cover
Contact Name
Rinto Hasiholan Hutapea
Contact Email
rintohutapea81@gmail.com
Phone
+6281310083870
Journal Mail Official
jurnaljireh19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Untung Surapati, Gang Kincir, RT/RW: 011/005, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
ISSN : 26851393     EISSN : 26851466     DOI : 10.37364
Jurnal JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian analisis kritis dan aplikasi teori di bidang keberagamaan, kewujudan, dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember" : 7 Documents clear
Dua Strategi Misi Mahasiswa Sekolah Teologi di Indonesia Masa Kini Johana Betris Tumbol
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.60

Abstract

The purpose of this research is to find a mission strategy that is relevant to the students of the Theology school in Indonesia today. The methodology used is qualitative research on matters related to the library, by first knowing the practical usefulness of the topic to be researched. The author uses a tool that is mapping the research topic. Writers of literature through the Publish or Perish application and collect information about the missions carried out by Theology school students through interviews, then the author uses the results of the literature and interviews and makes a synthesis of the mission strategies of Theology school students so as to produce new findings in the form of conventional mission strategies for returning home missions. as a short-term mission, and a non-conventional mission strategy, namely a mission on social media as a mission strategy for students of theology seminary in Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan strategi misi yang relevan dengan mahasiswa sekolah Teologi di Indonesia masa kini. Metodologi yang dilakukan adalah penelitian kualitatif berupa tinjauan Pustaka, dengan mengidentifikasi terlebih dahulu topik yang akan diteliti mengenai kebermanfaatannya secara praktis. Penulis menggunakan alat bantu yaitu map a reseach topik. Penulis mengumpulkan literatur-literatur melalui aplikasi Publish or Perish dan mengumpulkan informasi mengenai misi yang dilakukan mahasiswa sekolah Teologi melalui wawancara. Kemudian penulis menggunakan hasil tinjauan Pustaka dan wawancara tersebut dan membuat sintesis mengenai strategi misi mahasiswa sekolah Teologi sehingga menghasilkan temuan baru berupa strategi misi konvensional yaitu misi pulang kampung sebagai misi jangka pendek (short-term mission), dan strategi misi non konvensional yaitu misi di media sosial sebagai strategi misi bagi mahasiswa sekolah Teologi di Indonesia.
Misi Penginjilan Pada Masa Penciptaan dan Masa Kini Desi Natalia
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.62

Abstract

The mission of evangelism at the time of creation in the biblical text of Genesis 1 and the mission of evangelism at this time, especially at GKE Hosianna Palangka Raya explain the two contexts that have colorful cultures, so that they require contextual stages, so that the mission of evangelism can be achieved. The method used is a qualitative method with a descriptive narrative approach, and uses an interpretive paradigm. Sources of data from interviews and literature studies related to evangelistic missions, the time of creation, and the present. The results showed that the congregation’s space and time were limited in the use of the Ngaju Dayak language liturgy both in its implementation and service implementation, so that the implementation of this liturgy was increasingly marginlized and it was necessary to make more innovative evangelistic strategies in responding to the covid-19 pandemic and after the covid-19 pandemic. The positive impact is being able to reduce the potential for the spread of covid-19, so that God’s relationship between family members becomes harmonious. Misi penginjilan pada masa penciptaan dalam teks Alkitab Kejadian 1 dan misi penginjilan pada masa kini, khususnya di GKE Hosianna Palangka Raya menerangkan kedua konteks yang memiliki kebudayaan yang berwarna-warni, sehingga memerlukan tahapan kontekstual, agar misi penginjilanpun dapat tercapai. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif, serta menggunakan paradigma interpretatif. Sumber data dari hasil wawancara dan kajian literatur yang berkaitan dengan misi penginjilan, masa penciptaan, dan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan ternyata ruang dan waktu jemaat menjadi terbatas dalam penggunaan liturgi bahasa Dayak Ngaju baik dalam pelaksanaan maupun pelaksana pelayanannya, sehingga penyelenggaraan liturgi ini semakin terpinggirkan dan perlu membuat strategi penginjilan yang lebih inovatif dalam menyikapi masa pandemi covid-19 dan setelah masa pandemi covid-19. Dampak positifnya yaitu mampu mengurangi potensi penyebaran covid-19, sehingga jemaat Tuhan dapat dalam keadaan sehat dan hubungan antara anggota keluarga menjadi harmonis.
Gereja Misioner di Tengah Masyarakat Kalimantan Tengah Indonesia Yang Plural Eva Inriani
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.63

