cover
Contact Name
dody irnawan
Contact Email
dodyirnawan@gmail.com
Phone
+6285647560204
Journal Mail Official
jurnalgrid.unsa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Palur Km.5 Surakarta 57772, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Arsitektur GRID (Journal of Architecture and Built Environment) merupakan sarana publikasi ilmiah bagi akademisi,
Published by Universitas Surakarta
ISSN : -     EISSN : 26850400     DOI : -
Core Subject : Art, Engineering,
Jurnal Arsitektur GRID Universitas Surakarta merupakan sarana publikasi ilmiah bagi akademisi, Peneliti, dan praktisi di bidang Arsitektur dan Lingkungan Binaan dalam menerbitkan artikel hasil penelitian dan artikel telaah konseptual. Ruang lingkup kajian yang diterbitkan oleh Jurnal Arsitektur GRID meliputi bidang : - Desain Bangunan - Lingkungan Binaan - Arsitektur Hemat Energi / Hijau
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021): Juni" : 5 Documents clear
HOTEL RESORT DENGAN KONSEP ARSITEKTUR ORGANIK DI PANTAI SEPANJANG GUNUNG KIDUL Endar Virdiawan; ita dwijayanti; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.560

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk memberikan konsep rencana dan rancangan desain Hotel Resort dengan Konsep Arsitektur Organik. Pemerintah Gunung Kidul menyatakan telah membuka kesempatan investor untuk berinvestasi membangun Hotel Resort dan sudah terjadi transaksi jual beli lahan dengan warga seluas 20 Ha. Site untuk perancangan ini berada di bekas perkebunan warga yang sudah tidak produktif dan status hak milik Pemerintah Gunung Kidul. Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan, wawancara dan kajian literatur untuk kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data. Hasil analisis data meliputi: (1) Analisa Peruangan yang meliputi analisa pelaku dan jenis kegiatan, analisa pengelompokan kegiatan, analisa besaran ruang dan hubungan ruang. (2) Analisa Tapak yang meliputi anallisa site, orientasi tapak, analisa sirkulasi, analisa vegetasi, analisa view, analisa zonifikasi serta analisa matahari dan angin. (3) Analisa Tampilan Bangunan yang meliputi analisa bentuk dan fasad bangunan. (4) Analisa Bahan Bangunan (5) Analisa Sistem Struktur yang meliputi struktur bawah, super struktur dan upper struktur. (6) Analisa Sistem Utilitas yang meliputi jaringan listrik, sistem pemipaan, pengolahan sampah dan pengamanan kebakaran dan petir.
PERANCANGAN AGRICULTURE RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTER DI KABUPATEN LINGGA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK Athifah Sekarrini; Gun Faisal; Yohannes Firzal
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.596

Abstract

Kabupaten Lingga merupakan Kabupaten yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari 377 pulau besar dan kecil dengan jumlah penduduk 89.501 jiwa (BPS Kabupaten Lingga,2018). Kondisi geografis Kabupaten Lingga yang dikelilingi oleh laut serta akses yang sulit dijangkau membuat Kabupaten Lingga sulit untuk mencapai ketahanan pangan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk, kondisi ini akan menjadi masalah. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi masalah tersebut, Kabupaten Lingga mulai membangun sektor pertanian. Namun sangat disayangkan hasil pertanian di Kabupaten Lingga masih kurang optimal. Oleh karena itu diperlukan sebuah fasilitas yang dapat menjadi wadah untuk meneliti dan mengembangkan pertanian di Kabupaten Lingga. Agriculture Research and Development Center dapat dijadikan wadah untuk pusat penelitian dan pengembangan disektor pertanian terpadu serta menjadi prototipe dan edukasi bagi masyarakat khususnya petani mengenai sistem pertanian terpadu. Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur organik agar dapat menciptakan sebuah bangunan yang harmoni dengan alam untuk mendukung produktivitas kegiatan dan kenyamanan individu didalamnya.
Cilandak Barat Park and Ride dengan Pendekatan Biophilic Architecture Gusti mergauni; Endy Marlina
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.428

