cover
Contact Name
Raemon
Contact Email
raemon@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
etnoreflika.antropologi@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 22529144     EISSN : 2355360X     DOI : -
The ETNORELIKA journal is dedicated as a scientific periodical publication which is expected to be an arena for exchanging ideas and thoughts in the field of Anthropology in particular and the social sciences in general. Etnoreflika comes with a mission to build tradition and academic climate for the advancement of civilization and human dignity. In addition, the ETNOREFLIKA Journal deliberately took the generic word "ethnos" which aims to expand the mission of promoting and developing a spirit of multiculturalism in the life of a pluralistic Indonesian society.
Arjuna Subject : -
Articles 261 Documents
MESOKO: SOLIDARITAS PADA MASYARAKAT TOLAKI DI DESA PALOWEWU KECAMATAN BENUA KABUPATEN KONAWE SELATAN Rikarni Rikarni; Akhmad Marhadi; Hartini Hartini
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.273 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.596

Abstract

Mesoko merupakan tradisi etnik Tolaki yang mencerminkan bentuk solidaritas masyarakat. Tradisi ini dilakukan untuk memberikan bantuan kepada keluarga atau orang lain yang membutuhkan bantuan secara materil. Seiring perkembangan jaman, mesoko juga terus mengalami perubahan sehingga sedikit ada perbedaan dengan beberapa tempat lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan serta fungsi tradisi mesoko di Desa Palowewu. Data kualitatif dikumpulkan melalui teknik wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pelaksanaan tradisi mesoko di masyarakat Palowewu, sering dijumpai pada tiga jenis hajatan, yakni mesoko pernikahan, mesoko orang sakit dan mesoko pendidikan. Proses pelaksanaan mesoko terbagi dalam tiga tahapan atau proses yakni (1) menyampaikan maksud atau niat; (2) menyampaikan undangan atau menyebar informasi dan (3) pelaksanaan mesoko. Tradisi ini memiliki beberapa fungsi, mulai dari fungsi kekerabatan, fungsi solidaritas, fungsi pengontrol sosial, fungsi ekonomi, hingga fungsi pemertahanan budaya.
PERUBAHAN BERTANI DARI TANAMAN JAMBU METE KETANAMAN CENGKEH La Ode Dwi Apriadi; Syamsumarlin Syamsumarlin; La Janu
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.257 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perubahan bertani dikalangan masyarakat desa Welala dari tanaman jambu mete ke bertani tanaman cengkeh, serta alasannya yang mendasari perubahan tersebut. Teori yang digunakan untuk membaca data adalah perubahan social dengan metode etnografi. Teknik penarikan informan yang digunakan adalah porposive sampling atau diambil secara sengaja. Data dijaring melalui teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan ekonomi petani yang merupakan imbas positif dari perubahan pola bertani masyarakat setempat. Perubahan pola bertani disebabkan oleh rendahnya harga jambu mete di pasaran. Selain itu, tanaman cengkeh masuk ke Desa Welala umumnya mendapat respon yang baik dari petani, karena selain harga jualnya yang jauh lebih tingi, tanah di daerah ini juga memang sangat cocok untuk tanaman cengkeh karena berada di dataran tinggi. Kendati menunjukkan perubahan pola bertani, masyarakat setempat tidak serta merta meninggalkan aktivitas bertani jambu mete meski hanya dalam jumlah yang relatif sedikit.
PENGETAHUAN ORANG MUNA DALAM BERTANI NENAS DI DESA KATAPI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN MUNA Wa Nuuna
