cover
Contact Name
Wahyudi Rahmat
Contact Email
wahyudirahmat24@gmail.com
Phone
+6285664494180
Journal Mail Official
wahyudirahmat24@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daksinapati Barat 4, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26854147     DOI : https://doi.org/10.26499/bahasa
Focuses on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to language and literature education, linguistics and literature.
Articles 76 Documents
PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGANTAR REDAKSI DAN DAFTAR ISI Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analysis of Dangerous Mistakes in Discussion Activities Refa Lina Tiawati; Suryanti Suryanti
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.163 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.10

Abstract

This study aims to describe the analysis of language errors of Baubau 3 High School students in class discussion activities. The research design is descriptive qualitative. Research data analyzes language errors in class discussion activities in the form of use of intonation / tone, diction (choice of words), and sentence structure.The results showed that the form of language error analysis in class X of SMA Negeri 3 Baubau in class discussion activities was the use of intonation consisting of: high intonation, moderate intonation and low intonation. The use of diction (word choice) which consists of: the use of synonymous words, the use of denotation and connotation words, the use of foreign words or terms, the use of popular words and study words, and the use of words of conversation and slang. The use of  sentence structure consists of: the use of compulsory sentence structures and the use of sentence structures are not mandatory (where they like). Based on the data obtained regarding the analysis of language errors in class X students in class discussion activities, it can be said that in the use of intonation there are errors in the form of high intonation of 11, intonation is not there and intonation is low as many as 16 errors. In the use of diction there are errors in the use of 40 synonymous words, use of denotations and connotations of 41, use of foreign words or terms as many as 14, use of popular words and study words as many as 3, and the use of 120 words of conversation and slang. Furthermore, the use of sentence structures has errors in the form of mandatory sentence structures that do not exist, and in the sentence structure is not mandatory as many as 156 errors. 
Implementation of Collaborative Learning Models in Indonesian Subject at Universities Purwati Zisca Diana; Roni Sulistiyono; Rizka Abri Pradani
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.431 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.11

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of implementing collaborative learning models. This study uses a quasi-experimental research method. The instrument used in this study is a collaborative assessment sheet filled by yourself, friends, and groups. The subjects in this study were 84 students divided into classes 2A and 2B of Guidance and Counseling study programs, Teacher Training and Education Faculty, Ahmad Dahlan University, Yogyakarta. Based on the results of the study, the collaborative ability of class 2B Guidance and Counseling Study Program, Teacher Training and Education Faculty, Ahmad Dahlan University Yogyakarta, as an experimental class, experienced an increase in the predicate already consistent (SB) from 0% to 57.14%; the predicate starts consistently (B) from 0% to 26.19%; the predicate has not been consistent (C) has improved with a decrease in the percentage from 76.19% to 11.91%; and the inconsistent predicate (K) also improved with a decrease in percentage from 23.81% to 4.76%. The collaborative ability of class 2A students in the Guidance and Counseling Study Program, the Teacher Training and Education Faculty, Ahmad Dahlan University Yogyakarta, as a control class, has increased the predicate already consistent (SB) from 0% to 26.32%; the predicate starts consistently (B) from 0% to 31.58%; the predicate has not been consistent (C) has improved with a decrease in percentage from 76.32% to 34.21%; and the inconsistent predicate (K) also improved with a decrease in percentage from 23.68% to 7.89%. 
Resistensi Masyarakat Petalangan Mempertahankan Kearifan Lokal dalam “Kemantan Muda Roh Belian" Wahyuni, Dessy
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.435 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.21