Abstract

Kebutuhan transportasi kini menjadi hal penting bagi masyarakat kota. Transportasi semakin meningkat karena transportasi merupakan sarana penting untuk memeperlancar perekonomian masyarakat. Semakin berkembangnya perekonomian pemilik kendaraan pribadi juga semakin meningkat hal ini menyebabkan kemacetan kendaraan di pusat kota, pemerintah  merespon hal ini dan memfasilitasi transportasi umum wilayah tertentu dibeberapa titik untuk mengurangi kemacetan di pusat kota. Solusi untuk memaksimalkan transportasi massal berupa Mass Rapid Transit (MRT), Transjakarta, dan taksi dilakukan dengan pembangunan Park and Ride, sehingga fasilitas penunjang transportasi massal di stasiun MRT Fatmawati, Cilandak Barat dapat lebih maksimal, dengan adanya fasilitas Park and Ride ini pengguna dapat lebih nyaman menitipkan kendaraannya dan melanjutkan dengan transportasi massal tanpa harus mengalami kemaetan di tengah kota.            Dalam merancang Park and Ride perlu adanya beberapa data yang diperlukan dan metode pendekatan khusus dalam merancang. Pendekatan yang digunakan pada perancangan konsep ialah pendekatan Biophilic Architecture. Pendekatan ini dipilih karena kesibukan orang bekerja yang kurang dalam berinteraksi pada alam sekitar. Metode ini diterapkan agar dapat mengurangi stress karena elemen alam yang mampu hadir ditengah padatnya kegiatan. Metode Rational Approach juga diterapkan untuk memaksimalkan dan menekankan analisis permasalahan seara sistematis sehingga permasalahn dapat teridentifikasi seara rinci dan terselesaikan dengan baik. Untuk  Metode pengumpulan data yang digunakan dalam merancang Park and Ride yaitu metode kualitatif dan kuantitaif.            Dari hasil metode dan pengumpulan data tersebut didapatkan hasil karakteristik gedung Park and Ride yang menerapkan pendekatan Biophilic Architecture yaitu terdapat lubang cahaya untuk memasukkan unsur alami seperti cahaya dan air hujan kedalam bangunan dan dilapisi kaca yang menggunakan struktur baja, selain itu bangunan ini juga menerapkan konsep water harvesting dimana pengelolaan air hujan dimaksimalkan dalam bangunan ini. Selain fungsi bagian lubang cahaya yang berbentuk corong  ini juga menjadi nilai estetika pada bangunan.Kata kunci: Biophilic1; Park and Ride2; Transportasi3.
PERANCANGAN RUSUNAWA PUTRI CEMPO DENGAN KONSEP BANGUNAN HEMAT ENERGI DI SURAKARTA YohanesEudes AbitabiraMahardika Putra; dody irnawan; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.516

Abstract

Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia yang sangat tinggi memicu meningkatnya kebutuhan pemukiman yang mampu menyediakan tempat tinggal. Akibatnya berimbas pada Kota Surakarta yang banyak dijumpai disfungsi lahan. Berdasarkan fenomena kepadatan pemukiman yang terjadi, maka pembangunan rusunawa dianggap dapat menjawab permasalahan tersebut. Selain itu kegiatan pembangunan di Indonesia mengarah kepada industrialisasi sehingga energi menjadi isu utama dan penting dalam kerangka menunjang model pembangunan.Penelitian dengan judul “Perancangan Rusunawa Putri Cempo Dengan Konsep Bangunan Hemat Energi di Surakarta” bertujuan mengetahui dan memperkaya pengetahuan tentang rusunawa dengan konsep hemat energi di Surakarta. Sedangkan metode yang digunakan adalah melalui pengumpulan sumber data, diantaranya studi literatur, wawancara, survey lapangan dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dan diolah sehingga diperoleh hasil penelitian.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa rusunawa ini menenerapkan arsitektur hemat energi, yang pada prosesnya memiliki sistem hemat energi listrik dengan menerapkan pencahayaan dan penghawaan alami yang baik, pengelolaan air dengan memanfaatkan sisa pemakaian dan pemanenan air hujan dan sistem pengolahan sampah menjadi bahan bermanfaat.
PERANCANGAN DESTINASI WISATA DESA SIDOHARJO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS muhammad sigit maulana; lidi wilaha; binti karomah
Jurnal Arsitektur GRID Vol 3, No 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v3i1.557

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk memberikan rancangan desain destinasi wisata Desa Sidoharjo. Obyek perancangan berada di atas lahan Tanah Kas Desa Sidoharjo, Polanharjo, Klaten dan pengelolaan destinasi wisata ini akan dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa yang akan bekerjasama dengan Pemuda Desa Sidoharjo demi kemajuan ekonomi diwilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survei lapangan, wawancara dan studi pustaka untuk kemudian dilakukan analisis perancangan. Hasil analisa perancangan ini meliputi : (1) Analisa Aktivitas meliputi analisa program aktivitas, analisa pelaku aktivitas, analisa pengelompokan aktivitas, analisa pola aktivitas pelaku, analisa kebutuhan ruang, dan analisa besaran ruangan. (2) Analisa Perencanaan Tapak meliputi orientasi matahari, orientasi sirkulasi, orientasi view, orientasi kebisingan, dan zoning site, (3) Analisis Bentuk Bangunan, (4) Analisis Bahan Bangunan, (5) Analisa Struktur meliputi struktur bawah dan struktur atas, serta (6) Analisa Utilitas meliputi penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, jaringan listrik, pemadam kebakaran, sistem keamanan, sistem telekomunikasi dan sound system, analisa penghawaan ruang, dan pengolahan limbah sampah. Permainan kontur tanah elevasi terendah merupakan perumpamaan posisi site yang berada diantara Gunung Lawu dan Gunung Merapi. Desain akhir dari destinasi Wisata Desa Sidoharjo dengan pendekatan Arsitektur Ekologis, berupa adanya sebuah destinasi wisata yang selain menyuguhkan fasilitas wisata juga menyuguhkan pertunjukan kesenian daerah,pada perancangan ini yang menjadi poin utama adalah ampli teater sebagai sarana untuk menyalurkan karya dan melestarikan budaya asli dari daerah sekitar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5