cover
Contact Name
Fransiscus Asisi Ricky Bayu Styanto
Contact Email
ricky@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
ISSN : 26855968     EISSN : 26856301     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS) dengan E-ISSN : 2685-6301 diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan April dan bulan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 138 Documents
Pemberdayaan UMKM Bagi Usaha Keluarga Dalam Meningkatkan Pendapatan Di Kampung Jangkar Desa Mekarwangi Cariu Bogor Ahmadun Ahmadun
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.515 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.376

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan UMKM makanan kecil   di   kampung Jangkar Desa Mekarwangi Carui Bogor.  Untuk  mengetahui  pemberdayaan yang telah dilakukan yang bertujuan untuk menjadikan UMKM makanan kecil mampu menjadi UMKM yang mandiri dan dapat membantu untuk  meningkatkan pendapatan keluarga bagi pelaku UMKM makanan kecil. Penelitian ini menggunakan tahapan pemberdayaan. Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan yang dipilih merupakan pelaku UMKM makanan kecil, keluarga pelaku  UMKM,  kepala  bidang  UMKM,  dan  pihak  yang  menjalin  kemitraan dengan pelaku UMKM makanan kecil. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemberdayaan mempunyai tiga tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Dalam tahap penyadaran para pelaku UMKM diberikan motivasi dan dorongan agar mereka memiliki daya dan kemampuan dalam berwirausaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam tahap pengkapasitasan diadakan bimbingan dan penyuluhan dalam pengembangan ragam produk, peningkatan kualitas produk, penyuluhan perijinan dan terdapat   pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk memberikan bantuan berupa pengetahuan dan keterampilan berwirausaha kepada pengusaha makanan kecil dalam mendirikan, mengelola dan mengembangkan  usahanya.  Lalu  dalam  tahap  pendayaan  yaitu  para  pelaku UMKM makanan kecil di Kampung Jangkar Desa Mekarwangi Cariu Bogo. Dalam meningkatkan kualitas produk dan pemasaran para pelaku UMKM memilih bahan baku yang berkualitas, menggunakan berbagai peralatan yang modern, dan menciptakan inovasi-inovasi baru untuk menarik pelanggan.Kata kunci : UMKM, makanan kecil, wirausaha
Penyuluhan Tentang Manajemen Keuangan Keluarga Di RW 06 Kelurahan Cipayung Jakarta Timur Badrunsyah Badrunsyah; Sigit Cahyono
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.837 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.372

Abstract

Hasil survey awal terhadap beberapa orang warga dan aparat rukun warga 06 Cipayung yang berkeiginan mengetahui lebih lanjut berbagai informasi tentang manfaat dan tata cara manajemen keuangan keluarga.  Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentangcara meningkatkan penghasilan dan menurunkan pengeluaran dengan menyiapkan rencana keuangan keluarga. Manfaatnya adalah menambah pengetahuan ibu-ibu tentang tip-tip mengatur keuangan keluarga, memberikan pengetahuan tentang hal-hal yang harus dilakukan di awal tahun dalam mengatur keuangan keluarga, memberikan pengetahuan tentang membagi tujuan keuangan ke dalam tujuan keuangan saat ini, tujuan keuangan jangka pendek, tujuan keuangan jangka menengah dan tujuan keuangan jangka panjang, terealisasikannya program Tri Dharma Perguruan Tinggi sehingga terjalin komunikasi ilmiah antara Universitas Respati Indonesia dan masyarakat khususnya masyarakat kelurahan Susukan Jakarta Timur.Kata Kunci: Manajemen Keuangan, Keluarga
Pemberdayaan Kewirausahaan Mahasiswa Pada Industri Kreatif Titus Indrajaya
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.154 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.377

Abstract

Banyaknya angka pengangguran terdidik dari kalangan intelektual yang sudah lulus sekolah menengah kejuruan, sekolah menengah atas sampai dengan lulusan perguruan tinggi, karena masih berorientasi dengan mencari pekerjaan, bukan menciptakan lapangan pekerjaan, dan itu terjadi pada semua jenjang pendidikan, baik ditingkat sekolah menengah atas maupun di tingkat perguruan tinggi. Saat ini sudah ada mata pelajaran/mata kuliah Kewirausahaan yang diberikan pada saat siswa/mahasiswa. Pemberdayaan mahasiswa Semester V (lima) Universitas Respati Indonesia, Jakarta Timur dengan pemahaman lebih mendalam serta terjun langsung pada Industri Kreatif yang ada Jakarta Timur. Dengan metode partisipasif dan praktik langsung serta pemberian motivasi dan pengetahuan kewirausahaan secara mendalam dan langsung, diharapkan dapat menambahan minat dan wacara mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi wirausahawan.Kata Kunci : Pemberdayaan, Pelatihan keterampilan, peluang Usaha
PEMANFAATAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK PENDERITA DIABETES MELLITUS MELALUI PEMANFAATAN PRODUK HERBA Yeny Sulistyowati; Dewi Ngaisyah
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.65 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.373

