cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Penyuluhan Metode Demonstrasi Cara Diversifikasi Olahan Ikan Tuna (Thunnini) Pada Pengolah Di Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara Sarni Malagapi; Tatty Yuniarti; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.217

Abstract

Kabupaten Pulau Morotai memiliki potensi perikanan yang mumpuni dalam bidang penangkapan dan pengolahan. Potensi perikanan dapat dikembangkan dengan cara meningkatkan peranan sumber daya manusia yang menjadi motor penggerak bagi aspek perikanan. Tujuan penelitian adalah mengamati perubahan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan serta tingkat adopsi inovasi Poklahsar Datepi mengenai diversifikasi produk olahan perikanan dengan bahan baku ikan tuna melalui penyuluhan. Penelitian dilakukan mulai tanggal 02 Maret sampai dengan tanggal 15 Mei 2020. Tahapan penyuluhan diawali dengan penetapan lokasi dan dan sasaran penyuluhan, sosialisasi kegiatan penyuluhan, penyuluhan diversivikasi olahan ikan menggunakan metode demonstrasi cara, pengamatan difusi, dan adopsi, serta evaluasi penyuluhan. Hasil penelitian kegiatan penyuluhan menunjukkan pada penyuluhan pembuatan diversifikasi produk olahan yaitu krispi ikan tuna terdapat peningkatan aspek pengetahuan sebesar 37 %, aspek sikap sebesar 14 % dan pada demonstrasi pembuatan nugget, terjadi peningkatan pada aspek pengetahuan sebasar 26,41 %, aspek sikap sebesar 13,6 %. Perubahan pada aspek keterampilan menunjukkan kondisi keterampilan sebelumnya cukup terampil menjadi terampil dalam pemilihan bahan baku sampai membentuk olahan krispi dan nugget. Diversifikasi olahan ikan tuna berupa nuget dan krispi ikan tuna dapat diterima dengan baik oleh poklahsar.
Evaluasi Penerapan Metode Penyuluhan Perikanan Praktik Akhir di Kabupaten Majalengka dan Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat Ina Restuwati; Aan Hermawan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.222

Abstract

Evaluasi dengan model Context, Input, Process, and Product (CIPP) dilakukan untuk mengevaluasi Praktik Akhir (PA) taruna semester akhir pada Sekolah Tinggi Perikanan Jurusan Penyuluhan Perikanan meliputi proses penelitian kaji terap dengan metode penyuluhan berupa kolam percontohan (dempond), demonstrasi cara (demcar) serta pendampingan peran dan fungsi kelompok dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kelompok sesuai dengan usaha perikanan yang dilakukan oleh pelaku utama. Adanya permasalahan mengenai rendahnya pemahaman tentang inovasi teknologi baru perikanan, pengelolaan dan manajemen bisnis perikanan serta fungsi dan peran kelompok menjadikan taruna harus mempunyai perencanaan yang matang dan tepat dalam memilih metode penyuluhan yang akan dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan mengukur komponen context (konteks), input (masukan), process (proses), dan product (produk, output dan dampak) praktik akhir, serta menyusun konsep rekomendasi untuk perbaikan (improve) penerapan metode penyuluhan perikanan praktik akhir taruna. Penelitian dilakukan di Kabupaten Majalengka dan Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat dengan jumlah responden sejumlah 94 orang pelaku utama. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa komponen konteks, input, dan proses secara umum telah berjalan dengan baik. Namun terdapat kekurangan pada komponen produk sebagai hasil kegiatan yang diprogramkan. Sehingga perlu pendampingan secara intensif dan berkala oleh penyuluh perikanan dengan cara mengaktifkan peran dan fungsi kelompok serta pendampingan secara berkelanjutan dalam penerapan teknologi baru perikanan. Rekomendasi penelitian ini adalah perlu adanya peningkatan keterlibatan responden dalam tahap identifikasi, penentuan tujuan, maupun pengambilan keputusan, serta pentingnya sosialisasi regulasi perikanan dan pendampingan intensif pasca program praktik akhir dari penyuluh perikanan terkait.
Analisis Potensi dan Permasalahan Pengembangan Wilayah Pesisir di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan Madura Provinsi Jawa Timur Ririn Rosita Hur; Toni Ruchimat; Yenni Nuraini
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.202

