cover
Contact Name
David Alinurdin
Contact Email
veritas@seabs.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
veritas@seabs.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan
ISSN : 14117649     EISSN : 26849194     DOI : -
Veritas dirancang untuk turut mengembangkan dan memajukan karya tulis di bidang biblika, teologi, misiologi, pelayanan dan bidang terkait lainnya. Selain itu, kami terbeban ikut memperhatikan dan memberi warna pada pembinaan pengajaran warga jemaat dan orang Kristen pada umumnya melalui pemikiran dan pelayanan para hamba Tuhan agar gereja dapat bertumbuh dan berkembang secara sehat dan benar.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 1 (2020)" : 11 Documents clear
Merupa Wujud Evangelikalisme di Indonesia: Suatu Usulan Awal Yosia, Adrianus
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.339

Abstract

Shaping the Form of Evangelicalism in Indonesia: A Preliminary Proposal. This article was written as a preliminary opinion to explore the "public face" of evangelicalism as a movement in Indonesia. Furthermore, this article will discuss who are the evangelicals in Indonesia, the theological characteristics of the evangelicals, and the form of evangelical's participation in Indonesia. The writer will argue that the modification from Bebbington's Quadrilateral, Larsen's Pentagram, can be theological characteristics from the evangelicals in Indonesia. As a consequence, this article will propose two ways of movements from evangelicalism in Indonesia, which are the inward and outward movements. The inward movement is the spirit of the evangelical church to reform itself, while the outward flow is the eagerness of the evangelical church to reform the social condition. Thus, these are initial observations for shaping evangelicalism in Indonesia.
Allah versus Setan Laplace: Sebuah Usulan Konsep Tindakan Ilahi Khusus yang Trinitarian, Kovenantal dan Saintifik Alinurdin, David
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.340

Abstract

God versus Laplace’s Demon: A Proposal for Trinitarian, Covenantal and Scientific Special Divine Action Concept. In the last decade, the interaction between science and theology in the effort to develop the concept of divine action in the natural world has come to a conclusion to find a causal joint where transcendent and nonphysical Creator God can act in natural processes that occur in the world of creation. An academic movement whose credibility has been recognized in its efforts to find a causal joint in new ways that incorporate philosophical interpretations of contemporary science into theology is the Divine Action Project (DAP), which formulates a concept of divine action called NIODA (Noninterventionist Objective Divine Action). NIODA seeks to find a locus of special divine action that does not conflict with laws of nature in physical processes that can be interpreted as ontological indeterminism, such as quantum mechanics. This paper will examine the philosophical assumptions behind NIODA and show that this concept is scientifically acceptable but not theologically adequate because it is still bound by Laplace's assumption of the enlightenment's legacy which considers the universe to be causally closed to divine action. Therefore, in the last part, this paper will also propose several important points in the effort to develop a concept of special divine action that is both theologically and scientifically adequate, built on the basis of a trinitarian and covenantal biblical theology of creation.
Menjawab Tuduhan Inkoherensi dari John Hick terhadap Konsep Dwinatur dalam Doktrin Inkarnasi Ortodoks Yuliana, Fitri
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.344

Abstract

Answering John Hick's Incoherence Allegations Against Dual-Nature Concept in the Orthodox Doctrine of Incarnation. In his writings, John Hick states that Christianity must rethink the claim to the divinity of Jesus as God the Son Incarnate. In his view, the dual nature in Jesus cannot be understood with common sense because the two natures contradict each other. As a way out, Hick offers the concept of mythologization which states that Jesus' incarnation as God the Son is a myth. To answer that, in this paper, in addition to basing her argument on the biblical statement, the author uses a combined logic approach: relativity thesis, natural kind concept, and divine preconscious model. With the method of relativity thesis, the author can point out the logic errors of incoherent accusations from Hick to the doctrine of the orthodox incarnation. Meanwhile, the natural kind concept approach can prove the coherence of the dual-natures concept in God the Son as an incarnation of God. The Divine preconscious model can provide a logical basis for the unity of the Person of Jesus with the two natures within Him, which do not contradict each other. With the combination of the three approaches, this paper presents a strong argument to prove that the doctrine of the orthodox incarnation is coherent. Thus, Christianity does not need to re-articulate the doctrine of the orthodox incarnation and also does not interpret the doctrine as a myth.
Bukti Penghakiman Allah Yang Adil di dalam 2 Tesalonika 1:3-10 Menurut Pendekatan Analisis Wacana Limasaputra, Alexander Darmawan
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.349