Abstract

Dari beberapa produk olahan yang ada, Ciplukan dapat diolah menjadi sirup dan selai. Pemanfaatan buah Ciplukan untuk diolah menjadi sirup dan selai dapat menambah daya simpan buah dan menjadi olahan buah yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding nilai jual buah segar. Hasil produk tersebut bisa sebagai teknologi baru dalam pemanfaatan produk herbal yang sudah diketahui manfaatnya untuk kesehatan. Namun, masih belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaat dan pengolahan dari CIplukan tersebut. Peningkatan pengetahuan melalui upaya kegiatan penyuluhan dan informasi terkait penyakit dan pemanfaatan herbal menjadi produk yang memiliki daya simpan lebih lama perlu dilakukan. Peningkatan ketrampilan melalui pembuatan sirup dan selai dari sirsak sebagai salah satu alternatif tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Rangkaian kegiatan terlaksana mulai persiapan, pelaksanaan, monev, laporan dan publikasi. Dari hasil kegiatan diharapkan Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat terkait hasil uji daya terima produk selai dan sirup Ciplukan, sebagai peluang terjadinya percepatan transfer Ipteks hasil penelitian ke masyarakat. Dengan adanya kegiatan pendampingan dimasyarakat dengan kolaborasi dengan kader kesehatan yang di desa maka dapat meningkatkan rasa percaya diri dari penderita DM itu sendiri maupun masyarakat secara umum yang ada di lingkungan sekitarnya. Tersedianya produk olahan buah Ciplukan sebagai produk baru guna meningkatkan daya terima terhadap buah yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, khususnya bagi penderita DM dan secara tidak langsung akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci :  Masyarakat Desa, Sirup, Selai, Pengetahuan, Ketrampilan, Kader
Penyuluhan Kanker Serviks Dan Pemeriksaan Kesehatan Melalui Tes Iva Di Cipayung Jakarta Timur Santi Agustina
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.753 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.378

Abstract

Kanker leher rahim (Ca Cervix) merupakan kanker terbanyak yang diderita perempuan di Indonesia.Promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi prioritas untuk mencegah dan menangani penyakit. Deteksi dini dapat dilakukan melalui papsmear atau IVA. Inspeksi visual asam (IVA) adalah deteksi dini kanker leher rahim alternatif selain pap smear untuk memeriksa daerah yang tidak bisa dijangkau oleh pap smear. Adapun tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai kanker serviks dan mendeteksi dini penyakit kanker serviks. Design penelitian ini ada penelitian kuantitatif. Kegiatan pemeriksaan IVA dilakukan pada tanggal 3 Februari 2015 yang diikuti oleh 54 peserta yang tujuannya untuk deteksi dini kanker serviks terutama untuk perempuan usia subur (produktif) yamg sudah menikah di Cipayung Jakarta Timur. Dari hasil kegiatan pelatihan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan yang di buat oleh Prodi DIV bidan pendidik dan mahasiswa mendapat sambutan yang positif dari ibu hamil dan para kader. Keyword: Penyuluhan, Kanker Serviks, Tes Iva
Pemeriksaan Kesehatan Tekanan Darah Dan Glukosa Darah (DM) Gratis Di Wilayah Kampung Sawah Lebak Wangi Jakarta Selatan Erlin Ifadah; Thika Marliana
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.811 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.374

Abstract

Wilayah Kampung Sawah Lebak Wangi yang termasuk dalam wilayah Jakarta bagian Selatan. Masalah kesehatan pada lansia yang banyak dihadapi di Wilayah Kampung Sawah Lebak Wangi saat ini antara lain adalah Rheumatik, Hipertensi dan Diabetes Melitus. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis untuk menjaga kesehatan warga Wilayah Kampung Sawah Lebak Wangi. Solusi untuk menangani masalah tersebut yaitu melaksanakan pemeriksaan serta pengobatan gratis melalui program P2M FIKES URINDO dalam hal ini program studi keperawatan. Target dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Wilayah Kampung Sawah Lebak Wangi. Luaran dari kegiatan ini adalah meningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatannya. Kapasitas pelayanan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kami batasi untuk 150 peserta yang didistribusikan secara merata di Wilayah Kampung Sawah Lebak Wangi. Pada hasil pemeriksaan ditemukan 29 orang yang memiliki tekanan darah tinggi, 2 orang yang memiliki kadar gula darah yang tinggi dan 99 orang memiliki asam urat melebihi batas normal. Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan abdimas secara umum berjalan dengan lancar dan masalah kesehatan pada lansia paling banyak adalah asam urat. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat khususnya lansia tentang kesehatan dapat meningkat untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Kata Kunci : Pemeriksaan kesehatan, diabetes melitus, hipertensi dan asam urat.
PENGABDIAN UNTUK MEWUJUDKAN DESA PLERET SEBAGAI DESA SEHAT SEHINGGA MAMPU SECARA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN MENGATASI PERMASALAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Yeny Sulistyowati; Nazwar Hamdani Rahil; Lenna Maydiana Sari
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.45 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.379

