cover
Contact Name
Erik Irham Lutfi
Contact Email
erik.irham@unik-kediri.ac.id
Phone
+6285745942526
Journal Mail Official
lp3m@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangkleng no.1 Kota Kediri Gedung i lantai 3 ruang 3
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JAIM (Jurnal Abdi Masyarakat)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : 25794493     EISSN : 27749991     DOI : http://dx.doi.org/10.30737/jaim.v4i1
Jaim merupakan jurnal abdi masyarakat yang diterbitkan oleh LP3M Universitas Kadiri, yang bertujuan sebagai sarana publikasi dalam memberikan informasi hasil kegiatan pengabdian masyarakat di bidang ekonomi, sosial politik, teknik, hukum, pertanian, dan kesehatan dalam memberdayakan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019" : 6 Documents clear
PELATIHAN GENERASI MILLENNIALS MELALUI TRANSFORMASI DAUN ALPUKAT MENJADI MINUMAN MENYEHATKAN DAN MENYEGARKAN Asyifyan, Mirza Avicenna; Sujianto, Agus Eko
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.368

Abstract

Nilai ekspor obat herbal Indonesia meningkat signifikan dari US$ 8.947 (tahun 2012) menjadi US$ 23.446 (tahun 2013). Realitas ini menunjukkan bahwa obat herbal atau obat tradisional Indonesia memiliki pangsa pasar baik dalam negeri maupun luar negeri yang perlu dimanfaatkan, mengingat Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati yang dimaksud antara lain alpukat (Persea Americana) yang cocok di daerah tropis dan tumbuh subur di Indonesia. Alpukat tidak saja dapat dikonsumsi buahnya yang memiliki gizi tinggi, tetapi juga dapat dimanfaatkan daunnya untuk kesehatan serta menyegarkan ketika diolah dan diseduh menjadi teh. Tujuan karya ilmiah ini yaitu untuk melakukan eksperimen dalam menstransformasi daun alpukat menjadi produk yang menyehatkan dan menyegarkan. Metode penulisan yang dipilih yaitu ekperimental yaitu dengan mengolah daun alpukat yang memperhatikan tiga hal sebagai berikut: bahan, alat dan proses pembuatan. Pertama, bahan yang digunakan sebanyak tiga genggam daun alpukat. Kedua, alat proses produksi: lumpang, alu, kreweng, rice cooker atau magic jar dan saringan. Ketiga, proses pembuatannya: (1) pencucian daun alpukat dan dilayukan; (2) dikeringkan dengan kreweng; (3) pencacahan atau penggilingan dengan lumpang dan alu; (4) pengayakan; (5) sterilisasi dengan rice cooker; (6) pendingingan dan (7) pengemasan. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa daun alpukat dapat ditransformasi menjadi minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan, karena berdasar kajian pustaka daun alpukat mengandung senyawa kimia yaitu: saponin, tannin, flavonoid, glikosida sianogenik, alkaloid, fenol dan steroid yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar ureum dan kreatinin pada ginjal. Penemuan ini menjadi alternatif wirausaha baru di bidang kesehatan bagi generasi millennials (kelompok masyarakat usia 21-34 tahun)
PELATIHAN DAN PEMBINAAN HEALTH AND HYGIENE EDUCATION (HHE) BAGI PENGGUNA SANIMAS DI KOTA KEDIRI Indasah, Indasah; Fazrin, Intan; Rachmathiany, Ridha
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.367

Abstract

Kegiatan Pengabdian untuk pelatihan, pembinaan pada kelompok swadaya masyarakat “KSM” SANIMAS (sanitasi Berbasis Masyarakat) di Kota Kediri . Kegiatan ini bertujuan untuk: meningkatkan kesadaran tentang permasalahan kesehatan dan hygiene dengan menyediakan informasi yang tepat dan mempromosikan praktek kesehatan dan hygiene yang baik. Kegiatan ini dilakukan dengan metode focus grup discussion (FGD) sehingga partisipan dapat mengemukakan permasalahan dan mendapatkan solusi yang tepat. Hasil kegiatan ini partisipan mendapat informasi tentang sanimas dan health hygiene education (HHE) yang dapat memberdayakan masyarakat untuk mencegah penyakit terkait sanitasi, memperbaiki perilaku kesehatan dan hygiene, mencegah penyakit diare dengan memutus rute kontaminasi,  memberikan pengetahuan yang tepat mengenai perawatan fasilitas sanitasi dan inovasi dari pengolahan limbah seperti halnya dalam pembuatan biogas, program hidroponik, budidaya ikan,  tempat mandi cuci kakus yang indah untuk sarana edukasi serta pemahaman  dan keterampilan organisasi dan perawatan  SANIMAS.  Dukungan kerjasama pemerintah kota, lintas sektor dan masyarakat sehingga mewujudkan kota Kediri bebas dari buang air besar sembarangan, lingkungan yang sehat, bersih, indah, dan bermanfaat.
LET’S SPEAK UP : PELATIHAN PUBLIC SPEAKING “PEMUDA PEMBENTUK PERADABAN DI ERA MILLENIAL” Fauji, Diah Ayu Septi; Puspasari, Ismayantika Dyah
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.366

