cover
Contact Name
Vivi Irzalinda
Contact Email
jpa.fkip.unila@gmail.com
Phone
+6285716597464
Journal Mail Official
jpa.fkip.unila@gmail.com
Editorial Address
Program Studi PG-PAUD Universitas Lampung Gedung B Jalan Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145 Telp. (0721) 704624, Fax (0721) 704624.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak
Published by Universitas Lampung
ISSN : 27754367     EISSN : 25809504     DOI : 10.23960/jpa
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Jurnal Pendidikan Anak (JPA) is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, positive parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak" : 21 Documents clear
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP PERKEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL ANAK Pinka Olivia; Ari Sofia; Nia Fatmawati
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is the social development of the children, especially the social interaction of children aged 5-6 years old has not been optimally developed. This study aims to determine the differences in the development of social interactions of the children before and after being given a learning treatment Make a Match. The method used in this study is a quantitative method with a Pre-Experimental Design design by using one experimental group. The sample used in this study was children aged 5-6 years old which are 23 children. Data collection techniques used in this study were observation and documentation. Data analysis was used to determine the differences of using the Wilcoxon test. The results of hypothesis testing showed that there are differences in children's social development after the application of Make a Match learning with the value of Sig= 0.000. Masalah dalam penelitian ini adalah perkembangan sosial anak khususnya interaksi sosial anak usia 5-6 tahun belum optimal perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan interaksi sosial anak sebelum dan setelah diberi perlakuan pembelajaran Make a Match. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental Design dengan menggunakan satu kelompok eksperimen. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 23 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui perbedaan menggunakan uji wilcoxon. Hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan terdapat perbedaan perkembangan sosial anak setelah penerapan pembelajaran Make a Match dengan nilai Sig 0.000. Kata kunci: anak usia dini, pembelajaran Make a Match, perkembangan interaksi sosial.
Gambaran Kreativitas Anak Usia Dini Alfi Kartika; Ari Sofia; Sugiana Ana
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study was children limitation in expressing and developing their ideas, making new combinations and detailing an object and less supportive environments. This study aimed to describe the level of children creativity aged 5-6 years old. The research method was quantitative descriptive type. The sampling technique was purposive random sampling with the sample of 30 children aged 5-6 years old. The data were collected by using test instruments. Data was analyzed by using descriptive techniques. The results showed that the children’s creativity was categorized as medium. So, it can be concluded that teacher should provide a rich environments to increase children creativity.Masalah dalam penelitian ini adalah anak belum lancar dalam mengemukakan dan mengembangkan ide, membuat kombinasi-kombinasi baru dan memperinci suatu objek atau gagasan dan terdapat lingkungan yang membatasi dan kurang menunjang kreativitas anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kreativitas anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel dalam penelitian berjumlah 30 anak. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas anak dikategorikan sedang. Dapat disimpulkan bahwa guru harus memberikan lingkungan yang kaya untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini.Kata kunci: anak usia dini, kreativitas, pendidikan    
Pengaruh Aktivitas Permainan Finger Painting Terhadap Pengenalan Warna Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun Di TK Bela Bangsa Mandiri Bandar Lampung Septia Anggraini; Thoha B.S Jaya; Ari Sofia
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study was the lack of color recognition in children aged 5-6 years. This study was done to determine the influence of finger painting activity on children aged 5-6 years. This type of research was a quantitative research by using pre-experimental design. The study sample used a multistage random sampling of 30 experimental class children and 27 control class of the children. Data collection techniques used are observation and documentation. While the data analysis used is two free sample t-test and simple linear regression analysis. The results showed that there were differences in color recognition between children who learned to use finger painting games with children who learned without using finger painting games and there was the influence of finger painting activity on color recognition on children in group B aged 5-6 years at Bela Bangsa Mandiri Bandar Kindergarten Lampung. Masalah pada penelitian ini adalah belum berkembangnya pengenalan warna pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas permainan finger painting pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat pre-experimental dengan desain kuantitatif. Sampel penelitian menggunakan multistage random sampling sebanyak 30 anak kelas eksperimen dan 27 anak kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu paired sample t-test dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaaan pengenalan warna antara anak yang belajar menggunakan permainan finger painting dengan anak yang belajar tanpa menggunakan permainan finger painting dan ada pengaruh aktivitas permainan finger painting terhadap pengenalan warna pada anak kelompok B usia 5-6 tahun di TK Bela Bangsa Mandiri Bandar Lampung.Kata Kunci : aktivitas, finger painting, dan pengenalan warna
Pembelajaran Berbantuan ICT dengan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Darrin Widaad Mufiidah; Een Y. Haenilah; Ari Sofia