Abstract

Dalam dinamika kehidupan, khususnya di Indonesia, arus globalisasi telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia, baik identitas, citra diri, maupun nilai hidup. Bagi masyarakat tertentu, tekanan arus globalisasi melalui pencintraan yang dilakukan secara masif oleh negara-negara maju pengusung globalisasi tersebut justru meminggirkan nilai-nilai lokal yang dijunjung tinggi selama ini. Nilai-nilai lokal yang dipandang arif dalam berbagai persoalan kehidupan tergerus oleh lajunya arus globalisasi ini, terutama bagi masyarakat Petalangan di Provinsi Riau. Kehidupan masyarakat Petalangan semakin terpinggirkan oleh proses pembangungan yang gegap gempita. Masyarakat hidup berbalut kesengsaraan dan kemiskinan. Sebagai seorang sastrawan, B.M. Syamsuddin mencoba merepresentasikan kehidupan sosial budaya masyarakat Petalangan ini dalam karyasastra. Melalui cerpennya yang berjudul “Kemantan Muda Roh Belian”, ia mengkritik kondisi sosial budaya dan menguak ketidakberesan yang terjadi, khususnya dalam kehidupan masyarakat Petalangan. Melalui pendekatan hermeneutik yang diusung Richard E. Palmer, penulis menafsirkankritik sosial budaya yang disampaikan B.M. Syamsuddin dalam cerpen “Kemantan Muda Roh Belian”. Kritik tersebut ditunjukkan melalui bentuk resistensi masyarakat setempat dalam mempertahankan kearifan lokal yang mereka miliki secara turun-temurun. Dengan menggunakan metode deskriptifinterpretatif, dapat ditemukan bahwa pengarang memunculkan tokoh seorang kemantan (dukun) sebagai bentuk resistensi masyarakat Petalangan dalam mempertahankan kearifan lokal. Dengan demikian, kehadiran kemantan ini dapat dikatakan sebagai sebuah perlawanan masyarakat Petalangan untuk mengukuhkan eksistensi mereka yang membebaskan masyarakat dari ketertindasan.
Mistik dalam Novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha (Tinjauan Sosiologi Sastra) Yusantia, Deftita ; Laila, Aruna; Rahmat, Wahyudi
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.851 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.24

Abstract

Mistik menjadi salah satu bagian yang digambarkan dan dikisahkan oleh tokoh yang berhubungan dengan hal gaib atau hal-hal yang tidak masuk akal. Salah satunya hal mistik yang diceritakan dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha. Kejadian mistik diawali pemberian sepatu merah kepada tokoh Kau yang membuat setiap perjalanannya membuahkan kisah yang misteri dan selalu mempunyai kaitan dengan perjalanan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur mistik dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitiannya adalah deskriptif analisis. Tahapan penelitian ini dilakukan dengan cara: (1) membaca sekaligus memahami novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha secara keseluruhan; (2) menandai unsur-unsur mistik yang ditemukan dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha; (3) mengklasifikasikan data sesuai dengan format inventarisasi data; dan (4) memasukkan data dalam format inventarisasi data. Setelah melakukan penelitian terhadap novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha diperoleh hasil sebagai berikut: (1) unsur mistik berupa hal gaib yang diyakini (2) unsur mistik berupa sebab akibat yang tidak rasio (3) unsur mistik berupa mitos. Ketiga unsur tersebut merupakan peristiwa mistik atau suatu hal yang luar biasa yang tidak bisa diterima oleh akal sehat manusia yang terdapat dalam novel Gentayangan Pilih Sendiri Petualangan Sepatu Merahmu Karya Intan Paramaditha.
Multiliterasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Berbasis Sastra Warna Lokal Betawi Di Uin Syarif Hidayatullah Jakarta Bahtiar, Ahmad ; Nasrullah, Agung
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.929 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.25

