cover
Contact Name
Jidan (Jurnal Ilmiah Bidan)
Contact Email
jidanmanado@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jidanmanado@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan)
ISSN : 23391731     EISSN : 25811029     DOI : -
Core Subject : Health,
Jidan (Jurnal Ilmiah Bidan), provides a forum for publishing the novel technologies and knowledge related to the midwifery area. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013" : 12 Documents clear
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Campak Pada Bayi Di Puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu Indriyati Mantang; Maria Rantung; Freike Lumy
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v1i1.300

Abstract

Latar Belakang : Penyakit campak adalah suatu penyakit virus sangat menular yang menyebabkankesakitan dan kematian cukup tinggi di kalangan anak-anak. Penyakit ini dapat di cegah dengan pemberianimunisasi untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Target imunisasi campak tahun 2012adalah 85 %, tetapi pencapaian hanya 81 %. Dari data Puskesmas Bilalang tahun 2011 kejadian campak 1kasus dan tahun 2012, 2 kasus, ketiga bayi tidak mendapatkan imunisasi campak. Data Puskesmas Bilalangcakupan imunisasi campak tahun 2012 yang di capai hanya (80%) belum mencapai target nasional (90%) danada peningkatan kejadian campak (2 kasus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuanibu tentang imunisasi campak dan pemberian imunisasi campak serta menganalisa hubungan tingkatpengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi campak pada bayi di Puskesmas Bilalang Kota Kotamobagu.Metode :Jenis penelitian adalah deskriptik analitik dengan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian 54responden yang mempunyai bayi 10-12 bulan. Instrumen yang di gunakan yaitu kuesioner sebanyak 25pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Statistik Chi Square.Hasil penelitian : di peroleh sebagian besar rmemiliki pengetahuan cukup yaitu (40,7%), baik (31,5%) dankurang (27,8%). Pemberian Imunisasi Campak, di berikan imunisasi (66,7%) dan tidak di berikan imunisasi(33,3%). Hasil Uji Chi square di dapat nilai p = 0,001, lebih kecil dari α 0,05 yang berarti ada hubungan yangbermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi campak pada bayi di Puskesmas Bilalang KotaKotamobagu,Simpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi campak pada bayi diPuskesmas Bilalang Kota Kotamobagu.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Frekuensi Kunjungan Ibu Yang Memiliki Anak Balita Ke Posyandu Kelurahan Lewet Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Jul Tumbol; Telly Mamuaya; Fredrika N. Losu
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v1i1.299

Abstract

Latar Belakang : Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat(UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Di Posyand,pertumbuhan dan perkembangan balita dipantau setiap bulan. Pada kenyataan hanya 49,4% anak balitayang melakukan pemantauan pertumbuhan > 3 kali dalam 6 bulan terakhir, 23,8% balita tidak pernahditimbang dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.Tujuan : Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi kunjungan ibu yangmemiliki anak balita di posyandu Kelurahan Lewet Kecamatan Amurang Timur Kabupaten MinahasaSelatan ”.Metode : Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitianini adalah seluruh ibu dari anak balita yang berjumlah 248 ibu balita. Sampel dalam penelitian ini berjumlah153. Analisis menggunakan statistik uji chi-square (X2).Hasil Penelitian : Menunjukkan jumlah anak dan pendapatan ibu yang memiliki anak balita mempunyaihubungan yang bermakna secara statistik (P < 0.005) dengan frekuensi kunjungan ibu yang memiliki anakbalita di Posyandu Kelurahan Lewet Amurang Timur.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Di Kelurahan Pangolombian Kota Tomohon Tahun 2013 Frisca Liando; Meiske Runkar; Iyam Manueke
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.098 KB) | DOI: 10.47718/jib.v1i1.298

Abstract

Latar Belakang : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan alat kontrasepsi yang memilikiefektivitas yang tinggi, AKDR ini memiliki metode jangka panjang, 10 tahun proteksi dan tidak perludiganti. Beberapa penelitian terdahulu diketahui banyak faktor yang memengaruhi akseptor KB dalammemilih alat kontrasepsi IUD diantaranya : umur, pengetahuan, pendidikan, jumlah anak, dukungansuami, biaya pemasangan, keamanan IUD, ketersediaan alat kontrasepsi IUD, tempat pelayanan KB,petugas kesehatan dan media informasiTujuan : penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan AlatKontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain crosssectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB aktif di kelurahanPangolombian sebanyak 216 responden. sampel sebanyak 140 responden. dengan menggunakan tekniksimpel random sampling. Instrumen penelitian adalah check list Analisis data menggunakan uji statistikChi SquareHasil Penelitiaan : Analisis bivariat secara statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antarapendidikan dengan penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR ) p sebesar 0.006 (p < 0.05),tidak terdapat hubungan antara paritas dengan penggunaan Alat Kontrasepsi nilai p sebesar 0.704 (p >0.05), terdapat hubungan antara dukungan suami dengan penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim(AKDR) nilai p sebesar 0.005 (p < 0.05),Simpulan : Ada hubungan antara pendidikan, dan dukungan suami dengan penggunaan AKDR diKelurahan Pangolombian Kecamatan Tomohon Selatan, Tidak ada hubungan antara paritas denganpenggunaan AKDR di Kelurahan Pangolombian Kecamatan Tomohon Selatan.
Faktor Risiko Kehamilan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado Meylanda E. Adipati; Femmy Keintjem; Freikke Lumy
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.092 KB) | DOI: 10.47718/jib.v1i1.297