Abstract

Potensi sumber daya pesisir Indonesia sangat beragam, baik dari segi kualitas dan kuantitasnya, tetapi tanpa menyadari bahwa potensi tersebut sampai saat ini belum secara optimal dikembangkan dan dikelola sesuai dengan aturan kode etik perikanan yang bertanggung jawab (code of conduct for responsible fisheries/CCRF). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2019 yang bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan pada pengembangan wilayah pesisir di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Analisis potensi dan permasalahan tersebut dilakukan dengan metode PRA melalui pengisian borang, yang berjumlah 42 responden sebagai sampel, terdiri dari 39 orang dibidang penangkapan, 2 orang dibidang budidaya ikan, dan 1 orang dibidang pengolahan hasil perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Arosbaya merupakan kawasan potensial baik dibidang usaha perikanan dan ekosistem mangrove yang terbentang didalamnya. Pada pengembangan potensi tersebut, ditemukan beberapa permasalahan terkait dibidang usaha perikanan ataupun pada pelestarian ekosistem yang ada. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dalam mewujudkan pengelolaan dan pengembangan secara co-management.
Perubahan Perilaku Kelompok Bandeng C73 Melalui Pemanfaatan Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Kecamatan Tirtajaya Karawang Jawa Barat Ena Hernawati; Lilis Supenti; Abdul Hanan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan perilaku Kelompok Bandeng C73 berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat tentang pemanfaatan tulang ikan bandeng melalui kegiatan penyuluhan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat pada tanggal 2 Maret hingga 15 Mei 2020. Penyuluhan dilakukan menggunakan metode demonstrasi cara, ceramah dan diskusi. Aspek yang dievaluasi yaitu teknis, bisnis dan penyuluhan. Media yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan yaitu media cetak berupa leaflet dan folder. Evaluasi penyuluhan dilakukan dengan membandingkan hasil pre test dan post test menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku masyarakat terhadap pemanfaatan limbah yaitu 76%. dalam segi lingkungan sasaran bisa mengurangi dampak pencemaran lingkungan udara (bau), air (dibuang di irigasi), tanah (dibuang secara sembarangan). Hasil analisa ekonomi menunjukkan pemanfaatan limbah menguntung kan dalam satu kali produksi pembuatan tepung tulang menghasilkan keuntungan Rp.91.000.- dan jika tepung tersebut diolah kembali menjadi kerupuk tulang ikan, stik tulang ikan atau diversifikasi olahan lainnya maka akan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi. Pemanfaatan tulang ikan bandeng bukan hanya mengubah perilaku sasaran menjaga lingkungan tetapi juga memberi keuntungan dalam segi ekonomi.
Karakteristik dan Kinerja Penyuluh Perikanan di Kabupaten Bogor Mochamad Nurdin; M. Abubakar Sidik Effendi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.206

