cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Pena Literasi
ISSN : -     EISSN : 26148226     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pena literasi merupakan jurnal nasional yang berbasis penelitian di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi" : 7 Documents clear
ANALISIS MAKNA IDIOM DALAM BERITA POLITIK PADA KORAN KOMPAS EDISI NOVEMBER 2019–FEBRUARI 2020 Pra Khoirunnisa Triska K; Tati Sri Uswati; Itaristanti Itaristanti
Pena Literasi Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.2.102-113

Abstract

Penggunaan idiom dalam berkomunikasi masih sering dilakukan, salah satunya melalui media cetak. Masyarakat secara umum hanya menerima informasi tanpa memperdalam isi dan makna bacaan tersebut. Padahal masih terdapat bentuk idiom yang belum diketahui maknanya secara luas. Hal ini karena, dalam memaknai idiom dibutuhkan pemahaman yang baik mengenai makna itu sendiri. Penelitian ini bertujuan menemukan bentuk dan makna idiom dalam berita politik pada koran Kompas edisi November 2019–Februari 2020 dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak sedangkan analisis data digunakan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan 108 bentuk idiom yang ditemukan. Dalam penelitian ini disajikan 30% data sebagai sampel. Berdasarkan segi keeratan unsurnya idiom sebagian lebih banyak digunakan sedangkan berdasarkan unsur pembentuknya lebih banyak digunakan idiom dengan panca indera.Kata kunci: idiom, berita politik, media cetak.
ANALISIS KESESUAIAN KOSA KATA CERITA KELINCI DAN KURA-KURA MENURUT TEORI KETERBACAAN GRAFIK FRY Zain Nur Khusnaini; Aninditya Sri Nugraheni
Pena Literasi Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.2.124-132

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: yang pertama, pembaca tahu tingkat keterbacaan dari cerita “Kelinci dan Kura-Kura”. Kedua, para orang dewasa, orang tua, atau guru dapat memberikan bahan bacaan anak sesuai dengan tingkatkannya masing-masing. Ketiga, agar para pembaca juga dapat mencoba perhitungan tingkat keterbacaan Grafik Fry. Penelitian ini dilatar belakangi masih adanya cerita-cerita anak yang tingkat keterbacaannya terlalu tinggi untuk anak-anak pahami. Fokus dari penelitian ini adalah jumlah kosa kata dan kalimat dalam penyusunan sebuah wacana.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Objek dari penenlitian ini adalah cerita anak fable yang cukup populer yaitu “Kelinci dan Kura-Kura”. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teori formula Grafik Fry untuk perhitungan tingkat keterbacaan wacana pada cerita “Kelinci dan Kura-Kura”. Hasil dari perhitungan Grafik Fry menujukan bahwa keterbacaan cerita “Kelinci dan Kura-Kura” berada di titik 5. Yang berarti bahwa cerita anak fable “Kelinci dan Kura-Kura” adalah bacaan yang sesuai untuk pelajar kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar.Kata kunci: Keterbacaan, Wacana, Grafik Fry.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM PENDEK “TILIK (2018)” Edo Frandika; Idawati Idawati
Pena Literasi Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.2.61-69