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.907 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan konstruksi pengetahuan orang Muna dalam bertani nenas di Desa Katapi Kecamatan Parigi Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan teori budaya sebagai sistem kognitif oleh Ward Goodenough. Metode penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan terlibat (participant observation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konstruksi pengetahuan orang Muna dalam bertani nenas di Desa Katapi Kecamatan Parigi Kabupaten Muna, di mulai dari mempersiapkan tempat/lahan penanaman nenas, baik dipekarangan rumah, perbatasan kebun dan bekas tempat pembakaran. Selanjutnya, cara pengadaan bibit, dilakukan dengan saling memberi dan meminta kepada petani yang telah bertani nenas. Cara menyuburkan tanaman dilakukan dengan cara di sinala, menggunakan limbah rumah tangga seperti abu dapur, sisa cuci piring maupun air ikan. Panen dilakukan ketika nenas telah menguning. Pengetahuan orang Muna dalam bertani nenas saat ini telah mengalami perubahan menjadi lebih modern. Kendati demikian, masih ada pula kalangan masyarakat setempat yang bertani nenas secara.
KEARIFAN LOKAL KAOMBO HAMOTA (KAOMBO) DI DESA BURANGASI KECAMATAN LAPANDEWA KABUPATEN BUTON SELATAN Risnawati Risnawati; Wa Ode Sifatu; La Janu
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.419 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kepatuhan masyarakat terhadap kearifan lokal Kaombo Hamota pada masyarakat Burangasi di Kabupaten Buton Selatan. Teori yang melandasinya adalah pemikiran Geertz tentang “From the Native’s Point Of View” dengan metode etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat kepatuhan masyarakat terhadap kaombo hamota karena dampak yang dirasakan langsung, baik oleh kelompok maupun dari luar kelompok, dan semua jenis usia. Dampak tersebut daapt berupa tanda baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh mata. Namun demikian, ada pula segelintir kelompok remaja nakal yang melakukan beberapa tindakan agar terhindar dari dampak kaombo hamota, seperti: mengencingi akar pohonnya, melempar kotoran hewane ke pohon yang ingin dicuri, serta membuat api unggun dibawahnya. Akibat dari tindakan tersebut, mereka merasakan sakit seperti berut bengkak, gatal-gatal, tumbuh sejumlah bisul yang bernanah warna kemerahan di kedua kaki dan kedua tangannya. Kondisi seperti itu diperaya masyarakat disebabkan karena mencuri di kebun yang memiliki kaombo hamota dan menjadi buah bibir dalam masyarakat. Masyarakat setempat juga percaya bahwa sakit tersebut dapat diobati dengan cara meminta bantuan kepada bhisa yang memasang kaombo hamota.
MEROKOK PADA SISWA SMP DI DESA WAWESA KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Raswan Raswan
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.413 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab, dampak, dan cara mencegah perilaku merokok dikalangan siswa SMP di Desa Wawesa Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research) yang dilakukan dengan menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu: pengamatan terlibat dan wawancara/interview. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan (observation), dokumentasi dan wawancara (interview), kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku merokok pada anak di Desa Wawesa terbentuk karena adanya kebiasaan merokok yang ditampilkan oleh kalangan masyarakat (usia dewasa) di sekitar anak. Perilaku tersebut secara tidak langsung memberikan ruang bagi anak dan remaja untuk mengikuti kebiasaan merokok. Perilaku merokok pada anak dipandang sebagai wujud dari sosialisasi anak dengan keluarga, teman, masyarakat, dan lingkungan. Dampak yang ditimbul dari perilaku anak merokok cenderung negatif. Salah satunya adalah rendahnya konsentrasi anak dalam belajar, sehingga prestasi anak di sekolah juga turut menurun. Selain itu, perilaku merokok pada anak juga secara mutlak mengganggu kesehatan mereka.
DINAMIKA KEPEMILIKAN LAHAN OLEH KELOMPOK MASYARAKAT DI KAWASAN HUTAN KONTU Muin Mustawa; La Ode Topo Jers; Hartini hartini
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.958 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i2.591

