cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
ISSN : 25361475     EISSN : 2527712X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Analis Laboratorium Medik provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the medical laboratory technology. Scientific articles dealing with the following topics in medical laboratory technology.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
AKTIVITAS BAKTERI FILOSFER DAUN REUNDEU (Staurogyne longata) SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTIMIKROB POTENSIAL Debie Rizqoh
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.546 KB)

Abstract

Di alam ini banyak sekali mikrob patogen yang menimbulkan penyakit pada manusia, contohnya seperti  enteropatogenik Escherichia coli (EPEC) (Kaufmann et al. 2006), Staphylococcus aureus (Salle 1961), Candida tropicalis  (Minagi et al. 1985), dan Candida albicans (Jang 2006). Untuk menanggulanginya diperlukan senyawa antimikrob yang dapat menghambat pertumbuhan mikrob tersebut. Reundeu (Staurogyne longata) merupakan salah satu tanaman yang daunnya dikonsumsi sebagai lalapan. Permukaan daun digunakan sebagai tempat hidup bagi mikroflora tertentu termasuk bakteri filosfer. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengisolasi bakteri filosfer dari daun reundeu yang berpotensi menghasilkan senyawa antimikrob. Metode yang telah dilakukan antara lain mengisolasi bakteri dari sampel daun utuh dengan metode cawan sebar (spread plate method). Setelah mendapatkan isolat murni, dilakukan uji Gram dan uji antimikrob untuk mengetahui senyawa antibakteri yang dihasilkannya. Penelitian ini juga menguji aktivitas patogen dengan menggunakan media agar darah. Setelah itu konsentrasi penghambatan ditentukan dengan metode MIC (minimum inhibitory concentration). Lalu bakteri diidentifikasi dengan analisis sekuensing dari amplikon gen pengkode 16s rRNA,, analisis bioinformatik dan pembuatan pohon filogenetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 isolat bakteri filosfer reundeu yang menghasilkan senyawa antimikrob terhadap keempat bakteri patogen dengan spektrum berbeda-beda. Terdapat lima isolat yang mempunyai spektrum paling baik yaitu FR3, FR5, FR11, FR17 dan FR40. Kelima isolat tersebut mempunyai konsentrasi penghambatan yang berbeda-beda. Identifikasi secara genetik menunjukkan bahwa kelima isolat tersebut  berkerabat dekat dengan spesies Klebsiella pneumoniae, Bacillus subtilis, Pseudomonas stutzeri, dan Bacillus sp.
PENGARUH PERBEDAAN METODE PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED) TERHADAP NILAI LED PASIEN TERSANGKA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI UPT. KESEHATAN PARU MASYARAKAT DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA MEDAN TAHUN 2015 Dicky Yuswardi Wiratma
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.323 KB)

Abstract

Tuberculosis paru adalah radang parenkim paru karena infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Salah satu pemeriksaan laboratorium  penunjang adalah pemeriksaan darah rutin, termasuk pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi saat ini, berbagai pemeriksaan laboratorium mengalami perbaikan dan kemajuan dalam menunjang pelayanan kesehatan yang efisien, teliti dan cepat. Pemeriksaan Laju Endap Darah yang disarankan oleh International committee for standardization in hematology (ICSH) adalah Cara tegak lurus 90° (1 jam), namun dilapangan banyak digunakan cara miring 45° (7 menit). Jenis penelitian yang dilakukan adalah bersifat deskriptif cross sectional. Penelitian yang dilakukan terhadap 30 pasien tersangka penderita tuberculosis paru didapatkan bahwa pada pemeriksaan laju endap darah cara miring diperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan pada pemeriksaan Laju Endap Darah cara tegak lurus. Hal ini dikarenakan bahwa pada cara miring merupakan faktor yang mempengaruhi nilai Laju Endap Darah. Pada pemeriksaan Laju Endap Darah cara miring diperoleh nilai rata-rata sebesar 23.73 mm/jam, standart Deviasi 16.52 mm/jam, Koefisien Variasi 69.60% dan Standart Error 3.02 mm/jam. Pada pemeriksaan laju Endap Darah cara tegak lurus diperoleh nilai rata-rata sebesar 15.30 mm/jam, Standart Deviasi 10.37 mm/jam, Koefisien Variasi 67.77% dan Standart Error 1.89 mm/jam.
PENGARUH PENEBANGAN HUTAN MANGROVE TERHADAP INTRUSI AIR LAUT PADA AIR SUMUR GALI Dyna Grace Aruan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.545 KB)

