cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2010)" : 6 Documents clear
Sistem Pemasaran Ikan Hias Black Ghost (Apteronotus albifrons) di Terminal Agribisnis (Holding Ground) Rancamaya Bogor M Harja Supena
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.21

Abstract

Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan potensial di Kota Bogor. Hal ini didukung oleh sejumlah 200 Rumah Tangga Produksi yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor. Penelitian dilakukan di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor sebagai pasar produsen dan Pasar Parung Bogor sebagai pasar konsumen. Ruang lingkup penelitian difokuskan kepada ikan hias Black Ghost (Apteronotus albifrons). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan metode deskriftif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis struktur, perilaku dan keragaan pasar ikan hias dilakukan dengan pendekatan Structure-Conduct-Performance. Untuk keterpaduan pasar dan elastisitas transmisi harga masing-masing dianalisis dengan menggunakan model Autoregressive distributed lag dan Regresi linier sederhana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1). Struktur pasar, perilaku pasar dan keragaan pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor, 2). Menganalisis keterpaduan pasar ikan hias antara pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor dengan pasar ikan hias di Parung Bogor, dan 3). Menganalisis efisiensi sistem pemasaran ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Struktur pasar ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor adalah pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competitive market) dimana perilaku pasar cenderung meningkatkan ketergantungan petani/ pembudidaya serta transmisi harga yang tidak elastis, 2). Tingkat keterpaduan pasar yang rendah baik jangka pendek maupun jangka panjang, dan 3). Sistem pemasaran ikan hias di Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor yang tidak efisien. Bertitik tolak dari hasil penelitian tersebut, alternative solusi perbaikan sistem pemasaran ikan hias yang perlu dilakukan terhadap Holding Ground Terminal Agribisnis Rancamaya Bogor adalah : 1). Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia 2). Kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Bogor, Dinas Pertanian Kota Bogor dengan Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor dalam hal perbaikan infrastruktur sarana transportasi, terutama perbaikan jalan yang rusak,
Kajian Ekonomi Penggunaan Additive Makanan Dalam Usaha Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Asep Ahmad Subagio
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.23

Abstract

Pelaksanaan kajian ekonomi penggunaan additive makanan dalam usaha pembesaran ikan nila dilakukan di waduk Cirata, Cianjur dari bulan Juni sampai dengan Oktober 2010 Kajian ini bertujuan untuk menghitung kelayakan usaha pembesaran ikan nila setelah mengalami perubahan teknologi dengan menambah additive pada pelet yang diberikan pada ikan. Pengkajian ini dilakukan menggunakan rancangan kajian sederhana. Perlakuan yang dilaksanakan pada pengkajian ini adalah menambah additive makanan pada pakan/pelet. Dosis additive yang ditambahkan yaitu 2.5 cc/Kg pelet. selama pengkajian dilakukan sampling sebanyak 5 kali dengan penggunaan sample sebanyak 3 kg, dimana setiap kilogramnya ditimbang berat Biomasanya dan dihitung berat Biomasanya untuk mengetahui berat rata-rat perekor dengan perhitungan berat biomasa dibagi jumlah Biomasa. Sampling dilakukan untuk mengetahui laju pertumbuhan ikan yang selanjutnya dihubungkan dengan tingkat efisiensi pakan yang terserap oleh ikan. Analisa ekonomi yang dilakukan meliputi R/C ratio dan B/C ratio yaitu untuk mengetahui kelayakan usaha pembesaran ikan nila dalam KJA dengan perubahan tehknologi berupa penambahan Additive pada pellet. Selama pengkajian diukur laju pertumbuhan ikan dengan hasil menunjukkan bahwa ikan-ikan yang mendapat perlakuan penambahan additive makanan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dengan perbedaan angka laju pertumbuhan mencapai rata-rata sebesar 15,8 gram. Selanjutnya dari sisi analisa R/C ratio dan B/C ratio menunjukan angka yang lebih baik yaitu 1,78 dan 14,45 yang berarti bahwa perubahan teknologi penggunaan additive dapat dijadikan sebagai metoda yang layak digunakan dalam budidaya pembesaran ikan nila.
Pengaruh Pendekatan Kelompok Terhadap Keberdayaan Pembudidaya (Kasus di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Ani Leilani; Aan Hermawan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.18

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pendekatan kelompok terhadap keberdayaanpembudidaya dilakukan pada Bulan Juli sampai dengan September 2010 di KabupatenSleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan jumlah responden 38 orang.Penelitian ini bertujuan : 1) Menentukan distribusi kelompok pembudidaya diKabupaten Sleman pada sejumlah karakteristik yang diamati; dan 2) Menentukanhubungan antara karakteristik kelompok pembudidaya dan pendekatan kelompokdengan keberdayaan pembudidaya di Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkanbahwa : 1) Kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Sleman dalam menjalankanfungsinya masih dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan fungsi kelompok sebagaiwadah belajar mengajar, produksi dan wahana kerjasama belum dapat dijalankan secaraoptimal. Intensitas kunjungan penyuluh ke lapangan dan kelompok pembudidaya jugabelum secara intens dilakukan; 2) Keberdayaan pembudidaya melalui pendekatankelompok yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan dansikap; Peningkatan produksi; dan Kemandirian pembudidaya dalam pengambilankeputusan termasuk dalam kategori sedang; 3) Karakteristik pembudidaya (umur,pendidikan formal, pendidikan non formal, pekerjaan, luas lahan yang dikelola,pengalaman usaha, tingkat pendapatan, status sosial pembudidaya dan motivasi sertapartisipasinya dalam kegiatan penyuluhan) menunjukkan tidak berpengaruh nyataterhadap keberdayaan pembudidaya; 4) Pendekatan kelompok memiliki pengaruh yangsangat nyata terhadap keberdayaan pembudidaya terutama dalam peningkatanpengetahuan keterampilan sikap pembudidaya, peningkatan produksi dan kemandirianpembudidaya dalam pengambilan keputusan.
Telaahan Ulang Ciri-Ciri Manusia Indonesia Andin H Taryoto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.19

