cover
Contact Name
David Alinurdin
Contact Email
veritas@seabs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
veritas@seabs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan
ISSN : 14117649     EISSN : 26849194     DOI : -
Veritas dirancang untuk turut mengembangkan dan memajukan karya tulis di bidang biblika, teologi, misiologi, pelayanan dan bidang terkait lainnya. Selain itu, kami terbeban ikut memperhatikan dan memberi warna pada pembinaan pengajaran warga jemaat dan orang Kristen pada umumnya melalui pemikiran dan pelayanan para hamba Tuhan agar gereja dapat bertumbuh dan berkembang secara sehat dan benar.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 11 No 2 (2010)" : 6 Documents clear
Membuat Aplikasi Khotbah yang Efektif Kosasih, Andri
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.836 KB)

Abstract

Artikel ini ditulis dengan ... penekanan pada “mengapa” dan “bagaimana” membuat aplikasi khotbah. Penulis berasumsi bahwa setiap pembaca artikel ini adalah para rohaniwan yang setidaknya pernah mendapatkan pelajaran homiletika dasar tatkala menempuh studi teologi di seminari atau sekolah tinggi teologi. Tulisan ini dibuat sepraktis mungkin tanpa bermaksud meniadakan bobot akademisnya sama sekali, sehingga setidaknya bisa memberikan “solusi pertama” bagi para hamba Tuhan yang rutin berkhotbah di gereja masing-masing dalam membuat aplikasi khotbah.
Identitas dan fungsi dari Para Nabi di dalam Kitab Tawarikh Maleachi, Martus Adinugraha
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.239 KB)

Abstract

Tawarikh adalah sebuah kitab yang ditulis pada zaman pascapembuangan. Walaupun penulis kitab Tawarikh (selanjutnya disingkat Chr) memakai materi sejarah yang sama dengan kitab Samuel dan Raja-raja, penulis melakukan beberapa perubahan untuk menyampaikan pesannya kepada umat Allah yang kembali dari pembuangan. Di satu pihak hal ini memberikan kesempatan kepada kita untuk melihat bagaimana umat Allah di dalam masa pascapembuangan mengerti pesan dari kitab-kitab yang dikutip oleh Chr. Di lain pihak, hal ini juga menimbulkan hal-hal yang perlu dikaji lebih dalam. Salah satu hal yang menarik untuk dibahas adalah apakah Chr memiliki pengertian yang sama dengan kitab Samuel-Raja-raja tentang identitas dan fungsi para nabi, khususnya setelah runtuhnya kerajaan Daud. Tulisan ini berpendapat bahwa Chr memiliki konsep yang sama mengenai fungsi kenabian dengan kitab Samuel-Raja-raja. Fokus dari pembahasan adalah karya dari dua orang ahli yakni Newsome dan Schniedewind, sedangkan metodologi yang dipakai adalah perbandingan antara kitab Samuel-Raja-raja dan Tawarikh.
Perhentian Hari Sabat: Makna dan Aplikasinya bagi Orang Kristen Fu, Timotius
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.434 KB)

Abstract

“Hari Sabat” adalah salah satu tema yang utama dan kontroversial di dalam dunia kekristenan. Dikatakan utama, karena tema ini adalah salah satu perintah dalam Dekalog; kontroversial, karena tema ini memiliki muatan teologis yang kental sehingga dari tema ini muncul pengajaran yang sangat beragam, bahkan cenderung saling bertolak belakang. Di ujung yang satu terdapat kelompok orang Kristen yang mengabaikannya karena menganggap hari Sabat sama sekali tidak ada relevansinya dengan Kristen hari ini. Di ujung yang berbeda terdapat kelompok lain yang menerapkan pendekatan makna literal terhadap tema ini sehingga mengelompokkan orang-orang yang gagal menjalankan perintah tentang hari Sabat ke dalam kumpulan orang yang akan menerima hukuman kekal dalam api neraka. Sedangkan di tengah-tengah kedua kubu terdapat kelompok orang Kristen yang menerapkan perintah ini secara tersirat. Perbedaan pengertian dan penerapan di atas bermuara pada penafsiran makna dari tema hari Sabat di dalam Alkitab. Untuk itu, makalah ini akan menyorot makna-makna teologis dari tema ini berdasarkan prinsip-prinsip teologia biblika dengan pendekatan tematis. Di akhir makalah ini akan ditampilkan implikasi dari makna biblika tentang hari Sabat sebagai bahan rujukan untuk penerapan perintah keempat Dekalog ini bagi orang Kristen yang hidup di zaman anugerah.
Integrasi Spiritualitas dan Kapabilitas Kepemimpinan Gereja Tionghoa Lim, Alex
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.299 KB)