Abstract

Evidence of God's Righteous Judgment in 2 Thessalonians 1:3-10 According to Discourse Analysis Approach. The theme of the righteous judgment of God is an important theme in 2 Thessalonians 1. This theme has a connection with the situation of the Thessalonians, who were currently undergoing persecution. This paper will explain how Paul developed the theme of God's righteous judgment in 2 Thessalonians 1:3-10 by using the discourse analysis approach. This paper will demonstrate that a righteous God will judge everyone by punishing the oppressors and rewarding the believers. Discourse analysis is used in this paper because it is an approach that can provide a stronger foundation when analyzing a text and provides objective criteria when investigating the problem of a text. The purpose of this paper is to encourage believers to have comfort and strength when experiencing persecution because a righteous God will judge every human being.
PANGGILAN SOSIAL GEREJA BERDASARKAN PELAYANAN YESUS DALAM LUKAS 4:18-19: SEBUAH UPAYA MEREVITALISASI PELAYANAN GEREJA Susanto, Herry
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.356

Abstract

Salah satu unsur penting dalam pelayanan gereja yang terabaikan adalah peran sosial gereja untuk mewujudkan kesejahteraan. Padahal warga jemaat berhadapan dengan berbagai isu sosial. Salah satu yang cukup krusial adalah kemiskinan. Dalam upaya merevitalisasi pelayanan gereja, salah satu yang perlu diwujudkan adalah integrasi antara kepedulian sosial dan pelayanan gereja. Artikel ini akan menjelaskan bahwa gereja memiliki panggilan dan tanggung jawab sosial. Fondasi bagi gagasan ini adalah karakteristik pelayanan Yesus yang termuat dalam Lukas 4:18-19, yang merupakan kutipan dari Yesaya 61:1-2; 58:6. Berdasarkan penggunaan Yesaya 61:1-2 yang dikombinasikan dengan Yesaya 58:6, artikel ini menunjukkan bahwa penulis Injil Ketiga memodifikasi kutipan tersebut untuk memperkuat karakteristik sosial dalam pelayanan Yesus. Dimensi sosial pelayanan Yesus merupakan landasan penting untuk membangun pelayanan gerejawi yang memiliki kesadaran sosial untuk membentuk kehidupan umat secara menyeluruh. Dalam menguraikan gagasannya, artikel ini akan menerapkan metode kualitatif yang berorientasi pada studi literatur dan analisis hermeneutika. Adapun pendekatan hermeneutika yang akan diterapkan berfokus pada pembacaan Injil sebagai biografi Yunani-Romawi. Prinsip-prinsip yang umum digunakan dalam metode kritik naratif juga akan diterapkan. Karena adanya kutipan dari Kitab Yesaya, pendekatan hermenutika yang digunakan juga akan menganalisis cara penulis Injil Ketiga menggunakan teks Yesaya tersebut. Artikel ini akan berfokus pada tiga aspek, yaitu karakteristik sosial Injil Ketiga, karakteristik sosial pelayanan Yesus berdasarkan Lukas 4:18-19, dan implikasi dimensi sosial pelayanan Yesus bagi upaya revitalisasi pelayanan gereja. One important element that neglected in church ministry is the social responsibility of the church in realizing the well-being of the community. Whereas the congregation is dealing with various social issues. One that is quite crucial is poverty. In an effort to revitalize church ministry, one that needs to be realized is the integration of social care and church ministry. This article will explain that the church has social calling and responsibility. The foundation for this idea is the characteristics of Jesus' ministry conveyed by Luke 4:18-19, which is a quotation from Isaiah 61:1-2; 58:6. Based on the use of Isaiah 61:1-2 combined with Isaiah 58:6, this article shows that the writer of the Third Gospel modified the quotation to strengthen social characteristics in Jesus' ministry. The social dimension of Jesus' ministry is an important foundation for building church ministries that have social awareness to shape the lives of believers holistically. This article will apply qualitative methods that focus on literary study and hermeneutical analysis. The hermeneutical approach applied here focuses on reading the Gospels as Greco-Roman biography. The principles commonly used in narrative criticism will also be applied. Because of the quotation from the Book of Isaiah, this article will also analyze the way the writer of the Third Gospel used the text of Isaiah. This article will focus on three aspects, namely the social characteristics of the Third Gospel, the social characteristics of Jesus' ministry based on Luke 4: 18-19, and the implications of the social dimension of Jesus' ministry for revitalizing church ministry.
KEHADIRAN TUHAN DI TENGAH UMAT-NYA: DARI PENCIPTAAN KE PENCIPTAAN YANG BARU Maleachi, Martus Adinugraha; Yohanes, Hendra
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.361

