cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Optimalisasi Penyediaan Bibit Rumput Laut Kotonii (Kappaphycus alvarezii) Hasil Kultur Jaringan Nico Runtuboy; Slamet Abadi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i1.96

Abstract

Keberhasilan penyediaan bibit rumput laut kotonii (Kappaphycus alvarezii) melalui kultur jaringan, perlu ditindaklanjuti dengan penyebaran bibit rumput laut hasil F1 secara masif dan meluas. Karenanya perlu dilakukan penelitian untuk melihat potensi pengembangan lanjutan bibit rumput laut hsil kultur jaringan ini. Penelitian dilakukan selama empat minggu, yaitu masa umur bibit terbaik; dengan menggunakan berat awal bibit yang sama yaitu 75 gram pada berbagai kedalaman perairan efektif penetrasi sinar matahari. Parameter yang diamati meliputi, laju pertumbuhan harian, dan sintasan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kedalaman efektif penetrasi sinar matahari permukaan tercatat presentasi laju pertumbuhan harian terbaik, yaitu 7,77-10,85%. Semakin kecil penetrasi sinar matahari pada media pertumbuhan bibit, semakin kecil presentasi laju pertumbuhan harian. Sedangkan tingkat kelulusan hidup, tidak memperlihatkan perbedaan, sejauh masih terdapat penetrasi sinar matahari; nilai tingkat kelulusan hidup sama yaitu 100%. Hal ini berarti optimalisasi penyediaan bibit F1 dari hasi kultur jaringan rumput laut katonii, dapat dilakukan secara masif.
Kualitas Air dan Pertumbuhan Pembesaran Ikan Patin dengan Teknologi Biopori di Lahan Gambut Amrih Manunggal; Rahmat Hidayat; Siti Mahmudah; Dinno Sudinno; Adang Kasmawijaya
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i1.97

Abstract

Air yang dapat digunakan sebagai media budidaya harus mempunyai standar kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan persyaratan hidup ikan, beberapa parameter kualitas air yang cukup penting bagi ikan budidaya yaitu suhu, pH dan oksigen terlarut. Berdasarkan hasil pengukuran selama 90 hari pembesaran ikan patin di lahan gambut di peroleh data pH air di kolam dengan sistem biopori berkisar antara 5,8 – 6,3 sedangkan di kolam tanpa biopori pH air selama pembesaran berkisar antara 5,1 – 6,7. Tingkat pH air di kolam dengan biopori lebih stabil di bandingkan kolam tanpa biopori walaupun tidak berbeda nyata. Saat awal penebaran pH air di kolam tanpa biopori lebih tinggi dari pada kolam biopori namun menurun saat mulai pemeliharaan ikan. Selama 90 hari pembesaran ikan patin di kolam biopori menghasilkan data pertambahan bobot 437,8 gram sedangkan di kolam tanpa biopori pertambahan bobot 420,3 gram.
Determinasi Peran dan Strategi Pengembangan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan di Kalimantan Selatan Fahrur Razi; Ainun Mardiyah; Adang Kasmawijaya
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i1.98