Abstract

Latar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karenamencerminkan nilai kesejateraan sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya sangat besarterhadap kualitas sumber daya manusia. karena itu anemia memerlukan perhatian serius darisemua pihak terkait dalam pelayanan kesehatan.Tujuan : Untuk mengetahui faktor risiko kehamilan yang berhubungan dengan kejadiananemia pada ibu hamil di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado.Metode : Penelitian ini adalah analitik rancangan retrospective. Populasi adalah ibu hamildengan anemia berjumlah 296 orang. Jumlah sampel yaitu 170 ibu hamil. Pengumpulan datamenggunakan data sekunder. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil Penelitian : menunjukkan dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadiananemia yaitu jarak kehamilan X2 =4.85, pendidikan X2 = 0,369, paritas X2 = 0,128 dan umurX2 = 0,127.Simpulan : Faktor risiko kehamilan ada hubungan hanyalah jarak kehamilan dengankejadian anemia dengan hasil perhitungan X2 = 4,85.
Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Persalinan Normal Di Rsud Dr. Sam Ratulangi Tondano Kabupaten Minahasa Jusima Tarelluan; Syuul K. Adam; Sandra Tombokan
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jib.v1i1.296

Abstract

Ruptur perineum adalah luka jalan lahir yang dapat terjadi secara spontan karenaperineum kaku, persalinan presipitatus, pimpinan persalinan yang salah, tidak terjalinnya kerjasama yangbaik dengan ibu selama proses persalinan, penggunaan perasat manual yang tidak tepat. Ruptur perineumkarena episiotomi memperluas jalan lahir karena bayi besar, prematur, kelainan letak serta persalinan dengantindakan vakum / forcep.Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum padapersalinan normal.Metode : Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan menggunakan desain Retrospektif ataupengumpulan data sekunder. Populasi penelitian adalah semua ibu yang dengan kejadian ruptur perineumpada persalinan normal pada tahun 2012 di RSUD DR Sam Ratulangi Tondano Kabupaten Minahasa,sebanyak 375 responden. Analisis menggunakan uji statistik chi square.Hasil penelitian : Menunjukkan terdapat hubungan umur dengan kejadian ruptur perineum pada persalinannormal. Hasil penelitian menggunakan taraf signifikansi α = 0,05 dan dk = 2 (X tabel) untuk variabel usia,paritas dan BBL. Faktor umur didapat hasil nilai X2 = 160,302 > 5,99 maka Ho ditolak dan Ha diterima.Faktor paritas didapat hasil X2 = 90,792 > 5,99 dan BBL didapat hasil X2 = 173,613 > 5,99Simpulan : ada hubungan yang signifikan antara faktor umur paritas, dan BBL dengan kejadian rupturperineum pada persalinan normal.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid di Puskesmas Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon Julin Manutu; Berthina H. Korah; Ellen Pesak
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.912 KB) | DOI: 10.47718/jib.v1i1.295

Abstract

Imunisasi TT perlu diberikan bagi calonibu untuk memberikan kekebalan terhadappenyakit tetanus yang dapat membahayakan janin.Kematian bayi baru lahir di Indonesia akibatpenyakit Tetanus Neonatorum (TN) menduduki peringkat ke 3.Cakupan imunisasi TT di PuskesmasRurukan tahun 2012 belum mencapai target nasional (80%), TT2 = 78,8%.Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberianimunisasi TT di Puskesmas Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon.Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian ini semuai buhamil yang usia kehamilannya Trimester III sebanyak 28 ibu dan ibu yangmempunyaibayi 0-1 tahunsebanyak 60 ibu selama bulanFebruari 2013 dengan total populasi 88 orang,yang berkunjung di wilayah kerja sebagai sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian : Menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberianimunisasi TT di mana p = 0,001 atau p < 0,05. Hal inimenunjukan ada hubungan bermakna antarapengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi TT di Puskesmas Rurukan Kecamatan Tomohon TimurKota Tomohon, pengetahuan responden terbanyak berpengetahuan baik 69,3%, sebagian besarresponden sudah memberikan imunisasi TT secara lengkap sebanyak 75% dana dihubungkan antarapengetahuan ibu dengan pemberian Imunisasi TT di Puskesmas Rurukan Kecamatan TomohonTimur.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid di Puskesmas Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon Julin Manutu; Berthina H Korah; Ellen Pesak
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.912 KB) | DOI: 10.47718/jib.v1i1.161

