cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2014)" : 11 Documents clear
Kajian Skala Usaha Pendederan I Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) pada Akuarium di Kecamatan Parung, Kemang, Ciseeng Terhadap Pendapatan Setara UMR (Upah Minimum Regional) Kabupaten Bogor Paidi Paidi; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.47

Abstract

Permintaan ikan patin konsumsi menunjukan peningkatan dari waktu ke waktu, hal ini membawa dampak peluang usaha pendederan ikan patin kearah yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk memberkikan injformasi pendapatan yang dapat dicapai setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) Bogor, dari kegliatan usaha pendederan ikan patin pada aquarium di kecamatan ciseeng, kemang dan parung. Sehingga dapat membantu mengambil suatu keputusan bagi seorang calon pengusaha pendeederan ikan patin. Prosedur penelitian dimulai pengadaan sarana produksi, persiapan aquarium, penebaran dan pemeliharaan benih ikan patin, serta pemasaran benih ikan patin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga lokasi dan masing-masing dilakukan tiga ulangan, jumlah 30, 40 dan 60. Data yang dikumpulkan dari hasil pengamatan adalah biaya tetap, biaya variable, total pendapatan dan Upah Minimum Regional Bogor. Metoda analisis financial yang digunakan adalah laba/rugi, R/C, BEP, Payback Period dan ROI.
Partisipasi Nelayan Dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kabupaten Ciamis Sopiyan Danapraja
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.53

Abstract

Peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Kabupaten Kabupaten Ciamis ditujukan untuk meyakinkan masyarakat akan manfaat perlindungan kawasan tersebut. Karenanya peran serta masyarakat harus dilibatkan pada perencanaan, pelaksanaan, pemecahan kendala dan berbagai kemungkinan manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan kawasan konservasi. Tujuan penelitian mengkaji hubungan karakteristik dengan persepsi dan partisipasi masyarakat, persepsi dan partisipasi dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut (KKL) Kabupaten Ciamis. Metode penelitian adalah survei melalui analisis korelasi dan multivariat. Karakteristik responden sebagai berikut, umumnya berusia 35 – 44 tahun (44%), berpendidikan tinggi (52%), pernah mengikuti pendidikan non formal (97%), mempunyai tanggungan 2 anak (44%), pengalaman lebih dari 10 tahun (76%), pernah membeli alat ke luar daerah (94%) dan pernah mencari informasi ke luar daerah (84%). Tingkat partisipasi dalam pengelolaan KKL 32% sering mengikuti (baik). Responden diketahui 25,7% sering mengikuti kegiatan perencanaan, 25,8% sering mengikuti kegiatan penyuluhan/ pembinaan dan 16% sering ikut dalam pemecahan masalah pengelolaan KKL. Hasil analisis menunjukan karakteristik mempengaruhi tingkat partisipasi responden. Terdapat korelasi yang erat antara persepsi dan partisiapsi responden dalam pengelolaan KKL (koefisien korelasi 0,563 dan p-value 0,00).
Pengaruh Pengkayaan Nutrisi pada Cacing Sutera (Tubifex spp) sebagai Pakan Larva Ikan Patin (Pangasius hypopthalmus) Terhadap Laju Pertumbuhan Sujono Sujono; Edward Danakusumah; Dwi Ernaningsih
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.48

Abstract

  Perlakuan dalam pembenihan ikan patin sudah banyak dilakukan oleh para pembenih tetapi sampai saat ini masih banyak kendala yang dihadapi hal ini disebabkan pada waktu pemberian pakan cacing sutera (Tubifex sp) pada stadia larva sampai saat ini masih banyak mengalami permasalahan dengan pertumbuhan yang lambat. Hal ini diperkirakan kurangnya nilai nutrisi pada pakan yang diberikan,dengan pertimbangan ini maka perlu adanya suatu kajian cara lain untuk mengatasi masalah ini yang diantaranya penggunaan kuning telur ayam sebagai alternatif penambahan nutrisi pada cacing sutera sebagai pakan, dengan cara cacing sutra dipuasakan terlebih dahulu lalu diberikan kuning telur ayam kampung yang telah direbus sebagai makanan bagi cacing sutera. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pengkayaan nutrisi pada cacing sutera sebagai pakan larva ikan patin terhadap laju pertumbuhan. Adapun manfaat penelitian adalah sebagai sumber informasi atau acuan kepada pembudidaya khususnya usaha pembenihan ikan patin, dan alternatif teknologi yang dapat diterapkan. Pengkayaan nutrisi pada cacing sutera dengan kuning telur ayam kampung dapat memberikan dampak yang baik pada laju pertumbuhan. Hal ini terlihat dari perlakuan E (8 jam pengkayaan nutrisi cacing sutera) dengan pertambahan bobot rata-rata 1.76 ± 0.09 gram dan pertambahan panjang pada perlakuan E (8 jam pengkayaan nutrisi cacing sutera) dengan pertambahan panjang rata-rata 2.35 ± 0.13 cm dibandingkan dengan perlakuan A (control) 0.96 ± 0.16 gram dan pertambahan panjang 2.0±0.07 cm.
Persepsi dan Tingkat Kepuasan Taruna Terhadap Pelayanan Perpustakaan (Studi Kasus di STP Jurusan Penyuluhan Perikanan Bogor) Abdul Hanan; Nayu Nurmalia
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.43