Abstract

Terjadinya penebangan hutan bakau yang disebut juga hutan magrove yang terus menerus tanpa memperhitungkan dampaknya dikemudian hari, dapat menyebabkan pengaruh negatif berupa intrusi air laut yang berhubungan dengan air tanah dimana penduduk sekitar laut Percut Sei Tuan menggunakan sumur gali sebagai sumber air penduduk. Penelitian ini menyangkut permasalahan bagaimana pengaruh penebangan hutan mangrove terhadap intrusi air laut, terhadap kesadahan (CaCO3), bikarbonat (HCO3-), dan klorida, karbonat, bikarbonat yang terdapat pada air sumur gali akibat terjadinya intrusi air laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penebangan hutan mangrove terhadap intrusi air laut. Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang intrusi air laut terhadap air sumur gali.meningkatnya tingkat kesehatan masyarakat. Metode penelitian berupa observasi/pengukuran di lapangan yang menyangkut parameter: debit air dan jarak, kedalaman sumur, suhu. Sedangkan data salinitas air di dapat dari hasil uji analisa laboratorium yang mencakup parameter: klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3 -), kesadahan (CaCO3), pH air, dan temperatur. Dari hasil data penelitian dilihat ada pengaruh penebangan hutan mangrove terhadap kondisi air sumur gali penduduk. Parameter yang diukur adalah kadar klorida, kesadahan (CaCO3), bikarbonat, pH, kekeruhan, dan temperatur yang terdapat pada air sumur gali penduduk desa percut sei tuan kecamatan percut sei tuan. Dengan informasi ini maka dilihat bahwa variabel penebangan hutan mangrove mempengaruhi parameter tersebut diatas, hal ini dilihat dari nilai p value dari parameter diatas lebih kecil dari alpha (α < 0,05). Dan pengaruh penebangan hutan mangrove sangat kuat dengan nilai korelasi koefisien hutan mangrove terhadap parameter diatas lebih besar dari 0,5. Kata Kunci: Hutan Mangrove, air sumur gali, instrusi air laut
IDENTIFIKASI SENYAWAANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BUNGA KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa –sinensis L. ) TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC25923 DENGAN METODE KLT BIOAUTOGRAFI Sarma Hutauruk
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.421 KB)

Abstract

Penggunaan bahan alam yang memiliki khasiat sebagai obat merupakan upaya dalam penanggulangan masalah kesehatan yang dihadapinya, jauh sebelum menggunakan obat moderen. Pengetahuan tentang obat tradisional ini merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan pengalaman yang secara turun temurun telah diwariskan oleh nenek moyang dari generasi terdahulu kegenerasi selanjutnya. Untuk mengetahui aktivitas antimikroba dalam ekstrak etanol,fraksi n – heksan, dan fraksi etilasetat bunga kembang sepatu terhadap, bakteri Staphylococcu aureus ATCC 25923. Aktifitas antimikroba dalam ekstrak fraksi etil asetat bunga kembang sepatu. terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Berdasarkan hasil penelitian uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak n-hexan dan ekstrak etanol tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Hasil uji aktivitas antimikroba ekstrak etilasetat bunga kembang sepatu diameter hambat dengan konsentrasi 50 % , 25 % ,12,5 % dan 6,25 % terlihat bahwa ekstrak tersebut mempunyai daya antibakteri , ditandai dengan adanya zona bening yang terbentuk pada bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Ekstrak etil asetatbunga kembang sepatu pada konsentrasi 50% mampu memberikan diameter daerah hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC25923 dengan 3x pengulangan (12,5mm). Hasil uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar menunjukkan bahwa ekstrak yang aktif sebagai anti bakteri adalah ekstrak frkasi etil asetat, ekstrak etanol sedangkan ekstrak fraksi n – heksan tidak aktif. Diameter daerah hambat ekstrak fraksi etilasetat lebih besar dari ekstrak etanol terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci: antimikroba, ekstrak etanol, metode KLT Bioautografi
IDENTIFIKASI FORMALIN PADA IKAN ASIN YANG DIPERJUAL BELIKAN DI PUSAT PASAR SAMBU MEDAN TAHUN 2015 Mangoloi Sinurat
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.138 KB)

