cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 67 Documents
Factors Related to the Need of Sexuality Education in Primary School in Gondanglegi Sub-District, Malang Regency Wati, Linda Ratna; Putri, Rismaina; Ariani, Dewi; Hidayah, Nurul; Reksohusodo, Subandi; Silvani, Yulia
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.831 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.1

Abstract

Semakin tingginya kekerasan dan pelecehan seksual pada anak di wilayah Kabupaten Malang serta adanya proses tumbuh kembang anak, dimana pada usia 9-12 tahun anak mulai memasuki masa pubertas, maka anak sekolah dasar perlu mendapatkan pendidikan seksualitas. Dan pendidikan seksualitas akan lebih baik jika diberikan sesuai kebutuhan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan pendidikan seksualitas pada anak sekolah dasar di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pada 317 sampel pada 24 sekolah dasar. Analisa data secara univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (70.03%) membutuhkan pendidikan seksualitas dengan variabel yang berpengaruh pada kebutuhan pendidikan seksualitas adalah informasi (OR= 4.870), pengetahuan (OR=3.028), dan sikap terhadap pendidikan seksualitas (OR= 4.271).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Asi Eksklusif 6 Bulan Pada Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 6-12 Bulan Di Desa Kemantren Kecamatan Jabung Kabupaten Malang sariati, yuseva; Prastyaningrum, Verra Yuni; Kurniasari, Putri; Melly, Mustarina
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.569 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.2

Abstract

ABSTRACTExclusive breastfeeding is breastfeeding for 6 months without any additional foods or drinks others. Based on reports Nutrition Ditjen and Kemenkes RI 2014, exclusive breastfeeding in Indonesia was still low (52.3%) and in the East Java provincial 74.0%, it has not reached yet from the target 80%. The purpose of this research is to analyze the factors that influence the success of exclusive breastfeeding to 6 months at mothers who have 6-12 months aged babies in the Kemantren village Jabung District of Malang. Observational cross sectional research conducted to 63 respondents whom choosen by purposive sampling methode. Data collected by quistionnaire that measure family support, maternal employment status, maternal education, and mother’s knowledge of breast milk’s level. The obtained data were analyzed by using Chi-Square. The results of this study showed most of the mother got enough support from family (57.1%), and mother’s knowledge of breast milk’s level have been good (54,0%). The variable had effect on exclusive breastfeeding was mother’s knowlegde of breast milk’s level (p=0,005). The variables who had no effect on exclusive breastfeeding were family support (p=0,051), maternal employment status (p=0,263), and maternal education level (p=0,145). The conclusion of this study is the mother’s knowledge of breast milk level has effects on exclusive breastfeeding so must to do promotion to the mothers before pregnancy and her families about the importance of breastfeeding.
Hubungan Pola Menyusui dengan Fekuensi Kejadian Sakit pada Bayi Putri, Rismaina; Illahi, Suci Aji
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.195 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.3

Abstract

ABSTRACTBased on data coverage of exclusive breastfeedingin Malang on 2014,the coverage of exclusive breastfeeding was 74.13%, while complete exclusive breastfeeding was 56.98%. This achievement had exceeded the target of 72%. Meanwhile, according to data from the Health Service of Malang, on 2014, therewas 871 pneumonia cases, 5405 cough not pneumonia cases, and 1540 diarrhea cases in infants. Those three diseases were the most common cases that occurred to 0-12 months-old infants in Malang. This study aimed to investigate the correlation between breastfeeding patterns with frequency of illness in infants. This study was an observational study with cross sectional design.Sampling method in this studyused purposive sampling method. Result of this study showed that based on statistical test result, the value of likelihood ratio is 0,00 (p<0,05). It means that the pattern of breastfeeding had a relation with the frequency of illness in infants.The conclusion from this study is there is significant relationship between the pattern ofbreastfeeding with the frequency of infantsillness in Pandanwangi,Blimbing district, Malang City. 
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Prasekolah pada Ibu yang Menikah Dini di Wilayah Puskesmas Jabung Windari, Era Nurisa; Trisintyandika, Idkha; Santoso, Djoko
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.61 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.4

