cover
Contact Name
Firza
Contact Email
firza1814@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
diakronika@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Diakronika
ISSN : 14111764     EISSN : 26209446     DOI : -
Diakronika accepts and contains articles that focus on the results of scientific studies and the results of research on history and education (learning) history. The results of the study contribute to the understanding, development of scientific theories and concepts, and their application in education and history in Indonesia and the world. Diakronika scales include studies of Indonesian history and world history, and educational studies in the form of subject matter, strategies, media, learning models, as well as historical learning evaluations.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA" : 6 Documents clear
PERUBAHAN TARI RENTAK KUDO DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT Farsalena, Sintia
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/142

Abstract

This research has a purpose to identify: the impact of changing kudo ritual dance traditions in the social life of people in the village of debai jambi province. This type of research is qualitative descriptive. Sources ie primary data submitted by informants, data sources taken in the form of written notes coming from informants who were interviewed, documentation and literature study. The research findings reveal that the change of kudo rentak tradition in the social life of society in Debai village of Jambi Province has social and moral impact such as the behavior of less polite when dancing, drinking behavior, fights between youth when danced by kudo rentak dance, disturbance of society with Loud music. The social control of the village and community governments is so weak that they are unable to minimize the impact of the tradition.
ZULBAINAR: PEREMPUAN PEJUANG MASYARAKAT MARJINAL SEBAGAI AKTIVIS GERWANI (1961-1977) Agustina, Serli; Fatimah, Siti
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/126

Abstract

Artikel ini merupakan kajian sejarah yang membahas mengenai perjalanan hidup dan pengalaman seorang Zulbainar yang merupakan perempuan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) asal Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan salah satu daerah basis PKI dan ?keluarganya? di Sumatera Barat. Penelitian ini termasuk penelitian biografi tematis dengan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perjalanan hidup, peran, serta pengalaman-pengalaman Zulbainar dalam Gerwani di Nagari Sungai Sariak Kab. Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang bertumpu pada empat langkah kegiatan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kesimpulan yang diperoleh adalah penelitian ini memaparkan fakta-fakta yang terkait dengan peristiwa G30S 1965 yang terjadi di Sumatera Barat. Zulbainar merupakan salah satu korban diantara ribuan korban lainnya yang ikut mendapat dampak meletusnya G30S 1965. Keikutsertaannya dalam organisasi terlarang tersebut membawa dampak besar dalam hidupnya. Kiprahnya yang ikut gencar dalam mengembangkan organisasi tersebut membuatnya dicap sebagai tahanan politik gol.B. Selama 12 tahun dipenjara dan penderitaan mereka berakhir tahun 1977. Status baru sebagai eks-Tapol ia nikmati hingga kini di usia senjanya. Kini di usia senjanya Zulbainar aktif menyuarakan penengakkan HAM bagi mereka yang menjadi korban G30S 1965 melalui sebuah Yayasan yang bernama YPKP 1965 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965) Sumatera Barat.
DINAMIKA POLITIK, HERIOFIKASI KIM IL SUNG, DAN IDEOLOGI JUCHE DI KOREA UTARA (1948-2011) Abidin, Nur Fatah
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika sejarah politik Korea Utara, khususnya terkait strategi politik Korea Utara tahun 1948 sampai 2011, yang digunakan oleh dinasti Kim untuk mempertahankan kekuasaan politiknya selama hampir delapan puluh tahun. Metode penelitian adalah kajian pustaka terkait sejarah Korea Utara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dinasti politik di Korea Utara menyusun strategi preventif dan represif dalam bentuk ideologi negara yaitu ideologi Juche. Ideologi Juche merupakan akulturasi dari semangat komunis dan budaya setempat yang berkembang sejalan dengan proses de-Stalinisasi (1956) di Korea Utara. Penguatan birokrasi dan militer yang loyal diupayakan sebagai alat pengendali masa. Penggunaan teror juga diterapkan sebagai bentuk langkah represi terhadap para oposan dalam negeri. Melalui strategi politik tersebut, dinasti Kim dapat bertahan dari tantangan politik internal dan mendapatkan loyalitas rakyat secara berkesinambungan.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI SURAN Wiediharto, Valencia Tamara; Ruja, I Nyoman; Purnomo, Agus
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/122

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk nilai-nilai kearifan lokal Tradisi Suran di Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan penelitian ini adalah Tradisi Suran merupakan perayaan masyarakat Desa Wonosari untuk menyambut tanggal 1 pada Bulan Suro. Masyarakat Desa Wonosari memiliki cara-cara tersendiri untuk melestarikan tradisi yang ada di sekitarnya dan dikenal dengan kearifan lokal. Adapun kearifan lokal yang ada pada Tradisi Suran terbagi menjadi beberapa nilai, diantaranya nilai religi, nilai estetika, nilai gotong royong, nilai moral dan nilai toleransi. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut merupakan simbol-simbol yang dihasilkan oleh masyarakat melalui proses interaksi. Nilai-nilai tersebut dapat dimaknai dengan baik apabila masyarakat menjalankan Tradisi Suran secara rutin setiap tahun dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tahapan mulai dari persiapan, pelaksanaan dan penutupan.
KONDISI POLITIK DI KESULTANAN BIMA (1915-1950) Sumiyati, Sumiyati
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/128

Abstract

Abstrak Kesultanan Bima adalah salah satu kerajaan di wilayah Timur yang mengakui kemerdekaan Indonesia dan menerima sebagai bagian dari wilayah Indonesia. Perpolitikan di kesultanan Bima tahun sampai tahun 1915 berada dalam  pengawasan pemerintahan Hindia Belanda, hal ini menjadikan Bima berada dalam wilayah kekuasaan Hindia Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dan kajian pustaka dengan mengutamakan sumber arsip dan karya-karya yetdahulu yang relavan dengan tema penulisan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Kesultanan Bima menjadi salah satu pionir dalam memperjuangan kemerdekaan diwilayah Indonesia Timur khususnya mewakili pulau Sumbawa yang memiliki tiga kerajaan yang masih berkuasa.
PANDEMI PENYAKIT DALAM SEJARAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP GEJOLAK SOSIAL POLITIK Rusdi, Rusdi
Diakronika Vol 20 No 1 (2020): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol20-iss1/146

Abstract

Riwayat wabah sama panjangnya, atau bahkan lebih panjang, dari pada riwayat manusia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penyakit menular telah menimpa manusia sejak masa prasejarah. Namun, karena corak kehidupan mereka yang sederhana, nomaden, berburu dan meramu serta hidup dalam kelompok kecil yang terisolasi, penyakit tidak sampai menjadi pandemi karena kesempatan transmisi penyakit dari satu kelompok ke kelompok lainnya sangatlah kecil.  Situasi itu berubah ketika manusia menemukan modus produksi baru yakni bercocok tanam. Sejak manusia menetap dan membangun komunitas di desa dan (terutama) kota, mereka harus berurusan dengan penyakit menular dalam skala yang lebih besar. Dalam sejarah peradaban manusia, pengaruh penyakit terhadap kematian kiranya menjadi signifikan tatkala manusia mulai memasuki peradaban agraris. Selain menyebabkan kematian, pandemi ternyata juga menciptakan gejolak sosial politik bahkan sampai menumbangkan sebuah rezim. Penyakit menular muncul di setiap zaman, dan hampir selalu mengakibatkan pergolakan politik. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pandemi penyakit dalam lintasan sejarah yang berdampak terhadap gejolak sosial politik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6