Abstract

Sejarah perjalanan gereja-gereja Tionghoa di Indonesia hampir mencapai satu abad, namun ditinjau dari aspek spiritualitas dan ke-pemimpinan tampaknya belum terlihat signifikan, baik dari segi kualitas spiritualnya maupun dalam hal kapabilitas kepemimpinan. Citra kepemimpinan spiritual dalam gereja-gereja Tionghoa menghadapi krisis yang cukup memprihatinkan. Beberapa faktor yang menyebabkan hilangnya kepercayaan jemaat terhadap kepemimpinan gereja Tionghoa mencakup masalah spiritual, kapabilitas, integritas dan penyalahgunaan kuasa kepemimpinan itu sendiri. Masalah spiritual adalah kepemimpinan yang tidak memiliki korelasi dengan kehidupan spiritualitasnya, sehingga pemimpin kehilangan pengaruh spiritualitasnya. Gejala ini timbul karena terjadinya missing link antara aspek spiritual dan kepemimpinan. Dampaknya, para pemimpin mempraktikkan kepemimpinan yang tidak spiritual, yang tidak ada bedanya dengan kepemimpinan sekular. Kapabilitas pemimpin dalam gereja lokal terlihat pada aspek kurang terampilnya seorang pemimpin, baik pada segi kemampuan memimpin maupun kemampuan berorganisasi. Ditemukan adanya pemimpin gereja yang kurang kapabilitasnya namun ditempatkan pada posisi penting dan strategis, serta ada yang terpilih bukan karena kapabilitasnya, tetapi karena kapasitas ekonominya yang mapan. Tujuan penulisan ini diharapkan dapat menciptakan kepemimpinan Kristen yang integratif antara aspek spiritualitas dan kapabilitas, agar dapat menghasilkan kepemimpinan yang alkitabiah; spiritual, fungsional, profesional, dinamis, dan efektif.
Formasi Spiritual Martin Luther dan Perwujudannya dalam Gereja-Gereja Injili di Indonesia Mulia, Hendra G.
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.168 KB)

Abstract

ulisan ini mencoba untuk memberi saran bagaimana gereja dapat mengerjakan formasi spiritual. Untuk ini kita akan lebih dahulu menelusuri formasi spiritual Martin Luther sebagai tokoh pencetus Reformasi. Dasar yang diletakkannya menjadi pola pembentukan kerohanian yang dikerjakan oleh gereja-gereja Protestan di kemudian hari, seperti dituliskan oleh F. Richter: All the important developments that have ever sprung from Protestantism over the centuries can ultimately be traced back to Luther’s thinking. All the tendencies that Protestantism has ever espoused are either explicitly or implicitly present in Luther. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, hal yang Luther ingin wujudkan dalam formasi spiritualnya tereduksi, sehingga apa yang kita jalankan pada saat ini tidak mencakup keseluruhan aspek yang dikembangkan oleh Luther. Hal inilah yang ingin kita kembalikan dalam formasi spiritual yang dikerjakan oleh gereja.
Tipe Orang yang Berpotensi Menjadi Ekstrem Teologinya Lukito, Daniel Lucas
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.074 KB)

Abstract

Pada artikel ini saya akan memetakan beberapa tipe orang yang menurut saya berpotensi mengembangkan sejenis teologi yang ekstrem. Penyebutan tipe tersebut tidak dimaksudkan sebagai stigmatisasi atau labelisasi terhadap pribadi tertentu yang mungkin mempunyai kemiripan pada konteks gereja atau lingkungan masing-masing. Tentu saja saya akan memberikan contoh kasus dari data Alkitab dan contoh kekinian. Harapan penulis adalah kiranya kita sama-sama belajar memeriksa diri atau memeriksa kecenderungan pada pikiran kita sendiri, supaya semakin hari kita menjadi semakin baik sesuai dengan firman Tuhan, bukan sebaliknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6