Abstract

Pengkajian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain eksploratori dalam penentuan prioritas terhadap peran dan alternatif strategi pengembangan P2MKP didasarkan atas bobot prioritas atau kepentingannya dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Keterpaduan antara program pelatihan P2MKP dengan penyelenggaraan penyuluhan” merupakan strategi yang paling diprioritaskan dalam membangun sinergitas P2MKP dengan penyelenggaraan penyuluhan perikanan, dengan bobot 31,52%, kemudian strategi “pengikutsertaan koordinator penyuluh daerah sebagai pembina P2MKP”, dengan bobot 28,56% sebagai prioritas kedua, dan strategi “sebagian instruktur berasal dari penyuluh perikanan” dengan bobot 24,17% sebagai strategi prioritas ketiga dalam membangun sinergitas P2MKP dengan penyelenggaraan penyuluhan perikanan. Dari beberapa strategi pengembangan P2MKP yang dapat dilakukan dalam rangka mendukung proses peningkatan kompetensi sumber daya manusia kelautan dan perikanan: Strategi “pengikutsertaan/ peningkatan peran penyuluh perikanan” merupakan strategi pengembangan P2MKP yang paling diprioritaskan, kemudian strategi “optimalisasi penyelenggaraan pelatihan” sebagai prioritas kedua, dan strategi “pembangunan kemitraan strategis” sebagai strategi prioritas ketiga.
Sebaran Infeksi Ektoparasit pada Ikan Mas di Jaring Apung Jatiluhur, Cirata, Saguling, Jatigede, Darma, Provinsi Jawa Barat Yuke Eliyani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serangan infeksi ektoparasit pada ikan mas (Cyprinus carpio) yang dipelihara di jaring apung Jatiluhur, Cirata, Saguling, Jatigede serta Darma Provinsi Jawa Barat, pada bulan Agustus 2017. Identifikasi dan analisa ektoparasit dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Ikan, Departemen Akuakultur, Institut Pertanian Bogor. Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 10 jenis ektoparasit yang ditemukan, yaitu Trichodina sp., Ichthyophthirius multifilis, Epistylis sp., Vorticella sp., Argulus sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp., Cichlidogyrus sp., Diplozoon sp., Heterobothrium sp. Dari 19 ektoparasit ini, terdapat 4 jenis ektoparasit yang ditemukan di semua lokasi penelitian yaitu: Trichodina sp., Diplozoon sp., Dactylogyrus sp., Cichlidogyrus sp; dengan kisaran nilai prevalensi (%) 10 – 100; nilai intensitas sebesar 1 – 225,2; dan rentang nilai dominansi % sebesar 0,05 – 93,39.
Analisis Penyuluhan Perikanan Partisipatif dan Kompetensi Pembudidaya Ikan di Kabupaten Sumedang Erlin Rosiah; Soen'an Hadi Poernomo; OD Soebhakti Hasan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i1.100

Abstract

Penyuluhan perikanan partisipatif yang melibatkan pembudidaya ikan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kompetensi pembudidaya ikan sebagai taraf keefektivan perilaku (pengetahun, sikap dan keterampilan) dalam teknis budidaya ikan merupakan salah satu output penyuluhan yang dapat diukur capaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deskriptif penyuluhan perikanan partisipatif dan kompetensi pembudidaya ikan, serta menganalisis hubungan penyuluhan partisipatif (perencanaaan (X1), pelaksanaan (X2) dan evaluasi (X3)) dengan kompetensi pembudidaya ikan (Y) menggunakan analisis korelasi spearman. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive disproportional stratified random sampling terhadap 114 responden pembudidaya ikan. Hasil penelitian: penyuluhan perikanan partisipatif pada tarap co learning dengan model fasilitatif. Kategori sedang pada proses perencanaan dan evaluasi, serta termasuk kategori tinggi pada pelaksanaan. Tingkat kompetensi pembudidaya ikan: 10,53% sangat baik; 50,88% baik, 33,29% sedang dan 2,63% rendah. Selain itu sangat baik dalam tanda-tanda induk matang gonad, obat-obatan ikan, dan cara tebar benih; baik dalam cara pencegahan hama dan penyakit ikan serta proses pembesaran ikan; sedang dalam proses pembenihan ikan, merencanakan produksi ikan dan mengkultur pakan alami; serta rendah dalam membuat pakan buatan. Hasil analisis korelasi spearman: variabel X1 dengan Y berhubungan kuat, signifikan dan searah, dengan kontribusi X1 terhadap Y sebesar 30,58%; hubungan X2 dengan Y cukup kuat signifikan dan searah, dengan kontribusi X2 terhadap Y sebesar 46,10%; hubungan X3 dengan Y adalah cukup kuat signifikan dan searah, kontribusi X3 terhadap Y sebesar 32,26%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5