualitas estimasi bahan makanan. Desain penelitian adalah cross sectional study dengan jumlah sampel 40 orang (12 orang laki-laki, 28 orang perempuan) usia 17-50 tahun.Setiap sampel melakukan estimasi besar porsi 2 kali untuk 6 item makanan yaitu dengan menggunakan food models dan food photograph sehingga diperoleh 80 data skor estimasi. 6.2% (5 orang) mengestimasi dengan tepat untuk 6 item makanan, 22.5% (18 orang) mengestimasi tepat 5 item, 32.5% (26 orang) mengestimasi tepat 4 item, 28.8% (23 orang) mengestimasi tepat 3 item dan 10% (8 orang) mengestimasi tepat 2 item. Rata-rata skor estimasi menggunakan food models 67.08 (4 item benar) dan 61.67 (4 item benar) dengan menngunakan food photograph. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan kualitas estimasi antara penggunaan alat peraga food models dan alat peraga food photograph (p=0.170) Tidak ada perbedaan kualitas estimasi antara penggunaan food models dan food photograph berdasarkan item makanan, kelompok umur, jenis kelamin dan pendidikan. Food photograph dapat digunakan sebagai alat bantu untuk survey konsumsi gizi karena lebih praktis dan mudah dibawa. Penelitian lanjutan bisa dilakukan pada karakteristik yang berbeda di komunitas klinik dan masyarakat.
Peer Supportive Group Therapy Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup Anak dengan Thalasemia Beta Mayor di RS PMI Bogor Nieniek Ritianingsih Ritianingsih; Yuliastati .
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalasemia, peer suportive group therapy, kualitas hidup. ABSTRACT Thalassemia is hemolytic anemia disease inherited autosomal recessive caused by mutation of a single gene due to impaired formation of alpha or beta globin chains. Chronic disease state and effect of treatment which experienced by children with thalassemia can significantly affect the quality of life include the child's physical, emotional, social and school functioning . Quality of life of children with thalassemia can be improved with supportive peer group therapy . This study aimed to identify the effect of a supportive peer group therapy on quality of life of children with beta thalassemia major in PMI hospital in Bogor. This study is quantitative research using quasi experimental with pretest - post-test control group design. Thirty six respondents participated in this study for the following peer group supportive therapy for 8 weeks . Child's quality of life were evaluated before and after the activity. The results showed that peer group supportive therapy significantly improve the quality of life for children in beta thalassemia major( p < 0.05).
Pengaruh Senam Kegel Terhadap Dispareunia pada Perempuan Menopause di Kelurahan Pamoyanan Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki Bandung Yuyun Rani; Eti surtiati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah anak dan jarak kehamilan dan membantu individu atau pasangan suami istri dengan memakai kontrasepsi. Pelaksanaannya banyak kendala karena setiap alat kontrasepsi ada kelebihan dan kekurangandan berdampak terhadap berbagai bidang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian psiko edukasi terhadap pemilihan alat kontrasepsi yang efektif. Desein penelitian ini menggunakanquasi eksperimen. Sebanyak 42 responden diberikan psiko edukasi tentang pemilihan alat kontrasepsi. Responden tersebut dievaluasi pemilihan alat kontrasepsi yang efektif. Hasil statistik ada pengaruh signifikan psikoedukasi terhadap pemilihan alat kontrasepsi yang efektif (p=0.00). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan pemberian psikoedukasi terhadap pemilihan alat kontrasepsi efektif.
Pengaruh Logoterapi Terhadap Harga Diri Remaja Putus Sekolah Di Kota Yunani Sri Astuti; Tantri W Utami
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan salah satu periode kehidupan ditandai dengan perubahan biologis dan diakhiri dengan masuknya ketahap kedewasaan. Berbagai permasalahan muncul diantaranya masalah pendidikan yaitu remaja putus sekolah. Masalah psikologis yang muncul pada remaja putus sekolah adalah harga diri. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh pengaruh logoterapi terhadap harga diri remaja putus sekolah di kota Bogor tahun 2013. Manfaat penelitian ini adalah panduan perawat dalam melaksanakan logoterapi pada remaja putus sekolah dan evidance based.Hipotesis penelitian ini logoterapi dapat meningkatkan harga diri remaja putus sekolah . Desain yang digunakan"Quasi experimental pre-post test with control group" dengan intervensi logoterapi.Sampel pada penelitian inil adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 77. Hasil penelitian ini menunjukkan harga diri remaja putus sekolah yang mendapat logoterapi meningkat secara bermakna (P value=0.000), sedangkan terjadi harga diri menurun pada kelompok control. Logoterapi direkomendasikan pada harga diri remaja. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan penanganan masalah kesehatan jiwa.
Pengaruh Senam Kegel Terhadap Dispareunia pada Perempuan Menopause di Kelurahan Pamoyanan Wilayah Kerja Puskesmas Pasirkaliki Bandung Gurid mulyo; Iryanti .; Susy Hermaningsih
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegel exercise is an intervention which can be carried out by menopause women suffering dyspareunia in order to avoid the risk of depression. This research is aimed at identifying the impacts of Kegel exercise on menopause women with dyspareunia at Pamoyanan District in the Operational Area of Pasirkaliki Community Health Center in Bandung. The result of this research can be used to improve the service quality and model for the community so as to improve the life quality of menopause women. The type of this research is quasi experiment with pre - post test one group design. Independent variable in this research is Kegel exercise, while the dependent variable is dyspareunia. Based on the sampling technique, namely, consecutive sampling, there are 36 respondents. Dyspareunia scale is measured by using the instrument of numeric scale from 0-10. After the measurement of dyspareunia scale prior to the Kegel exercise (pre test), menopause women carry out Kegel exercise 3 times a day, namely in the morning, afternoon and evening, for 6 weeks which is monitored through a log book, and subsequently, dyspareunia scale is measured following the Kegel exercise (post test). The analysis of data in order to find out the average of dyspareunia scale before and after Kegel exercise is conducted by using univariate analysis, while in order to find out the impact of Kegel exercise on dyspareunia, T dependent test is carried out. The results of analysus indicate that the average dyspareunia scale before Kegel exercise (pre test) is 5.58 and the average dyspareunia scale after Kegel exercise (post test) is 2.69, which indicate the decreased dyspareunia scale in the amount of 2.89 points. The result of the statistic test indicates that t value = 12.665 with p-value = 0.000 < a (0.05), which means that Kegel exercise carried out for 6 weeks has decreased dyspareunia on menopause women. Therefore, menopause women with dyspareunia should carry out Kegel exercise as a therapy so that they can avoid the effects of the decrease in estrogen and estrogen therapy, thus their life quality will be improved

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

0000