cover
Contact Name
David Alinurdin
Contact Email
veritas@seabs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
veritas@seabs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan
ISSN : 14117649     EISSN : 26849194     DOI : -
Veritas dirancang untuk turut mengembangkan dan memajukan karya tulis di bidang biblika, teologi, misiologi, pelayanan dan bidang terkait lainnya. Selain itu, kami terbeban ikut memperhatikan dan memberi warna pada pembinaan pengajaran warga jemaat dan orang Kristen pada umumnya melalui pemikiran dan pelayanan para hamba Tuhan agar gereja dapat bertumbuh dan berkembang secara sehat dan benar.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 12 No 1 (2011)" : 7 Documents clear
Tinjauan terhadap Pandangan Choan-Seng Song Mengenai Sejarah Keselamatan (Heilsgeschichte) Yahya, Pancha W.
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.951 KB)

Abstract

Tidak ada pemikir teologi yang sungguh-sungguh mempelajari tentang misi yang boleh mengabaikan karya Choan-Seng Song, demikian dikatakan oleh Michael S. Moore di dalam artikelnya “A Critical Profile of Choan-Seng Song’s Theology.” Menurut Moore, Song membuat teolog-teolog, khususnya dalam bidang misiologi, memikirkan ulang konsep-konsep yang sangat mendasar mengenai Allah, Kristus, gereja, penciptaan, inkarnasi, dan pembebasan. Oleh sebab pengaruh Song yang besar terhadap dunia teologi, maka artikel ini hanya difokuskan pada teologinya saja dan karena luasnya pemikiran Song serta keterbatasan ruang penulisan, artikel ini hanya akan membahas satu sisi, yaitu pandangannya mengenai sejarah keselamatan (heilsgeschichte). Alasan yang sangat mendasar terhadap pemilihan topik ini adalah karena isu utama dalam teologi Song adalah tanggapannya terhadap sejarah keselamatan, terutama dikaitkan dengan sejarah dan budaya Asia. Menurut Song, pandangan para teolog Kristen bahwa kesinambungan sejarah Israel dan sejarah gereja sebagai bagian yang paling penting dari keselamatan Allah yang berakhir pada akhir zaman, atau yang disebut sebagai sejarah keselamatan (heilsgeschichte) adalah salah. Menurutnya, sejarah Israel dan sejarah gereja hanya merupakan simbol bagaimana Allah menyelamatkan bangsa-bangsa lain. Jadi, bangsa Israel dan gereja bukan satu-satunya pembawa dan saluran penyelamatan Allah. Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian terhadap tulisan-tulisan Choan-Seng Song dan tulisan-tulisan lainnya yang membahas pemikirannya. Artikel ini akan membahas pandangan Song mengenai sejarah keselamatan (heilsgeschichte) dan dasar pemikirannya, tanggapan positif dan negatif terhadap pandangan tersebut dan aplikasinya bagi kekristenan di Indonesia.
Menikmati Surga: Tradisi Mistik dalam Injil Tomas dan Yohanes Sasongko, Nindyo
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.567 KB)

Abstract

Dalam artikel ini, penulis akan menempatkan Injil Tomas dan Yohanes dalam konteks tradisi mistik Yudaisme pada era Bait Suci Kedua. Penulis berpijak pada tesis yang diletakkan oleh B. McGinn dalam karya monumentalnya, The Foundations of Mysticism: Origins to the Fifth Century, bahwa “The mystical element in Christianity is that part of its belief and practices that concerns the preparation for, the consciousness of, and the reaction to what can be described as the immediate or direct presence of God.” Definisi ini sendiri mengindikasikan bahwa di dalam Kristianitas terdapat elemen-elemen mistik, namun hal-hal ini pun dipakai menjadi sarana untuk merespons konteks mistik yang beredar di zamannya. Di satu sisi, penulis mendekat dengan Pagels bahwa kedua injil ditulis dalam tempo yang tidak terlampau berjauhan serta menjawab teka-teki apakah Tomas dan Yohanes merupakan dua injil yang tengah berkonfrontasi. Kendati begitu, di sisi lain, penulis akan lebih menjauh dari Pagels, oleh sebab tidak cukupnya latar belakang yang ia sajikan, terbungkus dengan bias (de)konstruksinya terhadap keyakinan Kristen yang menyejarah. Penulis tidak dapat menerima anjuran Pagels untuk memprioritaskan Tomas ketimbang Yohanes.
Ketegangan Hubungan Yahudi dan Bukan Yahudi dalam Yudaisme Bait Allah Kedua dan dalam Surat Galatia Gunawan, Chandra
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.235 KB)

Abstract

Melalui tulisan ini, penulis ingin memperlihatkan bukti-bukti yang meneguhkan hipotesa bahwa kelompok Yahudi (termasuk yang Kristen) tidak dapat menerima kelompok bukan Yahudi, karena mereka memandang kelompok bukan Yahudi bukan sebagai umat Allah jika tidak disunatkan. Dengan membandingkan apa yang kita lihat dalam masyarakat Yahudi Bait Allah Kedua, kita akan dapat melihat alasan utama dan lebih mendasar dari penolakan lawan Paulus di Galatia (kelompok Kristen Yahudi) untuk menerima status kelompok Kristen bukan Yahudi. Selain itu, kita pun akan membahas persyaratan yang dituntut oleh Yudaisme BAK bagi para simpatisan Yudaisme yang ingin menjadi anggota umat Allah. Melalui pembahasan ini, signifikansi sunat sebagai syarat masuk bagi orang bukan Yahudi ke dalam Yudaisme akan nampak lebih jelas lagi.  
Pelayanan Christian Coaching Metode Grow Me terhadap Anak Usia 10-12 Tahun di Sekolah Minggu Djanuardi, Monica L.
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.351 KB)