Abstract

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan atau skill struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai proses diferensiasi sel tubuh, jaringan tubuh, organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Perkembangan anak terdiri dari 4 aspek yaitu motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial. Salah satu yang memengaruhi perkembangan anak prasekolah adalah pola asuh orang tua. Usia pernikahan ibu juga berpengaruh dalam perannya memberikan pola pengasuhan yang tepat pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan anak prasekolah pada ibu yang menikah dini di wilayah puskesmas Jabung. Desain penelitian yang digunakan yaitu observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang tua dan anak usia prasekolah. Variabel independen yaitu pola asuh orang tua pada ibu yang menikah dini yang diukur dengan menggunakan kuisoner, sedangkan variabel dependennya yaitu perkembangan bayi yang diukur dengan menggunakan Denver II. Hasil uji statistik Chi Square dengan = 0,05 diperoleh nilai p= 0,026 maka dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua pada ibu yang menikah dini dengan perkembangan anak prasekolah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola asuh orang dengan perkembangan anak prasekolah pada ibu yang menikah dini di wilayah puskesmas Jabung.
Hubungan Usia Dan Lama Menopause Dengan Tingkat Kecemasan Wanita Menopause Ulfah, Mega
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.429 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.5

Abstract

Wanita yang mengalami menopause di seluruh dunia menurut WHO mencapai 373 juta orang di tahun 2012 dan diperkirakan akan mencapai 1,2 milyar orang pada tahun 2030. Perubahan psikologis pada masa menopause memunculkan gejala yang berbeda-beda antara lain depresi, kecemasan, mudah marah, mudah curiga, dan lain-lain. Keluhan-keluhan tersebut akansemakin jarang ditemui dengan meningkatnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan lama menopause dengan tingkat kecemasan wanita menopause. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan ringan (60%), hasil analisis hubungan usia dengan tingkat kecemasan didapatkan p= 0,859, sedangkan analisis hubungan lama menopause dengan tingkat kecemasan didapatkan p= 0,222.  Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan usiadan lama menopause dengan tingkat kecemasan wanita menopause.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Perkembangan Anak Usia 1-3 Tahun di Desa Cangkringsari Kecamatan Sukodono Kabupeten Sidoarjo proborini, astri; Maulidha, Maulidha; Larasati, Dewi
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.012 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.01.6

Abstract

Anak prasekolah adalah anak berusia 3-5 tahun yang memiliki berbagai macam potensi. Perkembangan motorik merupakan proses perkembangan kontrol gerak tubuh melalui koordinasi aktivitas saraf pusat, saraf tepi, dan otot. Perkembangan motorik dibagi menjadi dua: perkembangan motorik kasar dan perkembangan motorik halus. Setiap anak akan mengalami kedua proses perkembangan ini. Pada anak prasekolah, perkembangan motorik akan berkembang pesat dari 50% menjadi 80%. Perilaku pemberian stimulasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik anak. Anak yang mendapatkan stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang/tidak mendapat stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) dengan menggunakan lembar DDST II (Denver Development Screening Test) di PAUD Kasih Bunda Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden penelitian sebanyak 63 anak. Hasil uji analisis statistik nonparametrik dengan Likelihood Ratio pada perkembangan motorik halus didapatkan nilai signifikansi α=0,00; sedangkan pada perkembangan motorik kasar didapatkan nilai signifikansi α=0,055. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik halus, dan tidak terdapat hubungan antara perilaku pemberian stimulasi dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di PAUD Kasih Bunda Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang
Hubungan Aktifitas Fisik dengan Derajat Dysmenorrhea Primer pada Remaja Wati, Linda Ratna; Arifandi, Maya Devi; Prastiwi, Fatma
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.176 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.1

Abstract

ABSTRACTDysmenorrhea becomes on of the most common menstrual problems experienced by teenagers. Dysmenorrhea is divided into primary and secondary dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea occurs without pelvic organ pathology. Physical Activity is one factor risk of primary dysmenorrhea. The aim of this study is to determine the association between physical activity with degree of primary dysmenorrhea in young women in The Undergraduate Midwifery Study Program of Medicine Faculty of Brawijaya University Malang. The design of this study is an observational analytical with prospective approach. The sample in this study amounted to 52 people selected by using purposive sampling. This study was conducted during two menstrual cycles. The test result by chi square analysis demonstrated an association between physical activity with the degree of primary dysmenorrhea with p value 0,000 (p <0,005). The conclusion from this study is a negative associated between physical activity with a degree of primary dysmenorrhea. As the result of this study there is suggestion that young women should be more concerned about their physical activity can reduce the pain felt at the time dysmenorrhea. The necessity of the role of health professionals to provide health education on primary dysmenorrhea so that the young woman concerned about their health. 
Pengaruh Relaktasi Suplementer Dikombinasikan dengan Pijat Oksitosin dan Aromaterapi Lavender terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi di Malang Raya ariani, dewi; Mastuti, Ni Luh Putu Herli; Hastuti, Nur Aini Retno; Lovita, Agnestia Naning Dian
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.024 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.10