Abstract

Dalam pemanfaatan pelayanan Perpustakaan diperoleh data bahwa taruna berkunjung ke perpustakaan kurang dari rata-rata 2 kali dalam sebulan sebanyak 27,8%, berkunjung sebanyak 3 sampai 4 kali per bulan sebanyak 45,8% dan yang berkunjung lebih dari 5 kali sebanyak 26,4%. Hasil analisis tingkat Indek Kepuasan Taruna (IKP) terhadap 14 unsur pelayanan di unit Perpustakaan. Hasil analisis terhadap 14 unsur pelayanan perpustakaan terhadap taruna sebagai pengguna bahwa hanya satu unsur yang meperoleh indek kepuasaan dengan katagori sangat baik, 2 unsur pelayanan indek kepuasasan dengan katagori kurang baik, dan 11 unsur indek kepusan pada katagori baik. Untuk mengetahui mutu pelayanan dan kinerja unit perpustakaan maka dilakukan analisis dengan rumus Un x 0,0071 dalam hal ini Un adalah nilai rata-rata per unsur pelayanan, dan 0,071 adalah nilai bobot rata-rata tertimbang. Hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai kepuasan tertinggi diperoleh pada unsur 5 (U5) yaitu tanggung jawab petugas pelayanan, sedangkan nilai kepuasan pelayanan yang paling rendah pada unsur 10 (U10) yaitu kelengkapan buku yang dibutuhkan.
Kajian Keuntungan Antara Penyertaan Modal pada Usaha Pembenihan Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy, Lac) dengan Perolehan Bunga Deposito Bank Iskandar Musa; Ganjar Wiryati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.49

Abstract

Ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lac) merupakan ikan asli Indonesia dan berasal dari perairan daerah Jawa Barat, Kegiatan pembenihan ikan gurami untuk ber produksi menggunakan sumber daya modal finansial. Sumber daya modal finansial merupakan faktor produksi yang harus dikelola secara efisien dan efektif. Usaha pembenihan ikan gurami umumnya dilaksanakan dalam skala usaha rumah tangga. Mendepositokan uang di bank termasuk usaha memperoleh pendapatan dari bunga yang diberikan sebagai imbal jasa atas penyertaan sejumlah uang pada sebuah lembaga keuangan atau bank. Penelitian dengan menggunakan metode Deskriftif kuantitatif melalui berbagai analisa yang di lakukan, hasil uji/penelitian didasarkan pada variable-variable input dan output sehingga dapat diperoleh suatu perbandingan antara penyertaan modal terhadap usaha pembenihan ikan gurami dengan menempatkan dana dalam bentuk deposito pada bank. Penelitian di lakukan di wilayah kecamatan Kemang dengan Responden pembudidaya ikan gurame, Tujuan penelitian yaitu 1. membandingkan mana yang lebih menguntungkan antara penyertaan modal pada usaha pembenihan ikan gurami (Oshpronemus gouramy, Lac) atau perolehan bunga deposito bank 2. Memberikan gambaran bagi calon investor dalam pengambilan keputusan peggunaan dana antara investasi pada usaha pembenihan ikan gurami atau deposito. Dari hasil kajian yang di lakukan maka dapat disimpulkan bahwa Usaha pembenihan ikan gurami dengan sekuen kegiatan selama 3 bulan secara finansial layak untuk dilaksanakan. Hal ini didukung oleh beberpa parameter kelayakan yang dipakai pada penelitian ini dengan hasil analisis : 1) Keuntungan per tahun (4 kali produksi) = Rp 33.153.725,- 2) R/C = 2,1 3) Payback Period 0,6 (Kurang dari 1 tahun) 4) BEP produksi = Rp 450,- = 66.3 ekor. BEP harga = Rp 213,2,-Jika total modal usaha pembenihan ini sebesar Rp 29.846.275,- didepositokan maka setiap bulan akan menghasilkan jasa atau keuntungan sebesar Rp 176.093,- Sedangkan keuntungan yang diperoleh pada usaha pembenihan ikan gurami setiap 3 bulan mencapai Rp 33.153.725,- atau Rp 11.051.241,- per bulan. Dari data yang di tunjukan memiliki Arti bahwa keuntungan usaha pembenihan ikan gurami bisa mencapai 111,08 % lebih besar dibanding deposito.
Analisis Kondisi Kualitas Air dan Produktivitas Budidaya Keramba Jaring Apung di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat Iis Jubaedah; Dinno Sudinno; Pigoselpi Anas
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.44