Abstract

Christianity exists and flourishes in Indonesin Central Kalimantan as a plural society, with challenges of intolerance, social inequalities, economic inequities, injustices in law enforcement, natural destruction, humanitarian crises, moral degradation, and other issues. Under these real conditions, the church need for a contextual and transformative mission is a necessity. This article uses a qualitative approach. While the research writing technique used in literature review or literature study. The results showed that the misioner church in the context of a pluralistic Indonesian Central Kalimantan society is a church that involves itself in relevant services for it’s community, the church is present as a bearer of the Gospel according to the context of Indonesian society, and participates in maintaining religious harmony among the multi religious in Indonesia. The missionary church makes a real contribution to improving the quality of people's lives, and realizing services for people who are marginalized socially, economically and politically. Through the life and ministry of Jesus, the church can find the paradigm of a contextual and transformative church mission, so that the church can become a missionary church and answer the challenges of the times. Kekristenan hadir dan berkembang di tengah masyarakat Kalimantan Tengah Indonesia yang plural, dengan tantangan intoleransi dan adanya berbagai permasalahan sosial, ketidakadilan penegakan hukum, perusakan alam, degradasi moral, dan persoalan-persoalan lainnya. Dalam kondisi demikian, kebutuhan gereja akan misi gereja yang kontekstual dan tranformatif adalah sebuah keniscayaan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik penulisan penelitian yang digunakan adalah literature review atau studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja yang misioner dalam konteks masyarakat Kalimantan Tengah Indonesia yang plural adalah gereja yang melibatkan diri dalam pelayanan yang relevan bagi masyarakatnya, gereja hadir sebagai pembawa kabar baik sesuai dengan konteks masyarakatnya, dan turut serta menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. Gereja misioner memberikan sumbangsih nyata bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, dan mewujudkan pelayanan bagi masyarakat yang termarginal secara sosial, ekonomi maupun politik. Melalui kehidupan dan pelayanan Yesus, gereja dapat menemukan paradigma misi gereja yang kontekstual dan tranformatif, sehingga gereja dapat menjadi gereja yang misioner dan mampu menjawab tantangan zaman.
Repetisi Tindakan Allah atas Penciptaan Perempuan Menurut Kejadian 2:18-22 Farel Yosua Sualang; Samgar Setia Budhi; Jani Jani
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.64

Abstract

Genesis 2 deals a lot with a description of the time, reason, manner and outcome of Genesis regarding the creation of male and female relationships, especially the second part in Genesis 2:18-25. The scope of the discussion 2:18-22 is widely discussed using contemporary issues with the lens of social, psychology and anthropology. Likewise, the issues of biblical research on its use of canonical and non-canonical texts. By using the sub-hermeneutic qualitative method: Exegesis, the author finds that God's initiative for the purpose of His creation to humans can be observed through repetion parallelism (stair parallelism) in the scope of Genesis 2:18-22 (“God said…,” “God formed… ,” God created…” and “God created…”). This can be observed when initiative God created a woman by observing the word image and likeness of God, so as not to emphasize the superiority and inferiority between men and women. Kejadian 2 banyak membahas suatu deskripsi waktu, alasan, cara dan hasil mengenai Kejadian penciptaan hubungan laki-laki dan perempuan, khususnya bagian kedua dalam kejadian 2:18-25. Lingkup pembahasan 2:18-22 banyak dibahas dengan menggunakan isu-isu kontemporer dengan lensa sosial, psikologi, antropologi. Begitu pun, isu-isu penelitian biblika terhadap penggunaannya terhadap teks kanonik dan non-kanonik. Dengan menggunakan metode kulitatif sub-hermeneutik: Eksegesis, penulis menemukan bahwa inisiatif Allah atas tujuan ciptaanNya kepada manusia dapat diperhatikan melalui paralelisme repetisi (paralelisme bertangga) dalam lingkup Kejadian 2:18-22 (“Tuhan Allah berfirman…,” “Tuhan Allah membentuk…,” Tuhan Allah membuat…” dan “Tuhan Allah menciptakan…”). Ini dapat dicermati ketika inisiatif Allah menciptakan seorang perempuan dengan mencermati kata gambar dan rupa Allah, sehingga tidak menekankan superioritas dan inferioritas antara laki-laki dan perempuan.
Religiusitas Jemaat Di Masa Pandemi Covid-19 Berdasarkan Teks Matius 22:37-40 Agus Surya
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.65