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this study was early reading skill of children aged 5-6 years old that is less developed. This study aimed to determine the correlation of ICT assisted learning on children’s early reading skill. ICT assisted learning is a learning activities by utilizing ICT devices as learning aids. Sampling method in this study used purposive sampling technique to choose kindergarten school which has ICT and 30 children of Goemerlang Kindergarten were selected as research samples.  This study used correlational method and the research data were obtained by observation and documentation. The results showed that average result of children was in medium category on ICT assisted learning and could did an early reading. The analysis data used product moment correlational test. The result of this study showed that there is positive significant correlation of ICT assisted learning on children’s early reading skill.  Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun yang kurang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pembelajaran berbantuan ICT dengan kemampuan membaca permulaan anak. Pembelajaran berbantuan ICT adalah suatu kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat ICT sebagai alat bantu pembelajaran. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih TK yang memiliki perangkat ICT dan diperoleh 30 anak TK Goemerlang sebagai sampel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional serta teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa rata-rata anak berkategori sedang pada pembelajaran berbantuan ICT dan mampu membaca permulaan. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan positif antara pembelajaran berbantuan ICT dengan kemampuan membaca permulaan anak.Kata kunci:  anak usia 5-6 tahun, ICT, kemampuan membaca permulaan
Kompetensi Pedagogik Dengan Kemampuan Pengelolaan Kelas Paud Novia Nisa Fairuza; Een Yayah Haenilah; Riswandi Riswandi
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study was to determine the relationship between pedagogic competencies toward classroom management abilities. The sampling method in this study used purposive sampling with 50 respondents. The data were collected by using observation, questionnaire, and documentation. The data was analyzed by using Pearson Product Moment. The results showed that there are a significance correlation between pedagogical competencies with classroom management. The value of coefficient correlation was 0.399 with positive direction. It can be concluded that pedagogical competencies can improve teacher classroom management ability. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik dengan kemampuan pengelolaan kelas. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini  menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 50 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, quisioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dengan menggunakan analisis product moment pearson dan mendapatkan hasil adanya hubungan yang erat antara kompetensi pedagogik dengan kemampuan pengelolaan kelas dengan nilai koefisiensi sebesar 0,399 dengan arah positif. Dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik dapat menunjang kemampuan guru dalam mengelola kelas.Kata Kunci : pendidikan anak usia dini, kemampuan pengelolaan kelas, kompetensi pedagogik.
Pemahaman Pendekatan Saintifik dengan Pengembangan Pembelajaran Luluk Pratiwi Dewayanti; Een Yayah Haenilah; Rizky Drupadi
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by teachers ability to develop scientific learning. The purpose of this study was to determine the relationship between teachers understanding in scientific approach toward 2013 curriculum learning development. This study was used non-experimental quantitative research with correlational research design. The data were collected by using test, observation, and document. The sampling technique was used purposive sampling with post graduate teachers qualifications. Total sample were 20 early childhood teachers. The results showed a correlation of 0.715 which means that there was a strong and significant positive relationship between teachers understanding in scientific approach toward 2013 curriculum learning development. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pengembangan pembelajaran pendekatan saintifik yang harus dikembangkan oleh guru PAUD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemahaman guru PAUD tentang pendekatan saintifik dengan pengembangan pembelajaran pada kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumen. Teknik pengambilan sampelmenggunakan purposif sampling dengan kualifikasi S1 PAUD dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sebesar 0,715 yang artinya terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara pemahaman guru PAUD tentang pendekatan saintifik dengan pengembangan pembelajaran pada kurikulum 2013.Kata kunci :kurikulum, pendekatan saintifik, pengembangan pembelajaran
Penggunaan Metode Bercakap-Cakap dan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Nurul Komariah; Een Y. Haenilah; Riswandi Riswandi
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study that there was a low children’s speaking skills aged 5-6 years old at Ismaria Al-Qur’aniyyah Kindergarten Bandar Lampung. The study aimed to examine the effect of conversation method on children’s speaking skills and see the differences in children’s speaking skills before and after the use of conversation methods. The research design was Pre-experimental study. The sample was 30 children’s aged 5-6 years old. Techniques sampling was purposive sampling. The data were analyzed by using simple linear regression and t-test. The results showed that there was a significant influences on the use of conversation methods toward children’s speaking skills and there was a differences in children’s speaking skills before and after the use of conversation methods. It can be concluded that conversation method can improve children’s speaking skills.Masalah dalam penelitian ini adalah masih banyak anak usia 5-6 tahun di RA Ismaria Al-Qur’aniyyah Bandar Lampung yang belum terampil berbicara. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan metode bercakap–cakap terhadap keterampilan berbicara dan melihat perbedaan keterampilan berbicara anak antara sebelum dan sesudah diberikan penggunaan metode bercakap-cakap. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-eksperimental. Sampel penelitian 30 anak. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, Teknik analisis menggunakan Regresi Linier Sederhana, dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan metode bercakap–cakap terhadap keterampilan berbicara dan terdapat perbedaan keterampilan berbicara anak antara sebelum dan sesudah diberikan penggunaan metode bercakap-cakap. Metode Bercakap-cakap dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak usia dini.Kata kunci: anak usia dini, berrcakap-cakap, keterampilan berbicara