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi TT perlu diberikan bagi calonibu untuk memberikan kekebalan terhadappenyakit tetanus yang dapat membahayakan janin.Kematian bayi baru lahir di Indonesia akibatpenyakit Tetanus Neonatorum (TN) menduduki peringkat ke 3.Cakupan imunisasi TT di PuskesmasRurukan tahun 2012 belum mencapai target nasional (80%), TT2 = 78,8%.Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemberianimunisasi TT di Puskesmas Rurukan Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon.Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasipenelitian ini semuai buhamil yang usia kehamilannya Trimester III sebanyak 28 ibu dan ibu yangmempunyaibayi 0-1 tahunsebanyak 60 ibu selama bulanFebruari 2013 dengan total populasi 88 orang,yang berkunjung di wilayah kerja sebagai sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian : Menunjukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberianimunisasi TT di mana p = 0,001 atau p < 0,05. Hal inimenunjukan ada hubungan bermakna antarapengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi TT di Puskesmas Rurukan Kecamatan Tomohon TimurKota Tomohon, pengetahuan responden terbanyak berpengetahuan baik 69,3%, sebagian besarresponden sudah memberikan imunisasi TT secara lengkap sebanyak 75% dana dihubungkan antarapengetahuan ibu dengan pemberian Imunisasi TT di Puskesmas Rurukan Kecamatan TomohonTimur.
Faktor Individu, Organisasi Dan Psikologis Yang Berhubungan Dengan Kinerja Petugas Dalam Pelayanan Imunisasi Campak Di Puskesmas Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara Kusmiyati kusmiyati; Martha Irene Kartasurya; Lucia Ratna Kartika Wulan
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.229 KB) | DOI: 10.47718/jib.v1i1.160

Abstract

Latar belakang : Campak merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak dan balita.Indonesia memiliki angka kesakitan campak kurang lebih 1 juta pertahun dengan 30.000 kematian.Upaya Pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat campak dengan programvaksinasi campak di Kota Bitung. Cakupan imunisasi campak di Kota Bitung pada tahun 2008-2010menurun berturut-turut 84,48%; 82,01%; 79,02% dan di bawah target nasional yaitu 90%.Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja (performance) petugasimunisasi puskesmas dalam melaksanakan pelayanan imunisasi campak di kota Bitung, ProvinsiSulawesi Utara.Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional.Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Populasi dan sampel dalam penelitian iniadalah seluruh petugas imunisasi Puskesmas di Kota Bitung sebanyak 49 orang. Analisis datamenggunakan uji Rank Spearman dan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil Penelitian : Menunjukan kinerja 73,5% petugas dalam pelayanan imunisasi campak sudahbaik. Pengetahuan tentang imunisasi baik pada 57,1% petugas. Sarana dan prasarana masih kurangbagi 55,1% petugas. Persepsi beban kerja 51% petugas dalam pelayanan imunisasi campak adalahringan. Persepsi 57,1% petugas terhadap kepemimpinan kepala Puskesmas baik. Persepsi 55,1%petugas terhadap supervisi yang dilakukan masih kurang. Persepsi 51% petugas tentang kompensasibaik dan motivasi 53,1% petugas baik. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antarafaktor pengetahuan, sarana prasarana, persepsi beban kerja, persepsi kepemimpinan, persepsisupervisi, persepsi kompensasi dan motivasi dengan kinerja petugas dalam pelayanan imunisasicampak di Kota Bitung. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling kuat berhubungandengan kinerja petugas dalam pelayanan imunisasi campak adalah persepsi kompensasi(Exp.B=3,856).Simpulan : Faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas dalam pelayanan imunisasi campakadalah pengetahuan, sarana prasarana, persepsi beban kerja, persepsi kepemimpinan, persepsisupervisi, persepsi kompensasi dan motivasi, yang berhubungan paling kuat adalah persepsikompensasi.
Pengaruh Promosi Kesehatan Tentang Posyandu Terhadap Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Balita Di Kelurahan Pinokalan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Meifly S Moningka; Anita Lontaan; Robin Dompas
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.485 KB) | DOI: 10.47718/jib.v1i1.159