Abstract

Di dalam studi dan teologi biblika, pertanyaan yang didiskusikan sampai dewasa ini adalah apakah tema atau motif Alkitab yang dapat mempersatukan alur cerita dari PL sampai PB? Artikel ini mengusulkan motif kehadiran Tuhan sebagai jawabannya, yakni kehadiran Allah yang berdiam di antara umat-Nya. Tuhan yang rindu untuk dekat dengan umat-Nya dengan menyatakan kehadiran di tempat-tempat kudus di sepanjang catatan Alkitab. Dengan menggunakan studi kata, studi intertekstual dalam kanon Alkitab, dan studi ekstrabiblika; artikel ini menunjukkan bahwa kehadiran-Nya dipusatkan di tempat-tempat kudus yang didirikan-Nya di dalam dunia ini mulai dari Taman Eden pada penciptaan yang pertama, Kemah Suci, Bait Allah, gereja, sampai kepada penciptaan langit dan bumi yang baru. Artikel ini bertujuan menyajikan suatu gambaran alkitabiah tentang kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya dan implikasinya bagi kehidupan Kristiani. In biblical studies and biblical theology, a central question still discussed until today is the following: what theme or motif can unify the biblical storyline from OT to NT? This article proposes that the motif of the presence of God, who indwells among His people, as the answer. God, who desires to be near to His people, reveals His presence in holy places across biblical accounts. By using word studies, intertextual studies in the canonical bible, and extrabiblical studies, this article demonstrates that God's revealing of His presence focused in holy places that He established in this world, began from the Garden of Eden in the first creation and extended through the Tabernacle, the Temple, the Church, to the creation of the new heaven and earth. The purpose of this article is to present a biblical overview of the presence of God among His people and its implications for the Christian life.
THE NEW TESTAMENT IN ITS WORLD: AN INTRODUCTION TO THE HISTORY, LITERATURE, AND THEOLOGY OF THE FIRST CHRISTIANS Hauw, Andreas
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.362

Abstract

Buku ini adalah karya yang terbaru dalam genrenya. Namun, buku ini bukan yang terbaru dalam pendekatannya?sejarah, sastra dan teologi, sebab Mark Allan Powell telah menulis pengantar Perjanjian Baru (PB) dengan metode yang sama. Kendati demikian, buku ini unik. Pertama, sebagai buku sederhana atau contoh agar mudah dipahami (reader atau sampler) mengenai pemikiran N.T. Wright. Hal ini tidak terlepas dari usulan Michael F. Bird supaya Wright menulis buku pengantar PB, setelah Wright menulis banyak buku mengenai PB. Kedua, buku ini bertujuan menjadi buku yang handal dan ramah. Handal karena ditulis untuk memahami kekristenan mula-mula dan ramah karena dilengkapi buku kerja, pembelajaran online, bahan video dan audio, serta kurikulum berbasis jemaat. Ketiga, buku ini berusaha menghindar dari beberapa problem umum yang biasa disajikan dalam buku pengantar PB. Bila dipandang perlu, hal mengenai itu telah ditulis dengan teliti, singkat dan mudah dicerna. Ketika menjelaskan masing-masing kitab dalam PB, buku ini memberikan pengantar singkat, diskusi persoalan penting dan kontekstual, garis besar kitab, komentar singkat, dan tips untuk aplikasi dan penyelidikan lebih lanjut.
WHERE IS GOD IN A CORONAVIRUS WORLD? Wisantoso, Sandra
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.365