Abstract

Secara kontroversial pada tahun 1977 Mochtar Lubis menyebut manusia Indonesia sebagai Munafik, enggan bertangggungjawab atas perbuatannya, feodal, percaya takhyul, artistik, dan lemah karakternya . Setelah waktu berjalan lebih dari 30 tahun, dinilai perlu untuk mengkaji apakah benar ciri-ciri manusia Indonesia adalah seperti itu. Hasil kajian menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran ciri-ciri manusia Indonesia, meskipun masih saja mengarah pada disebutkannya ciri-ciri yang lebih bersifat negatif. Munculnya ciri Brutal, sementara ciri Ksatria tidak dipilih oleh satupun responden, menunjukkan bahwa ciri-ciri kehidupan manusia Indonesia cukup memprihatinkan. Diperlukan langkah-langkah khusus untuk mengembalikan citra kesopanan dan kesantunan manusia Indonesia. Pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan penyuluhan perikanan perlu secara baik mengintegrasikan pemahaman tentang ciri-ciri manusia Indonesia didalam kegiatan penyuluhan yang dilakukan. Dengan demikian penyuluhan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Analisis Pemasaran Benih Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Studi Kasus di Desa Parigi Mekar Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor Jawa Barat Suratman Suratman
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.20

Abstract

Ikan lele dumbo salah satu komoditas perikanan air tawar yang tergolong ekonomis penting, keadaan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan konsumen akan ikan lele konsumsi. Adapun tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui saluran pemasaran benih ikan lele dumbo dari produsen ke konsumen, menganalisis marjin pemasaran setiap lembaga perantara yang terlibat dan menilai efisiensi pemasaran yang dikaitkan dengan perubahan harga dan penyebaran marjin setiap lembaga perantara. Desa Parigi Mekar mempunyai potensi yang tinggi untuk pengembangan budidaya ikan lele dumbo (khusus sekuen pembenihan), mengingat lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta teknik budidya yang masih tradisional/ turun temurun. Mata rantai pemasaran benih lele dumbo yang dilakukan oleh pembudidaya di lokasi penelitian terdiri dari dua (2) mata rantai pemasaran yaitu: 1. Produsen - Pedagang pengumpul desa - Pedagang pengumpul Kecamatan - Pedagang pengecer - Konsumen. 2. Produsen - Pedagang pengumpul Kecamatan -Pedagang pengecer - Konsumen. Masing-masing lembaga perantara tersebut melakukan kegiatan dan fungsi pemasaran yang sama yaitu; a). fungsi pertukaran , b). fungsi fisik dan c) fungsi fasilitas. Perhitungan marjin pemasaran setiap lembaga perantara pada setiap mata rantai pemasaran relative sama. Marjin pemasaran pada mata rantai pemasaran satu (1) sebesar Rp 55,-/ekor atau 44 %, begitu pula pada mata rantai pemasaran dua(2) sebesar Rp 55,-/ ekor atau 44 %, besarnya biaya pada mata rantai pemasaran satu (1) Rp 15,-/ekor atau 12 %, sedangkan pada mata rantai pemasaran dua (2) sebesar Rp 12.5,-/ekor atau 10 %. Keuntungan yang diperoleh pada mata rantai satu (1) sebesar Rp.40,- /ekor atau 32. %, mata rantai pemasaran dua (2) Rp 42.5,-/ekor atau 34 %.
Semipurifikasi dan Karakterisasi Kolagenase dari Organ Dalam Ikan Bandeng (Channos channos, Forskal) Tatty Yuniarti; Tati Nurhayati; Agoes M Jacoeb
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.22

Abstract

Aktivitas enzim-enzim proteolisis seperti kolagenase, dapat memecah proteinmenjadi molekul yang lebih sederhana (autolisis) mengakibatkan terjadinya pelemasandaging ikan pada fase post mortem. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui sifat-sifatenzim tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memurnikan dan mengkarakterisasienzim kolagense dari organ dalam bandeng. Enzim kolagenase telah dapat dimurnikan dariorgan dalam bandeng (Chanos chanos, Forskal), dengan ekstraksi dan pengendapanmenggunakan ammonium sulfat. Tingkat kelipatan pemurnian yang dihasilkan 2,347 danyield adalah 35,42. Karakterisasi kolagenase menunjukkan suhu optimum 50 oC dan pHoptimum 8-9. Enzim kolagenase dapat dihambat dengan kuat oleh serine proteinaseinhibitor (PMSF)dan meningkat aktivitasnya dengan penambahan Ca2+ dan Na+, enzimkolagenase ini stabil pada 10-50 oC and pH 8-9.

Page 1 of 1 | Total Record : 6