cover
Contact Name
David Alinurdin
Contact Email
veritas@seabs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
veritas@seabs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan
ISSN : 14117649     EISSN : 26849194     DOI : -
Veritas dirancang untuk turut mengembangkan dan memajukan karya tulis di bidang biblika, teologi, misiologi, pelayanan dan bidang terkait lainnya. Selain itu, kami terbeban ikut memperhatikan dan memberi warna pada pembinaan pengajaran warga jemaat dan orang Kristen pada umumnya melalui pemikiran dan pelayanan para hamba Tuhan agar gereja dapat bertumbuh dan berkembang secara sehat dan benar.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 14 No 2 (2013)" : 7 Documents clear
"KASKUS" - Forum Komunitas Dalam Jaringan: Sebuah Refleksi Teologi dan Budaya Pratama, Natanael D. B. J.
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.801 KB)

Abstract

Kekristenan sebagai komunitas tubuh Kristus telah diperhadapkan dengan forum komunitas dalam jaringan (daring) yang merebak saat ini, termasuk "Kaskus", forum komunitas daring terbesar di Indonesia. Berkat kemajuan teknologi, kebutuhan dan kehausan manusia untuk bisa terhubung satu dengan yang lain menjadi semakin tidak terbatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Di satu sisi, hal ini merupakan sebuah kesempatan bagi kekristenan untuk mengambil bagian dalam memengaruhi dunia komunitas daring dengan nilai-nilai kristiani. Namun, di sisi lain, ini merupakan tantangan bagi kekristenan untuk menghadirkan sebuah relasi yang penuh dengan kehangatan, kasih dan kebenaran di dalam komunitas tubuh Kristus, melampaui apa yang ditawarkan oleh forum komunitas daring.
Kerohanian dan Pelayanan Seorang Hamba Tuhan Tanusaputra, Daniel Nugraha
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.244 KB)

Abstract

Kerohanian Kristen adalah hidup menurut dan dipimpin oleh Roh Kudus dan merupakan proses yang berlangsung terus-menerus seumur hidup. Kerohanian Kristen tidak dapat dilepaskan dari disiplin rohani, baik melalui pembacaan/perenungan firman Tuhan dan melalui doa atau berteduh di hadapan Tuhan. Karena itu, seorang Kristen atau seorang hamba Tuhan yang menyebut diri "seorang yang rohani" haruslah orang yang hidup di dalam Roh, serta taat dan tunduk di bawah otoritas firman Tuhan.
Tubuh adalah Bagi Tuhan: Sebuah Tinjauan Eksegesis 1 Korintus 6:12-20 Yahya, Pancha W.
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.713 KB)

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan eksegesis atas I Korintus 6:12-20. Di dalam perikop tersebut Paulus membantah slogan-slogan sebagian jemaat Korintus yang membenarkan tindakan percabulan mereka dengan para pelacur. Di dalam penyampaikan bantahan tersebut, Paulus menggunakan tiga argumen yang semuanya diawali dengan formula ouk oidate oti (6:15, 16, 19). Argumen-argumen tersebut adalah: (1) Tubuh orang Kristen adalah anggota Kristus (6:15); (2) Tubuh orang Kristen telah dipersatukan dengan Kristus (6:16-18); (3) Tubuh orang Kristen adalah milik Allah (6:19-20). Di akhir artikel ini, penulis menyajikan aplikasi singkat dari hasil eksegesis tersebut.
Kerajaan (Allah) dan Kebenaran-Nya: Sebuah Eksegesis terhadap Matius 6:33 Han,, Chandra
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.311 KB)

Abstract

Satu tema utama di dalam Injil Matius adalah kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Banyak yang telah membahasnya dan berusaha untuk mengusulkan arti yang representatif dari tema penting ini. Artikel ini sekali lagi akan menguji tema ini dalam perikop yang spesifik dan konteks historisnya. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menunjukkan bahwa arti dari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya ketika dipahami dalam konteks historis dari teksnya bisa berbeda dari pengertian yang selama ini diterima secara umum. Maka artikel ini dapat memberikan kontribusi kepada pemahaman yang lebih jauh dari tema penting ini.
Etika Dalam Narasi Perjanjian Lama Chan, Aaron Heng Yeong
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.414 KB)

Abstract

Proposal-proposal terbaru tentang cara membaca narasi Perjanjian Lama secara etis muncul seperti udara segar di tengah kebuntuan metodologis yang sudah lama di dunia akademis. Namun, teori-teori berbeda tentang cara membaca narasi Perjanjian Lama, yang kadang bertentangan, menunjukkan bahwa ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum mencapai konsensus. Dalam artikel ini kita akan meneliti tiga karya tentang etika narasi Perjanjian Lama yang berpengaruh, membahas kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangannya serta mengusulkan cara yang layak untuk mendekati narasi PL secara etis.
Ibadah Trinitarian: Definisi, Implikasi, dan Aplikasi Setiawan, Jimmy
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.161 KB)

Abstract

Pada hakikatnya, ibadah kristiani adalah ibadah yang bersifat trinitarian. Artinya, ibadah berdasarkan karya Allah Tritunggal. Penulis merumuskan ibadah trinitarian sebagai ibadah yang ditujukan untuk kemuliaan Bapa dan hanya dimungkinkan melalui karya Kristus yang diterapkan oleh Roh Kudus dalam diri orang-orang percaya. Bapa surgawi menjadi tujuan ultima dari seluruh penyembahan korporat karena Dia adalah sumber dari segalanya. Karya Kristus sebagai Imam menghantar serta menyempurnakan ibadah kita di hadapan Bapa. Kita dapat menerima dan mengalami manfaat karya Kristus karena pekerjaan Roh Kudus. Dua implikasi penting lahir dari ibadah trinitarian, yaitu berpusat pada Kristus (christological) dan menekankan hubungan yang penuh kasih di antara sesama umat Tuhan (relational). Kristus menjadi fokus ibadah karena Dia merupakan perwujudan terbaik dan puncak karya penebusan dari Allah Tritunggal atas dunia ini. Sedangkan, kasih dalam Tubuh Kristus menjadi cerminan yang sepatutnya dari hubungan internal dari Allah Tritunggal.
Doktrin Allah Tritunggal dari Jurgen Moltman dan Permasalahannya Thianto, Yudha
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 14 No 2 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.543 KB)

Abstract

Artikel ini mengkaji analogi sosial doktrin Allah Tritunggal versi Jurgen Moltmann sebagaimana yang ia jelaskan dalam bukunya The Trinity and the Kingdom. Meskipun Moltmann kuat dalam menggunakan pendekatannya terhadap doktrin tersebut beserta analoginya seperti yang dipresentasikan oleh bapa-bapa gereja Timur, doktrin Tritunggal versinya memiliki permasalahannya sendiri. Meskipun ia menyangkal semua tuduhan bahwa ia triteistik dalam doktrinnya, analisis yang cermat terhadap pandangannya menunjukkan bahwa ia telah meninggalkan doktrin Trinitarian kredo ekumenis yang standar, khususnya kredo Athanasius. Artikel ini mengusulkan bahwa doktrin Tritunggal Moltmann terlalu dekat pada triteisme.

Page 1 of 1 | Total Record : 7