Abstract

Latar Belakang : Posyandu merupakan salah satu pelayanan kesehatan untuk memudahkanmasyarakat untuk mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama ibu dan anak balita).Kurangnya pengetahuan orang tua balita mengenai posyandu mengakibatkan balita tidak naik beratbadan, mengalami kekurangan gizi dan mengalami penyakit berbahaya karena tidak di imunisasi.Tujuan : Untuk mengidentifikasi pengetahuan orang tua balita sebelum diberikan promosi kesehatantentang posyandu, mengindentifikasi pengetahuan orang tua balita sesudah diberikan promosikesehatan tentang posyandu serta menganalisa pengaruh promosi kesehatan tentang posyanduterhadap peningkatan pengetahuan orang tua balita.Metode : penelitian ini bersifat deskriptif analitik yang berupaya mencari pengaruh antara variabel.Menggunakan desain penelitian One-Group Pretest-Postest dengan jumlah populasi 361 orang dansampel 78 responden. Analisa data menggunakan uji Paired Samples T Test.Hasil penelitian : Menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum diberikan promosi kesehatan palingbesar pada kategori kurang sebesar 62,1% dan setelah diberikan promosi kesehatan tingkatpengetahuan responden paling besar ada pada kategori baik sebesar 97,4%. Analisa data menunjukkansignifikansi lebih kecil dari 5% (p=0,000<0,05).Simpulan : Ada pengaruh promosi kesehatan tentang posyandu terhadap peningkatan pengetahuanorang tua balita
PENGARUH KONTRASEPSI HORMONAL DAN NON HORMONALTERHADAP LAMANYA MENYUSUI DI INDONESIA (ANALISIS DATA SDKI TAHUN 2007) Agnes Montolau; Siswanto Agus Wilopo; Sinta Prawitasan
JIDAN (Jurnal Ilmiah Bidan) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Bidan (JIDAN) Edisi Desember 2013
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.799 KB) | DOI: 10.47718/jib.v1i1.152

Abstract

Latar Belakang : Tujuan global untuk meningkatkan kesehatan dan mutu makanan bayi secaraoptimal, maka semua ibu memberikan (Air Susu Ibu) ASI esklusif dan semua bayi diberi ASIesklusif sejak lahir sampai berusia 6 bulan. Data SDKI menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusifpada bayi kurang dari 6 bulan 40% turun 32% di Indonesia dan di seluruh dunia 38%, medianlamanya menyusui yaitu 22 bulan, tahun 2007 yaitu 23,7 bulan . Pemakaian menurut alat dan caraKB menunjukkan peningkatan dari 50% pada tahun 1991 menjadi 61% pada SDKI tahun 2007,terjadi perubahan pemakaian alat/cara KB moderen. Pemakaian pil 15% wanita berstatus danpemakaian kontrasepsi suntik meningkat. Kebutuhan wanita akan kontrasepsi selama menyusuiadalah kontrasepsi yang aman digunakan selama menyusui, namun metode kontrasepsi hormonalkombinasi terutama yang mengandung estrogen dan progesteron dapat mengganggu laktasi denganmenghambat proklatin sehingga mengurangi produksi ASI.Tujuan : Untuk mendapatkan gambaran tentang pengaruh kontrasepsi hormonal dan non hormonalterhadap lamanya menyusui di Indonesia.Metode: Menggunakan data SDKI tahun 2007, jenis penelitian observational dengan rancangankohort retrospektif. Sampel penelitian adalah wanita berumur 15-49 tahun yang memenuhi kriteriainklusi dan eksklusi yang berjumlah: 10738 pada SDKI 2007 menggunakan kontrasepsi hormonaldan kontrasepsi non hormonal sebagai variabel bebas dan lamanya menyusui sebagai variabel terikat.Analisis data menggunakan analysis survival, dimana besar pengaruh penggunaan kontrasepsihormonal dan non hormonal terhadap lamanya menyusui diperoleh dengan menggunakan Coxpropotional hazard model.Hasil Penelitian : Berdasarkan SDKI 2007, penggunaan kontrasepsi pil tidak signifikan terhadapdurasi menyusui HR=0,99 CI=(0,89-1,12, suntik/susuk tidak signifikan terhadap durasi menyusui.HR=0,90 CI=(0,82-0,99). Lama memakai alat kontrasepsi pada 0-6 bulan signifikan terhadap durasimenyusui HR=2,86 CI=(2,20-3,31). Dan lama memakai alat kontrasepsi pada 7-12 bulan signifikanterhadap durasi menyusui HR=1,77 CI=(1,32-2,28).Simpulan : Durasi masih menyusui pada penggunaan kontrasepsi lebih cepat menyapih pada pildibanding dengan suntik/susuk, waktu lama memakai alat kontrasepsi lebih cepat menyapih pada 0-6bulan dibandingkan dengan lama menyusui 7-12 bulan dan 13-24 bulan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12