cover
Contact Name
David Alinurdin
Contact Email
veritas@seabs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
veritas@seabs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan
ISSN : 14117649     EISSN : 26849194     DOI : -
Veritas dirancang untuk turut mengembangkan dan memajukan karya tulis di bidang biblika, teologi, misiologi, pelayanan dan bidang terkait lainnya. Selain itu, kami terbeban ikut memperhatikan dan memberi warna pada pembinaan pengajaran warga jemaat dan orang Kristen pada umumnya melalui pemikiran dan pelayanan para hamba Tuhan agar gereja dapat bertumbuh dan berkembang secara sehat dan benar.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 15 No 2 (2014)" : 6 Documents clear
Teori Perang yang Adil : Sebuah Penjelasan dan Argumentasi Kristen Mamahit, Ferry Yefta
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.223 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan berargumentasi secara etis-teologis dan alkitabiah tentang apa dan mengapa sebagian gereja Kristen berpegang pada pandangan teori perang yang adil dalam etika perang mereka. Teori perang yang adil adalah sebuah pandangan yang melegitimasi perang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan moral yang komprehensif. Perang dapat dibenarkan secara moral jika pemerintah telah mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan pada saat sebelum perang (jus ad bellum), saat perang (jus in bello), dan setelah perang (jus post bellum). Pandangan berikut praktiknya telah diterima oleh dan mendapat pembenaran secara etis-teologis dan biblis di dalam gereja-gereja Protestan arus utama.
Teologi Agama dari Perspektif Reformed : Sebuah Sketsa Sulistio, Thio Christian
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.354 KB)

Abstract

Di kalangan Injili, teologi agama, yaitu sebuah pandangan teologis Kristen terhadap agama-agama lain, tidak banyak dibahas. Di tengah-tengah kekurangan tersebut penulis mencoba memberikan kontribusi untuk membangun teologi agama dari perspektif reformed. Dari perspektif reformed, manusia adalah makhluk religius dalam pengertian bahwa ia secara narutal akan mencari Allah karena penyataan Allah secara umum kepada manusia. Tetapi karena dosa manusia, respon ini menjadi respon yang salah arah, respon kepada sesuatu yang lain selain kepada Allah yang benar. Namun, karena anugerah umum Allah, manusia tersebut tidak sepenuhnya hidup dalam kesalahan, tetapi dapat memiliki kebenaran-kebenaran relligius yang menjadikan kepercayaan mereka mirip atau serupa dengan Kristen.
Pembenaran melalui Kesatuan dengan Kristus : Sebuah Tinjauan atas Doktrin Imputasi Yahya, Pancha W.
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.03 KB)

Abstract

Imputasi adalah doktrin penting dalam kekristenan. Namun, setelah melakukan studi eksegesis terhadao teks-teks penting yang dianggap mendukung doktrin ini: Roma 4:1-25 dan 2 Korintus 5:21, penulis menyimpulkan bahwa teks-teks tersebut tidak berbicara mengenai kebenaran Kristus yang diimputasikan kepada orang percaya. Di sisi lain, Roma 4:1-25 menekankan mengenai pembenaran karena iman kepada Yesus yang sudah dibangkitkan untuk pembenaran kita. Sedangkan dalam 2 Korintus 5:21, "Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita," tidak berbicara mengenai imputasi dosa orang percaya kepada Yesus, tetapi menyatakan mengenai Yesus yang adalah kurban dosa yang tidak bercacat. Selain itu, beberapa ayat dalam 2 Korintus 5 (ay. 14-15, 17, 18, 19, 21) justru menyatakan bahwa pembenaran dilakukan kepada orang percaya karena mereka telah menyatu dengan Kristus. Karena Kristus telah dibenarkan dengan kebangkitan-Nya, orang percaya yang ada di dalam-Nya pun dibenarkan juga bersama-sama dengan Kristus (Rm. 4:25).
Studi Roma 13:1-7 : Ketaatan kepada Pemerintah sebagai Wujud Kesadaran Moral ., Hendi
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.671 KB)

Abstract

Saat ini, demokrasi di Indonesia sedang dalam keadaan bahaya karena ada upaya dari para elite politik untuk memasung kedaulatan rakyat. Mereka mengabaikan tanggung jawab moral kepada rakyat. Demokrasi yang dikuasai para elite politik yang demikian akan melahirkan pemerintah yang hanya memikirkan kelompok tertentu bukan rakyat banyak. Studi Roma 13:1-7 dengan pendekatan analisis colon mengajarkan bahwa ketaatan merupakan suatu wujud tanggung jawab moral yang tinggi kepada Allah selain kesadaran akan adanya murka Allah. Ketaatan itu harus dimiliki oleh para elite politik sebagai bagian dari warga negara (dalam hal ini ketaatan kepada pemerintah). Ketaatan kepada pemerintah dari setiap elite politik menunjukkan tanggung jawab moral yang baik. Jika demokrasi dikuasai oleh orang demikian, kehidupan demokrasi di Indonesia akan sehat dan menyejahterakan rakyat.
Anak Manusia : Suatu Reinterpretasi terhadap Konsep Mesianis Yahudi Susanta, Yohanes Krismantyo
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.28 KB)

Abstract

Tulisan ini memusatkan perhatian pada penelitian makna sebutan Anak Manusia yang sering kali digunakan Yesus untuk menyebut diri-Nya sendiri. Dengan menggunakan pendekatan topikal, penulis berpendapat bahwa ungkapan tersebut merupakan sebuah reinterpretasi yang dilakukan oleh Yesus terhadap konsep Mesias yang dipahami oleh orang Israel pada zaman-Nya. Paradigma populer mengenai Mesias revolusioner yang dipahami oleh orang Israel ditafsirkan kembali, dikritik, sekaligus dipatahkan oleh Yesus yang menegaskan klaim mesianis-Nya justru melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Yesus bukanlah seorang oportunis yang memanfaatkan situasi untuk menarik simpati dan dukungan massa. Ia memilih jalan yang jauh dari kebiasaan manusia yang haus akan kuasa, yaitu jalan penderitaan, jalan sejati, jalan Anak Manusia.
Hassatan sebagai Figur Minimalis dan Antagonis dalam Zakharia 3:1-2 Hauw, Andreas
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.627 KB)

Abstract

Pertanyaan utama dari artikel ini adalah mengenai siapakan hassatan dalam Zakharia 3:1-2. Jawaban dari pertanyaan ini akan diberikan melalui sebuah studi mendalam mengenai hassatan, metafora-metafora yang dipakai dan plot dari cerita yang dikisahkan dalam bagian tersebut. Melalui sebuah rekonstruksi terhadap identitas hassatan, penulis menyimpulkan bahwa meskipun hassatan tidak dapat diidentifikasi, figur ini cukup minor namun antagonistis terhadap Allah dan umat-Nya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6