cover
Contact Name
Firza
Contact Email
firza1814@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diakronika@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Diakronika
ISSN : 14111764     EISSN : 26209446     DOI : -
Diakronika accepts and contains articles that focus on the results of scientific studies and the results of research on history and education (learning) history. The results of the study contribute to the understanding, development of scientific theories and concepts, and their application in education and history in Indonesia and the world. Diakronika scales include studies of Indonesian history and world history, and educational studies in the form of subject matter, strategies, media, learning models, as well as historical learning evaluations.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA" : 5 Documents clear
TUANKU NAN RENCEH (1762-1832) Setiawan, Irwan
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/24

Abstract

Tuanku Nan Renceh was an Islamic cleric (ulama), leader and commanding figure who held in Indonesia History as a fighter against the Dutch colonialism in the battle known as the Padri War in Minangkabau. In contrast to this, the existence of this figure in history, was generally considered as a controversial figure who was responsible for the violence and bloodshed. Ironically, this figure appeared as a completely controversial figure on account of the written sources generally referred to him as an emotionally charged, fierce and frightening character. The source came from the enemy of Tuanku Nan Renceh at that time. When searching about his biography, it was very rarely obtained information about the history of life, family, struggle and the end of his life. The recent short article revealed the life history of Tuanku Nan Renceh and his valuable contribution for Minangkabau history in the days of Padri. Through this formulated paper, it is expected the life history of Tuanku Nan Renceh can be discovered. Most importantly, the respected readers can also assess his presence in more neutral position and do not discredit his character as a radical figure.
MODEL LEARNING CONTINUUM KETERAMPILAN BERPIKIR HISTORIS (HISTORICAL THINGKING) PEMBELAJARAN SEJARAH SMA Ofianto, Ofianto
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/27

Abstract

Kecenderungan tumpang tintih materi pelajaran sejarah di sekolah dewasa ini, baik antar jenjang pendidikan maupun antar kelas pada jenjang pendidikan yang sama menjadi fenomena yang selalu menarik untuk dikaji. Materi sejarah yang demikian tidak akan terjadi bila secara rutin dilakukan penyusunan learning continuum (LC) oleh semua kalangan terkait. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan model learning continuum keterampilan berpikir historis mata pelajaran sejarah SMA. LC keterampilan berpikir historis, menggambarkan peningkatan keterampilan peserta didik untuk menguasai keterampilan berpikir historis mulai dari keterampilan dasar hingga keterampilan yang paling tinggi pada pembelajaran sejarah SMA. Penelitian melalui dua tahap, yakni tahap pengembangan model LC dan tahap pengembangan instrumen yang disertai uji dengan coba terbatas. Data dianalisis dengan Partial Credit Model (PCM) menggunakan program QUEST. Hasil pengembangan aspek dan sub aspek LC keterampilan berpikir historis menghasilkan dua keterampilan yakni keterampilan dasar (basic skill) dan keterampilan penelitian sejarah (historical research capabilities). Hasil uji coba menunjukkan bahwa tes terbukti fit dengan PCM. Reliabilitas tes uji coba baik, dengan koefisien alpha Cronbach sebesar 0,82.
PEMBELAJARAN SEJARAH BERMUATAN LOKAL PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI SUMATERA BARAT Hardi, Etmi
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/26

Abstract

Petugas Pendidikan Sekolah Adat ditujukan untuk Sipil, Sekolah School Opleiding voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Serang Banten tahun 1900-1927. Penelitian ini didasarkan pada sistem pemerintahan bahwa Hindia Belanda dalam program yang diarahkan oleh Pemerintah dituntut untuk dapat melakukan tugas-tugas administratif di provinsi tersebut tetapi karena pejabat tinggi yang harus datang dari Belanda ke pemerintah Belanda mendirikan sekolah untuk bertemu pejabat pendidikan pribumi di provinsi ini. Tujuan penulis untuk mempelajari sistem pemerintahan di provinsi dengan elit asli-modern dengan sekolah tradisional sebagai syarat untuk menjadi bupati. Metode yang saya gunakan metode Historical dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) Heuristik, (2) kritik, (3) interpretasi, (4) Historiografi. Sedangkan teknik yang digunakan untuk memperoleh data melalui penelitian pustaka dengan mempelajari dan menganalisis berbagai buku sumber, surat kabar, wawancara dan materi arsip terkait dengan masalah yang dibahas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tujuan administrasi rekrutmen di Banten hanya untuk mendapatkan pegawai pribumi yang sangat murah dan pemerintah Belanda menganggap peran penting birokrasi elit politik pribumi asli adalah perantara antara pemerintah dan masyarakat dengan menggunakan otoritas tradisionalnya. Maka pemerintah Belanda mendirikan sekolah untuk menjadi petugas administrasi di sekolah bernama Banten OSVIA. Setelah pendirian sekolah di Serang Banten OSVIA pemerintahan tradisional dengan silsilah raja digantikan oleh sistem modern yang berkembang biak tidak menjadi syarat utama untuk menjadi gubernur, tetapi pendidikan harus diberikan kepada bupati, di mana standar minimum lulusan pendidikan OSVIA dan mampu berbahasa Belanda. Dengan demikian penulis dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat dan rekan-rekan siswa dengan judul skripsi sehingga saya dapat belajar pemerintahan transisi akan menjadi tradisional-modern di Banten setelah kedatangan Belanda
NILAI-NILAI KESEJARAHAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA (STUDI NATURALISTIK INKUIRI DI SMA KOTA PADANG) Yefterson, Ridho Bayu; Salam, Abdul
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/28

