cover
Contact Name
I Wayan Widiana
Contact Email
hendriklempeh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wayanwidiana85@undiksha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Thinking Skills and Creativity Journal
ISSN : 26154692     EISSN : 26156105     DOI : -
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Chemistry Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Thingking Skill and Creativity.
Arjuna Subject : -
Articles 95 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pembelajaran IPA Terhadap Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Berpikir Dewi, Kadek Ayu Permana; Suarni, Ni Ketut; Lasmawan, I Wayan
Thinking Skills and Creativity Journal Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.122 KB) | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi berprestasi dan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan rancangan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 198 orang siswa. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan dengan rubrik penilaian, Data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: pertama, motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (F = 96,531; p < 0,05); kedua, kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (F = 26,072; p < 0,05); ketiga, secara simultan motivasi berprestasi dan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F = 58,564; p < 0,05). Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis masalah, motivasi berprestasi
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Pembelajaran IPA Terhadap Motivasi Berprestasi dan Kemampuan Berpikir Kadek Ayu Permana Dewi; Ni Ketut Suarni; I Wayan Lasmawan
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap motivasi berprestasi dan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan rancangan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 198 orang siswa. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan dengan rubrik penilaian, Data motivasi berprestasi dikumpulkan dengan kuesioner. Data dianalisis menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: pertama, motivasi berprestasi siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (F = 96,531; p < 0,05); kedua, kemampuan berpikir kritis siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (F = 26,072; p < 0,05); ketiga, secara simultan motivasi berprestasi dan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F = 58,564; p < 0,05). Kata Kunci : kemampuan berpikir kritis, model pembelajaran berbasis masalah, motivasi berprestasi
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Dewi, Luh Putu Purnama; Santyasa, I Wayan; Kirna, I Made
Thinking Skills and Creativity Journal Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.688 KB) | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20331

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perbedaan kemampuan berpikir kritis (KBK) dan sikap ilmiah (SI) antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model pembelajaran langsung (PL) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan berpikir kritis  (KBKA) awal dan sikap ilmiah awal (SIA), (2) perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, (3) perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasinya adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 252 orang. Sampel penelitian dipilih secara simple random untuk menentukan 2 kelas, yang selanjutnya dirandom kembali untuk menentukan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran STM dan yang lain pembelajaran PL. Data KBK dikumpulkan dengan tes dan data SI dengan kuesioner baik di awal maupun di akhir eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANCOVA. Setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan KBK dan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK dan SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (2) Terdapat perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (3) Terdapat perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan siswa yang belajar dengan model. SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. Kata kunci: Model Sains Teknologi Masyarakat, Kemampuan Berpikir Kritis, Sikap Imiah
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Sikap Ilmiah Luh Putu Purnama Dewi; I Wayan Santyasa; I Made Kirna
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20331

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) perbedaan kemampuan berpikir kritis (KBK) dan sikap ilmiah (SI) antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model pembelajaran langsung (PL) setelah perlakuan dikontrol dengan kemampuan berpikir kritis  (KBKA) awal dan sikap ilmiah awal (SIA), (2) perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, (3) perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan non-equivalent pretest posttest control group design. Populasinya adalah 8 kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kubu Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa 252 orang. Sampel penelitian dipilih secara simple random untuk menentukan 2 kelas, yang selanjutnya dirandom kembali untuk menentukan 1 kelas sebagai kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran STM dan yang lain pembelajaran PL. Data KBK dikumpulkan dengan tes dan data SI dengan kuesioner baik di awal maupun di akhir eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan MANCOVA. Setelah perlakuan dikontrol dengan KBKA dan SIA, hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan secara signifikan KBK dan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK dan SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (2) Terdapat perbedaan KBK antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan yang belajar dengan model PL. KBK siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. (3) Terdapat perbedaan SI antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran STM dan siswa yang belajar dengan model. SI siswa yang belajar dengan pembelajaran STM lebih tinggi dibandingkan dengan yang beljar dengan model PL. Kata kunci: Model Sains Teknologi Masyarakat, Kemampuan Berpikir Kritis, Sikap Imiah
Pengaruh Model Connecting Organizing Reflecting Extending Berbantuan Audio Visual Terhadap Pemahaman dan Berpikir Kritis IPA Ekayanti, L. Sri; Kusmariyatni, Kusmariyatni; Murda, I Nym
Thinking Skills and Creativity Journal Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.196 KB) | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20333

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep dan berpikir kritis IPA siswa. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran connecting organizing reflecting extending (CORE) berbantuan media audio visual dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan media audio visual pada siswa  kelas V SD di Gugus III Kecamatan Marga. Penelitian ini merupakan penelitian, eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus III Kecamatan Marga yang berjumlah 156 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 59 siswa, yaitu 35 orang siswa kelas V SD Negeri 2 Kuwum sebagai kelompok eksperimen dan 24 orang siswa kelas V SD Negeri 3 Marga sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda pemahaman konsep dan tes uraian berpikir kritis IPA. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji ANAVA-A, dan uji MANOVA. Hasil uji hipotesis I menunjukkan bahwa F = 25,901; sig<0,05, hasil uji hipotesis II menunjukkan bahwa F = 12,501; sig<0,05, dan hasil uji hipotesis III menunjukkan bahwa F = 23,618; sig<0,05. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan media audio visual dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan media audio visual pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Marga tahun pelajaran 2018/2019. Kata kunci: CORE, media audio visual, pemahaman konsep, dan berpikir kritis IPA
Pengaruh Model Connecting Organizing Reflecting Extending Berbantuan Audio Visual Terhadap Pemahaman dan Berpikir Kritis IPA L. Sri Ekayanti; Kusmariyatni Kusmariyatni; I Nym Murda
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20333