Abstract

This study aims to see the picture of religiosity of GKE Sinta Kapuas congregation during the Covid-19 Pandemic based on Matthew Text 22:37-40. The method used is qualitative with techniques of collecting observation data, interviews, and documentation. The source of the informant is the deacon, the assembly, and the congregation of GKE Sinta Kapuas as many as 8 people. The results showed that the religiosity of the congregation of GKE Sinta Kapuas during the covid-19 pandemic was in the good category. This appears in the church's commitment to obey and love God with all his heart, with all his soul, and with all his mind. Then, the church's commitment to remain faithful to the belief in God's provider, by having a commitment in reading the Bible, living in prayer, worship, giving thanksgiving, living to do God's will and living in holiness, faithful in ministry, visiting people who are experiencing difficulties, and participating in service for others affected by the covid-19 pandemic. As for the obstacles in the implementation of religiosity of GKE Sinta Kapuas congregation during the covid-19 pandemic in the form of decreased intensity of the congregation in reading the Bible. This is due to the conditions and demands of the daily needs of the congregation that must be gardened and as a result of the economic impact that hit the congregation due to the covid-19 pandemic. Pandemi covid-19 menyebabkan ibadah tatap muka di jemaat GKE Sinta Kapuas terbatas. Kondisi ini berdampak pada religiusitas jemaat karena kurangnya ibadah bersama di gereja. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat gambaran religiusitas jemaat GKE Sinta Kapuas di masa Pandemi Covid-19 berdasarkan Teks Matius 22:37-40. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informan adalah diaken, majelis, dan jemaat GKE Sinta Kapuas sebanyak 8 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas jemaat GKE Sinta Kapuas di masa pandemi covid-19 dalam kategori baik. Hal ini nampak pada komitmen jemaat untuk taat dan mengasihi Tuhan yang diimplementasikan dengan tekun membaca Alkitab, hidup di dalam doa, ibadah, memberi persembahan syukur untuk gereja, hidup melakukan kehendak Tuhan dan hidup dalam kekudusan, setia dalam pelayanan, mengunjungi orang-orang yang mengalami kesulitan, serta berpartisipasi dalam pelayanan bagi sesama yang terdampak pandemi covid-19. Adapun kendala dalam implementasi religiusitas jemaat GKE Sinta Kapuas di masa pandemi covid-19 berupa menurunnya intensitas jemaat dalam membaca Alkitab. Hal ini disebabkan oleh kondisi dan tuntutan kebutuhan sehari-hari jemaat yang harus berkebun dan sebagai akibat dari dampak ekonomi yang melanda jemaat karena pandemi covid-19.
Implementasi Tri Tugas Gereja Pada Masa Pandemi Covid-19 Di GKE Jemaat Efrata Kabupaten Kapuas Setinawati Setinawati
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.66