Abstract

The purpose of this study was to determine the dynamics of land ownership in the Kontu Forest area by the community and to describe community activities in managing land in the Kontu Forest area. Data obtained through field research using technique observation interview techniques and interviews. The results of the study showed that: (a) the dynamics of land ownership status in the Kontu forest area occurred due to community resistance with mutual claims between the community and the Muna Regional Government. The Kontu community claims the Kontu area as an ancestral heritage with an area of ​​401.59 hectares, with evidence of the old tomb of La Kundofani. On the other hand, the Muna Regional Government claimed that the land was part of the Jompi forest area and the Kontu Forest area based on the Decree of the Minister of Forestry and Forestry Number 454 of 1999 with an area of ​​1,927 hectares as protected forest; (b) The community conducts farming and gardening activities in the Kontu forest area. The activity was carried out to fulfill daily needs and to build facilities and infrastructure, and to support the improvement of the standard of living of the local community.
PERSEPSI MASYARAKAT TANGKENO TERHADAP DESA WISATA Hardiansyah Hardiansyah; Syamsumarlin Syamsumarlin; Akhmad Marhadi
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.065 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i2.590

Abstract

The purpose of this study is to find out the perceptions of local people about the existence of tourist destinations and the impact that people have on the existence of tourist villages. The theory used is the theory of phenomenology Eddmund Husserl. This research is qualitative descriptive research and data collection is done through observation (observation) and interviews. The results of the study show that the existence of the Tangkeno tourist village raises various perceptions and from various community groups. Such a phenomenon can be seen in the perceptions of the government, traditional leaders, community leaders, religious leaders, youth leaders, and students. Some positive impacts experienced by local communities, among others: improving the economy of the community and the region, improving the values ​​of local culture, gaining new knowledge and experience. Nevertheless, negative impacts also arise such as creating new cultures and employment competition.
KOALISI PETANI MERICA DI DESA SAMBAHULE KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN Cici Hartiani; Syamsumarlin Syamsumarlin; Ashmarita Ashmarita
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.955 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i2.589

Abstract

The purpose of this study is to find out and describe the horizontal coalition and vertical coalition built by pepper farmers in Sambahule Village, Baito District, South Konawe Regency. The informants in this study are 8 pepper farmers in the village of Sambahule. Data collection is done by using field research. Data collection of this study used the techniques of direct observation and in-depth interviews. Data analysis is qualitative descriptive. The results show that (1) Horizontal coalitions built by pepper farmers in Sambahule Village, namely cooperation between farmers and fellow farmers (2) Vertical coalitions built by pepper farmers in Sambahule Village, namely coalition with government, means traders production, collecting traders, and NGOs with farmers in Sambahule Village.
STRATEGI PENGUSAHA WARUNG KOPI DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSINYA DI KOTA KENDARI Suardi Suardi; Wa Ode Sitti Hafsah; Ashmarita Ashmarita
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.789 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i2.587

Abstract

This study aims to find out about the existence and strategy of coffee shops in Kendari City. This research uses the adaptation strategy theory by J.W Bennet. The method of this study is the ethnographic method. Collecting data is observation and in-depth interviews. Analysis data is analyzed descriptive qualitative. The results of the study show that doing a culinary business in Kendari City is a very promising business option. One of them is a coffee shop business that turned out to be able to generate substantial profits even though it only issued a capital that was not too large. The popularity of coffee shops today is also supported by the lifestyle of urban people who are very fond of spending their free time in a coffee shop for various reasons for visiting. Some strategies used by coffee shop entrepreneurs in maintaining the existence of their businesses such as (a) providing good facilities and services; (b) determination of the location of the coffee shop business; (c) determine affordable menu prices.
PEREMPUAN PEMBUAT BATU MERAH DI DESA LANGGEA KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN Winda Herlianty; La Ode Topo Jers; Hasniah Hasniah
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.994 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i2.588

Abstract

This study aims to find out and describe the involvement of women in the process of making bricks and the strategies of women who make brick in maintaining their business and work. This study uses the theory of feminism by Naomi Wolf (1997) and Bennet's (2005) adaptation strategy theory, using the Ethnographic method. The results showed that the involvement of women in the process of making red stone in Langgea Village was at almost every stage of the process of making red stone, which starts from extracting raw materials, making dough, printing bricks, drying, making bricks, burning until selection or selection red stone (burying). There are various strategies applied by female workers in maintaining their businesses and jobs, both business owners and workers. The business owner's strategy is to choose the right location, pay attention to the quality of the red stone, and be able to market the red stone well. While the strategy of workers is to establish trust with business owners and can discipline them in work.

Page 1 of 27 | Total Record : 261


Filter by Year

2012 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 1 (2022): Volume 11, Nomor 1, Februari 2022 Vol 10 No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3, Oktober 2021 Vol 10 No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2, Juni 2021 Vol 10 No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1, Februari 2021 Vol 9 No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3, Oktober 2020 Vol 9 No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2, Juni 2020 Vol 9 No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1, Februari 2020 Vol 8 No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3, Oktober 2019 Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019 Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019 Vol 7 No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3, Oktober 2018 Vol 7 No 2 (2018): Volume 7 Nomor 2, Juni 2018 Vol 7 No 1 (2018): Volume 7 Nomor 1, Februari 2018 Vol 6 No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3, Oktober 2017 Vol 6 No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2, Juni 2017 Vol 6 No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1, Februari 2017 Vol 5 No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3, Oktober 2016 Vol 5 No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2, Juni 2016 Vol 5 No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Februari 2016 Vol 5 No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Februari 2016 Vol 4 No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3, Oktober 2015 Vol 4 No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2, Juni 2015 Vol 4 No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1, Februari 2015 Vol 3 No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3, Oktober 2014 Vol 3 No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2, Juni 2014 Vol 3 No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1, Februari 2014 Vol 2 No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3, Oktober 2013 Vol 2 No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2, Juni 2013 Vol 2 No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1, Februari 2013 Vol 1 No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 Oktober 2012 More Issue