cover
Contact Name
Sumliyah
Contact Email
sumliyah@umc.ac.id
Phone
+6285659748716
Journal Mail Official
zakiyyah@umc.ac.id
Editorial Address
Jl. Fatahillah, Watubelah, Kec. Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat 45611
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Integral : Pendidikan Matematika
ISSN : 20864590     EISSN : 27147541     DOI : https://doi.org/10.32534/jnr
Core Subject : Education,
INTEGRAL: Jurnal Pendidikan Matematika berisi artikel-artikel mengenai isu-isu pendidikan matematika yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dan kajian pustaka dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: Desain Pembelajaran Matematika Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas Media Pembelajaran Matematika Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Alat Peraga Pembelajaran Matematika Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran Evaluasi Pembelajaran Matematika Kurikulum Pendidikan Matematika Teori Belajar Matematika Sejarah dan Filsafat Matematika Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran Media Pembelajaran berbasis IT Lesson Study Pembelajaran Matematika.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL" : 5 Documents clear
KURIKULUM MATEMATIKA PENDIDIKAN DASAR DI MALTA DAN INDONESIA Nurina Hidayah; Iwan Junaedi; Mulyono Mulyono
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.423 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.1990

Abstract

Tujuan pendidikan nasional dapat tercapai melalui kurikulum yang dapat menjawab tuntutan masyarakat. Membandingkan kurikulum dengan negara lain memiliki tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan. Setelah diketahui persamaan dan perbedaan dari negara lain dapat dijadikan masukan kepada pemerintah untuk menyesuaikan kurikulum yang sedang berlaku. Penelitian ini melihat perbandingan kurikulum matematika pendidikan dasar yaitu kelas 1 (usia tujuh tahun) negara Malta dan Indonesia. Setelah dilakukan analisis didapatkan bahwa dari tujuan pendidikan nasional, jenjang pendidikan, cakupan materi matematika, dan pendekatan pembelajaran yang serupa. Perbedaan kurikulum matematika kelas 1 sekolah dasar tidak begitu nampak. Hal ini karena keterbatasan penelitian kedalaman topik yang dibahas.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN GEOGEBRA PADA MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL MAHASISWA Ahmad Faridh Ricky Fahmy; Nurul Husnah Mustika Sari; Mei Yuniati; Eka Ramanda
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.396 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.2539

Abstract

Locus of Control adalah keyakinan setiap individu mengenai sumber penyebab dari keberhasilan dan kegagalan yang terjadi pada diri individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran flipped classroom berbantuan geogebra dalam masa pandemi covid-19; 2) mengetahui hasil belajar dan keaktifan mahasiswa ditinjau dari locus of control pada mata kuliah analisis vektor mahasiswa Tadris Matematika IAIN Pekalongan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan datanya meliputi (1) angket, (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa 84% mahasiswa memberikan respon positif terhadap implementasi pembelajaran flipped classroom berbantuan geogebra. Mahasiswa dengan internal locus of control memperoleh nilai paling tinggi pada semua aspek penilaian. Memiliki usaha yang lebih dalam memahami materi dan mengerjakan tugas atau ujian. Mahasiswa dengan internal-external locus of control memperoleh rata-rata nilai dibawah dari mahasiswa dengan internal locus of control. Sudah memiliki usaha lebih dan cukup aktif dalam pembelajaran. Berusaha makasimal dalam menyelesaikan tugas, namun terkadang kurang percaya diri terhadap kemampuannya. Mahasiswa dengan external locus of control memperoleh nilai paling rendah pada semua aspek penilaian. Selama pembelajaran tidak aktif dan juga telat dalam pengumpulan tugas. Kurang berusaha dalam memahami materi dan arahan dari dosen kurang diperhatikan.
A KREATIVITAS SISWA KOLERIS DAN PHLEGMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRIKREATIVITAS SISWA KOLERIS DAN PHLEGMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI Fitria Ningsih; Harina Fitriyani
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.721 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.1470