Abstract

Bahan tambahan makanan adalah senyawa yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan dan terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan dan bukan merupakan bahan utama. Menurut peraturan Menkes RI No. 1168 tahun 1999 tentang bahan tambahan makanan yang dilarang Pemerintah adalah formalin pada beberapa ikan asin. Cara pengambilan sampel acak.Metode penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah Jalan Willem Iskandar Pasar V Barat I 4 Medan pada tanggal 29-30 Juli 2015. Setelah dilakukan pengujian secara laboratorium maka didapat hasil formalin secara kualitatif pada ikan asin dari 5 sampel adalah sampel E positif (+) mengandung formalin secara kualitatif pada ikan asin dari 5 sampel adalah sampel E positif (+) mengandung formalin sedangkan untul sampel A, B, C, dan D tidak mengandung formalin. Menurut hasil yang diperoleh dari analisa kualitatif pada sampel ikan asin ternyata sampel E tidak memenuhi syarat Permenkes No. 1168/Menkes/Per/IX/1999) sedangkan sampel A, B, C, dan D memenuhi syarat.Kata kunci: Ikan asin, formalin, Permenkes No. 1168 tahun 1999
PERBANDINGAN PEMERIKSAAN BASIL TAHAN ASAM METODEDIRECT SMEAR DAN METODE IMUNOCHROMATOGRAPHI TEST PADA TERSANGKA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI UPT. KESEHATAN PARU MASYARAKAT DINAS KESEHATAN PROVINSI SUMATERA UTARA Denrison Purba
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.161 KB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis.Diagnosis yang tepat dan cepat untuk menemukan TB secara dini sangat diperlukan dalam memutus mata rantai penularan TB.Pemeriksaan BTA merupakan pemeriksaan awal yang dianjurkan oleh WHO dan Nasional sedangkan Pemeriksaan ICT TB merupakan pemeriksaan serologik untuk mendeteksi antibodi Mycobacterium tuberculosis dalam serum dan dapat dilakukan secara mudah dan cepat.Penelitian ini bertujuan untk mendeskripsikan hasil pemeriksaan BTA Metode Direct Smear dan Metode Imunochromatografi Test. Penelitian ini menggunakan Disain Deskriptif Cross Sectional.Penelitian dilakukan di Laboratorium UPT.Kesehatan Paru Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan dilakukan terhadap 10 sampel pasien tersangka penderita TB Paru yang datang memeriksakan diri. Hasilyang didapatkan pada penelitian ini adalah sensitivitas uji ICT TB sebesar 33,33% dan spesifisitas uji ICT TB sebesar 100. Sensitivitas uji ICT TB adalah rendah (33,33%) dan spesifisitasnya cukup baik (100%) namun uji ICT TB ini masih kurang baik jika digunakan untuk screening awal dalam mendeteksi TB Paru.Kata Kunci : BTA Direct Smear, Imunochromatographi Test.
IDENTIFIKASI TELUR Enterobius vermicularis PADA Anal swab ANAK USIA 3-5 TAHUN DI DESA SINGKIL KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL TAHUN 2015 Yunita Purba
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.703 KB)

Abstract

Enterobius vermicularis termasuk Nematoda usus dan habitat di usus, penyebarannya luas di daerah tropis.Cacing ini sering ditemukan pada anak-anak dan cepat menginfeksi seluruh anggota keluarga penderita menyebabkan gatal di daerah anal pada malam hari sehingga mengganggu kenyamanan anak sedang tidur. Rasa gatal ini disebabkan cacing betina bermigrasi ke anus untuk bertelur pada malam hari. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui infestasiE. vermicularispada anak usia 3-5 tahun. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat deskriftif cross sectional.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan dengan bahan anal swab dan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan 11 anak (36,6 %) terinfestasi telur E. vermicularis,5 anak (16,6%) diantaranya adalah anak laki-laki 6 anak (20,0%) diantaranya adalah anak perempuan. Supaya infestasi cacing tidak menular kepada anggota keluarga lain maka sebagai tindak lanjut penelitian dilakukan pengobatan sesuai petunjuk dokter kepada 11 anak tersebut dan anak sehat yang lain untuk pencegahan. Selain itu dilakukan penyuluan terkait kebersihan dan bahaya infestasi cacing bagi manusia.Kata Kunci :Anal swab usia 3-5 tahun, Telur Enterobius vermicularis
IDENTIFIKASI JAMUR PENYEBAB TINEA UNGUIUM PADA KEROKAN KUKU KAKI PETANI DI DESA RIKIT BUR KECAMATAN BUKIT TUSAM KABUPATEN ACEH TENGGARA Mahyudi Mahyudi; Hestina Hestina
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 2 (2016): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.816 KB)