Abstract

Penelitian mengenai analisis kondisi kulitas air dan produktivitas budidaya ikan di keramba jaring apung (KJA) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas perairan Waduk Cirata yang di gunakan untuk budidaya ikan di KJA, mengetahui beban pencemaran perairan, dan mengetahui kapasitas asimilasi perairan di Waduk Cirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data primer yang di kumpulkan adalah data kualitas air (kimia, fisika, biologi) dan data produksi guna menghitung produktivitas (jumlah panen / luas areal KJA). Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data parameter kualitas air menggunakan analisis berdasarkan baku mutu air, dengan cara membandingkan nilai hasil pengukuran dari masing- masing parameter fisika, kimia dan biologi dengan Peraturan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang Baku Mutu Air Tawar. Hasil analisis menunjukkan Status Kualitas Perairan Waduk Cirata memiliki nilai indeks pencemaran 14,4311 maka perairan Waduk Cirata tercemar berat, Beban pencemaran dari Parameter H2S, NH3, PO4, NO3, NO2, Hg, Pb, Cu lebih besar dibanding dengan kapasitas asimilasinya sehingga perairan waduk Cirata tercemar oleh parameter tersebut, Parameter kapasitas asimilasi perairan waduk Cirata yang nilainya lebih besar dari nilai beban pencemarannya adalah parameter TSS, BOD dan COD, Sedangkan produksi ikan mengalami penurunan yakni pada tahun 2004 sebanyak 13629 ton dan pada tahu 2011 sebanyak 5441 ton.
Analisis Pengembangan Industri dan Persepsi Kepala Desa di Kawasan Peruntukan Industri: Kasus di Kabupaten Karawang Andin H Taryoto; Kamsiah Kamsiah; Ina Restuwati; Tuti Susilawati
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.50

Abstract

Perkembangan perekonomian suatu negara berkembang secara umum diwarnai kecenderungan perubahan dari dominasi sektor pertanian menuju dominasi sektor industri dan jasa. Secara administrasi pemerintahan, kecenderungan ini akan juga terjadi sejak dari tingkat propinsi sampai dengan tingkat desa. Kepala Desa sebagai pimpinan Desa dinilai memiliki peran strategis dalam menyikapi perkembangan tersebut. Analisis dengan demikian ditujukan untuk mengidentifikasi sejauh mana persepsi dan tindakan Kepala Desa desa dalam konteks ini. Kabupaten Karawang dipilih mengingat posisinya sebagai salah satu kabupaten yang ditetapkan sebagai Wilayah Pengembangan Industri di Jawa Barat. Pengembangan industri dinilai memiliki dampak positif bagi masyarakat desa. Namu demikian tidak dipungkiri pula bahwa terdampat sejumlah dampak negatif yang harus dihadapi.
Kajian Pemasaran Ikan Patin Asap di Kabupaten Bogor Jawa Barat (Studi Kasus Animo Masyarakat Kabupaten Bogor Terhadap Konsumsi Produk Ikan Patin Asap) Suratman, Suratman; Sobariah, Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.45