Abstract

Di Indonesia ada banyak ibu yang tidak dapat menyusui bayinya karena berbagai alasan. Berbagai upaya dilakukan agar ibu dapat menyusui bayinya kembali, salah satunya dengan relaktasi suplementer dikombinasikan aromaterapi lavender dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh relaktasi suplementer, aromatherapy lavender dan pijat oksitosin terhadap peningkatan berat badan bayi di Malang Raya. Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Randomized Post Test Only Control Group Design dilakukan pada ibu yang menginginkan kembali menyusui bayinya dengan usia bayi ≤ 6 bulan. Sampel dibagi dalam 4 kelompok : relaktasi suplementer (kontrol), relaktasi suplementer dan aromaterapi lavender, relaktasi suplementer dan pijat oksitosin, relaktasi suplementer dan kombinasi (aromaterapi lavender + pijat oksitosin). Perlakuan diberikan sejak hari pertama intervensi sampai dinyatakan berhasil melakukan relaktasi. Variabel yang diukur adalah peningkatan berat badan bayi. Hasil analisis pada variable peningkatan berat badan bayi tidak menunjukkan ada beda yang signifikan antar semua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan yang memberikan dampak terbaik adalah relaktasi suplementer metode kombinasi. Penelitian ini telah dinyatakan laik etik oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Karakterstik Ibu (Usia, Paritas, Pendidikan, Pengalaman KB) Berhubungan dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Indahwati, Lilik; Wati, Linda Ratna; Wulandari, Devi Trias
-
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.292 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.2

Abstract

Pencapaian peserta KB MKJP lebih rendah dibandingkan non MKJP. Rendahnya angka penggunaan MKJP ini dinilai menimbulkan beberapa permasalahan seperti tingginya angka kegagalan penundaan atau penjarangan memiliki anak. Pemilihan metode kontrasepsi in tentunya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan karakteristik ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi di Puskesmas Lawang Kabupaten Malang. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pengguna KB baru yang terdaftar dalam buku Register KB Puskesmas Lawang pada periode April—Juni 2016. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Cluster Sampling berjumlah 222 Ibu. Variabel independen pada penelitian ini adalah usia, paritas, pendidikan dan pengalaman KB sedangkan variabel dependen adalah pemilihan metode kontrasepsi. Hasil penelitian didapatkan karakteristik ibu yang menggunakan kontrasepsi yaitu paling banyak berusia 20-35 tahun (62,2%), memiliki 2-3 anak (69,8%), pendidikan SD-SMP (54,5%) dan pengalaman KB sebagai akseptor baru (56,7%).  Berdasarkan uji analisis dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai signifikansi usia dan pengalaman KB 0,000, paritas 0,006 dan pendidikan 0,010. Terdapat hubungan antara usia, paritas, pendidikan dan pengalaman KB dengan pemilihan metode kontrasepsi. Diharapkan institusi pelayanan kesehatan dapat mengembangkan strategi komunikasi pelayanan kontrasepsi.
Pengaruh Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sisir Kelurahan Sisir Kota Batu Windari, Era Nurisa; Dewi, Amalia Kusuma; Siswanto, Siswanto
Journal of Issues in Midwifery Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.539 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2017.001.02.3

Abstract

Dukungan tenaga kesehatan adalah kenyamanan fisik dan psikologis, perhatian, penghargaan, maupun bantuan dalam bentuk lainnya yang diterima individu dari tenaga kesehatan. Dukungan tenaga kesehatan dapat berwujud dukungan emosional, penghargaan, instrumental, dan informasi. Tenaga kesehatan merupakan sumber dukungan sosial yang berasal dari individu lain yang sangat jarang memberi dukungan dan memiliki peran yang sangat cepat berubah. Dukungan kepada ibu menjadi satu faktor penting dalam memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskemas Sisir Kota Batu. Desain penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan uji statistik menggunakan Chi Square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2016. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 ibu. Variabel independen yaitu dukungan tenaga kesehatan dan variabel dependen yaitu pemberian ASI eksklusif yang diukur menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini didapatkan p=0,000 (< 0,05) dan ratio prevalen sebesar 10,5 hal ini berarti ibu yang mendapat dukungan tenaga kesehatan kurang mempunyai kemungkinan untuk tidak memberikan ASI eksklusif 10,5 kali lebih besar dari pada ibu yang mendapat dukungan tenaga kesehatan baik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kota Batu yang bermakna.