Abstract

Tinea unguium adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur golongan dermatofita. Dapat dibedakan tiga bentuk klinis Tinea unguium yaitu : Bentuk subungual distalis, Leukonikia trikofita, dan Bentuk subungual proksimalis. Kuli pasir ada yang mengalami kelainan Tinea unguium dimana kurangnya pengetahuan akan faktor penyebab dan personal hygiene (kebersihan diri). Telah Dilakukan Penelitian Jamur Penyebab Tinea Unguium Pada Kerokan Kuku Kaki Petani Di Desa Rikit Bur Kecamatan Bukit Tusam Kabupaten Aceh Tenggara yang diperiksa dengan metode pembiakan atau kultur untuk mengetahui ada tidaknya pertumbuhan jamur dan jamur penyebab Tinea unguium, di antara 10 sampel yang diperiksa sampel 3 dan sampel 4 positif maka dilakukan pemeriksaan menggunakan pemeriksaan secara direct smear menggunakan LPCB. Pada sampel 3 ditemukan jamur golongan dermatofita genus Trichophyton mentagrophytes, dan pada sampel 4 juga ditemukan Trichophyton mentagrophytes pada sampel 4 juga di temukan jamur lain yaitu Aspergillus niger. Pekerja yang selalu kontak dengan air dapat mengalami kelainan pada kuku yang disebabkan oleh infeksi jamur. Dengan adanya penelitian ini diharapkan tenaga kerja kuli pasir dapat melakukan sikap dan tindakan pencegahan dini terhadap jamur penyebab Tinea unguium
ANALISA KISTA ENTAMOEBA HYSTOLITICA PADA FEACE ANAK SD INPRES 064151 PARAPAT KABUPATEN SIMALUNGUN Eka Margareth Sinaga; Maniur Arianto Siahaan
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 2 (2016): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.883 KB)

Abstract

Entamoeba histolytica adalah protozoa kelas Rhizopoda yang menyebabkan penyakit amubiasis yang diperkirakan menginfeksi sekitar 50% orang diseluruh dunia. Kista merupakan bentuk infektif sebaai sumber penularan. Selain itu dapat menular dari orang yang sehat sebagai Carrier cyst, makanan dan minuman yang terkontaminasi kista infektif yang masuk kedalam tubuh manusia, sehingga dapat menyebabkan penderita amubiasis. Tujuan penelitian ini mengetahui adatidaknya kista entamoeba histolytica pada feses anak usia 7-8 tahun. Telah diakukan pemeriksaan tinja anak SD Ipres 094151 Parapat Kabupaten Simalungun sebanyak 30 orang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif cross-sectional dan metode penelitian yang digunakan dalah direct smear dengan menggunakan lugol kista. Berdasarkan hasil pemeriksaan secara mikroskopis tidak ada yang terinfeksi kista entamoeba histolytica. Pada pemeriksaan tersebut ada ditmukan telur cacing Ascaris lumricoides sebanyak 3 orang (10%). Saran agar selalu mementingkan kebersihan lingkungan dan kebersihan diri.
PEMERIKSAAN KETON PADA URINE PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DI RAWAT INAP DI RSUD. H ADAM MALIK MEDAN Erlan Aritonang; Tiara Rajagukguk
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 1 No 2 (2016): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.872 KB)

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit menahun yang timbul pada seseorang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula atau glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Diabetes terjadi karena tubuh tidak mampu mengubah makanan menjadi energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya keton pada urine penderita diabetes melitus tipe 2 yang dirawat di RSUP. H. Adam Malik Medan. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik RSUP. H. Adam Malik Medan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan maret –agustus 2016. Sampel diambil sebanyak 20 orang dari seluruh populasi. Dari Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 20 pasien ditemukan 2 orang pasien yang urinenya positif keton. Ditemukannya keton pada urine penderita diabetes melitus disebabkan karena tingkat gula darah yang tidak terkontrol sehingga terjadi pemecahan lemak yang berlebihan sehingga dapat mengalami koma yang disebut koma diabetik.