Abstract

John Lennox adalah seorang profesor emeritus di bidang matematika dari Universitas Oxford di Inggris, dosen emeritus bidang matematika dan filsafat sains di Green Templeton College serta pengajar di The Oxford Centre for Christian Apologetics. Dalam karir akademisnya, Lennox giat membela iman Kristen di dalam debat-debat publik menghadapi para ateis terkenal seperti Richard Dawkins, Christopher Hitchens dan Peter Singer. Tulisan-tulisan dalam buku ini lahir dari perenungan Lennox terhadap situasi kegelisahan dan kebingungan yang sedang melanda dunia ini  akibat pandemi virus Corona. Untuk itu, Lennox mengundang para pembacanya seumpama sedang berdialog dengannya di kafe sambil minum kopi dan bertanya: ?Di manakah Allah di tengah dunia yang dilanda virus Corona?? Meskipun ditulis dalam waktu relatif singkat dan dengan jumlah halaman yang tidak banyak, buku ini memberikan wawasan yang cukup secara teologis, historis dan saintifik mengenai pandemi yang sedang terjadi saat ini. Tidak hanya itu, Lennox juga berupaya sensitif terhadap penderitaan yang sedang dihadapi pembacanya dengan menceritakan pengalaman-pengalaman pribadi dan keluarganya ketika menghadapi sakit penyakit.
COVID-19 DAN TUMIT ACHILLES IMAN KRISTEN Alinurdin, David
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36421/veritas.v19i1.373

Abstract

Awal tahun 2020 ditandai dengan satu peristiwa yang mengejutkan seluruh dunia. Virus Corona baru yang merebak di Wuhan, China sejak akhir 2019, secara masif mulai menyebar ke berbagai negara di seluruh penjuru dunia, menjadi sebuah pandemi yang disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019). Umat manusia di seluruh dunia dihadapkan pada satu kondisi yang mengejutkan dan meluluhlantakkan berbagai sendi kehidupan. Bukan hanya kekuatiran akan penderitaan fisik yang diakibatkan oleh COVID-19, namun juga seluruh aspek kehidupan politik, ekonomi, sosial, hingga religiositas dan spiritualitas manusia menjadi terganggu. Masalah penderitaan dapat diumpamakan seperti "tumit Achilles" bagi iman Kristen atau dengan kata lain sebagai titik lemah dari iman Kristen. Manusia sudah bergumul selama berabad-abad untuk menjawab pertanyaan bagaimana mungkin Allah yang baik dan penuh kasih mengizinkan kejahatan dan penderitaan sedemikian merajalela di dalam dunia ciptaan-Nya, dan hingga hari ini masih terus bergumul dengan pertanyaan yang sama. Terlebih lagi saat ini ketika melihat kondisi dunia yang porak-poranda akibat pandemi COVID-19, di antara kita mungkin ada yang bertanya apakah Allah sungguh ada? Apakah Dia Allah yang berdaulat yang masih terus bertindak di dalam dunia ini ataukah Dia sudah lepas tangan? Apakah Dia Allah yang baik dan peduli terhadap penderitaan yang terjadi di dalam dunia? Jika Dia Allah yang mahabaik, mengapa Dia menciptakan dunia ini dengan virus patogen yang menyebabkan penyakit mematikan? Lalu, bagaimanakah kita sebagai umat Allah dapat berkarya menyatakan kehadiran-Nya yang mahakuasa dan mahabaik itu secara konkret kepada dunia yang sedang bergumul saat ini? Beberapa pertanyaan krusial di atas akan didiskusikan dan dijawab dalam editorial ini.
Front Matter Volume 19 No. 1 Alinurdin, David
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 19 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 11