Abstract

Kajian pemasaran ikan patin asap di Kabupaten Bogor Jawa Barat studi Kasus Animo Masyarakat Kabupaten Bogor terhadap Konsumsi Produk Ikan Patin Asap gambaran tentang konsumen yang sering mengubah – ubah keinginan dan implikasi– implikasi penting dalam keputusan pemasaran, dewasa ini lingkungan pemasaran disadari atau tidak oleh pelaku pasar/bisnis cendrung berubah lebih cepat dan kompleks dibandingkan beberapa dasawarsa sebelumnya. Kondisi ini bisa dipahami karena dunia bisnis selalu berubah secara dinamis sehingga pemasar perlu berada dalam jarak yang dekat dengan konsumen dan mengetahui tingkah laku konsumen yang dilayani. Keadaan ini juga dimotori oleh adanya globalisasi perdagangan dan perkembangan teknologi yang menjadi faktor gerak. Faktor perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang kebutuhan sehari-hari semakin cenderung bervariasi dan berubah dengan cepat. Konsumen dapat dengan mudah beralih ke sumber protein yang diinginkan karena tawaran produk yang semakin banyak, yang tidak hanya berasal dari suatu sumber protein hewani yang bersaing dalam segi harga, kualitas dan kuantitas. Manajer perlu memiliki kemampuan untuk melihat lebih dulu sebelum melangkah atau “look before you leap” Mengkaji pengaruh motivasi konsumen secara individu terhadap daya beli dan konsumsi ikan patina asap di kabupaten Bogor, dengan menganalisis marjin tataniaga dalam penyebarannya pada setiap lembaga perantara yang terlibat pada sistem pemasaran yang dilakukan. Namun perilaku konsumen dapat dimengerti, walau tidak sempurna, maka melalui penelitian ini tetap diusahakan dan didesain yang digunakan dengan tepat dapat menurunkan risiko kegagalan pemasaran secara berarti. Perilaku konsumen yang mempengaruhi indikator dari profitabilitas usaha yaitu investasi usaha berdasarkan data statistik yang diperoleh dari hasil penelitian hanya motivasi yang menunjukkan tingkat signifikan pada taraf nyata 0.1 dengan tingkat kepercayaan 99 %, sedangkan persepsi, gaya hidup dan kelas social menunjukkan ketidak signifikanannya terhadap indikator profitabilitas usaha, namun pada dasarnya dari hasil penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Terdapat pengaruh positif (signifikan) dari perilaku konsumen sebagai indevenden variabel secara individu terhadap jumlah penjualan ikan patina sap di kab, Bogor keempat indikator tersebut saling menunjang dan terkait erat dalam mempengaruhi profitabilitas pejualan ikan patin asap di kab. Bogor
Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor. Sobariah Sobariah; Ani Leilani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.51

Abstract

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Penyuluh Perikanan di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Kabupaten Bogor. Dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja pegawai fungsional pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, terdapat berbagai faktor yang perlu mendapat perhatian, antara lain motivasi dari para pegawai yang bekerja di instansi tersebut maupun mengembangkan karier yang dirasakan oleh pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. akan dapat meningkatkan kepuasan kerja. Tingginya motivasi dari para pegawai di instansi tersebut akan meningkatkan kepuasan kerja sehingga berdampak positif dalam lingkungan eksternal instansi yakni peningkatan kepercayaan masyarakat dalam memberikan penyuluhan maupun transfer teknologi di bidang pertanian.umumnya dan perikanan khususnya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka akan dilakukan penelitian mengenai MOTIVASI dan KEPUASAN KERJA PENYULUH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan kerja penyuluh di Badan Ketahanan5) Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Kerja pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan, hasil pengolahan data terhadap variabel bebas Motivasi (X1) dan variabel terikat Kepuasan Kerja (Y) dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil uji t variabel Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 5,301 dan ttabel sebesar 1,96 pada level significants 0,05 dan probabilitas 0,000. Hal ini berarti thitung = 5,301 > ttabel = 1,96, maka H0 ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan. 2. Koefisien korelasi Motivasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (Y) pada Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan adalah 0,892 sehingga diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,795 atau 79,5%. Hal ini berarti bahwa faktor-faktor lain di luar yang tidak diteliti namun berpengaruh juga adalah sebesar 20,5%.
Karakteristik Organoleptik Filet Ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) dari Tiga Lokasi Budidaya di Kabupaten Bogor Tatty Yuniarti; Yuke Eliyani; Alvi Nur Yudistira
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v8i1.46

Abstract

Hasil olahan ikan Patin (Pangasionodon hypophthalmus) pada umumnya dipasarkan dalam bentuk fillet, baik beku maupun berbalut tepung roti. Kualitas organoleptik fillet patin ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kualitas lingkungan perairan tempat budidaya ikan tersebut, baik fisika maupun kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik organoleptik filet ikan patin secara sensori, yang diperoleh dari tiga lokasi budidaya dengan kualitas air yang berbeda di Kabupaten Bogor. Penelitian berlangsung mulai bulan Maret sampai dengan Juni 2013 bertempat di Desa Bantar Kemang, Desa Ciseeng, serta kolam praktek Pasir Jaya Jurusan Penyuluhan Perikanan. Parameter yang diamati terhadap fillet patin meliputi aroma, rasa, penampakan, serta tekstur. Adapun untuk parameter kualtas air terdiri dari suhu, pH, kecerahan, oksigen terlarut, nitrit, amoniak, serta amonium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai karakteristik organoleptik illet ikan patin untuk atribut aroma dan rasa dipengaruhi oleh kualitas air.

Page 1 of 2 | Total Record : 11