Abstract

Kasus DBD di Kabupaten Bantul dari tahun ke tahun terus meningkat, pada tahun 2015 kasus DBD 1417 kasus, meningkat menjadi 1.900 kasus pada tahun 2016 dengan angka kematian 4 orang. Peningkatan kasus pada thun 2016 salah satunya disebabkan oleh curah hujan yang tinggi pada tahun 2016 dan keterbatasan tenaga kesehatan untuk melakukan PSN. Melihat permasalahan yang dihadapi oleh Desa Pleret tersebut, maka sangat penting dilaksanakan penyuluhan terkait dengan pencegahan, penanganan DBD sebelum dibawa ke layanan kesehatan terdekat. Pemerintah Desa Pleret juga sudah menjalin kerjasama dengan pihak Universitas sehingga diharapkan kegiatan di wilayah ini yang sudah dimulai sejak tahun 2016 dapat berkelanjutan dan bersinergi dengan pihak-pihak lain. Sasaran kegiatan adalah kader-kader Posyandu Desa. Pelaksanaan penyuluhan ini dilakukan oleh tim pengabdi dengan tujuan menjadi mitra untuk mewujudkan Desa Pleret sebagai desa yang berwawasan lingkungan sehat sehingga mampu secara mandiri dan berkelanjutan mengatasi permasalahan demam berdarah dengue (DBD). Tahapan yang dilaksanakan adalah sosialisasi, pelaksanaan penyuluhan, koordinasi dan evaluasi. Sosialisasi kegiatan telah terlaksana dua kali yaitu pada tanggal 10 dan 15 Juli 2017. Pelaksanaan kegiatan pada hari Selasa, 25 Juli 2017. Jumlah peserta 26 orang dari total yang diundang sebanyak 30 orang (86,67%). Diharapkan jangkauan peserta kegiatan lebih luas, sehingga semakin banyak pihak yang meningkat pengetahuannya dan diharapkan terlibat dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi terkait waktu kategori cukup (30,77%), atas saran peserta ada tindak lanjut terkait materi-materi yang disampaikan. Akan diagendakan kegiatan-kegiatan lain untuk mengatasi permasalahan DBD tidak hanya dari aspek kesehatan tapi juga dari aspek lainnya, seperti ekonomi, sosial, budaya dan lainnya.Kata Kunci: Desa Sehat, Mandiri, Berkelanjutan, Demam Berdarah.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Jajanan Sehat dan Penyalahgunaan NAFZA di Kampung Pulo Besar Karangbahagia Cikarang Fajar Susanti
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.18 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v3i1.375

Abstract

Jajanan yang dijual pedagang keliling sering berada di depan lingkungan sekolah. Badan Pengawasan Makanan dan Minuman menyatakan terdapat 40% jajanan tidak layak dimakan. Kandungan boraks, serta formalin masih mendominasi kandungan zat-zat berbahaya pada jajanan anak-anak di sekolah-sekolah. Jajanan di sekolah memang beranekaragam dan lebih menarik minat daripada bekal yang dibawa dari rumah. Namun jajanan yang menarik tersebut justru miskin gizi dan jauh dari kata sehat. Berkaitan dengan fenomena tersebut, maka perlu adanya sosialisasi mengenai macam-macam, pengolahan, dan kelayakan konsumsi jajanan yang banyak dijual agar anak-anak dapat mengerti sehingga dapat memilih dan membedakan antar jajanan yang sehat dan tidak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan kepedulian pada siswa untuk lebih memperhatikan berbagai macam jajanan yang dijual bebas demi menjaga status gizi pada masa anakanak. Manfaat dari kegiatan ini adalah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kepedulian seluruh siswa dalam memilih makanan atau jajanan yang sehat dan bergizi guna pendukung perkembangan generasi muda penerus bangsa yang dapat memajukan bangsa. Hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta sosialisasi jajanan sehat di Panti Asuhan Anak Yatim dengan jumlah keseluruhan adalah 81. Sebagian besar merupakan anak yang berusia 12 tahun (56,80%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (55,60%). Peserta paling banyak adalah peserta dengan tinggi badan 130-140 cm (37,00%), dan berat badan 31-40 kg (46,90%). Berdasarkan penilaian BMI sebagian besar memiliki berat badan yang rendah (56,80%). Hasil evaluasi menurut penilaian pre test dan post test diketahui sebagian besar memiliki pengetahuan yang tetap (58,00%). Anak laki-laki lebih memiliki masalah pada status gizinya. Anak laki-laki sering mengalami berat badan rendah dan juga mengalami berat badan berlebih daripada anak perempuan. BMI anak laki-laki pada masa pra-sekolah menurun dan sejalan dengan bertambahnya usia maka BMI nya meningkat.Kata Kunci : Jajanan sehat, pengabdian masyarakat, gizi. 
Penyuluhan DBD Terhadap Kader Jumantik Rw 09/13 Kecamatan Cipayung Dan Cilangkap Jakarta Timur Suwarto Suwarto; Sri Widodo; Samingan Samingan; Tamri Tamri
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.138 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v1i1.439