Metode Belajar TPR (Total Physical Response) Dalam Pengenalan Kosa Kata Bahasa Inggris Anak Usia 5-6 Tahun Rizki Oktaviani; Een Yayah Haenilah; Nia Fatmawati
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to see the application of the TPR learning method in the introduction of children's English vocabulary. This study used a descriptive quantitative research design using one experimental group. The sampling technique was purposive sampling. The subjects used were 11 children conducted at the Bandar Lampung Rainbow School. The research instrument was a vocabulary test on the test sheet, observation and interview. Data analysis using percentage tables. The percentage table produces accumulated values of children conducted during 4 meetings with results as much as 54.54 percent of the children developed as expected and 45.45 percent with very good developing categories. This study proves that the method of TPR learning increases the children's English vocabulary. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat penerapan dari metode belajar TPR dalam pengenalan kosa kata Bahasa Inggris anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan satu kelompok eksperimen. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Subyek yang digunakan berjumlah 11 anak yang dilakukan di Sekolah Pelangi Alexandria Bandar Lampung. Instrumen penelitian adalah tes kosa kata pada lembar tes, observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan tabel persentase. Tabel persentase menghasilkan akumulasi nilai anak yang dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan hasil sebanyak 54,54 persen anak dengan berkembang sesuai harapan dan 45,45 persen dengan kategori berkembang sangat baik. Penelitian ini membuktikan bahwa metode belajar TPR meningkatkan kosa kata bahasa Inggris anak.Kata kunci: bahasa inggris, pengenalan kosa kata, total physical response
PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANAK Siti Alifa Nabila Yasmin; Een Haenilah; Nia Fatmawati
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this research was the lack of problem solving skill. This study aimed to examine the influence of discovery learning model toward problem solving skills of early childhood and the difference between before and after applying discovery learning model. The research was conducted with quasi experiment. The research subject was 20 early childhood aged 5-6 years old that was carried out through purposive sampling technique. Data was analyzed by using t-test and simple linear regression test. The result showed that there was a significant difference between after and before applying discovery learning model, and it has a significant influence toward problem solving skills of early childhood.Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah di TK Dharma Wanita masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia dini serta perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yaitu melalui model pembelajaran discovery. Metode penelitian yang digunakan ialah quasi eksperimen, dengan subjek penelitian 20 anak. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t-test dan uji regresi linear sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan melalui model discovery learning dan ada pengaruh pembelajaran model discovery terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia dini.Kata Kunci: model pembelajaran discovery, kemampuan pemecahan masalah, anak usia dini.
Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini melalui Bermain Peran Mikro Oktasari Okta; een haenilah; nia fatmawati
Jurnal PG-PAUD Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : FKIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study was the children’s fine motoric physical  develoment  aged 5-6 years in ADZKIA kindergarten has not developed as expected. This study aimed to determine the differences in fine motoric physical  development before and after micro role playing activities and to determine the effect of the use of micro role playing activities on the fine motoric physical development of children aged 5-6 years in ADZKIA kindergarten. The research method used was Pre-Exsperimental Designs. The sample of this study was 32 children aged 5-6years. The data collection technique in this studywas observation. In collecting the data, this study used t test 1.129 or t-test and simple linear regression test 258.7. The results of this study indicated that there is an increase in the use of micro roleplaying in the fine motoric physical development of children aged 5-6 years in ADZKIA Kindergarten.Masalah dalam penelitian ini adalah perkembangan fisik motorik halus anak usia 5-6tahun di TK ADZKIA belum berkembang sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan fisik motorik halus sebelum dan sesudah diberi aktivitas bermain peran mikro dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aktivitas bermain peran mikro terhadap perkembangan fisik motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK ADZKIA. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Exsperimental Designs. Sampel penelitian ini berjumlah 32 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi. Teknik analisis data menggunakan uji T 1,129 atau t-test dan uji regresi linear sederhana 258,7. Hasil penelitian 0,05% perbedaan dan pengaruh bermain peran mikro ini menunjukkan bahwa ada peningkatan penggunaan bermain peran mikro terhadap perkembangan fisik motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK ADZKIA.Kata kunci: anak usia dini, bermain peran mikro, motorik halus.

Page 1 of 3 | Total Record : 21