Abstract

Bahasa berkaitan dengan budaya. Seperti halnya bahasa yang lain, bahasa Indonesia pun banyak dipengaruhi budaya-budaya setempat. Untuk itu, sebagai strategi pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)  harus juga mengenalkan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Model yang digunakan untuk pembelajaran tersebut adalah multiliterasi berbasis warna lokal Betawi. Dengan multiliterasi pembelajaran tidak hanya mengajarkan aspek kebahasaan tetapi juga budaya mencakup identitas,  keyakinan, profesi, kebiasaan, dan sebagainya budaya setempat. Pilihan tersebut berdasarkan lokasi penelitian yaitu  UIN Syarif Hidayatullah terletak di Jakarta yang didominasi masyarakat Betawi. Selain itu, Betawi merupakan representasi masyarakat Indonesia sebenarnya. Sastra warna lokal yang dipakai untuk model ini adalah prosa berupa kumpulan cerpen Terang Bulang, Terang di Kali dan Cerita Keliling Jakarta karya S.M. Ardan dan puisi lama yang berbentuk Pantun. Dengan multiliterasi, diharapkan pembelajar BIPA selain memiliki kemampuan kebahasaan juga dapat memahami budaya Indonesia khususnya Betawi. Dengan demikian, para pembelajar BIPA memiliki impresi sehinga termotivasi untuk belajar bahasa Indonesia dan menggunakannya  dalam berbagai kesempatan. 
Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Kegiatan Diskusi Suryanti; Lina Tiawati, Refa
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1417.163 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan analisis kesalahan berbahasa siswa SMA Negeri 3 Baubau pada kegiatan diskusi kelas. Desain penelitian secara deskriptif kualitatif. Data penelitian analisis kesalahan berbahasa pada kegiatan diskusi kelas berupa penggunaan intonasi/ nada, diksi (pilihan kata), dan struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk analisis kesalahan berbahasa siswa kelas X SMA Negeri 3 Baubau pada kegiatan diskusi kelas adalah penggunan intonasi/ nada yang terdiri atas: intonasi tinggi, intonasi sedang dan intonasi rendah. Penggunaan diksi (pilihan kata) yang terdiri atas: pemakaian kata bersinonim, pemakaian kata denotasi dan konotasi, pemakaian kata-kata atau istilah asing, pemakaian kata populer dan kata kajian, serta pemakaian kata percakapan dan slang. Penggunaan struktur kalimat terdiri atas: penggunaan struktur kalimat wajib dan penggunaan struktur kalimat tak wajib (mana suka). Berdasarkan data yang diperoleh  mengenai analisis kesalahan berbahasa siswa kelas X pada kegiatan diskusi kelas, dapat dikatakan bahwa pada penggunaan intonasi terdapat kesalahan berupa intonasi tinggi sebanyak 11, intonasi sedang tidak ada dan intonasi rendah sebanyak 16 kesalahan. Pada penggunaan diksi terdapat kesalahan pada pemakaian kata bersinonim sebanyak 40, pemakaian kata denotasi dan konotasi sebanyak 41, pemakaian kata-kata atau istilah asing sebanyak 14, pemakaian kata populer dan kata kajian sebanyak 3, dan pemakaian kata percakapan dan slang sebanyak 120 kesalahan. Selanjutnya penggunan struktur kalimat terdapat kesalahan berupa struktur kalimat wajib tidak ada, dan pada struktur kalimat tak wajib sebanyak 156 kesalahan.
Implementasi Model Pembelajaran Kolaboratif pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Zisca Diana, Purwati ; Sulistiyono, Roni ; Abri Pradan, Rizka
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.431 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v1i1.27

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui keefektifan implementasi model pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian kolaboratif yang diisi oleh diri sendiri, teman, dan kelompok. Subjek dalam penelitian ini adalah 84 mahasiswa yang terbagi atas kelas 2A dan 2B prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan kolaboratif mahasiswa kelas 2B Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, sebagai kelas eksperimen, mengalami peningkatan pada predikat sudah konsisten (SB) dari 0% menjadi 57,14%; predikat mulai konsisten (B) dari 0% menjadi 26,19%; predikat belum konsisten (C) mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 76,19% menjadi 11,91%; dan predikat tidak konsisten (K) juga mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 23,81% menjadi 4,76%. Kemampuan kolaboratif mahasiswa kelas 2A Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, sebagai kelas kontrol, mengalami peningkatan predikat sudah konsisten (SB) dari 0% menjadi 26,32%; predikat mulai konsisten (B) dari 0% menjadi 31,58%; predikat belum konsisten (C) mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 76,32% menjadi 34,21%; dan predikat tidak konsisten (K) juga mengalami perbaikan dengan penurunan persentase dari 23,68% menjadi 7,89%.