Abstract

This research aims to explore the implementation of three tasks of the church during the covid-19 pandemic in the GKE Jemaat Efrata Kapuas Regency. This research uses qualitative methods. The collection of research data through interviews with informants of as many as five people, consisting of elements of pastors, elders, deacons, and congregations. The results showed that in the implementation of fellowship and church testimony Efrata continued to carry out the task of church vocation where it continues to carry out worship and preaching of God's Word through live streaming and Whatapp, as well as carrying out other ministries. Then, with the implementation of diakonia, the Efrata church tried to have mutual care even amid the midst of the covid-19 pandemic, namely by providing reinforcement and comfort to each other's congregations. In other words, the congregation of GKE Efrata Kuala Kapuas can still carry out the three duties of the church well, although in limitations due to regulations and regulations on prevention of covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menggali implementasi tri tugas gereja pada masa pandemi covid-19 di GKE Jemaat Efrata Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data penelitian melalui wawancara kepada informan sebanyak lima orang, yang terdiri dari unsur pendeta, penatua, diaken, dan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan persekutuan dan kesaksian gereja Efrata tetap melaksanakan tugas panggilan gereja di mana tetap melaksanakan ibadah dan pewartaan Firman Tuhan melalui live streaming dan Whatapp, serta juga melaksanakan pelayanan-pelayanan lainnya. Kemudian, pelaksanaan diakonia, gereja Efrata berusaha untuk saling memiliki kepedulian walaupun di tengah-tengah pandemi covid-19, yaitu dengan saling memberikan penguatan dan penghiburan bagi anggota jemaat satu sama yang lain. Dengan kata lain, jemaat GKE Efrata Kuala Kapuas masih tetap dapat menjalankan tri tugas gereja dengan baik, walau dalam keterbatasan karena regulasi dan peraturan pencegahan covid-19.
Gerakan Keberagamaan Baru: Mitosis dan Reflikasi Pantekosta Amerika ke Indonesia Elia Tambunan; Samuel Kelvin Ruslim
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.67

Abstract

It is a historical problem if the Pantecostal Church in Indonesia is generalized as a direct result of the Azusa Street global Pentecostal movement. The academic argument of this paper explains, that church, (where W.H. Offiler and W.W. Patterson are the pioneers from American stream even for other Pentecostals today), has its own wordview and is popular in the American Pacific Northwest, it cannot be generalized. Through literature study research using qualitative source criticism techniques, and by prioritizing primary sources, and using socio-religious movement theory, the answer to why, and in what social setting in America and Indonesia, the ideas of Pantecostalism emerged, here is being presented. This provides a new understanding, the history of the idea of ​​religious man is also the history of the Americanization of Pantecostals in the world and even Indonesia. It should be seen, Pantecostals have their own modes of religiousity in their uniquely enterprises to form a theological identity and religious mode although there are similarities with others. Pantecostal studies with GPdI as the focus of study of transnational religious social movements saving sinners are fit to put in the study of Pentecostalism and global religious studies. Adalah masalah secara sejarah apabila Gereja Pantekosta di Indonesia digeneralisasi sebagai hasil langsung gerakan Pentakosta global Azusa Street. Argumen akademik tulisan ini memaparkan, gereja itu, (di mana W.H. Offiler dan W.W. Patterson sebagai pionir dari arus Amerika bahkan bagi Pentakostal lain hari ini), memiliki wordview sendiri dan popular di Pacific Northwest Amerika tidak bisa disamaratakan. Lewat penelitian studi literatur dengan teknik kritik sumber secara kualitatif, dan dengan mengutamakan sumber primer, serta memakai teori gerakan sosial keagamaan, di sini tersingkap jawaban mengapa, dan dalam latar sosial Amerika dan Indonesia seperti apa ide-ide Pantekosta timbul. Ini memberikan pemahaman baru, sejarah ide tokoh agama adalah juga sejarah amerikanisasi Pantekosta dunia bahkan Indonesia. Perlu dilihat, Pantekosta memiliki mode tersendiri dalam usaha-usaha untuk membentuk identitas teologis dan mode keberagamaan meskipun ada similaritas dengan lainnya. Studi Pantekosta dengan GPdI sebagai fokus kajian dalam gerakan sosial keagamaan transnasional untuk menyelamatkan manusia berdosa tepat dimasukkan ke dalam studi Pentakostalisme dan studi agama global.

Page 1 of 1 | Total Record : 7