Abstract

The development of Indonesia in the future depends on the role of the youth. But now many young people are still embarrassed to speak in public (public speaking), therefore it takes practice on public speaking. The theme of this training is "Youth Forming Civilization in the Millennial Era which aims to train the ability to speak in public by speaking according to the theme. The first training phase: the initial survey of youth constraints in public speaking, the second is material training and the practice of public speaking, the third stage is the accompaniment of the practice of public speaking and evaluation. As a result of this training the participants had the ability to speak in front of an increasing public. Perkembangan Indonesia di mendatang tergantung dari peran pemudanya. Namun saat ini banyak pemuda yang masih malu untuk berbicara di depan umum (public speaking), oleh karenanya dibutuhkan latihan tentang public speaking. Dalam pelatihan ini diambil tema “Pemuda Pembentuk Peradaban di Era Millenial yang bertujuan untuk melatih kemampuan berbicara didepan umum dengan berbicara sesuai tema. Adapun tahap pelatihan ini pertama : survei awal kendala- kendala pemuda dalam berbicara didepan umum, kedua adalah pelatihan materi  dan praktik public speaking, tahap ketiga yaitu pendampingan praktik public speaking dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini peserta memiliki kemampuan berbicara didepan publik yang meningkat.
PENGECEKAN KELAYAKAN BANGUNAN GEDUNG SMA NEGERI 1 KOTA KEDIRI YANG DIGUNAKAN UNTUK AKTIFITAS BELAJAR Candra, Agata Iwan; Poernomo, Yosef Cahyo Setianto; Ridwan, Ahmad; Winarto, Sigit; Gardjito, Edy; Siswanto, Eko
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.371

Abstract

Hammer test merupakan bagian dari pengecekan kelayakan dari sebuah bangunan struktur gedung , jembatan , ataupun bangunan struktur yang berhubungan dengan beton. Pada salah satu bangunan existing Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kediri yang akan dilakukan renovasi dan penambahan lantai terdapat retakan – retakan yang terlihat seperti pada kolom, pelat atap dan tembok. Adanya keretakan tersebut dapat mempengaruhi pengambilan tindakan terkait renovasi bangunan tersebut, apakah harus membongkar total banguna tersebut atau hanya melakukan penambalan pada bagian struktur yang mengalami keretakan. Dari data-data yang diambil dari lapangan dapat disimpulkan bahwa pengecekan kelayakan banguan sekolah menengah atas negeri 1 kota kediri diambil dari kekuatan pelat atap dan balok penyangga pelat dengan menggunakan hammer test, maka didapatlah nilai dari perhitungan, Fc’ rencana pelat senilai 20,75 Mpa atau 250 Kg/cm² dan untuk Fc’ rencana balok senilai Mpa atau 250 Kg/cm² sedangkan hasil yang diperoleh dari lapangan untuk perhitungan pelat senilai 280,23 Kg/cm² yang berarti lebih besar dari nilai rencana, dan untuk perhitungan balok hanya mencapai 234,37 Kg/cm² yang berarti di bawah nilai yang di rencanakan yaitu 250 Kg/cm²
PELATIHAN KETERAMPILAN SADARI UNTUK DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DESA BUKUR TULUNGAGUNG TAHUN 2018 Winarti, Eko; Munawaroh, Yunnatul
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.370

Abstract

SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) merupakan cara sederhana menemukan tumor payudara sedini mungkin (Widiastuti, 2009). Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Bukur pada bulan desember 2017 didapatkan sebagian besar WUS belum tahu tentang deteksi dini kanker payudara di Desa Bukur kota Tulungagung tahun 2017.Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa keterampilan SADARI sebelum diberikan pelatihan pada kelompok Intervensi dan kelompok Kontrol yaitu sebagian besar (69%) responden tidak terampil melakukan SADARI pada kelompok Intervensi, sebagian besar (56%) responden tidak terampil melakukan SADARI pada kelompok Kontrol sedangkan Keterampilan setelah diberikan pelatihan pada kelompok Intervensi dan Kontrol yaitu hampir seluruhnya (88%) responden terampil melakukan SADARI. Sebagai tenaga kesehatan upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan kemauan serta pemahaman sehingga WUS mampu melakukan dan memahami pentingnya melakukan SADARI dengan memberikan pelatihan
Program Pengembangan Produk Ekspor Pengusaha Camilan di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur Sari, Dwi Danesty Decca; Bagyo, Yupono; Indrawati, Sri; Ratnasari, Siwi Dyah; Kusnanto, Anang Amir
Jurnal Abdi Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v2i2.369

Abstract

Tujuan Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) ini adalah untuk meningkatkan volume dan daya saing mitra PPPE.produk ekspor camilan. Mitra dari Program Pengembangan Produk Ekspor ini terdiri dari mitra I berlokasi di Kabupaten Tulungagung dan mitra II di Kota Blitar. Permasalahan yang dihadapi mitra I adalah belum terpenuhinya permintaan pasar disebabkan karena keterbatasan peralatan yang dimiliki oleh mitra, pengetahuan manajemen tentang savety produce masih kurang, kemampuan manajemen di bidang pembukuan, pemasaran, personalia, yang masih rendah, belum memiliki SOP (Standard Operasional Procedure) yang jelas, diversifikasi produk ekspor yang masih sedikit, belum menggunakan media internet untuk melakukan promosi produk. Permasalahan yang dihadapi mitra II, belum terpenuhinya permintaan pasar disebabkan karena keterbatasan peralatan yang dimiliki oleh mitra (kapasitas mixer yang kecil), kemampuan manajemen di bidang pembukuan, pemasaran, personalia, yang masih rendah, belum memiliki SOP yang jelas, produk yang dihasilkan belum memiliki SNI.Metode pelaksanaan dari kegiatan PPPE adalah melalui pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan dilakukan dibidang keuangan, pemasaran dan produksi serta mensinergikan hubungan kerjasama antara mitra 1 dan mitra 2.Luaran program ini adalah terjalinnya hubungan antar mitra, penyediaan peralatan, pembukuan laporan keuangan sesuai PSAK, keamanan operasional produksi, branding, adanya webb, dan kemasan produk yang lebih baik serta HAKI.

Page 1 of 1 | Total Record : 6