Abstract

Pembelajaran abad 21 mencerminkan 4 tujuan belajar (4C) yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication and Collaboration. Dapat dilihat bahwa kreativitas merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran di era modern ini terutama pada pembelajaran matematika dimana pada mata pelajaran ini terdapat berbagai masalah yang dapat dikatakan rumit dan membutuhkan kreativitas untuk menyelesaikannya. Sedangkan kreativitas individu berbeda-beda karena memiliki kepibadian yang beragam pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kreativitas siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal-soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleris dan phlegmatis. Penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa pada setiap tipe kepribadian kelas VII A dan VII B SMP Negeri 4 Dompu. Teknik pengumpulan datannya menggunakan angket tipe kepribadian, tes soal kreativitas, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian digunakan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tipe kepribadian mempunyai keterampilan kreativitas yang berbeda dan khas. Perbedaan ciri-ciri kepribadian berdampak pada keterampilan kreativitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari subjek kholeris memenuhi kemampuan keluwesan, keaslian, dan penguraian namun tidak memenuhi kemampuan kelancaran. Sedangkan subjek phlegmatis mampu memenuhi komponen kelancaran, keluwesan, keaslian, dan penguraian. Pembelajaran abad 21 mencerminkan 4 tujuan belajar (4C) yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication and Collaboration. Dapat dilihat bahwa kreativitas merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran di era modern ini terutama pada pembelajaran matematika dimana pada mata pelajaran ini terdapat berbagai masalah yang dapat dikatakan rumit dan membutuhkan kreativitas untuk menyelesaikannya. Sedangkan kreativitas individu berbeda-beda karena memiliki kepibadian yang beragam pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kreativitas siswa SMP kelas VII dalam menyelesaikan soal-soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian koleris dan phlegmatis. Penelitian ini menggunakan pendekan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 2 orang siswa pada setiap tipe kepribadian kelas VII A dan VII B SMP Negeri 4 Dompu. Teknik pengumpulan datannya menggunakan angket tipe kepribadian, tes soal kreativitas, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan untuk mendapatkan data penelitian digunakan tringulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap tipe kepribadian mempunyai keterampilan kreativitas yang berbeda dan khas. Perbedaan ciri-ciri kepribadian berdampak pada keterampilan kreativitas siswa. Hal ini dapat dilihat dari subjek kholeris memenuhi kemampuan keluwesan, keaslian, dan penguraian namun tidak memenuhi kemampuan kelancaran. Sedangkan subjek phlegmatis mampu memenuhi komponen kelancaran, keluwesan, keaslian, dan penguraian.
Peningkatan kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self-Efficacy dengan Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving Tista Imam Riyadi
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.21 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.2021

Abstract

This study aims to determine the differences of Critical Thinking mathematically attainment and enhancement between students who get Creative Problem Solving (CPS) learning approach to those who get conventional learning in terms of the whole students and based The Ability of Early Mathematical (AEM). Type of this research is a quasi-experimental. The sample research is obtained by using purposive random sampling technique, it is applied to two classes of the first grade of SMAN 1 Jakarta. The first class gets approach Creative Problem Solving and the second class gets conventional learning model (PC). All class are given a pre-test and post-test of critical thinking mathematically. The results showed that (1) the students of CPS have greater ability of mathematically critical thinking rather than those of PK, (2) the the students of CPS class have greater ability of mathematically critical thinking enhancement rather than of PC ; (3) different points of mathematically critical thinking enhancement appear in CPS class (level of students of AEM); it occurs between medium and low level, high and low level, but the difference is not found in the high and medium level, (4) difference of mathematically critical thinking enhancement occurs in PCPS and PC class based their Ability of Early Mathematical (AEM), (5) mathematical Self-Efficacy enhancement of the CPS students seems better than the conventional ones; (6) mathematical Self-Efficacy enhancement differs in PCPS class based on AEM (high, medium, and low). Keywords: Approach of Learning Creative Problem Solving, Mathematical Critical Thinking, and Self-Efficacy
KEMAMPUAN SPASIAL SISWA KELAS VIII SMPK St. ISODORUS LEWOTALA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA TOPIK JARING-JARING KUBUS DAN BALOK Roberta Uron Hurit; Bernadus Bin Frans Resi
Integral : Pendidikan Matematika Vol 12 No 2 (2021): INTEGRAL
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.825 KB) | DOI: 10.32534/jnr.v12i2.2434

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan spasial siswa pada topik jaring-jaring kubus dan balok dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Kemampuan spasial dalam penelitian ini adalah kemampuan memanipulasi dan merotasi secara mental suatu gambar ke dalam susunan lain serta kemampuan membayangkan bentuk suatu objek yang ada di dalam benda padat dari perspektif berbeda dalam menyelesaikan masalah geometri berkaitan dengan jaring- jaring kubus dan balok. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2021. Penelitian meliputi proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMPK St. Isodorus Lewotala. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil tes dan wawancara dianalisis mengacu pada aspek kemampuan spasial yakni kemampuan: pengimajinasian, pengonsepan, penyelesaian masalah, dan pencarian pola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa dalam membuat sjaring-jaring kubus masih belum maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa peserta didik belum memenuhi indikator kemampuan spasial dalam membuat jaring-jaring kubus dan Balok

Page 1 of 1 | Total Record : 5