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui (1) bentuk tindak tutur ilokusi; dan (2) jenis tindak tutur ilokusi dalam film pendek “Tilik (2018). Peneliti menggunakan jenis penelitian deskripsi kualitatif dalam penelitian ini. Dialog para tokoh dalam film pendek “Tilik (2018) sebagai sumber data dalam penelitian ini. Film yang digunakan dalam penelitian ini ialah film pendek “Tilik (2018)” yang erat kaitannya dengan budaya dan kebiasaan masyarakat yang ada di Indonesia. Untuk mempermudah pengumpullan data peneliti menggunakan Teknik simak bebas libat cakap dan catat dalam penelitian ini. Peneliti sebagai instrumen penelitian dalam penelitian ini, lalu divalidasikan oleh expert judgment atau dosen lainnya. Metode yang digunakan untuk menganalis atau sebagai pisau analisis dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis. Berdasarkan hasil analisis data yang ditemukan oleh peneliti, dapat disimpulkan menjadi dua.. Pertama, bentuk tindak tutur ilokusi yang didapatkan dalam film pendek “Tilik (2018)” yaitu deklaratif, imperatif, dan interogatif. Data kedua jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan ialah asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif.
KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA GENERASI MILENIAL DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER Mariliana Ariesta Vani; Atiqa Sabardila
Pena Literasi Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.2.90-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan data tentang ketidaksantunan berbahasa pada media sosial twitter, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan strategi ketidaksantunan yang terdapat dalam media sosial twitter, (3) mendeskripsikan faktor sosial yang melatarbelakangi ketidaksantunan yang terdapat dalam media sosial twitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam proses pengumpulan data dan menggunakan teknik lanjutan berupa teknik simak dan catat . Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode agih. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan data yang didapat penggunaan kata-kata dalam twitter  termasuk dalam kelompok kata bermakna kasar, mengandung umpatan, ejekan, penggunaan sebutan atau julukan pada orang lain dengan tidak menghormati atau bahkan merendahkan atau menghina, serta sindiran. Strategi ketidaksantunan yang terdapat dalam media sosial twitter berdasarkan data yang didapat yaitu strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif. Strategi ketidaksantunan negatif terdiri dari maksim penghinaan, penolakan, kesombongan, keemosionalan, pengabaian, dan maksim salah penyapaan. Strategi ketidaksantunan negatif terdiri dari maksim kebencian dan maksim perintah. Faktor sosial yang melatarbelakangi ketidaksantunan yang terdapat dalam media sosial twitter yaitu hubungan interpersonal (distance) antara penutur dan mitra tutur yang jauh dan jarak kedekatan sosial antara penutur dengan mitra tuturnya hanya sekadar tahu  dari media sosial twitter, bukan dari hubungan sosial secara langsung di masyarakat.Kata kunci: ketidaksantunan berbahasa, maksim, twitter
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Prameswari Dyah Gayatri Budi Anggraeni Ilyas
Pena Literasi Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.2.114-123

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pendidikan karakter melalui mata pelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini merupakan bagaimana penerapan pendidikan karakter pada pendidikan formal di sekolah, program dan implementasi pendidikan karakter, implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran bahasa Indonesia, implementasi pendidikan karakter dari tenaga pendidik, dan implementasi pendidikan karakter dari peserta didik. Kata kunci: Pendidikan karakter, kebijakan, bahasa Indonesia
PEMEROLEHAN BAHASA PADA TATARAN FONOLOGI DAN SEMANTIK (STUDI KASUS ADRIAN) Marcelino Raharjo; Misbah Priagung Nursalim
Pena Literasi Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.2.79-89

Abstract

The study discusses language acquisition at the phonological level and the forms of behavior in language acquisition at the semantic level reviewed using the theory of behaviorism. The importance of this research is because the case that that happened to Adrian who had problems in language division due to the isolation carried out on Adrian. This research was conducted to find out: 1) acquisition of Adrian language at the phonological level; 2) The forms of Adrian’s behavior in the language acquisition at the semantic level is terms of the theory of behaviorism. The method used is descriptive qualitative. The approach used is behaviorism which is integrated using the technique of the listening and competent. This study uses the theory of behaviorism by B.F Skinner to review the form of Adrian’s behavior. The result was Adrian’s mastery of vowels, consonants and diphthongs at the phonological level. Stimulating stimulus for language acquisition at the semantic level changed Adrian’s acquisition of language
SEMIOTIKA PEIRCE DALAM SAJAK PUTIH DAN SIA-SIA KARYA CHAIRIL ANWAR Fikha Nada Naililhaq
Pena Literasi Vol 3, No 2 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.2.70-78

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan makna dari puisi Chairil Anwar yang berjudul Sajak Putih dan Sia-sia dengan menggunakan kajian Semiotika Peirce. Konsep semiotika Peirce disebut sebagai trikotomi, yaitu terdiri dari ikon, indeks, dan simbol. Sajak Putih dan Sia-sia dipilih sebagai kajian karena kedua puisi tersebut banyak menggunakan makna kiasan dan majas sehingga tepat jika dikaji menggunakan teori semiotika. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedua puisi tersebut terdapat ketiga unsur semiotika di dalamnya. Pada Sajak Putih unsur semiotik yang paling dominan adalah indeks, sementara pada puisi Sia-sia unsur semiotik yang paling dominan yaitu simbol.Kata Kunci : ikon, indeks, simbol, semiotika, Peirce

Page 1 of 1 | Total Record : 7