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah dikenal di Indonesia sebagai penyakit yang endemis di masyarakat, terutama sangat berbahaya bagi kalangan anak-anak. Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta Timur meningkat drastis. Adapun permasalahan yang ditemukan  pada saat melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur adalah Kasus  Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan melakukan kegiatan PSN (Pemberantas Sarang Nyamuk) dalam menanggulangi nyamuk DBD di Kelurahan Cilangkap , Kecamatan Cpayung Jakarta Timur.  Kelurahan Cilangkap , Kecamatan Cipayung Jakarta Timur  berkomitmen untuk melaksanakan program kegiatan PSN secara rutin setiap hari jum’at pukul 09.00-11.00 bersama dengan masyarakat dan kader Jumantik di wilayah setempat. Adapun tujuan secara umum dilakukannya PSN di Kelurahan Cilangkap , Kecamatan CIpayung Jakarta Timur adalah untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) sehingga seluruh Masyarakat terbebas dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap kesehatan lingkungan yang merupakan salah satu faktor pencetus meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan  PSN. Upaya pemberantasan dan pencegahan yang dilakukan Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur  yaitu yang pertama dengan penyuluhan DBD  biasanya melakukan penyuluhan pada saat adanya kegiatan arisan di tiap RT/RW.   Kedua dengan melakukan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan cara 3M plus yaitu Menguras TPA, Menutup TPA , Mengubur barang-barang bekas dan Memantau Jentik nyamuk DBD. Dengan kegiatan  Pemberantasan Sarang Nyamuk dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik(ABJ) Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Kelurahan Cilangkap Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Upaya pemberantasan DBD hanya dapat berhasil apabila seluruh masyarakat berperan secara aktif  dalam PSN DBD. Gerakan PSN DBD merupakan bagian yang paling  penting dari keseluruhan upaya pemberantasan DBD selain itu peran kader JUMANTIK sangat dibutuhkan untuk mengecek kondisi pemukiman warga dari jentik nyamuk DBD.   Kata kunci : penyuluhan, DBD, nyamuk.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meminimalisir Sampah Dengan Teknik Komposting Di Kelurahan Cilangkap Laila Ulfa; Evi Nopiyanti
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.804 KB) | DOI: 10.52643/pamas.v2i1.421

Abstract

Kelurahan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan. Dalam konteks otonomi daerah di Indonesia, Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Kelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa.Berbeda dengan desa, kelurahan memiliki hak mengatur wilayahnya lebih terbatas. Dalam perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan. Tugas dan fungsi kelurahan : pada pasal 3 ayat 2 butir I dan J berisi tentang, (I) pemeliharaan dan pengembangan kebersihan dan lingkungan hidup, (J) pemeliharaan dan pengembangan kesehatan lingkungan dan komunitas. Untuk tercapainya tugas dan fungsi maka di perlukan peran serta masyarakat dalam mendukung setiap program. Adapun permasalahan yang ditemukan saat melakukan Pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Cilangkap adalah tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah sementara di Kelurahan Cilangkap, Kurangnya kesadaran Masyarakat terhadap pembuangan sampah dan pengelolaan sampah. Peningkatan kualitas Masyarakat serta lingkungan tidak lepas dari peran semua pihak termasuk penyediaan fasilitas penunjang dalam hal menyelesaikan masalah di atas tersebut, penyelesaian yang dapat dilakukan adalah “Melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat dalam meminimalisir sampah melalui teknik composting”.Dengan cara penyuluhan langsung terhadap masyarakat dengan menanamkan prinsip-prinsip tentang sampah.Kata kunci : komposting dan sampah.

Page 1 of 14 | Total Record : 138