Abstract

Kabupaten Bogor memiliki potensi yang cukup tinggi untuk pengembangan perikanan terutama budidaya ikan air tawar. Karakteristik dan kompetensi penyuluh perikanan dapat menentukan keefektifan kinerja penyuluh dalam penyelenggaraan penyuluhan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik serta kompetensi penyuluh perikanan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam penyelenggaraan penyuluhan perikanan di Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2020 di Kabupaten Bogor. Metode pengumpulan data melalui pengisian kuisioner, wawancara kepada penyuluh perikanan Kabupaten Bogor sebanyak 16 orang, serta observasi lapangan. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penyuluh perikanan meliputi kategori pendidikan formal, pengalaman menyuluh, pelatihan, sertifikasi kompetensi, prestasi/penghargaan bidang penyuluhan mempengaruhi keefektifan kinerja penyuluh, sedangkan kategori umur dan jarak tempat tinggal/ keterjangkuan tidak mempengaruhi keefektifan kinerja penyuluh. Penyuluh perikanan Kabupaten Bogor memiliki kompetensi yang baik dalam membina kelompok perikanan, penumbuhan kelompok perikanan, peningkatan kelas kelompok perikanan, aksesibilitas legalisasi izin usaha mikro dan kecil, aksesibilitas permodalan usaha, aksesibilitas pasar, aksesibilitas informasi dan teknologi perikanan, dan aksesibilitas bantuan pemerintah.
Kajian Potensi Sumber Daya Perikanan di Kecamatan Ampenan Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat Saponi Wilandari; Walson Halomoan Sinaga; Yenni Nuraini
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.189

Abstract

Kota Mataram merupakan salah satu kota yang ada di Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi perikanan dalam sektor budidaya, pengolahan, dan penangkapan. Kajian Potensi Sumber Daya Perikanan di Kecamatan Ampenan Kota Mataram  merupakan salah satu langkah awal untuk menggali data dan informasi untuk menentukan bahan dan metode penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan  guna mendorong percepatan pembangunan di sektor perikanan khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi SDA, SDM perikanan dan sosial perikanan di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Alat yang digunakan dalam pengambilan data adalah borang dan kuisioner dengan materi kondisi umum Kecamatan Ampenan, kondisi umum sumber daya manusia, kondisi potensi sumber daya penunjang, dan kondisi perikanan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara dan metode observasi. Kecamatan Ampenan memiliki potensi perikanan mulai dari simber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya penunjang. Permodalan pelaku usaha berasal dari modal sendiri. Rumah tangga perikanan (RTP) berjumlah 1.114 RTP dan sekitar 79,1% dari jumlah RTP yang ada berusaha dibidang penangkapan ikan (nelayan). Kelompok perikanan yang terbentuk sebanyak 54 kelompok.
Peningkatan Pendapatan Nelayan Melalui Penanganan Hasil Tangkapan dengan Sistem Rantai Dingin di Kecamatan Kendari dan Nambo Provinsi Sulawesi Tenggara serta Kecamatan Teluk Bintan Provinsi Kepulauan Riau Sobariah, Sobariah; Meriana Sari, Diah Ayu; Hidayat, Syahrul; Nasriyah, Nasriyah; Susanto, Sakti Hari
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i2.163

Abstract

Sistem rantai dingin menggunakan es curah merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan kesegaran ikan pada proses produksi, distribusi, hingga sampai ke tangan konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan usaha penangkapan ikan dengan sistem rantai dingin dan tanpa rantai dingin di Kecamatan Teluk Bintan di Provinsi Kepulauan Riau dan Kecamatan Nambo dan Kecamatan Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara mulai dari bulan Februari 2018 sampai dengan Mei 2018. Analisis data yang dilakukan adalah analisis usaha yang meliputi komponen pendapatan, keuntungan, R/C ratio dan Payback Periode (PP). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan dan kelayakan usaha kelompok nelayan di Kecamatan Nambo, Kendari serta Teluk Bintan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adannya perbedaan pendapatan kelompok nelayan yang menerapkan rantai dingin dengan yang tidak menerapkan rantai dingin. Pada ketiga lokasi, nelayan yang melakukan usaha penangkapan ikan dengan rantai dingin, memperoleh pendapatan dan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan yang tidak menerapkan rantai dingin. Nilai RC/ratio usaha penangkapan ikan menggunakan rantai dingin juga lebih tinggi. Waktu pengembalian modal (PP) usaha penangkapan ikan menggunakan rantai dingin juga lebih cepat dibandingkan usaha serupa yang tidak menggunakan rantai dingin.

Page 1 of 1 | Total Record : 7