Abstract

Kondisi pendidikan di Indonesia saat ini terkontaminasi oleh adanya pengaruh dari budaya asing, pola hidup konsumtif dan bangga dengan produk luar negeri, serta sikap apatis terhadap persoalan bangsa.  Sering kita dengar terjadi tawuran pelajar, seks bebas, narkoba, pola hidup hedonis dan konsumtif para pelajar. Peran pembelajaran sejarah menjadi sangat penting dalam mentransfomasikan nilai-nilai kesejarahan dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang memiliki karakter sebagai warga negara. Tujuan penelitian yakni mendeskripsikan proses penanaman nilai-nilai karakter kesejarahan melalui pembelajaran sejarah di SMA Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik inkuiri. Sumber data penelitian diperoleh dari siswa SMA, guru mata pelajaran sejarah, dokumen-dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran, serta sumber lain seperti jurnal, hasil penelitian terdahulu, buku teks, dan sumber lain. Penelitian dilakukan di SMA di Kota Padang. Penafsiran dan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan memberikan elaborasi pada setiap poin yang ada dalam data. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran sejarah selain nilaiĀ­-nilai umum yang ada, seperti religius, sosial, tanggung jawab, dan disiplin, ada nilaiĀ­-nilai yang lebih spesifik yang peneliti temukan yaitu nilai-nilai yang berkaitan dengan nilai-nilai kesejarahan meliputi nilai cinta tanah air, patriotisme, dan nasionalisme. Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran adalah pendekatan langsung dan pendekatan tidak langsung.
MENUMBUHKAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDALAMAN MATERI SEJARAH PEMINATAN KELAS X SMA Ningsih, Setya
Diakronika Vol 17 No 2 (2017): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol17-iss2/25

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter melalui pendalaman materi sejarah peminatan kelas X SMA. Hal ini dilatar belakangi oleh degradasi moral generasi muda yang menunjukkan  potret kemuraman akhlak anak bangsa. Dinamika koneksi antara ruang dan waktu tidak menunjukkan kualitas yang signifikan. Nilai-nilai sejarah tidak dijadikan pedoman untuk hidup melainkan hanyalah retorika belaka, hafalan fakta dan konsep yang sangat kering dan pada akhirnya melemahkan jati diri dan identitas bangsa. Upaya menanamkan nilai-nilai kemuliaan pada jenjang pendidikan SMA menjadi harapan penerapan  karakter bangsa yang sudah dimulai di jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Timpeh dengan menggunakan metode deskriptif analitis melalui observasi dan berbagai kajian bacaan sumber (literatur). Upaya membangun karakter anak bangsa melalui pembelajaran sejarah kelas X diharapkan dapat menghasilkan pribadi yang selalu menghargai ruang dan waktu, bertanggungjawab terhadap segala keputusan yang diambil dan bersikap responsif. Sikap  responsif dan proaktif dalam belajar sejarah dapat membuat siswa menjadi pribadi yang cerdas. Siswa dapat memunculkan gagasan-gagasan yang inovatif sehingga mampu terlibat dan memiliki andil dalam memajukan bangsa dan negara. Kompetensi Dasar menganalisis sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni diharapan dapat melatih siswa untuk berlaku disiplin dan tanggungjawab. Kompetensi Dasar menghargai peradaban budaya bangsa dan toleran akan membentuk identitas  dan kepribadian siswa. Guru adalah sosok utama ketauladanan bagi siswa. Nilai-nilai karakter dapat ditanamkan dengan meneladani guru yang berkarakter.    

Page 1 of 1 | Total Record : 5