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep dan berpikir kritis IPA siswa. Oleh karena itu,  penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran connecting organizing reflecting extending (CORE) berbantuan media audio visual dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan media audio visual pada siswa  kelas V SD di Gugus III Kecamatan Marga. Penelitian ini merupakan penelitian, eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus III Kecamatan Marga yang berjumlah 156 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 59 siswa, yaitu 35 orang siswa kelas V SD Negeri 2 Kuwum sebagai kelompok eksperimen dan 24 orang siswa kelas V SD Negeri 3 Marga sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda pemahaman konsep dan tes uraian berpikir kritis IPA. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji ANAVA-A, dan uji MANOVA. Hasil uji hipotesis I menunjukkan bahwa F = 25,901; sig<0,05, hasil uji hipotesis II menunjukkan bahwa F = 12,501; sig<0,05, dan hasil uji hipotesis III menunjukkan bahwa F = 23,618; sig<0,05. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep dan berpikir kritis IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan media audio visual dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan media audio visual pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Marga tahun pelajaran 2018/2019. Kata kunci: CORE, media audio visual, pemahaman konsep, dan berpikir kritis IPA
Pengaruh Pendekatan Saintifik Berbantuan Asesmen Portofolio Terhadap Hasil Belajar IPA dengan Mengontrol Kemampuan Berpikir Kreatif Palatiwi, N.L.K. Wulan; Marhaeni, A.A.I.N.; Adnyana, P. Budi
Thinking Skills and Creativity Journal Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.977 KB) | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional, (2) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional setelah dikontrol dengan kemampuan berpikir kreatif, (3) kontribusi kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan postest only control group design. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa. Data dianalisis dengan menggunakan anava, anacova dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional (2) Setelah kemampuan berpikir kreatif dikontrol, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional dan (3) terdapat kontribusi yang signifikan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar IPA sebesar 51%. Kata kunci: asesmen portofolio, hasil belajar IPA, kemampuan berpikir kreatif, dan pendekatan saintifik. 
Pengaruh Pendekatan Saintifik Berbantuan Asesmen Portofolio Terhadap Hasil Belajar IPA dengan Mengontrol Kemampuan Berpikir Kreatif N.L.K. Wulan Palatiwi; A.A.I.N. Marhaeni; P. Budi Adnyana
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional, (2) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional setelah dikontrol dengan kemampuan berpikir kreatif, (3) kontribusi kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar IPA. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan postest only control group design. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik random sampling. Sampel penelitian berjumlah 62 siswa. Data dianalisis dengan menggunakan anava, anacova dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional (2) Setelah kemampuan berpikir kreatif dikontrol, terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa mengikuti pendekatan pembelajaran saintifik berbantuan asesmen portofolio dengan siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional dan (3) terdapat kontribusi yang signifikan kemampuan berpikir kreatif terhadap hasil belajar IPA sebesar 51%. Kata kunci: asesmen portofolio, hasil belajar IPA, kemampuan berpikir kreatif, dan pendekatan saintifik. 
Pengembangan Modul Berorientasi Case Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis E, Upadianti, L.P.; P, Arnyana, I. B.; K., Suma
Thinking Skills and Creativity Journal Vol 1, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.177 KB) | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi modul pembelajaran biologi berorientasi Case Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang meliputi, tahap penetapan (define), perancangan (design), pengembangan (develope), dan penyebaran (disseminate). Validasi modul dilakukan dengan uji validitas, uji kepraktisan, dan uji efektivitas. Uji validitas dilakukan melalui validasi ahli dan validasi empiris, uji kepraktisan dilakukan dengan pemberian angket respon guru dan siswa terhadap keterlaksanaan modul pembelajaran, dan uji efektivitas dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki validitas yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,25. Modul yang dikembangkan memiliki kepraktisan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,21 dalam hal keterlaksanaan modul.  Modul yang dikembangkan memenuhi syarat efektivitas untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis 85,92. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung 22,567 > t tabel (1,868) yang menyatakan terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara sebelum penerapan modul dan setelah penerapan modul. Dengan demikian modul pembelajaran yang berorientasi Case Based Learning adalah valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Kata kunci : modul pembelajaran, case based learning, keterampilan berpikir kritis 
Pengembangan Modul Berorientasi Case Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Upadianti, L.P. E; Arnyana, I. B. P; Suma K.
Thinking Skills and Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/tscj.v1i1.20337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi modul pembelajaran biologi berorientasi Case Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang meliputi, tahap penetapan (define), perancangan (design), pengembangan (develope), dan penyebaran (disseminate). Validasi modul dilakukan dengan uji validitas, uji kepraktisan, dan uji efektivitas. Uji validitas dilakukan melalui validasi ahli dan validasi empiris, uji kepraktisan dilakukan dengan pemberian angket respon guru dan siswa terhadap keterlaksanaan modul pembelajaran, dan uji efektivitas dilakukan dengan pemberian pretest dan posttest terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki validitas yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,25. Modul yang dikembangkan memiliki kepraktisan yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4,21 dalam hal keterlaksanaan modul.  Modul yang dikembangkan memenuhi syarat efektivitas untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis 85,92. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung 22,567 > t tabel (1,868) yang menyatakan terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa yang signifikan antara sebelum penerapan modul dan setelah penerapan modul. Dengan demikian modul pembelajaran yang berorientasi Case Based Learning adalah valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA. Kata kunci : modul pembelajaran, case based learning, keterampilan berpikir kritis 

Page 1 of 10 | Total Record : 95