Abstract

Coaching sangat menarik dan semakin ramai dibicarakan pada masa kini. Sebenarnya, coaching bukan merupakan suatu kegiatan baru. Coaching secara alamiah merupakan bagian dari kehidupan seperti yang dilakukan oleh orang tua ataupun guru. Orang tua dari dahulu kala berjuang dan berkorban untuk membesarkan anaknya agar bisa tumbuh menjadi manusia yang matang dan mandiri. Guru mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan pemikiran anak didik mereka agar dapat maju dalam hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa coaching sudah ada sejak dahulu kala. Namun bagi mereka yang mengetahui atau akrab dengan berbagai tools, pendekatan maupun metodologi canggih dalam pengembangan sumber daya manusia, maka coaching merupakan suatu ilmu dan profesi baru. Meskipun istilah coaching sudah sering didengar di dunia sekular (di luar gereja) namun belum dipraktikkan sepenuhnya di gereja (dalam hal ini adalah terhadap anak-anak di Sekolah Minggu). Inilah yang menjadi dorongan bagi penulis untuk mempraktikkan coaching bagi anak-anak di Sekolah Minggu.
Pola Alkitabiah Pendidikan Anak 7 - 12 Tahun yang Efektif untuk Pembentukan Karakter Pemimpin-Hamba di Seminari Anak "Pelangi Kristus" Santoso, Pranata Magdalena
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.364 KB)

Abstract

Orang tua Kristen membutuhkan sebuah pedoman untuk mendidik anak berdasarkan prinsip Alkitab. Apakah ajaran Alkitab mengenai hal ini? Pertama, dalam Ulangan 6:4-9, Allah menyatakan bahwa Ia menghendaki umat-Nya dengan sungguh-sungguh mengajarkan kepada anak-anak mereka, untuk mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan. Kedua, berdasarkan Amsal 22:6, “Train up a child in the way he should go, and when he is old he will not depart from it” (NKJV). Ketiga, berdasarkan Efesus 6:4, Tuhan menyatakan tanggung jawab setiap ayah untuk mendidik anaknya dalam nasihat dan ajaran Tuhan dengan tidak menimbulkan kemarahan dalam hati anak. Keempat, menurut 2 Timotius 3:15-17, Allah Bapa menghendaki anak-anaknya menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus oleh iman, berdasarkan firman Tuhan yang dipelajarinya sejak kecil.
Teologi Biblika mengenai Perpuluhan Sitanggang, Murni H.
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.059 KB)

Abstract

Perpuluhan merupakan salah satu aspek penting dalam hal memberi yang tak dapat diabaikan dalam kehidupan material segenap umat Tuhan, yang sangat tertib pelaksanaannya di masa PL. Selain itu, perpuluhan merupakan salah satu sistem pengelolaan keuangan yang ditetapkan oleh Allah sendiri. Akan tetapi perpuluhan ini kemudian berkembang menjadi sesuatu yang dianggap kontroversial. Ada yang menganggap praktik ini sudah tidak berlaku lagi di zaman sekarang, hanya berlaku di zaman PL di bawah hukum Taurat Musa, namun ada pula yang dengan tertib mematuhinya. Itu sebabnya penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut berbagai kontroversi seputar ajaran ini dan bagaimana sesungguhnya pengajaran Alkitab mengenai perpuluhan. Apakah perpuluhan masih relevan dilakukan di zaman sekarang ini? Atau itu hanya berlaku di zaman PL saja? Sebab ada yang beranggapan memberi perpuluhan adalah mekanisme hukum Taurat, sementara Tuhan Yesus sendiri sudah menggenapi hukum Taurat dengan kematian-Nya di kayu salib sehingga segala bentuk mekanisme Taurat tidak membebani kita lagi. Apa dan bagaimana solusi yang tepat seputar kontroversi dan relevansi perpuluhan di masa kini, itulah yang akan dibahas dalam tulisan ini.
Yang Terlupakan dan Terabaikan: Dimensi Eskatologis Perjamuan Kudus Setiawan, Jimmy
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.698 KB)

Abstract

Patut diakui, penganaktirian dimensi eskatologis Perjamuan Kudus sering kali disebabkan oleh ketidakmengertian kita. Itu sebabnya penulis berkeyakinan bahwa perlu adanya penggalian ulang akan arti penting dimensi eskatologis dari Perjamuan Kudus. Tulisan ini adalah sebuah undangan bagi kita semua untuk kembali merangkul dimensi eskatologis Perjamuan Kudus. Di dalamnya akan dipaparkan fakta bahwa dimensi eskatologis Perjamuan Kudus sejatinya adalah pengajaran dari firman Tuhan sendiri dan betapa melekatnya dimensi eskatologis dalam praktik Perjamuan Kudus gereja mula-mula. Kemudian disambung dengan refleksi untuk praktik Perjamuan Kudus di masa sekarang: Apa signifikansi dimensi eskatologis dalam Perjamuan Kudus kita? Tulisan ini akan ditutup dengan pelbagai tips praktis untuk memasukkan dan menampilkan dimensi eskatologis dalam praktik Perjamuan Kudus masa kini.

Page 1 of 1 | Total Record : 7